Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Warning : fopen(/home/silatind/public_html/id/wp-content/db-config.ini) [ function.fopen ]: failed to open stream: Permission denied in /home/silatind/public_html/id/wp-content/plugins/db-cache-reloaded/db-module-wrapper.php on line 114 Warning: fopen (/ home / silatind / public_html / en / wp-content / db-config.ini) [ function.fopen ]: failed to open stream: Permission denied in / home / silatind / public_html / en / wp-content / plugins / db-cache-reloaded / db-module-wrapper.php on line 114
Could see the sky through pools of water, measure it? Do not .... - Silat Indonesia

Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Could see the sky through pools of water, measure it? Jangan….. Do not ... ..

[ in English ] [ in Bahasa ]

Feb 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Liputan Khusus Visited 1362 times, 1 today [ in English ] February 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Special Reports Visited 1362 times, 1 today [ in Bahasa ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Dalam sebuah acara yang baru kuhadiri hari ini Pemberian Gelar Pendekar bagi warga Spanyol oleh PERSILAT (14 Pebruari 2010), sempat dipertontonkan video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) garapan para teman dan sahabatku. In a new event I attended today Swordsman Degree Granting for the citizens of Spain by PERSILAT (14 February 2010), was shown a video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) cultivated the friend and my best friend.
Berbagai tangggapan bermunculan. Various tangggapan popping.
Ada menarik dan menggelitik hatiku mengenai tanggapan seseorang yang mengatakan yang ditampilkan itu bukan silat asli, baik Pamacan, Cimande, Cikalong dan Kumangonya. There are interesting and tickling me about someone who said the response was not shown the original martial arts, both Pamacan, Cimande, Cikalong and Kumangonya. Beliau (yang mengatakan hal tersebut) dengan serta merta menerangkan apa itu Cikalong, apa itu Cimande dan juga Kumango. He (who said it) to immediately explain what it is Cikalong, what it Cimande and also Kumango. Sayang aku tak sempat berdiskusi dengannya. Unfortunately I do not have time to discuss with him. Sahabatku dan saudara perguruanku yang turut larut dalam pembicaraan itupun hanya mengiyakan dan mengangguk-angguk. My friends and relatives perguruanku are also drawn to the talks said yes and even then only nodded. Mungkin karena menjaga sikap santunnya yang selama ini jarang menempel di kepalaku. Perhaps because the manners to behave themselves rarely been stuck in my head.
Namun dalam hatiku cukup membuatku terhenyak, bagaimana mungkin sesuatu yang kami sedang angkat dan cukup berhati-hati dalam mengkaji yang memakan cukup banyak waktu langsung ke nara sumber yang terkait dibilang: ”Itu bukan asli…” But in my heart enough to make me shocked, how could something that we're lifting and quite careful in assessing which takes quite a lot of time directly related to the resource persons who say: "That's not the original ..."

Tak hanya cukup bingung namun aku juga prihatin mendengarkan perkataannya, dalam beberapa penerangannya ternyata penggambaran tentang dari mana Cimande, apa itu Cikalong dan Kumango masih pada tataran sangat dasar yang diketahui banyak orang dan sama sekali tidak menggambarkan utuh bagaimana ciri suatu penggambaran bela diri pencak silat. Not just pretty confused but I'm also concerned about listening to his words, in some lighting turns Cimande depiction of where, what and Kumango Cikalong still at a very basic level is known to many people and did not describe fully how to characterize a depiction of martial arts martial arts. Ketika berbicara Cimande dari kampung Mande, ternyata beliau tidak tahu bahwa sejak lama beberapa daerah di sana telah ditenggelamkan menjadi waduk. When talking Cimande of Mande village, it turns out he did not know that for a long time in some areas there has been sunk into the reservoir. Saat berbicara mengenai Cikalong ternyata beliaupun tidak mengenal siapa penerus aliran ini dari garis penerus Gan Uweh ”Pasar Baru” yang ditampilkan begitu juga tentang pencak silat yang memiliki sikap pasang panjang adalah Cikalong dan Cimande rapat, inipun adalah gambaran umum yang dengan mudah didapat dari menguping atau katanya dengan sumber yang tidak jelas. When talking about Cikalong beliaupun not know who was the successor of this flow from the line of succession Gan Uweh "New Market" is displayed as well as about the martial arts that has a long tidal attitude is Cikalong and Cimande meeting, also is a general description that could easily be obtained from eavesdropping or he said with no apparent source. Khusus Cikalong (maenpo Cikalong), penggambaran sikap yang panjang dan posisi kuda-kuda ringan adalah pola umum bukan merupakan indentitas khusus. Special Cikalong (maenpo Cikalong), drawing a long stance and position of light horses is a common pattern is not a special identity. Sebagaimana kita ketahui, aliran Cikalong adalah salah satu aliran pencak silat yang memberikan warna pada perkembangan pencak silat Jawa Barat juga tanah air. As we know, the flow is one stream Cikalong martial arts that gives color to the development of martial arts is also the homeland of West Java. Apakah ketika kita ini bingung dengan warna asli Cikalong itu sendiri karena kita terbiasa dengan ”warna” yang berkembang??? Is when we are confused with the original color Cikalong itself because we are familiar with the "color" that develop? Bagaimana mungkin menilai sebuah bentuk bela diri asli atau bukan tanpa mempelajari dan mendalami? How is it possible to assess a form of martial arts is genuine or not without study and explore? Dengan latar belakang sama-sama pesilat, menurut saya hal tersebut melampaui kewenangan penilaiannya (dalam istilah anak gaul, belajar juga kagak kok berani monten?). With the background of both fighters, I think it is beyond the authority of the assessment (in terms of kids hanging out, learning is also kagak monten really brave). tanpa mengurangi rasa hormat pada beliau sebagai sesepuh pencak silat, kiranya juga beliau mau kita ajak diskusi dan membaca bahwa banyak lho kekayaan pencak silat kita itu. without due respect to him as an elder martial arts, he would also want us to invite discussion and read that many of you know that our wealth of martial arts.

Kumango yang kami jadikan bahan dalam garapan video proposal ESI adalah salah satu penerus yang juga diketahui oleh banyak orang dari Nagari Kumango sendiri dan itupun merupakan penerus aliran Syech Kumango ini (Almarhum Guru Gadangnyapun kami kenal dekat). Kumango we make material in a video filmed ESI proposal is one of the successor who is also known by many people from Nagari Kumango itself and that too is the successor flow Kumango Syech this (late Master Gadangnyapun we know him). Begitu juga dengan Pamacan, Gerak Gulung Budi Daya yang menampilkan beberapa Raka Wiranya, Cikalong yang menampilkan Guru Besar, Guru dan para murid yang merupakan penerus aliran ini yang telah diketahui oleh pemda Kabupaten Cianjur yang masuk ke dalam daftar pelestari seni budaya Cianjur yang insya Allah akan dimasukan dalam hak paten sebagai HAKI anak bangsa sebagai salah satu kekayaaan budaya bangsa, Si Bunder yang menampilkan generasi mudanya, Golok Suliwa yang langsung menampilkan sang Gurunya, Beksi Tradisional Haji Hasbullah yang merupakan salah satu perguruan yang memegang tradisi dan pakem yang berlaku. Likewise with Pamacan, Motion Roll Cultivation featuring some Raka Wiranya, Cikalong featuring Professors, Teachers and students which is the successor of this stream is already known by the local government Cianjur into the list of arts and culture conservationists Cianjur which God willing will included in the patent as intellectual property rights of the nation as one of the nation's cultural wealth, Si Bunder featuring the younger generation, Machete Suliwa which immediately displays his Master, Traditional Beksi Hasbullah Hajj which is one college that holds tradition and grip force. Mungkin menjadi hal yang biasa ketika pembicaraan ini adalah ajang tanya jawab. Might become the norm when these talks is the arena questions and answers.

Sebenarnya hal tersebut tak perlu aku pusingkan jika yang dibahas adalah bukan ranah dan apa yang sedang aku pelajari dan amanahkan menjaganya. Actually it did not have to worry about if I discussed is not a sphere, and what I learned and amanahkan guard. Namun ketika berbicara maenpo Cikalong dan para guruku dianggap bukan asli, aku teringat kejadian yang berulang di Bandung tahun 1984 di mana ketika penampilan para murid waktu itu dianggap bukan asli karena tidak gagah dan di katakan sebagai silat perempuan (padahal saat itu maestro Cikalong, Raden Haji O. Soleh / Gan Uweh masih ada) Namun penilaian ini malah tidak membuat Guru Besar generasi IV marah, malah dikatakannya, ” keun bae disebut silat awewe oge…../ biar saja disebut silat perempuan juga” sekaligus menepis keraguan para murid terdahulu, beliau bilang semakin dianggap bukan Cikalong itu menandakan semakin tidak tahunya orang tersebut, maka biarkanlah…. But when talking maenpo Cikalong and the teacher is not considered a native, I am reminded of a recurring event in Bandung in 1984 where as the appearance of the disciples at that time considered to be not genuine because it does not say as a gallant and martial arts women (and it was maestro Cikalong, Raden Haji O. Salah / Gan Uweh still there), however this assessment does not even make IV Professor of the generation of angry, instead she said, "keun bae called silat awewe oge ... .. / so be it called silat women also" dismissed earlier doubts of the disciples, he Cikalong increasingly regarded not say it signifies the person is not him, then let ....
Bukan bermaksud menempatkan menerapkan perkataan Guru Besar Raden Haji O. Not intend to apply the words of Professors put Raden Haji O. Soleh pada hal ini. Salah on this. Namun alangkah elok dan baik jika beliau yang mengatakan bahwa apa yang telah kami kerjakan ini bukan asli maka sebagai orang yang jauh lebih muda dan sebagai murid dari aliran Cikalong, adalah pantas jika aku juga meminta beliau ini untuk menerangkan Cikalong ”asli” versinya. But it would be beautiful and good if he is saying that what we've done is not genuine then as a much younger person and as a disciple of Cikalong flow, it would be fitting if I also ask him to explain Cikalong "original" version. Begitu senangnya aku berdiskusi aliran Cikalong yang dapat membukakan mata dan hatiku, tidak menepis kemungkinan akupun meminta data dan bagaimana mengenal Cikalong ”asli” nantinya dari beliau ini. So glad I am discussing Cikalong flow that can open the eyes and my heart, I will not dismiss the possibility of requesting data and how to recognize Cikalong "original" from him this later. Sekaligus meminta data dengan memulai diskusi yang santun dan elegan, aku mencoba menyampaikan hal ini. And requested data by initiating discussions polite and elegant, I tried to convey this.

Mungkin antara kenal dengan sok kenal itu dekat, tapi antara tahu dengan sok tahu, ahli dengan sok ahli itu jauh dan sangat jauh….. Maybe between familiar with the pretentious know it's close, but the idea with a wise guy, an expert with an expert's pretentious and very far away ... ..

Air kubangan memang dapat dijadikan alat melihat langit, namun jangan kita mengukur ketinggian langit dari air di kubangan. Puddle of water can indeed be used as a tool to see the sky, but do we measure the height of the sky from the water in the puddle.

notes of Iwan Setiawan notes of Iwan Setiawan
di kutip dari facebook Iwan Setiawan in the quotation from facebook Iwan Setiawan



Artikel Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Looking at the sky through the article can be puddles of water, measure it? Jangan…. Do not .... yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: which 'might' be linked at other sites:


    - Powered by BING [2012-02-01 08:41] - Powered by BING [2012-02-01 08:41]

    Leave Comment Leave Comment

    You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

    Could see the sky through pools of water, measure it? Do not .... - Silat Indonesia
    Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

    Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Could see the sky through pools of water, measure it? Jangan….. Do not .....

    [ in English ] [ in English ]

    Feb 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Liputan Khusus Visited 1363 times, 1 today [ in English ] February 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Special Reports Visited 1363 times, 1 today [ in English ]
    Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

    Dalam sebuah acara yang baru kuhadiri hari ini Pemberian Gelar Pendekar bagi warga Spanyol oleh PERSILAT (14 Pebruari 2010), sempat dipertontonkan video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) garapan para teman dan sahabatku. In a new event I attended today Swordsman Degree Granting for the citizens of Spain by PERSILAT (14 February 2010), was displayed video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) plots his friend and my best friend.
    Berbagai tangggapan bermunculan. A variety of response has emerged.
    Ada menarik dan menggelitik hatiku mengenai tanggapan seseorang yang mengatakan yang ditampilkan itu bukan silat asli, baik Pamacan, Cimande, Cikalong dan Kumangonya. There are interesting and tickling me about someone who said the response was not shown the original martial arts, both Pamacan, Cimande, Cikalong and Kumangonya. Beliau (yang mengatakan hal tersebut) dengan serta merta menerangkan apa itu Cikalong, apa itu Cimande dan juga Kumango. He (who said it) to explain what it is necessarily Cikalong, what it is and also Kumango Cimande. Sayang aku tak sempat berdiskusi dengannya. Unfortunately I could not discuss with him. Sahabatku dan saudara perguruanku yang turut larut dalam pembicaraan itupun hanya mengiyakan dan mengangguk-angguk. My friends and relatives who perguruanku also drawn to the talks said yes, and even then only nodded. Mungkin karena menjaga sikap santunnya yang selama ini jarang menempel di kepalaku. Perhaps because the manners to behave themselves rarely been stuck in my head.
    Namun dalam hatiku cukup membuatku terhenyak, bagaimana mungkin sesuatu yang kami sedang angkat dan cukup berhati-hati dalam mengkaji yang memakan cukup banyak waktu langsung ke nara sumber yang terkait dibilang: ”Itu bukan asli…” But in my heart enough to make me shocked, how could something that we're up and just be careful in assessing which takes quite a lot of time directly related to the resource persons who say: "That's not the original ..."

    Tak hanya cukup bingung namun aku juga prihatin mendengarkan perkataannya, dalam beberapa penerangannya ternyata penggambaran tentang dari mana Cimande, apa itu Cikalong dan Kumango masih pada tataran sangat dasar yang diketahui banyak orang dan sama sekali tidak menggambarkan utuh bagaimana ciri suatu penggambaran bela diri pencak silat. Not just pretty confused but I'm also concerned about listening to his words, in some lighting it Cimande depiction of where, what and Kumango Cikalong still at a very basic level is known to many people and did not fully describe how the characteristics of a depiction of self-defense martial arts. Ketika berbicara Cimande dari kampung Mande, ternyata beliau tidak tahu bahwa sejak lama beberapa daerah di sana telah ditenggelamkan menjadi waduk. When talking Cimande of Mande village, apparently he did not know that for a long time in some areas there has been sunk into the reservoir. Saat berbicara mengenai Cikalong ternyata beliaupun tidak mengenal siapa penerus aliran ini dari garis penerus Gan Uweh ”Pasar Baru” yang ditampilkan begitu juga tentang pencak silat yang memiliki sikap pasang panjang adalah Cikalong dan Cimande rapat, inipun adalah gambaran umum yang dengan mudah didapat dari menguping atau katanya dengan sumber yang tidak jelas. When talking about Cikalong beliaupun not know who was the successor to the flow of the line is the successor to Gan Uweh "New Markets" is displayed as well as about the martial arts who has long put position is Cikalong and Cimande meeting, also is a general description that could easily be obtained from eavesdropping or he said with no apparent source. Khusus Cikalong (maenpo Cikalong), penggambaran sikap yang panjang dan posisi kuda-kuda ringan adalah pola umum bukan merupakan indentitas khusus. Special Cikalong (maenpo Cikalong), drawing a long position and the position of light horses is a common pattern is not a specific identity. Sebagaimana kita ketahui, aliran Cikalong adalah salah satu aliran pencak silat yang memberikan warna pada perkembangan pencak silat Jawa Barat juga tanah air. As we know, the flow stream Cikalong is one martial art that gives color to the development of martial arts is also the homeland of West Java. Apakah ketika kita ini bingung dengan warna asli Cikalong itu sendiri karena kita terbiasa dengan ”warna” yang berkembang??? Is when we are confused with the original color Cikalong itself because we are familiar with the "color" that evolved? Bagaimana mungkin menilai sebuah bentuk bela diri asli atau bukan tanpa mempelajari dan mendalami? How is it possible to assess a form of martial arts is genuine or not without study and explore? Dengan latar belakang sama-sama pesilat, menurut saya hal tersebut melampaui kewenangan penilaiannya (dalam istilah anak gaul, belajar juga kagak kok berani monten?). With a background both fighters, I think it is beyond the authority of the judgment (in terms of children hanging out, learning is also kagak monten really brave). tanpa mengurangi rasa hormat pada beliau sebagai sesepuh pencak silat, kiranya juga beliau mau kita ajak diskusi dan membaca bahwa banyak lho kekayaan pencak silat kita itu. without due respect to him as an elder martial arts, he would also want us to invite discussion and read that many of you know that our wealth of martial arts.

    Kumango yang kami jadikan bahan dalam garapan video proposal ESI adalah salah satu penerus yang juga diketahui oleh banyak orang dari Nagari Kumango sendiri dan itupun merupakan penerus aliran Syech Kumango ini (Almarhum Guru Gadangnyapun kami kenal dekat). Kumango we make material in a video filmed ESI proposal is one of the successor who is also known by many people from Nagari Kumango itself and that too is the successor to the flow of this Kumango Sych (The late Professor Gadangnyapun we know him). Begitu juga dengan Pamacan, Gerak Gulung Budi Daya yang menampilkan beberapa Raka Wiranya, Cikalong yang menampilkan Guru Besar, Guru dan para murid yang merupakan penerus aliran ini yang telah diketahui oleh pemda Kabupaten Cianjur yang masuk ke dalam daftar pelestari seni budaya Cianjur yang insya Allah akan dimasukan dalam hak paten sebagai HAKI anak bangsa sebagai salah satu kekayaaan budaya bangsa, Si Bunder yang menampilkan generasi mudanya, Golok Suliwa yang langsung menampilkan sang Gurunya, Beksi Tradisional Haji Hasbullah yang merupakan salah satu perguruan yang memegang tradisi dan pakem yang berlaku. Likewise with Pamacan, Motion Roll Cultivation featuring some Wiranya Raka, Cikalong featuring professors, teachers and students which is the successor of this flow is known by the local government Cianjur into the list of preservation of art and culture which God willing will Cianjur included in the patent as intellectual property rights of the nation as one of the nation's cultural wealth, Si Bunder featuring the younger generation, Machete Suliwa which instantly displays the teacher, Haji Hasbullah Traditional Beksi which is one of the colleges that hold the traditions and grip force. Mungkin menjadi hal yang biasa ketika pembicaraan ini adalah ajang tanya jawab. May become commonplace as the conversation was a question and answer event.

    Sebenarnya hal tersebut tak perlu aku pusingkan jika yang dibahas adalah bukan ranah dan apa yang sedang aku pelajari dan amanahkan menjaganya. Actually it is not necessary if I confuse the discussion is not a sphere, and what I learned and amanahkan guard. Namun ketika berbicara maenpo Cikalong dan para guruku dianggap bukan asli, aku teringat kejadian yang berulang di Bandung tahun 1984 di mana ketika penampilan para murid waktu itu dianggap bukan asli karena tidak gagah dan di katakan sebagai silat perempuan (padahal saat itu maestro Cikalong, Raden Haji O. Soleh / Gan Uweh masih ada) Namun penilaian ini malah tidak membuat Guru Besar generasi IV marah, malah dikatakannya, ” keun bae disebut silat awewe oge…../ biar saja disebut silat perempuan juga” sekaligus menepis keraguan para murid terdahulu, beliau bilang semakin dianggap bukan Cikalong itu menandakan semakin tidak tahunya orang tersebut, maka biarkanlah…. But when talking maenpo Cikalong and the teacher is not considered a native, I was reminded of a recurring event in London in 1984 where as the appearance of the disciples at that time considered to be not genuine because it does not say as a gallant and martial arts women (and it was maestro Cikalong, Raden Haji O. Salah / Gan Uweh still there), but this assessment did not even make the fourth generation of angry professors, instead saying, "keun called silat awewe oge bae ..... / so be it called silat women also" dismissed doubts his former pupil, he Cikalong increasingly regarded not say it signifies the person is not him, then let ....
    Bukan bermaksud menempatkan menerapkan perkataan Guru Besar Raden Haji O. Not intend to put the words of Professor apply Raden Haji O. Soleh pada hal ini. Soleh on this. Namun alangkah elok dan baik jika beliau yang mengatakan bahwa apa yang telah kami kerjakan ini bukan asli maka sebagai orang yang jauh lebih muda dan sebagai murid dari aliran Cikalong, adalah pantas jika aku juga meminta beliau ini untuk menerangkan Cikalong ”asli” versinya. But it would be beautiful and good if he is saying that what we're doing is not genuine then as a much younger person and as a disciple of Cikalong flow, it would be fitting if I also ask him to explain Cikalong "original" version. Begitu senangnya aku berdiskusi aliran Cikalong yang dapat membukakan mata dan hatiku, tidak menepis kemungkinan akupun meminta data dan bagaimana mengenal Cikalong ”asli” nantinya dari beliau ini. So glad I can talk Cikalong flow and open the eyes of my heart, I will not dismiss the possibility of requesting the data and how to recognize Cikalong "original" of his will is. Sekaligus meminta data dengan memulai diskusi yang santun dan elegan, aku mencoba menyampaikan hal ini. And requested data to initiate discussions polite and elegant, I tried to convey this.

    Mungkin antara kenal dengan sok kenal itu dekat, tapi antara tahu dengan sok tahu, ahli dengan sok ahli itu jauh dan sangat jauh….. Perhaps the familiar with the pretentious know it's close, but the idea with a wise guy, with a quasi-expert's expert and very far away .....

    Air kubangan memang dapat dijadikan alat melihat langit, namun jangan kita mengukur ketinggian langit dari air di kubangan. Puddle of water can indeed be used as a tool to see the sky, but do we measure the heights of the water in the puddle.

    notes of Iwan Setiawan notes of Iwan Setiawan
    di kutip dari facebook Iwan Setiawan in the quotation from facebook Iwan Setiawan



    Artikel Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Looking at the sky through the article can be puddles of water, measure it? Jangan…. Do not .... yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: that 'might' be linked at other sites:


      - Powered by BING [2012-02-01 08:41] - Powered by BING [2012-02-01 08:41]

      Leave Comment Leave Comment

      You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

      Could see the sky through pools of water, measure it? Do not .... - Silat Indonesia
      Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

      Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Could see the sky through pools of water, measure it? Jangan….. Do not .....

      [ in English ] [ in English ]

      Feb 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Liputan Khusus Visited 1369 times, 2 today [ in English ] February 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Special Reports Visited 1369 times, 2 today [ in English ]
      Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

      Dalam sebuah acara yang baru kuhadiri hari ini Pemberian Gelar Pendekar bagi warga Spanyol oleh PERSILAT (14 Pebruari 2010), sempat dipertontonkan video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) garapan para teman dan sahabatku. In a new event I attended today Swordsman Degree Granting for the citizens of Spain by PERSILAT (14 February 2010), was displayed video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) plots his friend and my best friend.
      Berbagai tangggapan bermunculan. A variety of response has emerged.
      Ada menarik dan menggelitik hatiku mengenai tanggapan seseorang yang mengatakan yang ditampilkan itu bukan silat asli, baik Pamacan, Cimande, Cikalong dan Kumangonya. There are interesting and tickling me about someone who said the response was not shown the original martial arts, both Pamacan, Cimande, Cikalong and Kumangonya. Beliau (yang mengatakan hal tersebut) dengan serta merta menerangkan apa itu Cikalong, apa itu Cimande dan juga Kumango. He (who said it) to explain what it is necessarily Cikalong, what it is and also Kumango Cimande. Sayang aku tak sempat berdiskusi dengannya. Unfortunately I could not discuss with him. Sahabatku dan saudara perguruanku yang turut larut dalam pembicaraan itupun hanya mengiyakan dan mengangguk-angguk. My friends and relatives who perguruanku also drawn to the talks said yes, and even then only nodded. Mungkin karena menjaga sikap santunnya yang selama ini jarang menempel di kepalaku. Perhaps because the manners to behave themselves rarely been stuck in my head.
      Namun dalam hatiku cukup membuatku terhenyak, bagaimana mungkin sesuatu yang kami sedang angkat dan cukup berhati-hati dalam mengkaji yang memakan cukup banyak waktu langsung ke nara sumber yang terkait dibilang: ”Itu bukan asli…” But in my heart enough to make me shocked, how could something that we're up and just be careful in assessing which takes quite a lot of time directly related to the resource persons who say: "That's not the original ..."

      Tak hanya cukup bingung namun aku juga prihatin mendengarkan perkataannya, dalam beberapa penerangannya ternyata penggambaran tentang dari mana Cimande, apa itu Cikalong dan Kumango masih pada tataran sangat dasar yang diketahui banyak orang dan sama sekali tidak menggambarkan utuh bagaimana ciri suatu penggambaran bela diri pencak silat. Not just pretty confused but I'm also concerned about listening to his words, in some lighting it Cimande depiction of where, what and Kumango Cikalong still at a very basic level is known to many people and did not fully describe how the characteristics of a depiction of self-defense martial arts. Ketika berbicara Cimande dari kampung Mande, ternyata beliau tidak tahu bahwa sejak lama beberapa daerah di sana telah ditenggelamkan menjadi waduk. When talking Cimande of Mande village, apparently he did not know that for a long time in some areas there has been sunk into the reservoir. Saat berbicara mengenai Cikalong ternyata beliaupun tidak mengenal siapa penerus aliran ini dari garis penerus Gan Uweh ”Pasar Baru” yang ditampilkan begitu juga tentang pencak silat yang memiliki sikap pasang panjang adalah Cikalong dan Cimande rapat, inipun adalah gambaran umum yang dengan mudah didapat dari menguping atau katanya dengan sumber yang tidak jelas. When talking about Cikalong beliaupun not know who was the successor to the flow of the line is the successor to Gan Uweh "New Markets" is displayed as well as about the martial arts who has long put position is Cikalong and Cimande meeting, also is a general description that could easily be obtained from eavesdropping or he said with no apparent source. Khusus Cikalong (maenpo Cikalong), penggambaran sikap yang panjang dan posisi kuda-kuda ringan adalah pola umum bukan merupakan indentitas khusus. Special Cikalong (maenpo Cikalong), drawing a long position and the position of light horses is a common pattern is not a specific identity. Sebagaimana kita ketahui, aliran Cikalong adalah salah satu aliran pencak silat yang memberikan warna pada perkembangan pencak silat Jawa Barat juga tanah air. As we know, the flow stream Cikalong is one martial art that gives color to the development of martial arts is also the homeland of West Java. Apakah ketika kita ini bingung dengan warna asli Cikalong itu sendiri karena kita terbiasa dengan ”warna” yang berkembang??? Is when we are confused with the original color Cikalong itself because we are familiar with the "color" that evolved? Bagaimana mungkin menilai sebuah bentuk bela diri asli atau bukan tanpa mempelajari dan mendalami? How is it possible to assess a form of martial arts is genuine or not without study and explore? Dengan latar belakang sama-sama pesilat, menurut saya hal tersebut melampaui kewenangan penilaiannya (dalam istilah anak gaul, belajar juga kagak kok berani monten?). With a background both fighters, I think it is beyond the authority of the judgment (in terms of children hanging out, learning is also kagak monten really brave). tanpa mengurangi rasa hormat pada beliau sebagai sesepuh pencak silat, kiranya juga beliau mau kita ajak diskusi dan membaca bahwa banyak lho kekayaan pencak silat kita itu. without due respect to him as an elder martial arts, he would also want us to invite discussion and read that many of you know that our wealth of martial arts.

      Kumango yang kami jadikan bahan dalam garapan video proposal ESI adalah salah satu penerus yang juga diketahui oleh banyak orang dari Nagari Kumango sendiri dan itupun merupakan penerus aliran Syech Kumango ini (Almarhum Guru Gadangnyapun kami kenal dekat). Kumango we make material in a video filmed ESI proposal is one of the successor who is also known by many people from Nagari Kumango itself and that too is the successor to the flow of this Kumango Sych (The late Professor Gadangnyapun we know him). Begitu juga dengan Pamacan, Gerak Gulung Budi Daya yang menampilkan beberapa Raka Wiranya, Cikalong yang menampilkan Guru Besar, Guru dan para murid yang merupakan penerus aliran ini yang telah diketahui oleh pemda Kabupaten Cianjur yang masuk ke dalam daftar pelestari seni budaya Cianjur yang insya Allah akan dimasukan dalam hak paten sebagai HAKI anak bangsa sebagai salah satu kekayaaan budaya bangsa, Si Bunder yang menampilkan generasi mudanya, Golok Suliwa yang langsung menampilkan sang Gurunya, Beksi Tradisional Haji Hasbullah yang merupakan salah satu perguruan yang memegang tradisi dan pakem yang berlaku. Likewise with Pamacan, Motion Roll Cultivation featuring some Wiranya Raka, Cikalong featuring professors, teachers and students which is the successor of this flow is known by the local government Cianjur into the list of preservation of art and culture which God willing will Cianjur included in the patent as intellectual property rights of the nation as one of the nation's cultural wealth, Si Bunder featuring the younger generation, Machete Suliwa which instantly displays the teacher, Haji Hasbullah Traditional Beksi which is one of the colleges that hold the traditions and grip force. Mungkin menjadi hal yang biasa ketika pembicaraan ini adalah ajang tanya jawab. May become commonplace as the conversation was a question and answer event.

      Sebenarnya hal tersebut tak perlu aku pusingkan jika yang dibahas adalah bukan ranah dan apa yang sedang aku pelajari dan amanahkan menjaganya. Actually it is not necessary if I confuse the discussion is not a sphere, and what I learned and amanahkan guard. Namun ketika berbicara maenpo Cikalong dan para guruku dianggap bukan asli, aku teringat kejadian yang berulang di Bandung tahun 1984 di mana ketika penampilan para murid waktu itu dianggap bukan asli karena tidak gagah dan di katakan sebagai silat perempuan (padahal saat itu maestro Cikalong, Raden Haji O. Soleh / Gan Uweh masih ada) Namun penilaian ini malah tidak membuat Guru Besar generasi IV marah, malah dikatakannya, ” keun bae disebut silat awewe oge…../ biar saja disebut silat perempuan juga” sekaligus menepis keraguan para murid terdahulu, beliau bilang semakin dianggap bukan Cikalong itu menandakan semakin tidak tahunya orang tersebut, maka biarkanlah…. But when talking maenpo Cikalong and the teacher is not considered a native, I was reminded of a recurring event in London in 1984 where as the appearance of the disciples at that time considered to be not genuine because it does not say as a gallant and martial arts women (and it was maestro Cikalong, Raden Haji O. Salah / Gan Uweh still there), but this assessment did not even make the fourth generation of angry professors, instead saying, "keun called silat awewe oge bae ..... / so be it called silat women also" dismissed doubts his former pupil, he Cikalong increasingly regarded not say it signifies the person is not him, then let ....
      Bukan bermaksud menempatkan menerapkan perkataan Guru Besar Raden Haji O. Not intend to put the words of Professor apply Raden Haji O. Soleh pada hal ini. Soleh on this. Namun alangkah elok dan baik jika beliau yang mengatakan bahwa apa yang telah kami kerjakan ini bukan asli maka sebagai orang yang jauh lebih muda dan sebagai murid dari aliran Cikalong, adalah pantas jika aku juga meminta beliau ini untuk menerangkan Cikalong ”asli” versinya. But it would be beautiful and good if he is saying that what we're doing is not genuine then as a much younger person and as a disciple of Cikalong flow, it would be fitting if I also ask him to explain Cikalong "original" version. Begitu senangnya aku berdiskusi aliran Cikalong yang dapat membukakan mata dan hatiku, tidak menepis kemungkinan akupun meminta data dan bagaimana mengenal Cikalong ”asli” nantinya dari beliau ini. So glad I can talk Cikalong flow and open the eyes of my heart, I will not dismiss the possibility of requesting the data and how to recognize Cikalong "original" of his will is. Sekaligus meminta data dengan memulai diskusi yang santun dan elegan, aku mencoba menyampaikan hal ini. And requested data to initiate discussions polite and elegant, I tried to convey this.

      Mungkin antara kenal dengan sok kenal itu dekat, tapi antara tahu dengan sok tahu, ahli dengan sok ahli itu jauh dan sangat jauh….. Perhaps the familiar with the pretentious know it's close, but the idea with a wise guy, with a quasi-expert's expert and very far away .....

      Air kubangan memang dapat dijadikan alat melihat langit, namun jangan kita mengukur ketinggian langit dari air di kubangan. Puddle of water can indeed be used as a tool to see the sky, but do we measure the heights of the water in the puddle.

      notes of Iwan Setiawan notes of Iwan Setiawan
      di kutip dari facebook Iwan Setiawan in the quotation from facebook Iwan Setiawan



      Artikel Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Looking at the sky through the article can be puddles of water, measure it? Jangan…. Do not .... yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: that 'might' be linked at other sites:


        - Powered by BING [2012-02-07 08:07] - Powered by BING [2012-02-07 08:07]

        Leave Comment Leave Comment

        You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

        Could see the sky through pools of water, measure it? Do not .... - Silat Indonesia
        Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

        Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Could see the sky through pools of water, measure it? Jangan….. Do not .....

        [ in English ] [ in English ]

        Feb 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Liputan Khusus Visited 1392 times, 1 today [ in English ] February 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Special Reports Visited 1392 times, 1 today [ in English ]
        Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

        Dalam sebuah acara yang baru kuhadiri hari ini Pemberian Gelar Pendekar bagi warga Spanyol oleh PERSILAT (14 Pebruari 2010), sempat dipertontonkan video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) garapan para teman dan sahabatku. In a new event I attended today Swordsman Degree Granting for the citizens of Spain by PERSILAT (14 February 2010), was displayed video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) plots his friend and my best friend.
        Berbagai tangggapan bermunculan. A variety of response has emerged.
        Ada menarik dan menggelitik hatiku mengenai tanggapan seseorang yang mengatakan yang ditampilkan itu bukan silat asli, baik Pamacan, Cimande, Cikalong dan Kumangonya. There are interesting and tickling me about someone who said the response was not shown the original martial arts, both Pamacan, Cimande, Cikalong and Kumangonya. Beliau (yang mengatakan hal tersebut) dengan serta merta menerangkan apa itu Cikalong, apa itu Cimande dan juga Kumango. He (who said it) to explain what it is necessarily Cikalong, what it is and also Kumango Cimande. Sayang aku tak sempat berdiskusi dengannya. Unfortunately I could not discuss with him. Sahabatku dan saudara perguruanku yang turut larut dalam pembicaraan itupun hanya mengiyakan dan mengangguk-angguk. My friends and relatives who perguruanku also drawn to the talks said yes, and even then only nodded. Mungkin karena menjaga sikap santunnya yang selama ini jarang menempel di kepalaku. Perhaps because the manners to behave themselves rarely been stuck in my head.
        Namun dalam hatiku cukup membuatku terhenyak, bagaimana mungkin sesuatu yang kami sedang angkat dan cukup berhati-hati dalam mengkaji yang memakan cukup banyak waktu langsung ke nara sumber yang terkait dibilang: ”Itu bukan asli…” But in my heart enough to make me shocked, how could something that we're up and just be careful in assessing which takes quite a lot of time directly related to the resource persons who say: "That's not the original ..."

        Tak hanya cukup bingung namun aku juga prihatin mendengarkan perkataannya, dalam beberapa penerangannya ternyata penggambaran tentang dari mana Cimande, apa itu Cikalong dan Kumango masih pada tataran sangat dasar yang diketahui banyak orang dan sama sekali tidak menggambarkan utuh bagaimana ciri suatu penggambaran bela diri pencak silat. Not just pretty confused but I'm also concerned about listening to his words, in some lighting it Cimande depiction of where, what and Kumango Cikalong still at a very basic level is known to many people and did not fully describe how the characteristics of a depiction of self-defense martial arts. Ketika berbicara Cimande dari kampung Mande, ternyata beliau tidak tahu bahwa sejak lama beberapa daerah di sana telah ditenggelamkan menjadi waduk. When talking Cimande of Mande village, apparently he did not know that for a long time in some areas there has been sunk into the reservoir. Saat berbicara mengenai Cikalong ternyata beliaupun tidak mengenal siapa penerus aliran ini dari garis penerus Gan Uweh ”Pasar Baru” yang ditampilkan begitu juga tentang pencak silat yang memiliki sikap pasang panjang adalah Cikalong dan Cimande rapat, inipun adalah gambaran umum yang dengan mudah didapat dari menguping atau katanya dengan sumber yang tidak jelas. When talking about Cikalong beliaupun not know who was the successor to the flow of the line is the successor to Gan Uweh "New Markets" is displayed as well as about the martial arts who has long put position is Cikalong and Cimande meeting, also is a general description that could easily be obtained from eavesdropping or he said with no apparent source. Khusus Cikalong (maenpo Cikalong), penggambaran sikap yang panjang dan posisi kuda-kuda ringan adalah pola umum bukan merupakan indentitas khusus. Special Cikalong (maenpo Cikalong), drawing a long position and the position of light horses is a common pattern is not a specific identity. Sebagaimana kita ketahui, aliran Cikalong adalah salah satu aliran pencak silat yang memberikan warna pada perkembangan pencak silat Jawa Barat juga tanah air. As we know, the flow stream Cikalong is one martial art that gives color to the development of martial arts is also the homeland of West Java. Apakah ketika kita ini bingung dengan warna asli Cikalong itu sendiri karena kita terbiasa dengan ”warna” yang berkembang??? Is when we are confused with the original color Cikalong itself because we are familiar with the "color" that evolved? Bagaimana mungkin menilai sebuah bentuk bela diri asli atau bukan tanpa mempelajari dan mendalami? How is it possible to assess a form of martial arts is genuine or not without study and explore? Dengan latar belakang sama-sama pesilat, menurut saya hal tersebut melampaui kewenangan penilaiannya (dalam istilah anak gaul, belajar juga kagak kok berani monten?). With a background both fighters, I think it is beyond the authority of the judgment (in terms of children hanging out, learning is also kagak monten really brave). tanpa mengurangi rasa hormat pada beliau sebagai sesepuh pencak silat, kiranya juga beliau mau kita ajak diskusi dan membaca bahwa banyak lho kekayaan pencak silat kita itu. without due respect to him as an elder martial arts, he would also want us to invite discussion and read that many of you know that our wealth of martial arts.

        Kumango yang kami jadikan bahan dalam garapan video proposal ESI adalah salah satu penerus yang juga diketahui oleh banyak orang dari Nagari Kumango sendiri dan itupun merupakan penerus aliran Syech Kumango ini (Almarhum Guru Gadangnyapun kami kenal dekat). Kumango we make material in a video filmed ESI proposal is one of the successor who is also known by many people from Nagari Kumango itself and that too is the successor to the flow of this Kumango Sych (The late Professor Gadangnyapun we know him). Begitu juga dengan Pamacan, Gerak Gulung Budi Daya yang menampilkan beberapa Raka Wiranya, Cikalong yang menampilkan Guru Besar, Guru dan para murid yang merupakan penerus aliran ini yang telah diketahui oleh pemda Kabupaten Cianjur yang masuk ke dalam daftar pelestari seni budaya Cianjur yang insya Allah akan dimasukan dalam hak paten sebagai HAKI anak bangsa sebagai salah satu kekayaaan budaya bangsa, Si Bunder yang menampilkan generasi mudanya, Golok Suliwa yang langsung menampilkan sang Gurunya, Beksi Tradisional Haji Hasbullah yang merupakan salah satu perguruan yang memegang tradisi dan pakem yang berlaku. Likewise with Pamacan, Motion Roll Cultivation featuring some Wiranya Raka, Cikalong featuring professors, teachers and students which is the successor of this flow is known by the local government Cianjur into the list of preservation of art and culture which God willing will Cianjur included in the patent as intellectual property rights of the nation as one of the nation's cultural wealth, Si Bunder featuring the younger generation, Machete Suliwa which instantly displays the teacher, Haji Hasbullah Traditional Beksi which is one of the colleges that hold the traditions and grip force. Mungkin menjadi hal yang biasa ketika pembicaraan ini adalah ajang tanya jawab. May become commonplace as the conversation was a question and answer event.

        Sebenarnya hal tersebut tak perlu aku pusingkan jika yang dibahas adalah bukan ranah dan apa yang sedang aku pelajari dan amanahkan menjaganya. Actually it is not necessary if I confuse the discussion is not a sphere, and what I learned and amanahkan guard. Namun ketika berbicara maenpo Cikalong dan para guruku dianggap bukan asli, aku teringat kejadian yang berulang di Bandung tahun 1984 di mana ketika penampilan para murid waktu itu dianggap bukan asli karena tidak gagah dan di katakan sebagai silat perempuan (padahal saat itu maestro Cikalong, Raden Haji O. Soleh / Gan Uweh masih ada) Namun penilaian ini malah tidak membuat Guru Besar generasi IV marah, malah dikatakannya, ” keun bae disebut silat awewe oge…../ biar saja disebut silat perempuan juga” sekaligus menepis keraguan para murid terdahulu, beliau bilang semakin dianggap bukan Cikalong itu menandakan semakin tidak tahunya orang tersebut, maka biarkanlah…. But when talking maenpo Cikalong and the teacher is not considered a native, I was reminded of a recurring event in London in 1984 where as the appearance of the disciples at that time considered to be not genuine because it does not say as a gallant and martial arts women (and it was maestro Cikalong, Raden Haji O. Salah / Gan Uweh still there), but this assessment did not even make the fourth generation of angry professors, instead saying, "keun called silat awewe oge bae ..... / so be it called silat women also" dismissed doubts his former pupil, he Cikalong increasingly regarded not say it signifies the person is not him, then let ....
        Bukan bermaksud menempatkan menerapkan perkataan Guru Besar Raden Haji O. Not intend to put the words of Professor apply Raden Haji O. Soleh pada hal ini. Soleh on this. Namun alangkah elok dan baik jika beliau yang mengatakan bahwa apa yang telah kami kerjakan ini bukan asli maka sebagai orang yang jauh lebih muda dan sebagai murid dari aliran Cikalong, adalah pantas jika aku juga meminta beliau ini untuk menerangkan Cikalong ”asli” versinya. But it would be beautiful and good if he is saying that what we're doing is not genuine then as a much younger person and as a disciple of Cikalong flow, it would be fitting if I also ask him to explain Cikalong "original" version. Begitu senangnya aku berdiskusi aliran Cikalong yang dapat membukakan mata dan hatiku, tidak menepis kemungkinan akupun meminta data dan bagaimana mengenal Cikalong ”asli” nantinya dari beliau ini. So glad I can talk Cikalong flow and open the eyes of my heart, I will not dismiss the possibility of requesting the data and how to recognize Cikalong "original" of his will is. Sekaligus meminta data dengan memulai diskusi yang santun dan elegan, aku mencoba menyampaikan hal ini. And requested data to initiate discussions polite and elegant, I tried to convey this.

        Mungkin antara kenal dengan sok kenal itu dekat, tapi antara tahu dengan sok tahu, ahli dengan sok ahli itu jauh dan sangat jauh….. Perhaps the familiar with the pretentious know it's close, but the idea with a wise guy, with a quasi-expert's expert and very far away .....

        Air kubangan memang dapat dijadikan alat melihat langit, namun jangan kita mengukur ketinggian langit dari air di kubangan. Puddle of water can indeed be used as a tool to see the sky, but do we measure the heights of the water in the puddle.

        notes of Iwan Setiawan notes of Iwan Setiawan
        di kutip dari facebook Iwan Setiawan in the quotation from facebook Iwan Setiawan



        Artikel Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Looking at the sky through the article can be puddles of water, measure it? Jangan…. Do not .... yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: that 'might' be linked at other sites:


          - Powered by BING [2012-02-19 11:51] - Powered by BING [2012-02-19 11:51]

          Leave Comment Leave Comment

          You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

          Could see the sky through pools of water, measure it? Do not .... - Silat Indonesia
          Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

          Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Could see the sky through pools of water, measure it? Jangan….. Do not .....

          [ in English ] [ in English ]

          Feb 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Liputan Khusus Visited 1403 times, 1 today [ in English ] February 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Special Reports Visited 1403 times, 1 today [ in English ]
          Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

          Dalam sebuah acara yang baru kuhadiri hari ini Pemberian Gelar Pendekar bagi warga Spanyol oleh PERSILAT (14 Pebruari 2010), sempat dipertontonkan video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) garapan para teman dan sahabatku. In a new event I attended today Swordsman Degree Granting for the citizens of Spain by PERSILAT (14 February 2010), was displayed video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) plots his friend and my best friend.
          Berbagai tangggapan bermunculan. A variety of response has emerged.
          Ada menarik dan menggelitik hatiku mengenai tanggapan seseorang yang mengatakan yang ditampilkan itu bukan silat asli, baik Pamacan, Cimande, Cikalong dan Kumangonya. There are interesting and tickling me about someone who said the response was not shown the original martial arts, both Pamacan, Cimande, Cikalong and Kumangonya. Beliau (yang mengatakan hal tersebut) dengan serta merta menerangkan apa itu Cikalong, apa itu Cimande dan juga Kumango. He (who said it) to explain what it is necessarily Cikalong, what it is and also Kumango Cimande. Sayang aku tak sempat berdiskusi dengannya. Unfortunately I could not discuss with him. Sahabatku dan saudara perguruanku yang turut larut dalam pembicaraan itupun hanya mengiyakan dan mengangguk-angguk. My friends and relatives who perguruanku also drawn to the talks said yes, and even then only nodded. Mungkin karena menjaga sikap santunnya yang selama ini jarang menempel di kepalaku. Perhaps because the manners to behave themselves rarely been stuck in my head.
          Namun dalam hatiku cukup membuatku terhenyak, bagaimana mungkin sesuatu yang kami sedang angkat dan cukup berhati-hati dalam mengkaji yang memakan cukup banyak waktu langsung ke nara sumber yang terkait dibilang: ”Itu bukan asli…” But in my heart enough to make me shocked, how could something that we're up and just be careful in assessing which takes quite a lot of time directly related to the resource persons who say: "That's not the original ..."

          Tak hanya cukup bingung namun aku juga prihatin mendengarkan perkataannya, dalam beberapa penerangannya ternyata penggambaran tentang dari mana Cimande, apa itu Cikalong dan Kumango masih pada tataran sangat dasar yang diketahui banyak orang dan sama sekali tidak menggambarkan utuh bagaimana ciri suatu penggambaran bela diri pencak silat. Not just pretty confused but I'm also concerned about listening to his words, in some lighting it Cimande depiction of where, what and Kumango Cikalong still at a very basic level is known to many people and did not fully describe how the characteristics of a depiction of self-defense martial arts. Ketika berbicara Cimande dari kampung Mande, ternyata beliau tidak tahu bahwa sejak lama beberapa daerah di sana telah ditenggelamkan menjadi waduk. When talking Cimande of Mande village, apparently he did not know that for a long time in some areas there has been sunk into the reservoir. Saat berbicara mengenai Cikalong ternyata beliaupun tidak mengenal siapa penerus aliran ini dari garis penerus Gan Uweh ”Pasar Baru” yang ditampilkan begitu juga tentang pencak silat yang memiliki sikap pasang panjang adalah Cikalong dan Cimande rapat, inipun adalah gambaran umum yang dengan mudah didapat dari menguping atau katanya dengan sumber yang tidak jelas. When talking about Cikalong beliaupun not know who was the successor to the flow of the line is the successor to Gan Uweh "New Markets" is displayed as well as about the martial arts who has long put position is Cikalong and Cimande meeting, also is a general description that could easily be obtained from eavesdropping or he said with no apparent source. Khusus Cikalong (maenpo Cikalong), penggambaran sikap yang panjang dan posisi kuda-kuda ringan adalah pola umum bukan merupakan indentitas khusus. Special Cikalong (maenpo Cikalong), drawing a long position and the position of light horses is a common pattern is not a specific identity. Sebagaimana kita ketahui, aliran Cikalong adalah salah satu aliran pencak silat yang memberikan warna pada perkembangan pencak silat Jawa Barat juga tanah air. As we know, the flow stream Cikalong is one martial art that gives color to the development of martial arts is also the homeland of West Java. Apakah ketika kita ini bingung dengan warna asli Cikalong itu sendiri karena kita terbiasa dengan ”warna” yang berkembang??? Is when we are confused with the original color Cikalong itself because we are familiar with the "color" that evolved? Bagaimana mungkin menilai sebuah bentuk bela diri asli atau bukan tanpa mempelajari dan mendalami? How is it possible to assess a form of martial arts is genuine or not without study and explore? Dengan latar belakang sama-sama pesilat, menurut saya hal tersebut melampaui kewenangan penilaiannya (dalam istilah anak gaul, belajar juga kagak kok berani monten?). With a background both fighters, I think it is beyond the authority of the judgment (in terms of children hanging out, learning is also kagak monten really brave). tanpa mengurangi rasa hormat pada beliau sebagai sesepuh pencak silat, kiranya juga beliau mau kita ajak diskusi dan membaca bahwa banyak lho kekayaan pencak silat kita itu. without due respect to him as an elder martial arts, he would also want us to invite discussion and read that many of you know that our wealth of martial arts.

          Kumango yang kami jadikan bahan dalam garapan video proposal ESI adalah salah satu penerus yang juga diketahui oleh banyak orang dari Nagari Kumango sendiri dan itupun merupakan penerus aliran Syech Kumango ini (Almarhum Guru Gadangnyapun kami kenal dekat). Kumango we make material in a video filmed ESI proposal is one of the successor who is also known by many people from Nagari Kumango itself and that too is the successor to the flow of this Kumango Sych (The late Professor Gadangnyapun we know him). Begitu juga dengan Pamacan, Gerak Gulung Budi Daya yang menampilkan beberapa Raka Wiranya, Cikalong yang menampilkan Guru Besar, Guru dan para murid yang merupakan penerus aliran ini yang telah diketahui oleh pemda Kabupaten Cianjur yang masuk ke dalam daftar pelestari seni budaya Cianjur yang insya Allah akan dimasukan dalam hak paten sebagai HAKI anak bangsa sebagai salah satu kekayaaan budaya bangsa, Si Bunder yang menampilkan generasi mudanya, Golok Suliwa yang langsung menampilkan sang Gurunya, Beksi Tradisional Haji Hasbullah yang merupakan salah satu perguruan yang memegang tradisi dan pakem yang berlaku. Likewise with Pamacan, Motion Roll Cultivation featuring some Wiranya Raka, Cikalong featuring professors, teachers and students which is the successor of this flow is known by the local government Cianjur into the list of preservation of art and culture which God willing will Cianjur included in the patent as intellectual property rights of the nation as one of the nation's cultural wealth, Si Bunder featuring the younger generation, Machete Suliwa which instantly displays the teacher, Haji Hasbullah Traditional Beksi which is one of the colleges that hold the traditions and grip force. Mungkin menjadi hal yang biasa ketika pembicaraan ini adalah ajang tanya jawab. May become commonplace as the conversation was a question and answer event.

          Sebenarnya hal tersebut tak perlu aku pusingkan jika yang dibahas adalah bukan ranah dan apa yang sedang aku pelajari dan amanahkan menjaganya. Actually it is not necessary if I confuse the discussion is not a sphere, and what I learned and amanahkan guard. Namun ketika berbicara maenpo Cikalong dan para guruku dianggap bukan asli, aku teringat kejadian yang berulang di Bandung tahun 1984 di mana ketika penampilan para murid waktu itu dianggap bukan asli karena tidak gagah dan di katakan sebagai silat perempuan (padahal saat itu maestro Cikalong, Raden Haji O. Soleh / Gan Uweh masih ada) Namun penilaian ini malah tidak membuat Guru Besar generasi IV marah, malah dikatakannya, ” keun bae disebut silat awewe oge…../ biar saja disebut silat perempuan juga” sekaligus menepis keraguan para murid terdahulu, beliau bilang semakin dianggap bukan Cikalong itu menandakan semakin tidak tahunya orang tersebut, maka biarkanlah…. But when talking maenpo Cikalong and the teacher is not considered a native, I was reminded of a recurring event in London in 1984 where as the appearance of the disciples at that time considered to be not genuine because it does not say as a gallant and martial arts women (and it was maestro Cikalong, Raden Haji O. Salah / Gan Uweh still there), but this assessment did not even make the fourth generation of angry professors, instead saying, "keun called silat awewe oge bae ..... / so be it called silat women also" dismissed doubts his former pupil, he Cikalong increasingly regarded not say it signifies the person is not him, then let ....
          Bukan bermaksud menempatkan menerapkan perkataan Guru Besar Raden Haji O. Not intend to put the words of Professor apply Raden Haji O. Soleh pada hal ini. Soleh on this. Namun alangkah elok dan baik jika beliau yang mengatakan bahwa apa yang telah kami kerjakan ini bukan asli maka sebagai orang yang jauh lebih muda dan sebagai murid dari aliran Cikalong, adalah pantas jika aku juga meminta beliau ini untuk menerangkan Cikalong ”asli” versinya. But it would be beautiful and good if he is saying that what we're doing is not genuine then as a much younger person and as a disciple of Cikalong flow, it would be fitting if I also ask him to explain Cikalong "original" version. Begitu senangnya aku berdiskusi aliran Cikalong yang dapat membukakan mata dan hatiku, tidak menepis kemungkinan akupun meminta data dan bagaimana mengenal Cikalong ”asli” nantinya dari beliau ini. So glad I can talk Cikalong flow and open the eyes of my heart, I will not dismiss the possibility of requesting the data and how to recognize Cikalong "original" of his will is. Sekaligus meminta data dengan memulai diskusi yang santun dan elegan, aku mencoba menyampaikan hal ini. And requested data to initiate discussions polite and elegant, I tried to convey this.

          Mungkin antara kenal dengan sok kenal itu dekat, tapi antara tahu dengan sok tahu, ahli dengan sok ahli itu jauh dan sangat jauh….. Perhaps the familiar with the pretentious know it's close, but the idea with a wise guy, with a quasi-expert's expert and very far away .....

          Air kubangan memang dapat dijadikan alat melihat langit, namun jangan kita mengukur ketinggian langit dari air di kubangan. Puddle of water can indeed be used as a tool to see the sky, but do we measure the heights of the water in the puddle.

          notes of Iwan Setiawan notes of Iwan Setiawan
          di kutip dari facebook Iwan Setiawan in the quotation from facebook Iwan Setiawan



          Artikel Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Looking at the sky through the article can be puddles of water, measure it? Jangan…. Do not .... yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: that 'might' be linked at other sites:


            - Powered by BING [2012-02-27 05:09] - Powered by BING [2012-02-27 05:09]

            Leave Comment Leave Comment

            You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

            Could see the sky through pools of water, measure it? Do not .... - Silat Indonesia
            Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

            Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Could see the sky through pools of water, measure it? Jangan….. Do not .....

            [ in English ] [ in English ]

            Feb 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Liputan Khusus Visited 1419 times, 4 today [ in English ] February 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Special Reports Visited 1419 times, 4 today [ in English ]
            Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

            Dalam sebuah acara yang baru kuhadiri hari ini Pemberian Gelar Pendekar bagi warga Spanyol oleh PERSILAT (14 Pebruari 2010), sempat dipertontonkan video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) garapan para teman dan sahabatku. In a new event I attended today Swordsman Degree Granting for the citizens of Spain by PERSILAT (14 February 2010), was displayed video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) plots his friend and my best friend.
            Berbagai tangggapan bermunculan. A variety of response has emerged.
            Ada menarik dan menggelitik hatiku mengenai tanggapan seseorang yang mengatakan yang ditampilkan itu bukan silat asli, baik Pamacan, Cimande, Cikalong dan Kumangonya. There are interesting and tickling me about someone who said the response was not shown the original martial arts, both Pamacan, Cimande, Cikalong and Kumangonya. Beliau (yang mengatakan hal tersebut) dengan serta merta menerangkan apa itu Cikalong, apa itu Cimande dan juga Kumango. He (who said it) to explain what it is necessarily Cikalong, what it is and also Kumango Cimande. Sayang aku tak sempat berdiskusi dengannya. Unfortunately I could not discuss with him. Sahabatku dan saudara perguruanku yang turut larut dalam pembicaraan itupun hanya mengiyakan dan mengangguk-angguk. My friends and relatives who perguruanku also drawn to the talks said yes, and even then only nodded. Mungkin karena menjaga sikap santunnya yang selama ini jarang menempel di kepalaku. Perhaps because the manners to behave themselves rarely been stuck in my head.
            Namun dalam hatiku cukup membuatku terhenyak, bagaimana mungkin sesuatu yang kami sedang angkat dan cukup berhati-hati dalam mengkaji yang memakan cukup banyak waktu langsung ke nara sumber yang terkait dibilang: ”Itu bukan asli…” But in my heart enough to make me shocked, how could something that we're up and just be careful in assessing which takes quite a lot of time directly related to the resource persons who say: "That's not the original ..."

            Tak hanya cukup bingung namun aku juga prihatin mendengarkan perkataannya, dalam beberapa penerangannya ternyata penggambaran tentang dari mana Cimande, apa itu Cikalong dan Kumango masih pada tataran sangat dasar yang diketahui banyak orang dan sama sekali tidak menggambarkan utuh bagaimana ciri suatu penggambaran bela diri pencak silat. Not just pretty confused but I'm also concerned about listening to his words, in some lighting it Cimande depiction of where, what and Kumango Cikalong still at a very basic level is known to many people and did not fully describe how the characteristics of a depiction of self-defense martial arts. Ketika berbicara Cimande dari kampung Mande, ternyata beliau tidak tahu bahwa sejak lama beberapa daerah di sana telah ditenggelamkan menjadi waduk. When talking Cimande of Mande village, apparently he did not know that for a long time in some areas there has been sunk into the reservoir. Saat berbicara mengenai Cikalong ternyata beliaupun tidak mengenal siapa penerus aliran ini dari garis penerus Gan Uweh ”Pasar Baru” yang ditampilkan begitu juga tentang pencak silat yang memiliki sikap pasang panjang adalah Cikalong dan Cimande rapat, inipun adalah gambaran umum yang dengan mudah didapat dari menguping atau katanya dengan sumber yang tidak jelas. When talking about Cikalong beliaupun not know who was the successor to the flow of the line is the successor to Gan Uweh "New Markets" is displayed as well as about the martial arts who has long put position is Cikalong and Cimande meeting, also is a general description that could easily be obtained from eavesdropping or he said with no apparent source. Khusus Cikalong (maenpo Cikalong), penggambaran sikap yang panjang dan posisi kuda-kuda ringan adalah pola umum bukan merupakan indentitas khusus. Special Cikalong (maenpo Cikalong), drawing a long position and the position of light horses is a common pattern is not a specific identity. Sebagaimana kita ketahui, aliran Cikalong adalah salah satu aliran pencak silat yang memberikan warna pada perkembangan pencak silat Jawa Barat juga tanah air. As we know, the flow stream Cikalong is one martial art that gives color to the development of martial arts is also the homeland of West Java. Apakah ketika kita ini bingung dengan warna asli Cikalong itu sendiri karena kita terbiasa dengan ”warna” yang berkembang??? Is when we are confused with the original color Cikalong itself because we are familiar with the "color" that evolved? Bagaimana mungkin menilai sebuah bentuk bela diri asli atau bukan tanpa mempelajari dan mendalami? How is it possible to assess a form of martial arts is genuine or not without study and explore? Dengan latar belakang sama-sama pesilat, menurut saya hal tersebut melampaui kewenangan penilaiannya (dalam istilah anak gaul, belajar juga kagak kok berani monten?). With a background both fighters, I think it is beyond the authority of the judgment (in terms of children hanging out, learning is also kagak monten really brave). tanpa mengurangi rasa hormat pada beliau sebagai sesepuh pencak silat, kiranya juga beliau mau kita ajak diskusi dan membaca bahwa banyak lho kekayaan pencak silat kita itu. without due respect to him as an elder martial arts, he would also want us to invite discussion and read that many of you know that our wealth of martial arts.

            Kumango yang kami jadikan bahan dalam garapan video proposal ESI adalah salah satu penerus yang juga diketahui oleh banyak orang dari Nagari Kumango sendiri dan itupun merupakan penerus aliran Syech Kumango ini (Almarhum Guru Gadangnyapun kami kenal dekat). Kumango we make material in a video filmed ESI proposal is one of the successor who is also known by many people from Nagari Kumango itself and that too is the successor to the flow of this Kumango Sych (The late Professor Gadangnyapun we know him). Begitu juga dengan Pamacan, Gerak Gulung Budi Daya yang menampilkan beberapa Raka Wiranya, Cikalong yang menampilkan Guru Besar, Guru dan para murid yang merupakan penerus aliran ini yang telah diketahui oleh pemda Kabupaten Cianjur yang masuk ke dalam daftar pelestari seni budaya Cianjur yang insya Allah akan dimasukan dalam hak paten sebagai HAKI anak bangsa sebagai salah satu kekayaaan budaya bangsa, Si Bunder yang menampilkan generasi mudanya, Golok Suliwa yang langsung menampilkan sang Gurunya, Beksi Tradisional Haji Hasbullah yang merupakan salah satu perguruan yang memegang tradisi dan pakem yang berlaku. Likewise with Pamacan, Motion Roll Cultivation featuring some Wiranya Raka, Cikalong featuring professors, teachers and students which is the successor of this flow is known by the local government Cianjur into the list of preservation of art and culture which God willing will Cianjur included in the patent as intellectual property rights of the nation as one of the nation's cultural wealth, Si Bunder featuring the younger generation, Machete Suliwa which instantly displays the teacher, Haji Hasbullah Traditional Beksi which is one of the colleges that hold the traditions and grip force. Mungkin menjadi hal yang biasa ketika pembicaraan ini adalah ajang tanya jawab. May become commonplace as the conversation was a question and answer event.

            Sebenarnya hal tersebut tak perlu aku pusingkan jika yang dibahas adalah bukan ranah dan apa yang sedang aku pelajari dan amanahkan menjaganya. Actually it is not necessary if I confuse the discussion is not a sphere, and what I learned and amanahkan guard. Namun ketika berbicara maenpo Cikalong dan para guruku dianggap bukan asli, aku teringat kejadian yang berulang di Bandung tahun 1984 di mana ketika penampilan para murid waktu itu dianggap bukan asli karena tidak gagah dan di katakan sebagai silat perempuan (padahal saat itu maestro Cikalong, Raden Haji O. Soleh / Gan Uweh masih ada) Namun penilaian ini malah tidak membuat Guru Besar generasi IV marah, malah dikatakannya, ” keun bae disebut silat awewe oge…../ biar saja disebut silat perempuan juga” sekaligus menepis keraguan para murid terdahulu, beliau bilang semakin dianggap bukan Cikalong itu menandakan semakin tidak tahunya orang tersebut, maka biarkanlah…. But when talking maenpo Cikalong and the teacher is not considered a native, I was reminded of a recurring event in London in 1984 where as the appearance of the disciples at that time considered to be not genuine because it does not say as a gallant and martial arts women (and it was maestro Cikalong, Raden Haji O. Salah / Gan Uweh still there), but this assessment did not even make the fourth generation of angry professors, instead saying, "keun called silat awewe oge bae ..... / so be it called silat women also" dismissed doubts his former pupil, he Cikalong increasingly regarded not say it signifies the person is not him, then let ....
            Bukan bermaksud menempatkan menerapkan perkataan Guru Besar Raden Haji O. Not intend to put the words of Professor apply Raden Haji O. Soleh pada hal ini. Soleh on this. Namun alangkah elok dan baik jika beliau yang mengatakan bahwa apa yang telah kami kerjakan ini bukan asli maka sebagai orang yang jauh lebih muda dan sebagai murid dari aliran Cikalong, adalah pantas jika aku juga meminta beliau ini untuk menerangkan Cikalong ”asli” versinya. But it would be beautiful and good if he is saying that what we're doing is not genuine then as a much younger person and as a disciple of Cikalong flow, it would be fitting if I also ask him to explain Cikalong "original" version. Begitu senangnya aku berdiskusi aliran Cikalong yang dapat membukakan mata dan hatiku, tidak menepis kemungkinan akupun meminta data dan bagaimana mengenal Cikalong ”asli” nantinya dari beliau ini. So glad I can talk Cikalong flow and open the eyes of my heart, I will not dismiss the possibility of requesting the data and how to recognize Cikalong "original" of his will is. Sekaligus meminta data dengan memulai diskusi yang santun dan elegan, aku mencoba menyampaikan hal ini. And requested the data to start the discussion polite and elegant, I tried to convey this.

            Mungkin antara kenal dengan sok kenal itu dekat, tapi antara tahu dengan sok tahu, ahli dengan sok ahli itu jauh dan sangat jauh….. Perhaps the familiar with the pretentious know it's close, but the idea with a wise guy, with a quasi-expert's expert and very far away .....

            Air kubangan memang dapat dijadikan alat melihat langit, namun jangan kita mengukur ketinggian langit dari air di kubangan. Puddle of water can indeed be used as a tool to see the sky, but do we measure the heights of the water in the puddle.

            notes of Iwan Setiawan notes of Iwan Setiawan
            di kutip dari facebook Iwan Setiawan in the quotation from facebook Iwan Setiawan



            Artikel Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Looking at the sky through the article can be puddles of water, measure it? Jangan…. Do not .... yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: that 'might' be linked at other sites:


              - Powered by BING [2012-03-03 04:26] - Powered by BING [2012-03-03 04:26]

              Leave Comment Leave Comment

              You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

              Could see the sky through pools of water, measure it? Do not .... - Silat Indonesia
              Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

              Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Could see the sky through pools of water, measure it? Jangan….. Do not .....

              [ in English ] [ in English ]

              Feb 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Liputan Khusus Visited 1424 times, 1 today [ in English ] February 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Special Reports Visited 1424 times, 1 today [ in English ]
              Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

              Dalam sebuah acara yang baru kuhadiri hari ini Pemberian Gelar Pendekar bagi warga Spanyol oleh PERSILAT (14 Pebruari 2010), sempat dipertontonkan video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) garapan para teman dan sahabatku. In a new event I attended today Swordsman Degree Granting for the citizens of Spain by PERSILAT (14 February 2010), was displayed video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) plots his friend and my best friend.
              Berbagai tangggapan bermunculan. A variety of response has emerged.
              Ada menarik dan menggelitik hatiku mengenai tanggapan seseorang yang mengatakan yang ditampilkan itu bukan silat asli, baik Pamacan, Cimande, Cikalong dan Kumangonya. There are interesting and tickling me about someone who said the response was not shown the original martial arts, both Pamacan, Cimande, Cikalong and Kumangonya. Beliau (yang mengatakan hal tersebut) dengan serta merta menerangkan apa itu Cikalong, apa itu Cimande dan juga Kumango. He (who said it) to explain what it is necessarily Cikalong, what it is and also Kumango Cimande. Sayang aku tak sempat berdiskusi dengannya. Unfortunately I could not discuss with him. Sahabatku dan saudara perguruanku yang turut larut dalam pembicaraan itupun hanya mengiyakan dan mengangguk-angguk. My friends and relatives who perguruanku also drawn to the talks said yes, and even then only nodded. Mungkin karena menjaga sikap santunnya yang selama ini jarang menempel di kepalaku. Perhaps because the manners to behave themselves rarely been stuck in my head.
              Namun dalam hatiku cukup membuatku terhenyak, bagaimana mungkin sesuatu yang kami sedang angkat dan cukup berhati-hati dalam mengkaji yang memakan cukup banyak waktu langsung ke nara sumber yang terkait dibilang: ”Itu bukan asli…” But in my heart enough to make me shocked, how could something that we're up and just be careful in assessing which takes quite a lot of time directly related to the resource persons who say: "That's not the original ..."

              Tak hanya cukup bingung namun aku juga prihatin mendengarkan perkataannya, dalam beberapa penerangannya ternyata penggambaran tentang dari mana Cimande, apa itu Cikalong dan Kumango masih pada tataran sangat dasar yang diketahui banyak orang dan sama sekali tidak menggambarkan utuh bagaimana ciri suatu penggambaran bela diri pencak silat. Not just pretty confused but I'm also concerned about listening to his words, in some lighting it Cimande depiction of where, what and Kumango Cikalong still at a very basic level is known to many people and did not fully describe how the characteristics of a depiction of self-defense martial arts. Ketika berbicara Cimande dari kampung Mande, ternyata beliau tidak tahu bahwa sejak lama beberapa daerah di sana telah ditenggelamkan menjadi waduk. When talking Cimande of Mande village, apparently he did not know that for a long time in some areas there has been sunk into the reservoir. Saat berbicara mengenai Cikalong ternyata beliaupun tidak mengenal siapa penerus aliran ini dari garis penerus Gan Uweh ”Pasar Baru” yang ditampilkan begitu juga tentang pencak silat yang memiliki sikap pasang panjang adalah Cikalong dan Cimande rapat, inipun adalah gambaran umum yang dengan mudah didapat dari menguping atau katanya dengan sumber yang tidak jelas. When talking about Cikalong beliaupun not know who was the successor to the flow of the line is the successor to Gan Uweh "New Markets" is displayed as well as about the martial arts who has long put position is Cikalong and Cimande meeting, also is a general description that could easily be obtained from eavesdropping or he said with no apparent source. Khusus Cikalong (maenpo Cikalong), penggambaran sikap yang panjang dan posisi kuda-kuda ringan adalah pola umum bukan merupakan indentitas khusus. Special Cikalong (maenpo Cikalong), drawing a long position and the position of light horses is a common pattern is not a specific identity. Sebagaimana kita ketahui, aliran Cikalong adalah salah satu aliran pencak silat yang memberikan warna pada perkembangan pencak silat Jawa Barat juga tanah air. As we know, the flow stream Cikalong is one martial art that gives color to the development of martial arts is also the homeland of West Java. Apakah ketika kita ini bingung dengan warna asli Cikalong itu sendiri karena kita terbiasa dengan ”warna” yang berkembang??? Is when we are confused with the original color Cikalong itself because we are familiar with the "color" that evolved? Bagaimana mungkin menilai sebuah bentuk bela diri asli atau bukan tanpa mempelajari dan mendalami? How is it possible to assess a form of martial arts is genuine or not without study and explore? Dengan latar belakang sama-sama pesilat, menurut saya hal tersebut melampaui kewenangan penilaiannya (dalam istilah anak gaul, belajar juga kagak kok berani monten?). With a background both fighters, I think it is beyond the authority of the judgment (in terms of children hanging out, learning is also kagak monten really brave). tanpa mengurangi rasa hormat pada beliau sebagai sesepuh pencak silat, kiranya juga beliau mau kita ajak diskusi dan membaca bahwa banyak lho kekayaan pencak silat kita itu. without due respect to him as an elder martial arts, he would also want us to invite discussion and read that many of you know that our wealth of martial arts.

              Kumango yang kami jadikan bahan dalam garapan video proposal ESI adalah salah satu penerus yang juga diketahui oleh banyak orang dari Nagari Kumango sendiri dan itupun merupakan penerus aliran Syech Kumango ini (Almarhum Guru Gadangnyapun kami kenal dekat). Kumango we make material in a video filmed ESI proposal is one of the successor who is also known by many people from Nagari Kumango itself and that too is the successor to the flow of this Kumango Sych (The late Professor Gadangnyapun we know him). Begitu juga dengan Pamacan, Gerak Gulung Budi Daya yang menampilkan beberapa Raka Wiranya, Cikalong yang menampilkan Guru Besar, Guru dan para murid yang merupakan penerus aliran ini yang telah diketahui oleh pemda Kabupaten Cianjur yang masuk ke dalam daftar pelestari seni budaya Cianjur yang insya Allah akan dimasukan dalam hak paten sebagai HAKI anak bangsa sebagai salah satu kekayaaan budaya bangsa, Si Bunder yang menampilkan generasi mudanya, Golok Suliwa yang langsung menampilkan sang Gurunya, Beksi Tradisional Haji Hasbullah yang merupakan salah satu perguruan yang memegang tradisi dan pakem yang berlaku. Likewise with Pamacan, Motion Roll Cultivation featuring some Wiranya Raka, Cikalong featuring professors, teachers and students which is the successor of this flow is known by the local government Cianjur into the list of preservation of art and culture which God willing will Cianjur included in the patent as intellectual property rights of the nation as one of the nation's cultural wealth, Si Bunder featuring the younger generation, Machete Suliwa which instantly displays the teacher, Haji Hasbullah Traditional Beksi which is one of the colleges that hold the traditions and grip force. Mungkin menjadi hal yang biasa ketika pembicaraan ini adalah ajang tanya jawab. May become commonplace as the conversation was a question and answer event.

              Sebenarnya hal tersebut tak perlu aku pusingkan jika yang dibahas adalah bukan ranah dan apa yang sedang aku pelajari dan amanahkan menjaganya. Actually it is not necessary if I confuse the discussion is not a sphere, and what I learned and amanahkan guard. Namun ketika berbicara maenpo Cikalong dan para guruku dianggap bukan asli, aku teringat kejadian yang berulang di Bandung tahun 1984 di mana ketika penampilan para murid waktu itu dianggap bukan asli karena tidak gagah dan di katakan sebagai silat perempuan (padahal saat itu maestro Cikalong, Raden Haji O. Soleh / Gan Uweh masih ada) Namun penilaian ini malah tidak membuat Guru Besar generasi IV marah, malah dikatakannya, ” keun bae disebut silat awewe oge…../ biar saja disebut silat perempuan juga” sekaligus menepis keraguan para murid terdahulu, beliau bilang semakin dianggap bukan Cikalong itu menandakan semakin tidak tahunya orang tersebut, maka biarkanlah…. But when talking maenpo Cikalong and the teacher is not considered a native, I was reminded of a recurring event in London in 1984 where as the appearance of the disciples at that time considered to be not genuine because it does not say as a gallant and martial arts women (and it was maestro Cikalong, Raden Haji O. Salah / Gan Uweh still there), but this assessment did not even make the fourth generation of angry professors, instead saying, "keun called silat awewe oge bae ..... / so be it called silat women also" dismissed doubts his former pupil, he Cikalong increasingly regarded not say it signifies the person is not him, then let ....
              Bukan bermaksud menempatkan menerapkan perkataan Guru Besar Raden Haji O. Not intend to put the words of Professor apply Raden Haji O. Soleh pada hal ini. Soleh on this. Namun alangkah elok dan baik jika beliau yang mengatakan bahwa apa yang telah kami kerjakan ini bukan asli maka sebagai orang yang jauh lebih muda dan sebagai murid dari aliran Cikalong, adalah pantas jika aku juga meminta beliau ini untuk menerangkan Cikalong ”asli” versinya. But it would be beautiful and good if he is saying that what we're doing is not genuine then as a much younger person and as a disciple of Cikalong flow, it would be fitting if I also ask him to explain Cikalong "original" version. Begitu senangnya aku berdiskusi aliran Cikalong yang dapat membukakan mata dan hatiku, tidak menepis kemungkinan akupun meminta data dan bagaimana mengenal Cikalong ”asli” nantinya dari beliau ini. So glad I can talk Cikalong flow and open the eyes of my heart, I will not dismiss the possibility of requesting the data and how to recognize Cikalong "original" of his will is. Sekaligus meminta data dengan memulai diskusi yang santun dan elegan, aku mencoba menyampaikan hal ini. And requested the data to start the discussion polite and elegant, I tried to convey this.

              Mungkin antara kenal dengan sok kenal itu dekat, tapi antara tahu dengan sok tahu, ahli dengan sok ahli itu jauh dan sangat jauh….. Perhaps the familiar with the pretentious know it's close, but the idea with a wise guy, with a quasi-expert's expert and very far away .....

              Air kubangan memang dapat dijadikan alat melihat langit, namun jangan kita mengukur ketinggian langit dari air di kubangan. Puddle of water can indeed be used as a tool to see the sky, but do we measure the heights of the water in the puddle.

              notes of Iwan Setiawan notes of Iwan Setiawan
              di kutip dari facebook Iwan Setiawan in the quotation from facebook Iwan Setiawan



              Artikel Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Looking at the sky through the article can be puddles of water, measure it? Jangan…. Do not .... yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: that 'might' be linked at other sites:


                - Powered by BING [2012-03-11 21:58] - Powered by BING [2012-03-11 21:58]

                Leave Comment Leave Comment

                You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

                Could see the sky through pools of water, measure it? Do not .... - Silat Indonesia
                Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

                Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Could see the sky through pools of water, measure it? Jangan….. Do not .....

                [ in English ] [ in English ]

                Feb 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Liputan Khusus Visited 1444 times, 4 today [ in English ] February 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Special Reports Visited 1444 times, 4 today [ in English ]
                Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

                Dalam sebuah acara yang baru kuhadiri hari ini Pemberian Gelar Pendekar bagi warga Spanyol oleh PERSILAT (14 Pebruari 2010), sempat dipertontonkan video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) garapan para teman dan sahabatku. In a new event I attended today Swordsman Degree Granting for the citizens of Spain by PERSILAT (14 February 2010), was displayed video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) plots his friend and my best friend.
                Berbagai tangggapan bermunculan. A variety of response has emerged.
                Ada menarik dan menggelitik hatiku mengenai tanggapan seseorang yang mengatakan yang ditampilkan itu bukan silat asli, baik Pamacan, Cimande, Cikalong dan Kumangonya. There are interesting and tickling me about someone who said the response was not shown the original martial arts, both Pamacan, Cimande, Cikalong and Kumangonya. Beliau (yang mengatakan hal tersebut) dengan serta merta menerangkan apa itu Cikalong, apa itu Cimande dan juga Kumango. He (who said it) to explain what it is necessarily Cikalong, what it is and also Kumango Cimande. Sayang aku tak sempat berdiskusi dengannya. Unfortunately I could not discuss with him. Sahabatku dan saudara perguruanku yang turut larut dalam pembicaraan itupun hanya mengiyakan dan mengangguk-angguk. My friends and relatives who perguruanku also drawn to the talks said yes, and even then only nodded. Mungkin karena menjaga sikap santunnya yang selama ini jarang menempel di kepalaku. Perhaps because the manners to behave themselves rarely been stuck in my head.
                Namun dalam hatiku cukup membuatku terhenyak, bagaimana mungkin sesuatu yang kami sedang angkat dan cukup berhati-hati dalam mengkaji yang memakan cukup banyak waktu langsung ke nara sumber yang terkait dibilang: ”Itu bukan asli…” But in my heart enough to make me shocked, how could something that we're up and just be careful in assessing which takes quite a lot of time directly related to the resource persons who say: "That's not the original ..."

                Tak hanya cukup bingung namun aku juga prihatin mendengarkan perkataannya, dalam beberapa penerangannya ternyata penggambaran tentang dari mana Cimande, apa itu Cikalong dan Kumango masih pada tataran sangat dasar yang diketahui banyak orang dan sama sekali tidak menggambarkan utuh bagaimana ciri suatu penggambaran bela diri pencak silat. Not just pretty confused but I'm also concerned about listening to his words, in some lighting it Cimande depiction of where, what and Kumango Cikalong still at a very basic level is known to many people and did not fully describe how the characteristics of a depiction of self-defense martial arts. Ketika berbicara Cimande dari kampung Mande, ternyata beliau tidak tahu bahwa sejak lama beberapa daerah di sana telah ditenggelamkan menjadi waduk. When talking Cimande of Mande village, apparently he did not know that for a long time in some areas there has been sunk into the reservoir. Saat berbicara mengenai Cikalong ternyata beliaupun tidak mengenal siapa penerus aliran ini dari garis penerus Gan Uweh ”Pasar Baru” yang ditampilkan begitu juga tentang pencak silat yang memiliki sikap pasang panjang adalah Cikalong dan Cimande rapat, inipun adalah gambaran umum yang dengan mudah didapat dari menguping atau katanya dengan sumber yang tidak jelas. When talking about Cikalong beliaupun not know who was the successor to the flow of the line is the successor to Gan Uweh "New Markets" is displayed as well as about the martial arts who has long put position is Cikalong and Cimande meeting, also is a general description that could easily be obtained from eavesdropping or he said with no apparent source. Khusus Cikalong (maenpo Cikalong), penggambaran sikap yang panjang dan posisi kuda-kuda ringan adalah pola umum bukan merupakan indentitas khusus. Special Cikalong (maenpo Cikalong), drawing a long position and the position of light horses is a common pattern is not a specific identity. Sebagaimana kita ketahui, aliran Cikalong adalah salah satu aliran pencak silat yang memberikan warna pada perkembangan pencak silat Jawa Barat juga tanah air. As we know, the flow stream Cikalong is one martial art that gives color to the development of martial arts is also the homeland of West Java. Apakah ketika kita ini bingung dengan warna asli Cikalong itu sendiri karena kita terbiasa dengan ”warna” yang berkembang??? Is when we are confused with the original color Cikalong itself because we are familiar with the "color" that evolved? Bagaimana mungkin menilai sebuah bentuk bela diri asli atau bukan tanpa mempelajari dan mendalami? How is it possible to assess a form of martial arts is genuine or not without study and explore? Dengan latar belakang sama-sama pesilat, menurut saya hal tersebut melampaui kewenangan penilaiannya (dalam istilah anak gaul, belajar juga kagak kok berani monten?). With a background both fighters, I think it is beyond the authority of the judgment (in terms of children hanging out, learning is also kagak monten really brave). tanpa mengurangi rasa hormat pada beliau sebagai sesepuh pencak silat, kiranya juga beliau mau kita ajak diskusi dan membaca bahwa banyak lho kekayaan pencak silat kita itu. without due respect to him as an elder martial arts, he would also want us to invite discussion and read that many of you know that our wealth of martial arts.

                Kumango yang kami jadikan bahan dalam garapan video proposal ESI adalah salah satu penerus yang juga diketahui oleh banyak orang dari Nagari Kumango sendiri dan itupun merupakan penerus aliran Syech Kumango ini (Almarhum Guru Gadangnyapun kami kenal dekat). Kumango we make material in a video filmed ESI proposal is one of the successor who is also known by many people from Nagari Kumango itself and that too is the successor to the flow of this Kumango Sych (The late Professor Gadangnyapun we know him). Begitu juga dengan Pamacan, Gerak Gulung Budi Daya yang menampilkan beberapa Raka Wiranya, Cikalong yang menampilkan Guru Besar, Guru dan para murid yang merupakan penerus aliran ini yang telah diketahui oleh pemda Kabupaten Cianjur yang masuk ke dalam daftar pelestari seni budaya Cianjur yang insya Allah akan dimasukan dalam hak paten sebagai HAKI anak bangsa sebagai salah satu kekayaaan budaya bangsa, Si Bunder yang menampilkan generasi mudanya, Golok Suliwa yang langsung menampilkan sang Gurunya, Beksi Tradisional Haji Hasbullah yang merupakan salah satu perguruan yang memegang tradisi dan pakem yang berlaku. Likewise with Pamacan, Motion Roll Cultivation featuring some Wiranya Raka, Cikalong featuring professors, teachers and students which is the successor of this flow is known by the local government Cianjur into the list of preservation of art and culture which God willing will Cianjur included in the patent as intellectual property rights of the nation as one of the nation's cultural wealth, Si Bunder featuring the younger generation, Machete Suliwa which instantly displays the teacher, Haji Hasbullah Traditional Beksi which is one of the colleges that hold the traditions and grip force. Mungkin menjadi hal yang biasa ketika pembicaraan ini adalah ajang tanya jawab. May become commonplace as the conversation was a question and answer event.

                Sebenarnya hal tersebut tak perlu aku pusingkan jika yang dibahas adalah bukan ranah dan apa yang sedang aku pelajari dan amanahkan menjaganya. Actually it is not necessary if I confuse the discussion is not a sphere, and what I learned and amanahkan guard. Namun ketika berbicara maenpo Cikalong dan para guruku dianggap bukan asli, aku teringat kejadian yang berulang di Bandung tahun 1984 di mana ketika penampilan para murid waktu itu dianggap bukan asli karena tidak gagah dan di katakan sebagai silat perempuan (padahal saat itu maestro Cikalong, Raden Haji O. Soleh / Gan Uweh masih ada) Namun penilaian ini malah tidak membuat Guru Besar generasi IV marah, malah dikatakannya, ” keun bae disebut silat awewe oge…../ biar saja disebut silat perempuan juga” sekaligus menepis keraguan para murid terdahulu, beliau bilang semakin dianggap bukan Cikalong itu menandakan semakin tidak tahunya orang tersebut, maka biarkanlah…. But when talking maenpo Cikalong and the teacher is not considered a native, I was reminded of a recurring event in London in 1984 where as the appearance of the disciples at that time considered to be not genuine because it does not say as a gallant and martial arts women (and it was maestro Cikalong, Raden Haji O. Salah / Gan Uweh still there), but this assessment did not even make the fourth generation of angry professors, instead saying, "keun called silat awewe oge bae ..... / so be it called silat women also" dismissed doubts his former pupil, he Cikalong increasingly regarded not say it signifies the person is not him, then let ....
                Bukan bermaksud menempatkan menerapkan perkataan Guru Besar Raden Haji O. Not intend to put the words of Professor apply Raden Haji O. Soleh pada hal ini. Soleh on this. Namun alangkah elok dan baik jika beliau yang mengatakan bahwa apa yang telah kami kerjakan ini bukan asli maka sebagai orang yang jauh lebih muda dan sebagai murid dari aliran Cikalong, adalah pantas jika aku juga meminta beliau ini untuk menerangkan Cikalong ”asli” versinya. But it would be beautiful and good if he is saying that what we're doing is not genuine then as a much younger person and as a disciple of Cikalong flow, it would be fitting if I also ask him to explain Cikalong "original" version. Begitu senangnya aku berdiskusi aliran Cikalong yang dapat membukakan mata dan hatiku, tidak menepis kemungkinan akupun meminta data dan bagaimana mengenal Cikalong ”asli” nantinya dari beliau ini. So glad I can talk Cikalong flow and open the eyes of my heart, I will not dismiss the possibility of requesting the data and how to recognize Cikalong "original" of his will is. Sekaligus meminta data dengan memulai diskusi yang santun dan elegan, aku mencoba menyampaikan hal ini. And requested the data to start the discussion polite and elegant, I tried to convey this.

                Mungkin antara kenal dengan sok kenal itu dekat, tapi antara tahu dengan sok tahu, ahli dengan sok ahli itu jauh dan sangat jauh….. Perhaps the familiar with the pretentious know it's close, but the idea with a wise guy, with a quasi-expert's expert and very far away .....

                Air kubangan memang dapat dijadikan alat melihat langit, namun jangan kita mengukur ketinggian langit dari air di kubangan. Puddle of water can indeed be used as a tool to see the sky, but do we measure the heights of the water in the puddle.

                notes of Iwan Setiawan notes of Iwan Setiawan
                di kutip dari facebook Iwan Setiawan in the quotation from facebook Iwan Setiawan



                Artikel Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Looking at the sky through the article can be puddles of water, measure it? Jangan…. Do not .... yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: that 'might' be linked at other sites:


                  - Powered by BING [2012-03-19 13:15] - Powered by BING [2012-03-19 13:15]

                  Leave Comment Leave Comment

                  You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

                  Could see the sky through pools of water, measure it? Do not .... - Silat Indonesia
                  Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

                  Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Could see the sky through pools of water, measure it? Jangan….. Do not .....

                  [ in English ] [ in English ]

                  Feb 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Liputan Khusus Visited 1454 times, 3 today [ in English ] February 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Special Reports Visited 1454 times, 3 today [ in English ]
                  Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

                  Dalam sebuah acara yang baru kuhadiri hari ini Pemberian Gelar Pendekar bagi warga Spanyol oleh PERSILAT (14 Pebruari 2010), sempat dipertontonkan video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) garapan para teman dan sahabatku. In a new event I attended today Swordsman Degree Granting for the citizens of Spain by PERSILAT (14 February 2010), was displayed video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) plots his friend and my best friend.
                  Berbagai tangggapan bermunculan. A variety of response has emerged.
                  Ada menarik dan menggelitik hatiku mengenai tanggapan seseorang yang mengatakan yang ditampilkan itu bukan silat asli, baik Pamacan, Cimande, Cikalong dan Kumangonya. There are interesting and tickling me about someone who said the response was not shown the original martial arts, both Pamacan, Cimande, Cikalong and Kumangonya. Beliau (yang mengatakan hal tersebut) dengan serta merta menerangkan apa itu Cikalong, apa itu Cimande dan juga Kumango. He (who said it) to explain what it is necessarily Cikalong, what it is and also Kumango Cimande. Sayang aku tak sempat berdiskusi dengannya. Unfortunately I could not discuss with him. Sahabatku dan saudara perguruanku yang turut larut dalam pembicaraan itupun hanya mengiyakan dan mengangguk-angguk. My friends and relatives who perguruanku also drawn to the talks said yes, and even then only nodded. Mungkin karena menjaga sikap santunnya yang selama ini jarang menempel di kepalaku. Perhaps because the manners to behave themselves rarely been stuck in my head.
                  Namun dalam hatiku cukup membuatku terhenyak, bagaimana mungkin sesuatu yang kami sedang angkat dan cukup berhati-hati dalam mengkaji yang memakan cukup banyak waktu langsung ke nara sumber yang terkait dibilang: ”Itu bukan asli…” But in my heart enough to make me shocked, how could something that we're up and just be careful in assessing which takes quite a lot of time directly related to the resource persons who say: "That's not the original ..."

                  Tak hanya cukup bingung namun aku juga prihatin mendengarkan perkataannya, dalam beberapa penerangannya ternyata penggambaran tentang dari mana Cimande, apa itu Cikalong dan Kumango masih pada tataran sangat dasar yang diketahui banyak orang dan sama sekali tidak menggambarkan utuh bagaimana ciri suatu penggambaran bela diri pencak silat. Not just pretty confused but I'm also concerned about listening to his words, in some lighting it Cimande depiction of where, what and Kumango Cikalong still at a very basic level is known to many people and did not fully describe how the characteristics of a depiction of self-defense martial arts. Ketika berbicara Cimande dari kampung Mande, ternyata beliau tidak tahu bahwa sejak lama beberapa daerah di sana telah ditenggelamkan menjadi waduk. When talking Cimande of Mande village, apparently he did not know that for a long time in some areas there has been sunk into the reservoir. Saat berbicara mengenai Cikalong ternyata beliaupun tidak mengenal siapa penerus aliran ini dari garis penerus Gan Uweh ”Pasar Baru” yang ditampilkan begitu juga tentang pencak silat yang memiliki sikap pasang panjang adalah Cikalong dan Cimande rapat, inipun adalah gambaran umum yang dengan mudah didapat dari menguping atau katanya dengan sumber yang tidak jelas. When talking about Cikalong beliaupun not know who was the successor to the flow of the line is the successor to Gan Uweh "New Markets" is displayed as well as about the martial arts who has long put position is Cikalong and Cimande meeting, also is a general description that could easily be obtained from eavesdropping or he said with no apparent source. Khusus Cikalong (maenpo Cikalong), penggambaran sikap yang panjang dan posisi kuda-kuda ringan adalah pola umum bukan merupakan indentitas khusus. Special Cikalong (maenpo Cikalong), drawing a long position and the position of light horses is a common pattern is not a specific identity. Sebagaimana kita ketahui, aliran Cikalong adalah salah satu aliran pencak silat yang memberikan warna pada perkembangan pencak silat Jawa Barat juga tanah air. As we know, the flow stream Cikalong is one martial art that gives color to the development of martial arts is also the homeland of West Java. Apakah ketika kita ini bingung dengan warna asli Cikalong itu sendiri karena kita terbiasa dengan ”warna” yang berkembang??? Is when we are confused with the original color Cikalong itself because we are familiar with the "color" that evolved? Bagaimana mungkin menilai sebuah bentuk bela diri asli atau bukan tanpa mempelajari dan mendalami? How is it possible to assess a form of martial arts is genuine or not without study and explore? Dengan latar belakang sama-sama pesilat, menurut saya hal tersebut melampaui kewenangan penilaiannya (dalam istilah anak gaul, belajar juga kagak kok berani monten?). With a background both fighters, I think it is beyond the authority of the judgment (in terms of children hanging out, learning is also kagak monten really brave). tanpa mengurangi rasa hormat pada beliau sebagai sesepuh pencak silat, kiranya juga beliau mau kita ajak diskusi dan membaca bahwa banyak lho kekayaan pencak silat kita itu. without due respect to him as an elder martial arts, he would also want us to invite discussion and read that many of you know that our wealth of martial arts.

                  Kumango yang kami jadikan bahan dalam garapan video proposal ESI adalah salah satu penerus yang juga diketahui oleh banyak orang dari Nagari Kumango sendiri dan itupun merupakan penerus aliran Syech Kumango ini (Almarhum Guru Gadangnyapun kami kenal dekat). Kumango we make material in a video filmed ESI proposal is one of the successor who is also known by many people from Nagari Kumango itself and that too is the successor to the flow of this Kumango Sych (The late Professor Gadangnyapun we know him). Begitu juga dengan Pamacan, Gerak Gulung Budi Daya yang menampilkan beberapa Raka Wiranya, Cikalong yang menampilkan Guru Besar, Guru dan para murid yang merupakan penerus aliran ini yang telah diketahui oleh pemda Kabupaten Cianjur yang masuk ke dalam daftar pelestari seni budaya Cianjur yang insya Allah akan dimasukan dalam hak paten sebagai HAKI anak bangsa sebagai salah satu kekayaaan budaya bangsa, Si Bunder yang menampilkan generasi mudanya, Golok Suliwa yang langsung menampilkan sang Gurunya, Beksi Tradisional Haji Hasbullah yang merupakan salah satu perguruan yang memegang tradisi dan pakem yang berlaku. Likewise with Pamacan, Motion Roll Cultivation featuring some Wiranya Raka, Cikalong featuring professors, teachers and students which is the successor of this flow is known by the local government Cianjur into the list of preservation of art and culture which God willing will Cianjur included in the patent as intellectual property rights of the nation as one of the nation's cultural wealth, Si Bunder featuring the younger generation, Machete Suliwa which instantly displays the teacher, Haji Hasbullah Traditional Beksi which is one of the colleges that hold the traditions and grip force. Mungkin menjadi hal yang biasa ketika pembicaraan ini adalah ajang tanya jawab. May become commonplace as the conversation was a question and answer event.

                  Sebenarnya hal tersebut tak perlu aku pusingkan jika yang dibahas adalah bukan ranah dan apa yang sedang aku pelajari dan amanahkan menjaganya. Actually it is not necessary if I confuse the discussion is not a sphere, and what I learned and amanahkan guard. Namun ketika berbicara maenpo Cikalong dan para guruku dianggap bukan asli, aku teringat kejadian yang berulang di Bandung tahun 1984 di mana ketika penampilan para murid waktu itu dianggap bukan asli karena tidak gagah dan di katakan sebagai silat perempuan (padahal saat itu maestro Cikalong, Raden Haji O. Soleh / Gan Uweh masih ada) Namun penilaian ini malah tidak membuat Guru Besar generasi IV marah, malah dikatakannya, ” keun bae disebut silat awewe oge…../ biar saja disebut silat perempuan juga” sekaligus menepis keraguan para murid terdahulu, beliau bilang semakin dianggap bukan Cikalong itu menandakan semakin tidak tahunya orang tersebut, maka biarkanlah…. But when talking maenpo Cikalong and the teacher is not considered a native, I was reminded of a recurring event in London in 1984 where as the appearance of the disciples at that time considered to be not genuine because it does not say as a gallant and martial arts women (and it was maestro Cikalong, Raden Haji O. Salah / Gan Uweh still there), but this assessment did not even make the fourth generation of angry professors, instead saying, "keun called silat awewe oge bae ..... / so be it called silat women also" dismissed doubts his former pupil, he Cikalong increasingly regarded not say it signifies the person is not him, then let ....
                  Bukan bermaksud menempatkan menerapkan perkataan Guru Besar Raden Haji O. Not intend to put the words of Professor apply Raden Haji O. Soleh pada hal ini. Soleh on this. Namun alangkah elok dan baik jika beliau yang mengatakan bahwa apa yang telah kami kerjakan ini bukan asli maka sebagai orang yang jauh lebih muda dan sebagai murid dari aliran Cikalong, adalah pantas jika aku juga meminta beliau ini untuk menerangkan Cikalong ”asli” versinya. But it would be beautiful and good if he is saying that what we're doing is not genuine then as a much younger person and as a disciple of Cikalong flow, it would be fitting if I also ask him to explain Cikalong "original" version. Begitu senangnya aku berdiskusi aliran Cikalong yang dapat membukakan mata dan hatiku, tidak menepis kemungkinan akupun meminta data dan bagaimana mengenal Cikalong ”asli” nantinya dari beliau ini. So glad I can talk Cikalong flow and open the eyes of my heart, I will not dismiss the possibility of requesting the data and how to recognize Cikalong "original" of his will is. Sekaligus meminta data dengan memulai diskusi yang santun dan elegan, aku mencoba menyampaikan hal ini. And requested the data to start the discussion polite and elegant, I tried to convey this.

                  Mungkin antara kenal dengan sok kenal itu dekat, tapi antara tahu dengan sok tahu, ahli dengan sok ahli itu jauh dan sangat jauh….. Perhaps the familiar with the pretentious know it's close, but the idea with a wise guy, with a quasi-expert's expert and very far away .....

                  Air kubangan memang dapat dijadikan alat melihat langit, namun jangan kita mengukur ketinggian langit dari air di kubangan. Puddle of water can indeed be used as a tool to see the sky, but do we measure the heights of the water in the puddle.

                  notes of Iwan Setiawan notes of Iwan Setiawan
                  di kutip dari facebook Iwan Setiawan in the quotation from facebook Iwan Setiawan



                  Artikel Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Looking at the sky through the article can be puddles of water, measure it? Jangan…. Do not .... yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: that 'might' be linked at other sites:


                    - Powered by BING [2012-03-23 07:42] - Powered by BING [2012-03-23 ​​07:42]

                    Leave Comment Leave Comment

                    You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

                    Could see the sky through pools of water, measure it? Do not .... - Silat Indonesia
                    Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

                    Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Could see the sky through pools of water, measure it? Jangan….. Do not .....

                    [ in English ] [ in English ]

                    Feb 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Liputan Khusus Visited 1467 times, 4 today [ in English ] February 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Special Reports Visited 1467 times, 4 today [ in English ]
                    Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

                    Dalam sebuah acara yang baru kuhadiri hari ini Pemberian Gelar Pendekar bagi warga Spanyol oleh PERSILAT (14 Pebruari 2010), sempat dipertontonkan video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) garapan para teman dan sahabatku. In a new event I attended today Swordsman Degree Granting for the citizens of Spain by PERSILAT (14 February 2010), was displayed video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) plots his friend and my best friend.
                    Berbagai tangggapan bermunculan. A variety of response has emerged.
                    Ada menarik dan menggelitik hatiku mengenai tanggapan seseorang yang mengatakan yang ditampilkan itu bukan silat asli, baik Pamacan, Cimande, Cikalong dan Kumangonya. There are interesting and tickling me about someone who said the response was not shown the original martial arts, both Pamacan, Cimande, Cikalong and Kumangonya. Beliau (yang mengatakan hal tersebut) dengan serta merta menerangkan apa itu Cikalong, apa itu Cimande dan juga Kumango. He (who said it) to explain what it is necessarily Cikalong, what it is and also Kumango Cimande. Sayang aku tak sempat berdiskusi dengannya. Unfortunately I could not discuss with him. Sahabatku dan saudara perguruanku yang turut larut dalam pembicaraan itupun hanya mengiyakan dan mengangguk-angguk. My friends and relatives who perguruanku also drawn to the talks said yes, and even then only nodded. Mungkin karena menjaga sikap santunnya yang selama ini jarang menempel di kepalaku. Perhaps because the manners to behave themselves rarely been stuck in my head.
                    Namun dalam hatiku cukup membuatku terhenyak, bagaimana mungkin sesuatu yang kami sedang angkat dan cukup berhati-hati dalam mengkaji yang memakan cukup banyak waktu langsung ke nara sumber yang terkait dibilang: ”Itu bukan asli…” But in my heart enough to make me shocked, how could something that we're up and just be careful in assessing which takes quite a lot of time directly related to the resource persons who say: "That's not the original ..."

                    Tak hanya cukup bingung namun aku juga prihatin mendengarkan perkataannya, dalam beberapa penerangannya ternyata penggambaran tentang dari mana Cimande, apa itu Cikalong dan Kumango masih pada tataran sangat dasar yang diketahui banyak orang dan sama sekali tidak menggambarkan utuh bagaimana ciri suatu penggambaran bela diri pencak silat. Not just pretty confused but I'm also concerned about listening to his words, in some lighting it Cimande depiction of where, what and Kumango Cikalong still at a very basic level is known to many people and did not fully describe how the characteristics of a depiction of self-defense martial arts. Ketika berbicara Cimande dari kampung Mande, ternyata beliau tidak tahu bahwa sejak lama beberapa daerah di sana telah ditenggelamkan menjadi waduk. When talking Cimande of Mande village, apparently he did not know that for a long time in some areas there has been sunk into the reservoir. Saat berbicara mengenai Cikalong ternyata beliaupun tidak mengenal siapa penerus aliran ini dari garis penerus Gan Uweh ”Pasar Baru” yang ditampilkan begitu juga tentang pencak silat yang memiliki sikap pasang panjang adalah Cikalong dan Cimande rapat, inipun adalah gambaran umum yang dengan mudah didapat dari menguping atau katanya dengan sumber yang tidak jelas. When talking about Cikalong beliaupun not know who was the successor to the flow of the line is the successor to Gan Uweh "New Markets" is displayed as well as about the martial arts who has long put position is Cikalong and Cimande meeting, also is a general description that could easily be obtained from eavesdropping or he said with no apparent source. Khusus Cikalong (maenpo Cikalong), penggambaran sikap yang panjang dan posisi kuda-kuda ringan adalah pola umum bukan merupakan indentitas khusus. Special Cikalong (maenpo Cikalong), drawing a long position and the position of light horses is a common pattern is not a specific identity. Sebagaimana kita ketahui, aliran Cikalong adalah salah satu aliran pencak silat yang memberikan warna pada perkembangan pencak silat Jawa Barat juga tanah air. As we know, the flow stream Cikalong is one martial art that gives color to the development of martial arts is also the homeland of West Java. Apakah ketika kita ini bingung dengan warna asli Cikalong itu sendiri karena kita terbiasa dengan ”warna” yang berkembang??? Is when we are confused with the original color Cikalong itself because we are familiar with the "color" that evolved? Bagaimana mungkin menilai sebuah bentuk bela diri asli atau bukan tanpa mempelajari dan mendalami? How is it possible to assess a form of martial arts is genuine or not without study and explore? Dengan latar belakang sama-sama pesilat, menurut saya hal tersebut melampaui kewenangan penilaiannya (dalam istilah anak gaul, belajar juga kagak kok berani monten?). With a background both fighters, I think it is beyond the authority of the judgment (in terms of children hanging out, learning is also kagak monten really brave). tanpa mengurangi rasa hormat pada beliau sebagai sesepuh pencak silat, kiranya juga beliau mau kita ajak diskusi dan membaca bahwa banyak lho kekayaan pencak silat kita itu. without due respect to him as an elder martial arts, he would also want us to invite discussion and read that many of you know that our wealth of martial arts.

                    Kumango yang kami jadikan bahan dalam garapan video proposal ESI adalah salah satu penerus yang juga diketahui oleh banyak orang dari Nagari Kumango sendiri dan itupun merupakan penerus aliran Syech Kumango ini (Almarhum Guru Gadangnyapun kami kenal dekat). Kumango we make material in a video filmed ESI proposal is one of the successor who is also known by many people from Nagari Kumango itself and that too is the successor to the flow of this Kumango Sych (The late Professor Gadangnyapun we know him). Begitu juga dengan Pamacan, Gerak Gulung Budi Daya yang menampilkan beberapa Raka Wiranya, Cikalong yang menampilkan Guru Besar, Guru dan para murid yang merupakan penerus aliran ini yang telah diketahui oleh pemda Kabupaten Cianjur yang masuk ke dalam daftar pelestari seni budaya Cianjur yang insya Allah akan dimasukan dalam hak paten sebagai HAKI anak bangsa sebagai salah satu kekayaaan budaya bangsa, Si Bunder yang menampilkan generasi mudanya, Golok Suliwa yang langsung menampilkan sang Gurunya, Beksi Tradisional Haji Hasbullah yang merupakan salah satu perguruan yang memegang tradisi dan pakem yang berlaku. Likewise with Pamacan, Motion Roll Cultivation featuring some Wiranya Raka, Cikalong featuring professors, teachers and students which is the successor of this flow is known by the local government Cianjur into the list of preservation of art and culture which God willing will Cianjur included in the patent as intellectual property rights of the nation as one of the nation's cultural wealth, Si Bunder featuring the younger generation, Machete Suliwa which instantly displays the teacher, Haji Hasbullah Traditional Beksi which is one of the colleges that hold the traditions and grip force. Mungkin menjadi hal yang biasa ketika pembicaraan ini adalah ajang tanya jawab. May become commonplace as the conversation was a question and answer event.

                    Sebenarnya hal tersebut tak perlu aku pusingkan jika yang dibahas adalah bukan ranah dan apa yang sedang aku pelajari dan amanahkan menjaganya. Actually it is not necessary if I confuse the discussion is not a sphere, and what I learned and amanahkan guard. Namun ketika berbicara maenpo Cikalong dan para guruku dianggap bukan asli, aku teringat kejadian yang berulang di Bandung tahun 1984 di mana ketika penampilan para murid waktu itu dianggap bukan asli karena tidak gagah dan di katakan sebagai silat perempuan (padahal saat itu maestro Cikalong, Raden Haji O. Soleh / Gan Uweh masih ada) Namun penilaian ini malah tidak membuat Guru Besar generasi IV marah, malah dikatakannya, ” keun bae disebut silat awewe oge…../ biar saja disebut silat perempuan juga” sekaligus menepis keraguan para murid terdahulu, beliau bilang semakin dianggap bukan Cikalong itu menandakan semakin tidak tahunya orang tersebut, maka biarkanlah…. But when talking maenpo Cikalong and the teacher is not considered a native, I was reminded of a recurring event in London in 1984 where as the appearance of the disciples at that time considered to be not genuine because it does not say as a gallant and martial arts women (and it was maestro Cikalong, Raden Haji O. Salah / Gan Uweh still there), but this assessment did not even make the fourth generation of angry professors, instead saying, "keun called silat awewe oge bae ..... / so be it called silat women also" dismissed doubts his former pupil, he Cikalong increasingly regarded not say it signifies the person is not him, then let ....
                    Bukan bermaksud menempatkan menerapkan perkataan Guru Besar Raden Haji O. Not intend to put the words of Professor apply Raden Haji O. Soleh pada hal ini. Soleh on this. Namun alangkah elok dan baik jika beliau yang mengatakan bahwa apa yang telah kami kerjakan ini bukan asli maka sebagai orang yang jauh lebih muda dan sebagai murid dari aliran Cikalong, adalah pantas jika aku juga meminta beliau ini untuk menerangkan Cikalong ”asli” versinya. But it would be beautiful and good if he is saying that what we're doing is not genuine then as a much younger person and as a disciple of Cikalong flow, it would be fitting if I also ask him to explain Cikalong "original" version. Begitu senangnya aku berdiskusi aliran Cikalong yang dapat membukakan mata dan hatiku, tidak menepis kemungkinan akupun meminta data dan bagaimana mengenal Cikalong ”asli” nantinya dari beliau ini. So glad I can talk Cikalong flow and open the eyes of my heart, I will not dismiss the possibility of requesting the data and how to recognize Cikalong "original" of his will is. Sekaligus meminta data dengan memulai diskusi yang santun dan elegan, aku mencoba menyampaikan hal ini. And requested the data to start the discussion polite and elegant, I tried to convey this.

                    Mungkin antara kenal dengan sok kenal itu dekat, tapi antara tahu dengan sok tahu, ahli dengan sok ahli itu jauh dan sangat jauh….. Perhaps the familiar with the pretentious know it's close, but the idea with a wise guy, with a quasi-expert's expert and very far away .....

                    Air kubangan memang dapat dijadikan alat melihat langit, namun jangan kita mengukur ketinggian langit dari air di kubangan. Puddle of water can indeed be used as a tool to see the sky, but do we measure the heights of the water in the puddle.

                    notes of Iwan Setiawan notes of Iwan Setiawan
                    di kutip dari facebook Iwan Setiawan in the quotation from facebook Iwan Setiawan



                    Artikel Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Looking at the sky through the article can be puddles of water, measure it? Jangan…. Do not .... yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: that 'might' be linked at other sites:


                      - Powered by BING [2012-03-31 03:30] - Powered by BING [2012-03-31 03:30]

                      Leave Comment Leave Comment

                      You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

                      Could see the sky through pools of water, measure it? Do not .... - Silat Indonesia
                      Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

                      Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Could see the sky through pools of water, measure it? Jangan….. Do not .....

                      [
                      in English ] [ in English ]

                      Feb 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Liputan Khusus Visited 1479 times, 3 today [ in English ] February 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Special Reports Visited 1479 times, 3 today [ in English ]
                      Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

                      Dalam sebuah acara yang baru kuhadiri hari ini Pemberian Gelar Pendekar bagi warga Spanyol oleh PERSILAT (14 Pebruari 2010), sempat dipertontonkan video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) garapan para teman dan sahabatku. In a new event I attended today Swordsman Degree Granting for the citizens of Spain by PERSILAT (14 February 2010), was displayed video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) plots his friend and my best friend.
                      Berbagai tangggapan bermunculan. A variety of response has emerged.
                      Ada menarik dan menggelitik hatiku mengenai tanggapan seseorang yang mengatakan yang ditampilkan itu bukan silat asli, baik Pamacan, Cimande, Cikalong dan Kumangonya. There are interesting and tickling me about someone who said the response was not shown the original martial arts, both Pamacan, Cimande, Cikalong and Kumangonya. Beliau (yang mengatakan hal tersebut) dengan serta merta menerangkan apa itu Cikalong, apa itu Cimande dan juga Kumango. He (who said it) to explain what it is necessarily Cikalong, what it is and also Kumango Cimande. Sayang aku tak sempat berdiskusi dengannya. Unfortunately I could not discuss with him. Sahabatku dan saudara perguruanku yang turut larut dalam pembicaraan itupun hanya mengiyakan dan mengangguk-angguk. My friends and relatives who perguruanku also drawn to the talks said yes, and even then only nodded. Mungkin karena menjaga sikap santunnya yang selama ini jarang menempel di kepalaku. Perhaps because the manners to behave themselves rarely been stuck in my head.
                      Namun dalam hatiku cukup membuatku terhenyak, bagaimana mungkin sesuatu yang kami sedang angkat dan cukup berhati-hati dalam mengkaji yang memakan cukup banyak waktu langsung ke nara sumber yang terkait dibilang: ”Itu bukan asli…” But in my heart enough to make me shocked, how could something that we're up and just be careful in assessing which takes quite a lot of time directly related to the resource persons who say: "That's not the original ..."

                      Tak hanya cukup bingung namun aku juga prihatin mendengarkan perkataannya, dalam beberapa penerangannya ternyata penggambaran tentang dari mana Cimande, apa itu Cikalong dan Kumango masih pada tataran sangat dasar yang diketahui banyak orang dan sama sekali tidak menggambarkan utuh bagaimana ciri suatu penggambaran bela diri pencak silat. Not just pretty confused but I'm also concerned about listening to his words, in some lighting it Cimande depiction of where, what and Kumango Cikalong still at a very basic level is known to many people and did not fully describe how the characteristics of a depiction of self-defense martial arts. Ketika berbicara Cimande dari kampung Mande, ternyata beliau tidak tahu bahwa sejak lama beberapa daerah di sana telah ditenggelamkan menjadi waduk. When talking Cimande of Mande village, apparently he did not know that for a long time in some areas there has been sunk into the reservoir. Saat berbicara mengenai Cikalong ternyata beliaupun tidak mengenal siapa penerus aliran ini dari garis penerus Gan Uweh ”Pasar Baru” yang ditampilkan begitu juga tentang pencak silat yang memiliki sikap pasang panjang adalah Cikalong dan Cimande rapat, inipun adalah gambaran umum yang dengan mudah didapat dari menguping atau katanya dengan sumber yang tidak jelas. When talking about Cikalong beliaupun not know who was the successor to the flow of the line is the successor to Gan Uweh "New Markets" is displayed as well as about the martial arts who has long put position is Cikalong and Cimande meeting, also is a general description that could easily be obtained from eavesdropping or he said with no apparent source. Khusus Cikalong (maenpo Cikalong), penggambaran sikap yang panjang dan posisi kuda-kuda ringan adalah pola umum bukan merupakan indentitas khusus. Special Cikalong (maenpo Cikalong), drawing a long position and the position of light horses is a common pattern is not a specific identity. Sebagaimana kita ketahui, aliran Cikalong adalah salah satu aliran pencak silat yang memberikan warna pada perkembangan pencak silat Jawa Barat juga tanah air. As we know, the flow stream Cikalong is one martial art that gives color to the development of martial arts is also the homeland of West Java. Apakah ketika kita ini bingung dengan warna asli Cikalong itu sendiri karena kita terbiasa dengan ”warna” yang berkembang??? Is when we are confused with the original color Cikalong itself because we are familiar with the "color" that evolved? Bagaimana mungkin menilai sebuah bentuk bela diri asli atau bukan tanpa mempelajari dan mendalami? How is it possible to assess a form of martial arts is genuine or not without study and explore? Dengan latar belakang sama-sama pesilat, menurut saya hal tersebut melampaui kewenangan penilaiannya (dalam istilah anak gaul, belajar juga kagak kok berani monten?). With a background both fighters, I think it is beyond the authority of the judgment (in terms of children hanging out, learning is also kagak monten really brave). tanpa mengurangi rasa hormat pada beliau sebagai sesepuh pencak silat, kiranya juga beliau mau kita ajak diskusi dan membaca bahwa banyak lho kekayaan pencak silat kita itu. without due respect to him as an elder martial arts, he would also want us to invite discussion and read that many of you know that our wealth of martial arts.

                      Kumango yang kami jadikan bahan dalam garapan video proposal ESI adalah salah satu penerus yang juga diketahui oleh banyak orang dari Nagari Kumango sendiri dan itupun merupakan penerus aliran Syech Kumango ini (Almarhum Guru Gadangnyapun kami kenal dekat). Kumango we make material in a video filmed ESI proposal is one of the successor who is also known by many people from Nagari Kumango itself and that too is the successor to the flow of this Kumango Sych (The late Professor Gadangnyapun we know him). Begitu juga dengan Pamacan, Gerak Gulung Budi Daya yang menampilkan beberapa Raka Wiranya, Cikalong yang menampilkan Guru Besar, Guru dan para murid yang merupakan penerus aliran ini yang telah diketahui oleh pemda Kabupaten Cianjur yang masuk ke dalam daftar pelestari seni budaya Cianjur yang insya Allah akan dimasukan dalam hak paten sebagai HAKI anak bangsa sebagai salah satu kekayaaan budaya bangsa, Si Bunder yang menampilkan generasi mudanya, Golok Suliwa yang langsung menampilkan sang Gurunya, Beksi Tradisional Haji Hasbullah yang merupakan salah satu perguruan yang memegang tradisi dan pakem yang berlaku. Likewise with Pamacan, Motion Roll Cultivation featuring some Wiranya Raka, Cikalong featuring professors, teachers and students which is the successor of this flow is known by the local government Cianjur into the list of preservation of art and culture which God willing will Cianjur included in the patent as intellectual property rights of the nation as one of the nation's cultural wealth, Si Bunder featuring the younger generation, Machete Suliwa which instantly displays the teacher, Haji Hasbullah Traditional Beksi which is one of the colleges that hold the traditions and grip force. Mungkin menjadi hal yang biasa ketika pembicaraan ini adalah ajang tanya jawab. May become commonplace as the conversation was a question and answer event.

                      Sebenarnya hal tersebut tak perlu aku pusingkan jika yang dibahas adalah bukan ranah dan apa yang sedang aku pelajari dan amanahkan menjaganya. Actually it is not necessary if I confuse the discussion is not a sphere, and what I learned and amanahkan guard. Namun ketika berbicara maenpo Cikalong dan para guruku dianggap bukan asli, aku teringat kejadian yang berulang di Bandung tahun 1984 di mana ketika penampilan para murid waktu itu dianggap bukan asli karena tidak gagah dan di katakan sebagai silat perempuan (padahal saat itu maestro Cikalong, Raden Haji O. Soleh / Gan Uweh masih ada) Namun penilaian ini malah tidak membuat Guru Besar generasi IV marah, malah dikatakannya, ” keun bae disebut silat awewe oge…../ biar saja disebut silat perempuan juga” sekaligus menepis keraguan para murid terdahulu, beliau bilang semakin dianggap bukan Cikalong itu menandakan semakin tidak tahunya orang tersebut, maka biarkanlah…. But when talking maenpo Cikalong and the teacher is not considered a native, I was reminded of a recurring event in London in 1984 where as the appearance of the disciples at that time considered to be not genuine because it does not say as a gallant and martial arts women (and it was maestro Cikalong, Raden Haji O. Salah / Gan Uweh still there), but this assessment did not even make the fourth generation of angry professors, instead saying, "keun called silat awewe oge bae ..... / so be it called silat women also" dismissed doubts his former pupil, he Cikalong increasingly regarded not say it signifies the person is not him, then let ....
                      Bukan bermaksud menempatkan menerapkan perkataan Guru Besar Raden Haji O. Not intend to put the words of Professor apply Raden Haji O. Soleh pada hal ini. Soleh on this. Namun alangkah elok dan baik jika beliau yang mengatakan bahwa apa yang telah kami kerjakan ini bukan asli maka sebagai orang yang jauh lebih muda dan sebagai murid dari aliran Cikalong, adalah pantas jika aku juga meminta beliau ini untuk menerangkan Cikalong ”asli” versinya. But it would be beautiful and good if he is saying that what we're doing is not genuine then as a much younger person and as a disciple of Cikalong flow, it would be fitting if I also ask him to explain Cikalong "original" version. Begitu senangnya aku berdiskusi aliran Cikalong yang dapat membukakan mata dan hatiku, tidak menepis kemungkinan akupun meminta data dan bagaimana mengenal Cikalong ”asli” nantinya dari beliau ini. So glad I can talk Cikalong flow and open the eyes of my heart, I will not dismiss the possibility of requesting the data and how to recognize Cikalong "original" of his will is. Sekaligus meminta data dengan memulai diskusi yang santun dan elegan, aku mencoba menyampaikan hal ini. And requested the data to start the discussion polite and elegant, I tried to convey this.

                      Mungkin antara kenal dengan sok kenal itu dekat, tapi antara tahu dengan sok tahu, ahli dengan sok ahli itu jauh dan sangat jauh….. Perhaps the familiar with the pretentious know it's close, but the idea with a wise guy, with a quasi-expert's expert and very far away .....

                      Air kubangan memang dapat dijadikan alat melihat langit, namun jangan kita mengukur ketinggian langit dari air di kubangan. Puddle of water can indeed be used as a tool to see the sky, but do we measure the heights of the water in the puddle.

                      notes of Iwan Setiawan notes of Iwan Setiawan
                      di kutip dari facebook Iwan Setiawan in the quotation from facebook Iwan Setiawan



                      Artikel Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Looking at the sky through the article can be puddles of water, measure it? Jangan…. Do not .... yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: that 'might' be linked at other sites:


                        - Powered by BING [2012-04-04 04:16] - Powered by BING [2012-04-04 04:16]

                        Leave Comment Leave Comment

                        You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

                        Could see the sky through pools of water, measure it? Do not .... - Silat Indonesia
                        Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

                        Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Could see the sky through pools of water, measure it? Jangan….. Do not .....

                        [ in English ] [ in English ]

                        Feb 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Liputan Khusus Visited 1488 times, 1 today [ in English ] February 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Special Reports Visited 1488 times, 1 today [ in English ]
                        Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

                        Dalam sebuah acara yang baru kuhadiri hari ini Pemberian Gelar Pendekar bagi warga Spanyol oleh PERSILAT (14 Pebruari 2010), sempat dipertontonkan video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) garapan para teman dan sahabatku. In a new event I attended today Swordsman Degree Granting for the citizens of Spain by PERSILAT (14 February 2010), was displayed video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) plots his friend and my best friend.
                        Berbagai tangggapan bermunculan. A variety of response has emerged.
                        Ada menarik dan menggelitik hatiku mengenai tanggapan seseorang yang mengatakan yang ditampilkan itu bukan silat asli, baik Pamacan, Cimande, Cikalong dan Kumangonya. There are interesting and tickling me about someone who said the response was not shown the original martial arts, both Pamacan, Cimande, Cikalong and Kumangonya. Beliau (yang mengatakan hal tersebut) dengan serta merta menerangkan apa itu Cikalong, apa itu Cimande dan juga Kumango. He (who said it) to explain what it is necessarily Cikalong, what it is and also Kumango Cimande. Sayang aku tak sempat berdiskusi dengannya. Unfortunately I could not discuss with him. Sahabatku dan saudara perguruanku yang turut larut dalam pembicaraan itupun hanya mengiyakan dan mengangguk-angguk. My friends and relatives who perguruanku also drawn to the talks said yes, and even then only nodded. Mungkin karena menjaga sikap santunnya yang selama ini jarang menempel di kepalaku. Perhaps because the manners to behave themselves rarely been stuck in my head.
                        Namun dalam hatiku cukup membuatku terhenyak, bagaimana mungkin sesuatu yang kami sedang angkat dan cukup berhati-hati dalam mengkaji yang memakan cukup banyak waktu langsung ke nara sumber yang terkait dibilang: ”Itu bukan asli…” But in my heart enough to make me shocked, how could something that we're up and just be careful in assessing which takes quite a lot of time directly related to the resource persons who say: "That's not the original ..."

                        Tak hanya cukup bingung namun aku juga prihatin mendengarkan perkataannya, dalam beberapa penerangannya ternyata penggambaran tentang dari mana Cimande, apa itu Cikalong dan Kumango masih pada tataran sangat dasar yang diketahui banyak orang dan sama sekali tidak menggambarkan utuh bagaimana ciri suatu penggambaran bela diri pencak silat. Not just pretty confused but I'm also concerned about listening to his words, in some lighting it Cimande depiction of where, what and Kumango Cikalong still at a very basic level is known to many people and did not fully describe how the characteristics of a depiction of self-defense martial arts. Ketika berbicara Cimande dari kampung Mande, ternyata beliau tidak tahu bahwa sejak lama beberapa daerah di sana telah ditenggelamkan menjadi waduk. When talking Cimande of Mande village, apparently he did not know that for a long time in some areas there has been sunk into the reservoir. Saat berbicara mengenai Cikalong ternyata beliaupun tidak mengenal siapa penerus aliran ini dari garis penerus Gan Uweh ”Pasar Baru” yang ditampilkan begitu juga tentang pencak silat yang memiliki sikap pasang panjang adalah Cikalong dan Cimande rapat, inipun adalah gambaran umum yang dengan mudah didapat dari menguping atau katanya dengan sumber yang tidak jelas. When talking about Cikalong beliaupun not know who was the successor to the flow of the line is the successor to Gan Uweh "New Markets" is displayed as well as about the martial arts who has long put position is Cikalong and Cimande meeting, also is a general description that could easily be obtained from eavesdropping or he said with no apparent source. Khusus Cikalong (maenpo Cikalong), penggambaran sikap yang panjang dan posisi kuda-kuda ringan adalah pola umum bukan merupakan indentitas khusus. Special Cikalong (maenpo Cikalong), drawing a long position and the position of light horses is a common pattern is not a specific identity. Sebagaimana kita ketahui, aliran Cikalong adalah salah satu aliran pencak silat yang memberikan warna pada perkembangan pencak silat Jawa Barat juga tanah air. As we know, the flow stream Cikalong is one martial art that gives color to the development of martial arts is also the homeland of West Java. Apakah ketika kita ini bingung dengan warna asli Cikalong itu sendiri karena kita terbiasa dengan ”warna” yang berkembang??? Is when we are confused with the original color Cikalong itself because we are familiar with the "color" that evolved? Bagaimana mungkin menilai sebuah bentuk bela diri asli atau bukan tanpa mempelajari dan mendalami? How is it possible to assess a form of martial arts is genuine or not without study and explore? Dengan latar belakang sama-sama pesilat, menurut saya hal tersebut melampaui kewenangan penilaiannya (dalam istilah anak gaul, belajar juga kagak kok berani monten?). With a background both fighters, I think it is beyond the authority of the judgment (in terms of children hanging out, learning is also kagak monten really brave). tanpa mengurangi rasa hormat pada beliau sebagai sesepuh pencak silat, kiranya juga beliau mau kita ajak diskusi dan membaca bahwa banyak lho kekayaan pencak silat kita itu. without due respect to him as an elder martial arts, he would also want us to invite discussion and read that many of you know that our wealth of martial arts.

                        Kumango yang kami jadikan bahan dalam garapan video proposal ESI adalah salah satu penerus yang juga diketahui oleh banyak orang dari Nagari Kumango sendiri dan itupun merupakan penerus aliran Syech Kumango ini (Almarhum Guru Gadangnyapun kami kenal dekat). Kumango we make material in a video filmed ESI proposal is one of the successor who is also known by many people from Nagari Kumango itself and that too is the successor to the flow of this Kumango Sych (The late Professor Gadangnyapun we know him). Begitu juga dengan Pamacan, Gerak Gulung Budi Daya yang menampilkan beberapa Raka Wiranya, Cikalong yang menampilkan Guru Besar, Guru dan para murid yang merupakan penerus aliran ini yang telah diketahui oleh pemda Kabupaten Cianjur yang masuk ke dalam daftar pelestari seni budaya Cianjur yang insya Allah akan dimasukan dalam hak paten sebagai HAKI anak bangsa sebagai salah satu kekayaaan budaya bangsa, Si Bunder yang menampilkan generasi mudanya, Golok Suliwa yang langsung menampilkan sang Gurunya, Beksi Tradisional Haji Hasbullah yang merupakan salah satu perguruan yang memegang tradisi dan pakem yang berlaku. Likewise with Pamacan, Motion Roll Cultivation featuring some Wiranya Raka, Cikalong featuring professors, teachers and students which is the successor of this flow is known by the local government Cianjur into the list of preservation of art and culture which God willing will Cianjur included in the patent as intellectual property rights of the nation as one of the nation's cultural wealth, Si Bunder featuring the younger generation, Machete Suliwa which instantly displays the teacher, Haji Hasbullah Traditional Beksi which is one of the colleges that hold the traditions and grip force. Mungkin menjadi hal yang biasa ketika pembicaraan ini adalah ajang tanya jawab. May become commonplace as the conversation was a question and answer event.

                        Sebenarnya hal tersebut tak perlu aku pusingkan jika yang dibahas adalah bukan ranah dan apa yang sedang aku pelajari dan amanahkan menjaganya. Actually it is not necessary if I confuse the discussion is not a sphere, and what I learned and amanahkan guard. Namun ketika berbicara maenpo Cikalong dan para guruku dianggap bukan asli, aku teringat kejadian yang berulang di Bandung tahun 1984 di mana ketika penampilan para murid waktu itu dianggap bukan asli karena tidak gagah dan di katakan sebagai silat perempuan (padahal saat itu maestro Cikalong, Raden Haji O. Soleh / Gan Uweh masih ada) Namun penilaian ini malah tidak membuat Guru Besar generasi IV marah, malah dikatakannya, ” keun bae disebut silat awewe oge…../ biar saja disebut silat perempuan juga” sekaligus menepis keraguan para murid terdahulu, beliau bilang semakin dianggap bukan Cikalong itu menandakan semakin tidak tahunya orang tersebut, maka biarkanlah…. But when talking maenpo Cikalong and the teacher is not considered a native, I was reminded of a recurring event in London in 1984 where as the appearance of the disciples at that time considered to be not genuine because it does not say as a gallant and martial arts women (and it was maestro Cikalong, Raden Haji O. Salah / Gan Uweh still there), but this assessment did not even make the fourth generation of angry professors, instead saying, "keun called silat awewe oge bae ..... / so be it called silat women also" dismissed doubts his former pupil, he Cikalong increasingly regarded not say it signifies the person is not him, then let ....
                        Bukan bermaksud menempatkan menerapkan perkataan Guru Besar Raden Haji O. Not intend to put the words of Professor apply Raden Haji O. Soleh pada hal ini. Soleh on this. Namun alangkah elok dan baik jika beliau yang mengatakan bahwa apa yang telah kami kerjakan ini bukan asli maka sebagai orang yang jauh lebih muda dan sebagai murid dari aliran Cikalong, adalah pantas jika aku juga meminta beliau ini untuk menerangkan Cikalong ”asli” versinya. But it would be beautiful and good if he is saying that what we're doing is not genuine then as a much younger person and as a disciple of Cikalong flow, it would be fitting if I also ask him to explain Cikalong "original" version. Begitu senangnya aku berdiskusi aliran Cikalong yang dapat membukakan mata dan hatiku, tidak menepis kemungkinan akupun meminta data dan bagaimana mengenal Cikalong ”asli” nantinya dari beliau ini. So glad I can talk Cikalong flow and open the eyes of my heart, I will not dismiss the possibility of requesting the data and how to recognize Cikalong "original" of his will is. Sekaligus meminta data dengan memulai diskusi yang santun dan elegan, aku mencoba menyampaikan hal ini. And requested the data to start the discussion polite and elegant, I tried to convey this.

                        Mungkin antara kenal dengan sok kenal itu dekat, tapi antara tahu dengan sok tahu, ahli dengan sok ahli itu jauh dan sangat jauh….. Perhaps the familiar with the pretentious know it's close, but the idea with a wise guy, with a quasi-expert's expert and very far away .....

                        Air kubangan memang dapat dijadikan alat melihat langit, namun jangan kita mengukur ketinggian langit dari air di kubangan. Puddle of water can indeed be used as a tool to see the sky, but do we measure the heights of the water in the puddle.

                        notes of Iwan Setiawan notes of Iwan Setiawan
                        di kutip dari facebook Iwan Setiawan in the quotation from facebook Iwan Setiawan



                        Artikel Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Looking at the sky through the article can be puddles of water, measure it? Jangan…. Do not .... yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: that 'might' be linked at other sites:


                          - Powered by BING [2012-04-08 04:14] - Powered by BING [2012-04-08 04:14]

                          Leave Comment Leave Comment

                          You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

                          Could see the sky through pools of water, measure it? Do not .... - Silat Indonesia
                          Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

                          Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Could see the sky through pools of water, measure it? Jangan….. Do not .....

                          [ in English ] [ in English ]

                          Feb 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Liputan Khusus Visited 1501 times, 5 today [ in English ] February 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Special Reports Visited 1501 times, 5 today [ in English ]
                          Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

                          Dalam sebuah acara yang baru kuhadiri hari ini Pemberian Gelar Pendekar bagi warga Spanyol oleh PERSILAT (14 Pebruari 2010), sempat dipertontonkan video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) garapan para teman dan sahabatku. In a new event I attended today Swordsman Degree Granting for the citizens of Spain by PERSILAT (14 February 2010), was displayed video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) plots his friend and my best friend.
                          Berbagai tangggapan bermunculan. A variety of response has emerged.
                          Ada menarik dan menggelitik hatiku mengenai tanggapan seseorang yang mengatakan yang ditampilkan itu bukan silat asli, baik Pamacan, Cimande, Cikalong dan Kumangonya. There are interesting and tickling me about someone who said the response was not shown the original martial arts, both Pamacan, Cimande, Cikalong and Kumangonya. Beliau (yang mengatakan hal tersebut) dengan serta merta menerangkan apa itu Cikalong, apa itu Cimande dan juga Kumango. He (who said it) to explain what it is necessarily Cikalong, what it is and also Kumango Cimande. Sayang aku tak sempat berdiskusi dengannya. Unfortunately I could not discuss with him. Sahabatku dan saudara perguruanku yang turut larut dalam pembicaraan itupun hanya mengiyakan dan mengangguk-angguk. My friends and relatives who perguruanku also drawn to the talks said yes, and even then only nodded. Mungkin karena menjaga sikap santunnya yang selama ini jarang menempel di kepalaku. Perhaps because the manners to behave themselves rarely been stuck in my head.
                          Namun dalam hatiku cukup membuatku terhenyak, bagaimana mungkin sesuatu yang kami sedang angkat dan cukup berhati-hati dalam mengkaji yang memakan cukup banyak waktu langsung ke nara sumber yang terkait dibilang: ”Itu bukan asli…” But in my heart enough to make me shocked, how could something that we're up and just be careful in assessing which takes quite a lot of time directly related to the resource persons who say: "That's not the original ..."

                          Tak hanya cukup bingung namun aku juga prihatin mendengarkan perkataannya, dalam beberapa penerangannya ternyata penggambaran tentang dari mana Cimande, apa itu Cikalong dan Kumango masih pada tataran sangat dasar yang diketahui banyak orang dan sama sekali tidak menggambarkan utuh bagaimana ciri suatu penggambaran bela diri pencak silat. Not just pretty confused but I'm also concerned about listening to his words, in some lighting it Cimande depiction of where, what and Kumango Cikalong still at a very basic level is known to many people and did not fully describe how the characteristics of a depiction of self-defense martial arts. Ketika berbicara Cimande dari kampung Mande, ternyata beliau tidak tahu bahwa sejak lama beberapa daerah di sana telah ditenggelamkan menjadi waduk. When talking Cimande of Mande village, apparently he did not know that for a long time in some areas there has been sunk into the reservoir. Saat berbicara mengenai Cikalong ternyata beliaupun tidak mengenal siapa penerus aliran ini dari garis penerus Gan Uweh ”Pasar Baru” yang ditampilkan begitu juga tentang pencak silat yang memiliki sikap pasang panjang adalah Cikalong dan Cimande rapat, inipun adalah gambaran umum yang dengan mudah didapat dari menguping atau katanya dengan sumber yang tidak jelas. When talking about Cikalong beliaupun not know who was the successor to the flow of the line is the successor to Gan Uweh "New Markets" is displayed as well as about the martial arts who has long put position is Cikalong and Cimande meeting, also is a general description that could easily be obtained from eavesdropping or he said with no apparent source. Khusus Cikalong (maenpo Cikalong), penggambaran sikap yang panjang dan posisi kuda-kuda ringan adalah pola umum bukan merupakan indentitas khusus. Special Cikalong (maenpo Cikalong), drawing a long position and the position of light horses is a common pattern is not a specific identity. Sebagaimana kita ketahui, aliran Cikalong adalah salah satu aliran pencak silat yang memberikan warna pada perkembangan pencak silat Jawa Barat juga tanah air. As we know, the flow stream Cikalong is one martial art that gives color to the development of martial arts is also the homeland of West Java. Apakah ketika kita ini bingung dengan warna asli Cikalong itu sendiri karena kita terbiasa dengan ”warna” yang berkembang??? Is when we are confused with the original color Cikalong itself because we are familiar with the "color" that evolved? Bagaimana mungkin menilai sebuah bentuk bela diri asli atau bukan tanpa mempelajari dan mendalami? How is it possible to assess a form of martial arts is genuine or not without study and explore? Dengan latar belakang sama-sama pesilat, menurut saya hal tersebut melampaui kewenangan penilaiannya (dalam istilah anak gaul, belajar juga kagak kok berani monten?). With a background both fighters, I think it is beyond the authority of the judgment (in terms of children hanging out, learning is also kagak monten really brave). tanpa mengurangi rasa hormat pada beliau sebagai sesepuh pencak silat, kiranya juga beliau mau kita ajak diskusi dan membaca bahwa banyak lho kekayaan pencak silat kita itu. without due respect to him as an elder martial arts, he would also want us to invite discussion and read that many of you know that our wealth of martial arts.

                          Kumango yang kami jadikan bahan dalam garapan video proposal ESI adalah salah satu penerus yang juga diketahui oleh banyak orang dari Nagari Kumango sendiri dan itupun merupakan penerus aliran Syech Kumango ini (Almarhum Guru Gadangnyapun kami kenal dekat). Kumango we make material in a video filmed ESI proposal is one of the successor who is also known by many people from Nagari Kumango itself and that too is the successor to the flow of this Kumango Sych (The late Professor Gadangnyapun we know him). Begitu juga dengan Pamacan, Gerak Gulung Budi Daya yang menampilkan beberapa Raka Wiranya, Cikalong yang menampilkan Guru Besar, Guru dan para murid yang merupakan penerus aliran ini yang telah diketahui oleh pemda Kabupaten Cianjur yang masuk ke dalam daftar pelestari seni budaya Cianjur yang insya Allah akan dimasukan dalam hak paten sebagai HAKI anak bangsa sebagai salah satu kekayaaan budaya bangsa, Si Bunder yang menampilkan generasi mudanya, Golok Suliwa yang langsung menampilkan sang Gurunya, Beksi Tradisional Haji Hasbullah yang merupakan salah satu perguruan yang memegang tradisi dan pakem yang berlaku. Likewise with Pamacan, Motion Roll Cultivation featuring some Wiranya Raka, Cikalong featuring professors, teachers and students which is the successor of this flow is known by the local government Cianjur into the list of preservation of art and culture which God willing will Cianjur included in the patent as intellectual property rights of the nation as one of the nation's cultural wealth, Si Bunder featuring the younger generation, Machete Suliwa which instantly displays the teacher, Haji Hasbullah Traditional Beksi which is one of the colleges that hold the traditions and grip force. Mungkin menjadi hal yang biasa ketika pembicaraan ini adalah ajang tanya jawab. May become commonplace as the conversation was a question and answer event.

                          Sebenarnya hal tersebut tak perlu aku pusingkan jika yang dibahas adalah bukan ranah dan apa yang sedang aku pelajari dan amanahkan menjaganya. Actually it is not necessary if I confuse the discussion is not a sphere, and what I learned and amanahkan guard. Namun ketika berbicara maenpo Cikalong dan para guruku dianggap bukan asli, aku teringat kejadian yang berulang di Bandung tahun 1984 di mana ketika penampilan para murid waktu itu dianggap bukan asli karena tidak gagah dan di katakan sebagai silat perempuan (padahal saat itu maestro Cikalong, Raden Haji O. Soleh / Gan Uweh masih ada) Namun penilaian ini malah tidak membuat Guru Besar generasi IV marah, malah dikatakannya, ” keun bae disebut silat awewe oge…../ biar saja disebut silat perempuan juga” sekaligus menepis keraguan para murid terdahulu, beliau bilang semakin dianggap bukan Cikalong itu menandakan semakin tidak tahunya orang tersebut, maka biarkanlah…. But when talking maenpo Cikalong and the teacher is not considered a native, I was reminded of a recurring event in London in 1984 where as the appearance of the disciples at that time considered to be not genuine because it does not say as a gallant and martial arts women (and it was maestro Cikalong, Raden Haji O. Salah / Gan Uweh still there), but this assessment did not even make the fourth generation of angry professors, instead saying, "keun called silat awewe oge bae ..... / so be it called silat women also" dismissed doubts his former pupil, he Cikalong increasingly regarded not say it signifies the person is not him, then let ....
                          Bukan bermaksud menempatkan menerapkan perkataan Guru Besar Raden Haji O. Not intend to put the words of Professor apply Raden Haji O. Soleh pada hal ini. Soleh on this. Namun alangkah elok dan baik jika beliau yang mengatakan bahwa apa yang telah kami kerjakan ini bukan asli maka sebagai orang yang jauh lebih muda dan sebagai murid dari aliran Cikalong, adalah pantas jika aku juga meminta beliau ini untuk menerangkan Cikalong ”asli” versinya. But it would be beautiful and good if he is saying that what we're doing is not genuine then as a much younger person and as a disciple of Cikalong flow, it would be fitting if I also ask him to explain Cikalong "original" version. Begitu senangnya aku berdiskusi aliran Cikalong yang dapat membukakan mata dan hatiku, tidak menepis kemungkinan akupun meminta data dan bagaimana mengenal Cikalong ”asli” nantinya dari beliau ini. So glad I can talk Cikalong flow and open the eyes of my heart, I will not dismiss the possibility of requesting the data and how to recognize Cikalong "original" of his will is. Sekaligus meminta data dengan memulai diskusi yang santun dan elegan, aku mencoba menyampaikan hal ini. And requested the data to start the discussion polite and elegant, I tried to convey this.

                          Mungkin antara kenal dengan sok kenal itu dekat, tapi antara tahu dengan sok tahu, ahli dengan sok ahli itu jauh dan sangat jauh….. Perhaps the familiar with the pretentious know it's close, but the idea with a wise guy, with a quasi-expert's expert and very far away .....

                          Air kubangan memang dapat dijadikan alat melihat langit, namun jangan kita mengukur ketinggian langit dari air di kubangan. Puddle of water can indeed be used as a tool to see the sky, but do we measure the heights of the water in the puddle.

                          notes of Iwan Setiawan notes of Iwan Setiawan
                          di kutip dari facebook Iwan Setiawan in the quotation from facebook Iwan Setiawan



                          Artikel Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Looking at the sky through the article can be puddles of water, measure it? Jangan…. Do not .... yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: that 'might' be linked at other sites:


                            - Powered by BING [2012-04-12 02:10] - Powered by BING [2012-04-12 02:10]

                            Leave Comment Leave Comment

                            You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

                            Could see the sky through pools of water, measure it? Do not .... - Silat Indonesia
                            Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

                            Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Could see the sky through pools of water, measure it? Jangan….. Do not .....

                            [ in English ] [ in English ]

                            Feb 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Liputan Khusus Visited 1514 times, 1 today [ in English ] February 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Special Reports Visited 1514 times, 1 today [ in English ]
                            Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

                            Dalam sebuah acara yang baru kuhadiri hari ini Pemberian Gelar Pendekar bagi warga Spanyol oleh PERSILAT (14 Pebruari 2010), sempat dipertontonkan video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) garapan para teman dan sahabatku. In a new event I attended today Swordsman Degree Granting for the citizens of Spain by PERSILAT (14 February 2010), was displayed video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) plots his friend and my best friend.
                            Berbagai tangggapan bermunculan. A variety of response has emerged.
                            Ada menarik dan menggelitik hatiku mengenai tanggapan seseorang yang mengatakan yang ditampilkan itu bukan silat asli, baik Pamacan, Cimande, Cikalong dan Kumangonya. There are interesting and tickling me about someone who said the response was not shown the original martial arts, both Pamacan, Cimande, Cikalong and Kumangonya. Beliau (yang mengatakan hal tersebut) dengan serta merta menerangkan apa itu Cikalong, apa itu Cimande dan juga Kumango. He (who said it) to explain what it is necessarily Cikalong, what it is and also Kumango Cimande. Sayang aku tak sempat berdiskusi dengannya. Unfortunately I could not discuss with him. Sahabatku dan saudara perguruanku yang turut larut dalam pembicaraan itupun hanya mengiyakan dan mengangguk-angguk. My friends and relatives who perguruanku also drawn to the talks said yes, and even then only nodded. Mungkin karena menjaga sikap santunnya yang selama ini jarang menempel di kepalaku. Perhaps because the manners to behave themselves rarely been stuck in my head.
                            Namun dalam hatiku cukup membuatku terhenyak, bagaimana mungkin sesuatu yang kami sedang angkat dan cukup berhati-hati dalam mengkaji yang memakan cukup banyak waktu langsung ke nara sumber yang terkait dibilang: ”Itu bukan asli…” But in my heart enough to make me shocked, how could something that we're up and just be careful in assessing which takes quite a lot of time directly related to the resource persons who say: "That's not the original ..."

                            Tak hanya cukup bingung namun aku juga prihatin mendengarkan perkataannya, dalam beberapa penerangannya ternyata penggambaran tentang dari mana Cimande, apa itu Cikalong dan Kumango masih pada tataran sangat dasar yang diketahui banyak orang dan sama sekali tidak menggambarkan utuh bagaimana ciri suatu penggambaran bela diri pencak silat. Not just pretty confused but I'm also concerned about listening to his words, in some lighting it Cimande depiction of where, what and Kumango Cikalong still at a very basic level is known to many people and did not fully describe how the characteristics of a depiction of self-defense martial arts. Ketika berbicara Cimande dari kampung Mande, ternyata beliau tidak tahu bahwa sejak lama beberapa daerah di sana telah ditenggelamkan menjadi waduk. When talking Cimande of Mande village, apparently he did not know that for a long time in some areas there has been sunk into the reservoir. Saat berbicara mengenai Cikalong ternyata beliaupun tidak mengenal siapa penerus aliran ini dari garis penerus Gan Uweh ”Pasar Baru” yang ditampilkan begitu juga tentang pencak silat yang memiliki sikap pasang panjang adalah Cikalong dan Cimande rapat, inipun adalah gambaran umum yang dengan mudah didapat dari menguping atau katanya dengan sumber yang tidak jelas. When talking about Cikalong beliaupun not know who was the successor to the flow of the line is the successor to Gan Uweh "New Markets" is displayed as well as about the martial arts who has long put position is Cikalong and Cimande meeting, also is a general description that could easily be obtained from eavesdropping or he said with no apparent source. Khusus Cikalong (maenpo Cikalong), penggambaran sikap yang panjang dan posisi kuda-kuda ringan adalah pola umum bukan merupakan indentitas khusus. Special Cikalong (maenpo Cikalong), drawing a long position and the position of light horses is a common pattern is not a specific identity. Sebagaimana kita ketahui, aliran Cikalong adalah salah satu aliran pencak silat yang memberikan warna pada perkembangan pencak silat Jawa Barat juga tanah air. As we know, the flow stream Cikalong is one martial art that gives color to the development of martial arts is also the homeland of West Java. Apakah ketika kita ini bingung dengan warna asli Cikalong itu sendiri karena kita terbiasa dengan ”warna” yang berkembang??? Is when we are confused with the original color Cikalong itself because we are familiar with the "color" that evolved? Bagaimana mungkin menilai sebuah bentuk bela diri asli atau bukan tanpa mempelajari dan mendalami? How is it possible to assess a form of martial arts is genuine or not without study and explore? Dengan latar belakang sama-sama pesilat, menurut saya hal tersebut melampaui kewenangan penilaiannya (dalam istilah anak gaul, belajar juga kagak kok berani monten?). With a background both fighters, I think it is beyond the authority of the judgment (in terms of children hanging out, learning is also kagak monten really brave). tanpa mengurangi rasa hormat pada beliau sebagai sesepuh pencak silat, kiranya juga beliau mau kita ajak diskusi dan membaca bahwa banyak lho kekayaan pencak silat kita itu. without due respect to him as an elder martial arts, he would also want us to invite discussion and read that many of you know that our wealth of martial arts.

                            Kumango yang kami jadikan bahan dalam garapan video proposal ESI adalah salah satu penerus yang juga diketahui oleh banyak orang dari Nagari Kumango sendiri dan itupun merupakan penerus aliran Syech Kumango ini (Almarhum Guru Gadangnyapun kami kenal dekat). Kumango we make material in a video filmed ESI proposal is one of the successor who is also known by many people from Nagari Kumango itself and that too is the successor to the flow of this Kumango Sych (The late Professor Gadangnyapun we know him). Begitu juga dengan Pamacan, Gerak Gulung Budi Daya yang menampilkan beberapa Raka Wiranya, Cikalong yang menampilkan Guru Besar, Guru dan para murid yang merupakan penerus aliran ini yang telah diketahui oleh pemda Kabupaten Cianjur yang masuk ke dalam daftar pelestari seni budaya Cianjur yang insya Allah akan dimasukan dalam hak paten sebagai HAKI anak bangsa sebagai salah satu kekayaaan budaya bangsa, Si Bunder yang menampilkan generasi mudanya, Golok Suliwa yang langsung menampilkan sang Gurunya, Beksi Tradisional Haji Hasbullah yang merupakan salah satu perguruan yang memegang tradisi dan pakem yang berlaku. Likewise with Pamacan, Motion Roll Cultivation featuring some Wiranya Raka, Cikalong featuring professors, teachers and students which is the successor of this flow is known by the local government Cianjur into the list of preservation of art and culture which God willing will Cianjur included in the patent as intellectual property rights of the nation as one of the nation's cultural wealth, Si Bunder featuring the younger generation, Machete Suliwa which instantly displays the teacher, Haji Hasbullah Traditional Beksi which is one of the colleges that hold the traditions and grip force. Mungkin menjadi hal yang biasa ketika pembicaraan ini adalah ajang tanya jawab. May become commonplace as the conversation was a question and answer event.

                            Sebenarnya hal tersebut tak perlu aku pusingkan jika yang dibahas adalah bukan ranah dan apa yang sedang aku pelajari dan amanahkan menjaganya. Actually it is not necessary if I confuse the discussion is not a sphere, and what I learned and amanahkan guard. Namun ketika berbicara maenpo Cikalong dan para guruku dianggap bukan asli, aku teringat kejadian yang berulang di Bandung tahun 1984 di mana ketika penampilan para murid waktu itu dianggap bukan asli karena tidak gagah dan di katakan sebagai silat perempuan (padahal saat itu maestro Cikalong, Raden Haji O. Soleh / Gan Uweh masih ada) Namun penilaian ini malah tidak membuat Guru Besar generasi IV marah, malah dikatakannya, ” keun bae disebut silat awewe oge…../ biar saja disebut silat perempuan juga” sekaligus menepis keraguan para murid terdahulu, beliau bilang semakin dianggap bukan Cikalong itu menandakan semakin tidak tahunya orang tersebut, maka biarkanlah…. But when talking maenpo Cikalong and the teacher is not considered a native, I was reminded of a recurring event in London in 1984 where as the appearance of the disciples at that time considered to be not genuine because it does not say as a gallant and martial arts women (and it was maestro Cikalong, Raden Haji O. Salah / Gan Uweh still there), but this assessment did not even make the fourth generation of angry professors, instead saying, "keun called silat awewe oge bae ..... / so be it called silat women also" dismissed doubts his former pupil, he Cikalong increasingly regarded not say it signifies the person is not him, then let ....
                            Bukan bermaksud menempatkan menerapkan perkataan Guru Besar Raden Haji O. Not intend to put the words of Professor apply Raden Haji O. Soleh pada hal ini. Soleh on this. Namun alangkah elok dan baik jika beliau yang mengatakan bahwa apa yang telah kami kerjakan ini bukan asli maka sebagai orang yang jauh lebih muda dan sebagai murid dari aliran Cikalong, adalah pantas jika aku juga meminta beliau ini untuk menerangkan Cikalong ”asli” versinya. But it would be beautiful and good if he is saying that what we're doing is not genuine then as a much younger person and as a disciple of Cikalong flow, it would be fitting if I also ask him to explain Cikalong "original" version. Begitu senangnya aku berdiskusi aliran Cikalong yang dapat membukakan mata dan hatiku, tidak menepis kemungkinan akupun meminta data dan bagaimana mengenal Cikalong ”asli” nantinya dari beliau ini. So glad I can talk Cikalong flow and open the eyes of my heart, I will not dismiss the possibility of requesting the data and how to recognize Cikalong "original" of his will is. Sekaligus meminta data dengan memulai diskusi yang santun dan elegan, aku mencoba menyampaikan hal ini. And requested the data to start the discussion polite and elegant, I tried to convey this.

                            Mungkin antara kenal dengan sok kenal itu dekat, tapi antara tahu dengan sok tahu, ahli dengan sok ahli itu jauh dan sangat jauh….. Perhaps the familiar with the pretentious know it's close, but the idea with a wise guy, with a quasi-expert's expert and very far away .....

                            Air kubangan memang dapat dijadikan alat melihat langit, namun jangan kita mengukur ketinggian langit dari air di kubangan. Puddle of water can indeed be used as a tool to see the sky, but do we measure the heights of the water in the puddle.

                            notes of Iwan Setiawan notes of Iwan Setiawan
                            di kutip dari facebook Iwan Setiawan in the quotation from facebook Iwan Setiawan



                            Artikel Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Looking at the sky through the article can be puddles of water, measure it? Jangan…. Do not .... yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: that 'might' be linked at other sites:


                              - Powered by BING [2012-04-25 07:54] - Powered by BING [2012-04-25 07:54]

                              Leave Comment Leave Comment

                              You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

                              Could see the sky through pools of water, measure it? Do not .... - Silat Indonesia
                              Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

                              Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Could see the sky through pools of water, measure it? Jangan….. Do not .....

                              [ in English ] [ in English ]

                              Feb 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Liputan Khusus Visited 1522 times, 1 today [ in English ] February 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Special Reports Visited 1522 times, 1 today [ in English ]
                              Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

                              Dalam sebuah acara yang baru kuhadiri hari ini Pemberian Gelar Pendekar bagi warga Spanyol oleh PERSILAT (14 Pebruari 2010), sempat dipertontonkan video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) garapan para teman dan sahabatku. In a new event I attended today Swordsman Degree Granting for the citizens of Spain by PERSILAT (14 February 2010), was displayed video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) plots his friend and my best friend.
                              Berbagai tangggapan bermunculan. A variety of response has emerged.
                              Ada menarik dan menggelitik hatiku mengenai tanggapan seseorang yang mengatakan yang ditampilkan itu bukan silat asli, baik Pamacan, Cimande, Cikalong dan Kumangonya. There are interesting and tickling me about someone who said the response was not shown the original martial arts, both Pamacan, Cimande, Cikalong and Kumangonya. Beliau (yang mengatakan hal tersebut) dengan serta merta menerangkan apa itu Cikalong, apa itu Cimande dan juga Kumango. He (who said it) to explain what it is necessarily Cikalong, what it is and also Kumango Cimande. Sayang aku tak sempat berdiskusi dengannya. Unfortunately I could not discuss with him. Sahabatku dan saudara perguruanku yang turut larut dalam pembicaraan itupun hanya mengiyakan dan mengangguk-angguk. My friends and relatives who perguruanku also drawn to the talks said yes, and even then only nodded. Mungkin karena menjaga sikap santunnya yang selama ini jarang menempel di kepalaku. Perhaps because the manners to behave themselves rarely been stuck in my head.
                              Namun dalam hatiku cukup membuatku terhenyak, bagaimana mungkin sesuatu yang kami sedang angkat dan cukup berhati-hati dalam mengkaji yang memakan cukup banyak waktu langsung ke nara sumber yang terkait dibilang: ”Itu bukan asli…” But in my heart enough to make me shocked, how could something that we're up and just be careful in assessing which takes quite a lot of time directly related to the resource persons who say: "That's not the original ..."

                              Tak hanya cukup bingung namun aku juga prihatin mendengarkan perkataannya, dalam beberapa penerangannya ternyata penggambaran tentang dari mana Cimande, apa itu Cikalong dan Kumango masih pada tataran sangat dasar yang diketahui banyak orang dan sama sekali tidak menggambarkan utuh bagaimana ciri suatu penggambaran bela diri pencak silat. Not just pretty confused but I'm also concerned about listening to his words, in some lighting it Cimande depiction of where, what and Kumango Cikalong still at a very basic level is known to many people and did not fully describe how the characteristics of a depiction of self-defense martial arts. Ketika berbicara Cimande dari kampung Mande, ternyata beliau tidak tahu bahwa sejak lama beberapa daerah di sana telah ditenggelamkan menjadi waduk. When talking Cimande of Mande village, apparently he did not know that for a long time in some areas there has been sunk into the reservoir. Saat berbicara mengenai Cikalong ternyata beliaupun tidak mengenal siapa penerus aliran ini dari garis penerus Gan Uweh ”Pasar Baru” yang ditampilkan begitu juga tentang pencak silat yang memiliki sikap pasang panjang adalah Cikalong dan Cimande rapat, inipun adalah gambaran umum yang dengan mudah didapat dari menguping atau katanya dengan sumber yang tidak jelas. When talking about Cikalong beliaupun not know who was the successor to the flow of the line is the successor to Gan Uweh "New Markets" is displayed as well as about the martial arts who has long put position is Cikalong and Cimande meeting, also is a general description that could easily be obtained from eavesdropping or he said with no apparent source. Khusus Cikalong (maenpo Cikalong), penggambaran sikap yang panjang dan posisi kuda-kuda ringan adalah pola umum bukan merupakan indentitas khusus. Special Cikalong (maenpo Cikalong), drawing a long position and the position of light horses is a common pattern is not a specific identity. Sebagaimana kita ketahui, aliran Cikalong adalah salah satu aliran pencak silat yang memberikan warna pada perkembangan pencak silat Jawa Barat juga tanah air. As we know, the flow stream Cikalong is one martial art that gives color to the development of martial arts is also the homeland of West Java. Apakah ketika kita ini bingung dengan warna asli Cikalong itu sendiri karena kita terbiasa dengan ”warna” yang berkembang??? Is when we are confused with the original color Cikalong itself because we are familiar with the "color" that evolved? Bagaimana mungkin menilai sebuah bentuk bela diri asli atau bukan tanpa mempelajari dan mendalami? How is it possible to assess a form of martial arts is genuine or not without study and explore? Dengan latar belakang sama-sama pesilat, menurut saya hal tersebut melampaui kewenangan penilaiannya (dalam istilah anak gaul, belajar juga kagak kok berani monten?). With a background both fighters, I think it is beyond the authority of the judgment (in terms of children hanging out, learning is also kagak monten really brave). tanpa mengurangi rasa hormat pada beliau sebagai sesepuh pencak silat, kiranya juga beliau mau kita ajak diskusi dan membaca bahwa banyak lho kekayaan pencak silat kita itu. without due respect to him as an elder martial arts, he would also want us to invite discussion and read that many of you know that our wealth of martial arts.

                              Kumango yang kami jadikan bahan dalam garapan video proposal ESI adalah salah satu penerus yang juga diketahui oleh banyak orang dari Nagari Kumango sendiri dan itupun merupakan penerus aliran Syech Kumango ini (Almarhum Guru Gadangnyapun kami kenal dekat). Kumango we make material in a video filmed ESI proposal is one of the successor who is also known by many people from Nagari Kumango itself and that too is the successor to the flow of this Kumango Sych (The late Professor Gadangnyapun we know him). Begitu juga dengan Pamacan, Gerak Gulung Budi Daya yang menampilkan beberapa Raka Wiranya, Cikalong yang menampilkan Guru Besar, Guru dan para murid yang merupakan penerus aliran ini yang telah diketahui oleh pemda Kabupaten Cianjur yang masuk ke dalam daftar pelestari seni budaya Cianjur yang insya Allah akan dimasukan dalam hak paten sebagai HAKI anak bangsa sebagai salah satu kekayaaan budaya bangsa, Si Bunder yang menampilkan generasi mudanya, Golok Suliwa yang langsung menampilkan sang Gurunya, Beksi Tradisional Haji Hasbullah yang merupakan salah satu perguruan yang memegang tradisi dan pakem yang berlaku. Likewise with Pamacan, Motion Roll Cultivation featuring some Wiranya Raka, Cikalong featuring professors, teachers and students which is the successor of this flow is known by the local government Cianjur into the list of preservation of art and culture which God willing will Cianjur included in the patent as intellectual property rights of the nation as one of the nation's cultural wealth, Si Bunder featuring the younger generation, Machete Suliwa which instantly displays the teacher, Haji Hasbullah Traditional Beksi which is one of the colleges that hold the traditions and grip force. Mungkin menjadi hal yang biasa ketika pembicaraan ini adalah ajang tanya jawab. May become commonplace as the conversation was a question and answer event.

                              Sebenarnya hal tersebut tak perlu aku pusingkan jika yang dibahas adalah bukan ranah dan apa yang sedang aku pelajari dan amanahkan menjaganya. Actually it is not necessary if I confuse the discussion is not a sphere, and what I learned and amanahkan guard. Namun ketika berbicara maenpo Cikalong dan para guruku dianggap bukan asli, aku teringat kejadian yang berulang di Bandung tahun 1984 di mana ketika penampilan para murid waktu itu dianggap bukan asli karena tidak gagah dan di katakan sebagai silat perempuan (padahal saat itu maestro Cikalong, Raden Haji O. Soleh / Gan Uweh masih ada) Namun penilaian ini malah tidak membuat Guru Besar generasi IV marah, malah dikatakannya, ” keun bae disebut silat awewe oge…../ biar saja disebut silat perempuan juga” sekaligus menepis keraguan para murid terdahulu, beliau bilang semakin dianggap bukan Cikalong itu menandakan semakin tidak tahunya orang tersebut, maka biarkanlah…. But when talking maenpo Cikalong and the teacher is not considered a native, I was reminded of a recurring event in London in 1984 where as the appearance of the disciples at that time considered to be not genuine because it does not say as a gallant and martial arts women (and it was maestro Cikalong, Raden Haji O. Salah / Gan Uweh still there), but this assessment did not even make the fourth generation of angry professors, instead saying, "keun called silat awewe oge bae ..... / so be it called silat women also" dismissed doubts his former pupil, he Cikalong increasingly regarded not say it signifies the person is not him, then let ....
                              Bukan bermaksud menempatkan menerapkan perkataan Guru Besar Raden Haji O. Not intend to put the words of Professor apply Raden Haji O. Soleh pada hal ini. Soleh on this. Namun alangkah elok dan baik jika beliau yang mengatakan bahwa apa yang telah kami kerjakan ini bukan asli maka sebagai orang yang jauh lebih muda dan sebagai murid dari aliran Cikalong, adalah pantas jika aku juga meminta beliau ini untuk menerangkan Cikalong ”asli” versinya. But it would be beautiful and good if he is saying that what we're doing is not genuine then as a much younger person and as a disciple of Cikalong flow, it would be fitting if I also ask him to explain Cikalong "original" version. Begitu senangnya aku berdiskusi aliran Cikalong yang dapat membukakan mata dan hatiku, tidak menepis kemungkinan akupun meminta data dan bagaimana mengenal Cikalong ”asli” nantinya dari beliau ini. So glad I can talk Cikalong flow and open the eyes of my heart, I will not dismiss the possibility of requesting the data and how to recognize Cikalong "original" of his will is. Sekaligus meminta data dengan memulai diskusi yang santun dan elegan, aku mencoba menyampaikan hal ini. And requested the data to start the discussion polite and elegant, I tried to convey this.

                              Mungkin antara kenal dengan sok kenal itu dekat, tapi antara tahu dengan sok tahu, ahli dengan sok ahli itu jauh dan sangat jauh….. Perhaps the familiar with the pretentious know it's close, but the idea with a wise guy, with a quasi-expert's expert and very far away .....

                              Air kubangan memang dapat dijadikan alat melihat langit, namun jangan kita mengukur ketinggian langit dari air di kubangan. Puddle of water can indeed be used as a tool to see the sky, but do we measure the heights of the water in the puddle.

                              notes of Iwan Setiawan notes of Iwan Setiawan
                              di kutip dari facebook Iwan Setiawan in the quotation from facebook Iwan Setiawan



                              Artikel Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Looking at the sky through the article can be puddles of water, measure it? Jangan…. Do not .... yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: that 'might' be linked at other sites:


                                - Powered by BING [2012-04-29 13:52] - Powered by BING [2012-04-29 13:52]

                                Leave Comment Leave Comment

                                You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

                                Could see the sky through pools of water, measure it? Do not .... - Silat Indonesia
                                Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

                                Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Could see the sky through pools of water, measure it? Jangan….. Do not .....

                                [ in English ] [ in English ]

                                Feb 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Liputan Khusus Visited 1529 times, 1 today [ in English ] February 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Special Reports Visited 1529 times, 1 today [ in English ]
                                Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

                                Dalam sebuah acara yang baru kuhadiri hari ini Pemberian Gelar Pendekar bagi warga Spanyol oleh PERSILAT (14 Pebruari 2010), sempat dipertontonkan video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) garapan para teman dan sahabatku. In a new event I attended today Swordsman Degree Granting for the citizens of Spain by PERSILAT (14 February 2010), was displayed video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) plots his friend and my best friend.
                                Berbagai tangggapan bermunculan. A variety of response has emerged.
                                Ada menarik dan menggelitik hatiku mengenai tanggapan seseorang yang mengatakan yang ditampilkan itu bukan silat asli, baik Pamacan, Cimande, Cikalong dan Kumangonya. There are interesting and tickling me about someone who said the response was not shown the original martial arts, both Pamacan, Cimande, Cikalong and Kumangonya. Beliau (yang mengatakan hal tersebut) dengan serta merta menerangkan apa itu Cikalong, apa itu Cimande dan juga Kumango. He (who said it) to explain what it is necessarily Cikalong, what it is and also Kumango Cimande. Sayang aku tak sempat berdiskusi dengannya. Unfortunately I could not discuss with him. Sahabatku dan saudara perguruanku yang turut larut dalam pembicaraan itupun hanya mengiyakan dan mengangguk-angguk. My friends and relatives who perguruanku also drawn to the talks said yes, and even then only nodded. Mungkin karena menjaga sikap santunnya yang selama ini jarang menempel di kepalaku. Perhaps because the manners to behave themselves rarely been stuck in my head.
                                Namun dalam hatiku cukup membuatku terhenyak, bagaimana mungkin sesuatu yang kami sedang angkat dan cukup berhati-hati dalam mengkaji yang memakan cukup banyak waktu langsung ke nara sumber yang terkait dibilang: ”Itu bukan asli…” But in my heart enough to make me shocked, how could something that we're up and just be careful in assessing which takes quite a lot of time directly related to the resource persons who say: "That's not the original ..."

                                Tak hanya cukup bingung namun aku juga prihatin mendengarkan perkataannya, dalam beberapa penerangannya ternyata penggambaran tentang dari mana Cimande, apa itu Cikalong dan Kumango masih pada tataran sangat dasar yang diketahui banyak orang dan sama sekali tidak menggambarkan utuh bagaimana ciri suatu penggambaran bela diri pencak silat. Not just pretty confused but I'm also concerned about listening to his words, in some lighting it Cimande depiction of where, what and Kumango Cikalong still at a very basic level is known to many people and did not fully describe how the characteristics of a depiction of self-defense martial arts. Ketika berbicara Cimande dari kampung Mande, ternyata beliau tidak tahu bahwa sejak lama beberapa daerah di sana telah ditenggelamkan menjadi waduk. When talking Cimande of Mande village, apparently he did not know that for a long time in some areas there has been sunk into the reservoir. Saat berbicara mengenai Cikalong ternyata beliaupun tidak mengenal siapa penerus aliran ini dari garis penerus Gan Uweh ”Pasar Baru” yang ditampilkan begitu juga tentang pencak silat yang memiliki sikap pasang panjang adalah Cikalong dan Cimande rapat, inipun adalah gambaran umum yang dengan mudah didapat dari menguping atau katanya dengan sumber yang tidak jelas. When talking about Cikalong beliaupun not know who was the successor to the flow of the line is the successor to Gan Uweh "New Markets" is displayed as well as about the martial arts who has long put position is Cikalong and Cimande meeting, also is a general description that could easily be obtained from eavesdropping or he said with no apparent source. Khusus Cikalong (maenpo Cikalong), penggambaran sikap yang panjang dan posisi kuda-kuda ringan adalah pola umum bukan merupakan indentitas khusus. Special Cikalong (maenpo Cikalong), drawing a long position and the position of light horses is a common pattern is not a specific identity. Sebagaimana kita ketahui, aliran Cikalong adalah salah satu aliran pencak silat yang memberikan warna pada perkembangan pencak silat Jawa Barat juga tanah air. As we know, the flow stream Cikalong is one martial art that gives color to the development of martial arts is also the homeland of West Java. Apakah ketika kita ini bingung dengan warna asli Cikalong itu sendiri karena kita terbiasa dengan ”warna” yang berkembang??? Is when we are confused with the original color Cikalong itself because we are familiar with the "color" that evolved? Bagaimana mungkin menilai sebuah bentuk bela diri asli atau bukan tanpa mempelajari dan mendalami? How is it possible to assess a form of martial arts is genuine or not without study and explore? Dengan latar belakang sama-sama pesilat, menurut saya hal tersebut melampaui kewenangan penilaiannya (dalam istilah anak gaul, belajar juga kagak kok berani monten?). With a background both fighters, I think it is beyond the authority of the judgment (in terms of children hanging out, learning is also kagak monten really brave). tanpa mengurangi rasa hormat pada beliau sebagai sesepuh pencak silat, kiranya juga beliau mau kita ajak diskusi dan membaca bahwa banyak lho kekayaan pencak silat kita itu. without due respect to him as an elder martial arts, he would also want us to invite discussion and read that many of you know that our wealth of martial arts.

                                Kumango yang kami jadikan bahan dalam garapan video proposal ESI adalah salah satu penerus yang juga diketahui oleh banyak orang dari Nagari Kumango sendiri dan itupun merupakan penerus aliran Syech Kumango ini (Almarhum Guru Gadangnyapun kami kenal dekat). Kumango we make material in a video filmed ESI proposal is one of the successor who is also known by many people from Nagari Kumango itself and that too is the successor to the flow of this Kumango Sych (The late Professor Gadangnyapun we know him). Begitu juga dengan Pamacan, Gerak Gulung Budi Daya yang menampilkan beberapa Raka Wiranya, Cikalong yang menampilkan Guru Besar, Guru dan para murid yang merupakan penerus aliran ini yang telah diketahui oleh pemda Kabupaten Cianjur yang masuk ke dalam daftar pelestari seni budaya Cianjur yang insya Allah akan dimasukan dalam hak paten sebagai HAKI anak bangsa sebagai salah satu kekayaaan budaya bangsa, Si Bunder yang menampilkan generasi mudanya, Golok Suliwa yang langsung menampilkan sang Gurunya, Beksi Tradisional Haji Hasbullah yang merupakan salah satu perguruan yang memegang tradisi dan pakem yang berlaku. Likewise with Pamacan, Motion Roll Cultivation featuring some Wiranya Raka, Cikalong featuring professors, teachers and students which is the successor of this flow is known by the local government Cianjur into the list of preservation of art and culture which God willing will Cianjur included in the patent as intellectual property rights of the nation as one of the nation's cultural wealth, Si Bunder featuring the younger generation, Machete Suliwa which instantly displays the teacher, Haji Hasbullah Traditional Beksi which is one of the colleges that hold the traditions and grip force. Mungkin menjadi hal yang biasa ketika pembicaraan ini adalah ajang tanya jawab. May become commonplace as the conversation was a question and answer event.

                                Sebenarnya hal tersebut tak perlu aku pusingkan jika yang dibahas adalah bukan ranah dan apa yang sedang aku pelajari dan amanahkan menjaganya. Actually it is not necessary if I confuse the discussion is not a sphere, and what I learned and amanahkan guard. Namun ketika berbicara maenpo Cikalong dan para guruku dianggap bukan asli, aku teringat kejadian yang berulang di Bandung tahun 1984 di mana ketika penampilan para murid waktu itu dianggap bukan asli karena tidak gagah dan di katakan sebagai silat perempuan (padahal saat itu maestro Cikalong, Raden Haji O. Soleh / Gan Uweh masih ada) Namun penilaian ini malah tidak membuat Guru Besar generasi IV marah, malah dikatakannya, ” keun bae disebut silat awewe oge…../ biar saja disebut silat perempuan juga” sekaligus menepis keraguan para murid terdahulu, beliau bilang semakin dianggap bukan Cikalong itu menandakan semakin tidak tahunya orang tersebut, maka biarkanlah…. But when talking maenpo Cikalong and the teacher is not considered a native, I was reminded of a recurring event in London in 1984 where as the appearance of the disciples at that time considered to be not genuine because it does not say as a gallant and martial arts women (and it was maestro Cikalong, Raden Haji O. Salah / Gan Uweh still there), but this assessment did not even make the fourth generation of angry professors, instead saying, "keun called silat awewe oge bae ..... / so be it called silat women also" dismissed doubts his former pupil, he Cikalong increasingly regarded not say it signifies the person is not him, then let ....
                                Bukan bermaksud menempatkan menerapkan perkataan Guru Besar Raden Haji O. Not intend to put the words of Professor apply Raden Haji O. Soleh pada hal ini. Soleh on this. Namun alangkah elok dan baik jika beliau yang mengatakan bahwa apa yang telah kami kerjakan ini bukan asli maka sebagai orang yang jauh lebih muda dan sebagai murid dari aliran Cikalong, adalah pantas jika aku juga meminta beliau ini untuk menerangkan Cikalong ”asli” versinya. But it would be beautiful and good if he is saying that what we're doing is not genuine then as a much younger person and as a disciple of Cikalong flow, it would be fitting if I also ask him to explain Cikalong "original" version. Begitu senangnya aku berdiskusi aliran Cikalong yang dapat membukakan mata dan hatiku, tidak menepis kemungkinan akupun meminta data dan bagaimana mengenal Cikalong ”asli” nantinya dari beliau ini. So glad I can talk Cikalong flow and open the eyes of my heart, I will not dismiss the possibility of requesting the data and how to recognize Cikalong "original" of his will is. Sekaligus meminta data dengan memulai diskusi yang santun dan elegan, aku mencoba menyampaikan hal ini. And requested the data to start the discussion polite and elegant, I tried to convey this.

                                Mungkin antara kenal dengan sok kenal itu dekat, tapi antara tahu dengan sok tahu, ahli dengan sok ahli itu jauh dan sangat jauh….. Perhaps the familiar with the pretentious know it's close, but the idea with a wise guy, with a quasi-expert's expert and very far away .....

                                Air kubangan memang dapat dijadikan alat melihat langit, namun jangan kita mengukur ketinggian langit dari air di kubangan. Puddle of water can indeed be used as a tool to see the sky, but do we measure the heights of the water in the puddle.

                                notes of Iwan Setiawan notes of Iwan Setiawan
                                di kutip dari facebook Iwan Setiawan in the quotation from facebook Iwan Setiawan



                                Artikel Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Looking at the sky through the article can be puddles of water, measure it? Jangan…. Do not .... yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: that 'might' be linked at other sites:


                                  - Powered by BING [2012-05-04 20:22] - Powered by BING [2012-05-04 20:22]

                                  Leave Comment Leave Comment

                                  You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

                                  Could see the sky through pools of water, measure it? Do not .... - Silat Indonesia
                                  Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

                                  Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Could see the sky through pools of water, measure it? Jangan….. Do not .....

                                  [ in English ] [ in English ]

                                  Feb 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Liputan Khusus Visited 1541 times, 5 today [ in English ] February 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Special Reports Visited 1541 times, 5 today [ in English ]
                                  Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

                                  Dalam sebuah acara yang baru kuhadiri hari ini Pemberian Gelar Pendekar bagi warga Spanyol oleh PERSILAT (14 Pebruari 2010), sempat dipertontonkan video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) garapan para teman dan sahabatku. In a new event I attended today Swordsman Degree Granting for the citizens of Spain by PERSILAT (14 February 2010), was displayed video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) plots his friend and my best friend.
                                  Berbagai tangggapan bermunculan. A variety of response has emerged.
                                  Ada menarik dan menggelitik hatiku mengenai tanggapan seseorang yang mengatakan yang ditampilkan itu bukan silat asli, baik Pamacan, Cimande, Cikalong dan Kumangonya. There are interesting and tickling me about someone who said the response was not shown the original martial arts, both Pamacan, Cimande, Cikalong and Kumangonya. Beliau (yang mengatakan hal tersebut) dengan serta merta menerangkan apa itu Cikalong, apa itu Cimande dan juga Kumango. He (who said it) to explain what it is necessarily Cikalong, what it is and also Kumango Cimande. Sayang aku tak sempat berdiskusi dengannya. Unfortunately I could not discuss with him. Sahabatku dan saudara perguruanku yang turut larut dalam pembicaraan itupun hanya mengiyakan dan mengangguk-angguk. My friends and relatives who perguruanku also drawn to the talks said yes, and even then only nodded. Mungkin karena menjaga sikap santunnya yang selama ini jarang menempel di kepalaku. Perhaps because the manners to behave themselves rarely been stuck in my head.
                                  Namun dalam hatiku cukup membuatku terhenyak, bagaimana mungkin sesuatu yang kami sedang angkat dan cukup berhati-hati dalam mengkaji yang memakan cukup banyak waktu langsung ke nara sumber yang terkait dibilang: ”Itu bukan asli…” But in my heart enough to make me shocked, how could something that we're up and just be careful in assessing which takes quite a lot of time directly related to the resource persons who say: "That's not the original ..."

                                  Tak hanya cukup bingung namun aku juga prihatin mendengarkan perkataannya, dalam beberapa penerangannya ternyata penggambaran tentang dari mana Cimande, apa itu Cikalong dan Kumango masih pada tataran sangat dasar yang diketahui banyak orang dan sama sekali tidak menggambarkan utuh bagaimana ciri suatu penggambaran bela diri pencak silat. Not just pretty confused but I'm also concerned about listening to his words, in some lighting it Cimande depiction of where, what and Kumango Cikalong still at a very basic level is known to many people and did not fully describe how the characteristics of a depiction of self-defense martial arts. Ketika berbicara Cimande dari kampung Mande, ternyata beliau tidak tahu bahwa sejak lama beberapa daerah di sana telah ditenggelamkan menjadi waduk. When talking Cimande of Mande village, apparently he did not know that for a long time in some areas there has been sunk into the reservoir. Saat berbicara mengenai Cikalong ternyata beliaupun tidak mengenal siapa penerus aliran ini dari garis penerus Gan Uweh ”Pasar Baru” yang ditampilkan begitu juga tentang pencak silat yang memiliki sikap pasang panjang adalah Cikalong dan Cimande rapat, inipun adalah gambaran umum yang dengan mudah didapat dari menguping atau katanya dengan sumber yang tidak jelas. When talking about Cikalong beliaupun not know who was the successor to the flow of the line is the successor to Gan Uweh "New Markets" is displayed as well as about the martial arts who has long put position is Cikalong and Cimande meeting, also is a general description that could easily be obtained from eavesdropping or he said with no apparent source. Khusus Cikalong (maenpo Cikalong), penggambaran sikap yang panjang dan posisi kuda-kuda ringan adalah pola umum bukan merupakan indentitas khusus. Special Cikalong (maenpo Cikalong), drawing a long position and the position of light horses is a common pattern is not a specific identity. Sebagaimana kita ketahui, aliran Cikalong adalah salah satu aliran pencak silat yang memberikan warna pada perkembangan pencak silat Jawa Barat juga tanah air. As we know, the flow stream Cikalong is one martial art that gives color to the development of martial arts is also the homeland of West Java. Apakah ketika kita ini bingung dengan warna asli Cikalong itu sendiri karena kita terbiasa dengan ”warna” yang berkembang??? Is when we are confused with the original color Cikalong itself because we are familiar with the "color" that evolved? Bagaimana mungkin menilai sebuah bentuk bela diri asli atau bukan tanpa mempelajari dan mendalami? How is it possible to assess a form of martial arts is genuine or not without study and explore? Dengan latar belakang sama-sama pesilat, menurut saya hal tersebut melampaui kewenangan penilaiannya (dalam istilah anak gaul, belajar juga kagak kok berani monten?). With a background both fighters, I think it is beyond the authority of the judgment (in terms of children hanging out, learning is also kagak monten really brave). tanpa mengurangi rasa hormat pada beliau sebagai sesepuh pencak silat, kiranya juga beliau mau kita ajak diskusi dan membaca bahwa banyak lho kekayaan pencak silat kita itu. without due respect to him as an elder martial arts, he would also want us to invite discussion and read that many of you know that our wealth of martial arts.

                                  Kumango yang kami jadikan bahan dalam garapan video proposal ESI adalah salah satu penerus yang juga diketahui oleh banyak orang dari Nagari Kumango sendiri dan itupun merupakan penerus aliran Syech Kumango ini (Almarhum Guru Gadangnyapun kami kenal dekat). Kumango we make material in a video filmed ESI proposal is one of the successor who is also known by many people from Nagari Kumango itself and that too is the successor to the flow of this Kumango Sych (The late Professor Gadangnyapun we know him). Begitu juga dengan Pamacan, Gerak Gulung Budi Daya yang menampilkan beberapa Raka Wiranya, Cikalong yang menampilkan Guru Besar, Guru dan para murid yang merupakan penerus aliran ini yang telah diketahui oleh pemda Kabupaten Cianjur yang masuk ke dalam daftar pelestari seni budaya Cianjur yang insya Allah akan dimasukan dalam hak paten sebagai HAKI anak bangsa sebagai salah satu kekayaaan budaya bangsa, Si Bunder yang menampilkan generasi mudanya, Golok Suliwa yang langsung menampilkan sang Gurunya, Beksi Tradisional Haji Hasbullah yang merupakan salah satu perguruan yang memegang tradisi dan pakem yang berlaku. Likewise with Pamacan, Motion Roll Cultivation featuring some Wiranya Raka, Cikalong featuring professors, teachers and students which is the successor of this flow is known by the local government Cianjur into the list of preservation of art and culture which God willing will Cianjur included in the patent as intellectual property rights of the nation as one of the nation's cultural wealth, Si Bunder featuring the younger generation, Machete Suliwa which instantly displays the teacher, Haji Hasbullah Traditional Beksi which is one of the colleges that hold the traditions and grip force. Mungkin menjadi hal yang biasa ketika pembicaraan ini adalah ajang tanya jawab. May become commonplace as the conversation was a question and answer event.

                                  Sebenarnya hal tersebut tak perlu aku pusingkan jika yang dibahas adalah bukan ranah dan apa yang sedang aku pelajari dan amanahkan menjaganya. Actually it is not necessary if I confuse the discussion is not a sphere, and what I learned and amanahkan guard. Namun ketika berbicara maenpo Cikalong dan para guruku dianggap bukan asli, aku teringat kejadian yang berulang di Bandung tahun 1984 di mana ketika penampilan para murid waktu itu dianggap bukan asli karena tidak gagah dan di katakan sebagai silat perempuan (padahal saat itu maestro Cikalong, Raden Haji O. Soleh / Gan Uweh masih ada) Namun penilaian ini malah tidak membuat Guru Besar generasi IV marah, malah dikatakannya, ” keun bae disebut silat awewe oge…../ biar saja disebut silat perempuan juga” sekaligus menepis keraguan para murid terdahulu, beliau bilang semakin dianggap bukan Cikalong itu menandakan semakin tidak tahunya orang tersebut, maka biarkanlah…. But when talking maenpo Cikalong and the teacher is not considered a native, I was reminded of a recurring event in London in 1984 where as the appearance of the disciples at that time considered to be not genuine because it does not say as a gallant and martial arts women (and it was maestro Cikalong, Raden Haji O. Salah / Gan Uweh still there), but this assessment did not even make the fourth generation of angry professors, instead saying, "keun called silat awewe oge bae ..... / so be it called silat women also" dismissed doubts his former pupil, he Cikalong increasingly regarded not say it signifies the person is not him, then let ....
                                  Bukan bermaksud menempatkan menerapkan perkataan Guru Besar Raden Haji O. Not intend to put the words of Professor apply Raden Haji O. Soleh pada hal ini. Soleh on this. Namun alangkah elok dan baik jika beliau yang mengatakan bahwa apa yang telah kami kerjakan ini bukan asli maka sebagai orang yang jauh lebih muda dan sebagai murid dari aliran Cikalong, adalah pantas jika aku juga meminta beliau ini untuk menerangkan Cikalong ”asli” versinya. But it would be beautiful and good if he is saying that what we're doing is not genuine then as a much younger person and as a disciple of Cikalong flow, it would be fitting if I also ask him to explain Cikalong "original" version. Begitu senangnya aku berdiskusi aliran Cikalong yang dapat membukakan mata dan hatiku, tidak menepis kemungkinan akupun meminta data dan bagaimana mengenal Cikalong ”asli” nantinya dari beliau ini. So glad I can talk Cikalong flow and open the eyes of my heart, I will not dismiss the possibility of requesting the data and how to recognize Cikalong "original" of his will is. Sekaligus meminta data dengan memulai diskusi yang santun dan elegan, aku mencoba menyampaikan hal ini. And requested the data to start the discussion polite and elegant, I tried to convey this.

                                  Mungkin antara kenal dengan sok kenal itu dekat, tapi antara tahu dengan sok tahu, ahli dengan sok ahli itu jauh dan sangat jauh….. Perhaps the familiar with the pretentious know it's close, but the idea with a wise guy, with a quasi-expert's expert and very far away .....

                                  Air kubangan memang dapat dijadikan alat melihat langit, namun jangan kita mengukur ketinggian langit dari air di kubangan. Puddle of water can indeed be used as a tool to see the sky, but do we measure the heights of the water in the puddle.

                                  notes of Iwan Setiawan notes of Iwan Setiawan
                                  di kutip dari facebook Iwan Setiawan in the quotation from facebook Iwan Setiawan



                                  Artikel Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Looking at the sky through the article can be puddles of water, measure it? Jangan…. Do not .... yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: that 'might' be linked at other sites:


                                    - Powered by BING [2012-05-08 07:05] - Powered by BING [2012-05-08 07:05]

                                    Leave Comment Leave Comment

                                    You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

                                    Could see the sky through pools of water, measure it? Do not .... - Silat Indonesia
                                    Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

                                    Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Could see the sky through pools of water, measure it? Jangan….. Do not .....

                                    [ in English ] [ in English ]

                                    Feb 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Liputan Khusus Visited 1546 times, 3 today [ in English ] February 15th, 2010 | By | Category: Cover Story , Featured Articles , Special Reports Visited 1546 times, 3 today [ in English ]
                                    Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

                                    Dalam sebuah acara yang baru kuhadiri hari ini Pemberian Gelar Pendekar bagi warga Spanyol oleh PERSILAT (14 Pebruari 2010), sempat dipertontonkan video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) garapan para teman dan sahabatku. In a new event I attended today Swordsman Degree Granting for the citizens of Spain by PERSILAT (14 February 2010), was displayed video proposal ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) plots his friend and my best friend.
                                    Berbagai tangggapan bermunculan. A variety of response has emerged.
                                    Ada menarik dan menggelitik hatiku mengenai tanggapan seseorang yang mengatakan yang ditampilkan itu bukan silat asli, baik Pamacan, Cimande, Cikalong dan Kumangonya. There are interesting and tickling me about someone who said the response was not shown the original martial arts, both Pamacan, Cimande, Cikalong and Kumangonya. Beliau (yang mengatakan hal tersebut) dengan serta merta menerangkan apa itu Cikalong, apa itu Cimande dan juga Kumango. He (who said it) to explain what it is necessarily Cikalong, what it is and also Kumango Cimande. Sayang aku tak sempat berdiskusi dengannya. Unfortunately I could not discuss with him. Sahabatku dan saudara perguruanku yang turut larut dalam pembicaraan itupun hanya mengiyakan dan mengangguk-angguk. My friends and relatives who perguruanku also drawn to the talks said yes, and even then only nodded. Mungkin karena menjaga sikap santunnya yang selama ini jarang menempel di kepalaku. Perhaps because the manners to behave themselves rarely been stuck in my head.
                                    Namun dalam hatiku cukup membuatku terhenyak, bagaimana mungkin sesuatu yang kami sedang angkat dan cukup berhati-hati dalam mengkaji yang memakan cukup banyak waktu langsung ke nara sumber yang terkait dibilang: ”Itu bukan asli…” But in my heart enough to make me shocked, how could something that we're up and just be careful in assessing which takes quite a lot of time directly related to the resource persons who say: "That's not the original ..."

                                    Tak hanya cukup bingung namun aku juga prihatin mendengarkan perkataannya, dalam beberapa penerangannya ternyata penggambaran tentang dari mana Cimande, apa itu Cikalong dan Kumango masih pada tataran sangat dasar yang diketahui banyak orang dan sama sekali tidak menggambarkan utuh bagaimana ciri suatu penggambaran bela diri pencak silat. Not just pretty confused but I'm also concerned about listening to his words, in some lighting it Cimande depiction of where, what and Kumango Cikalong still at a very basic level is known to many people and did not fully describe how the characteristics of a depiction of self-defense martial arts. Ketika berbicara Cimande dari kampung Mande, ternyata beliau tidak tahu bahwa sejak lama beberapa daerah di sana telah ditenggelamkan menjadi waduk. When talking Cimande of Mande village, apparently he did not know that for a long time in some areas there has been sunk into the reservoir. Saat berbicara mengenai Cikalong ternyata beliaupun tidak mengenal siapa penerus aliran ini dari garis penerus Gan Uweh ”Pasar Baru” yang ditampilkan begitu juga tentang pencak silat yang memiliki sikap pasang panjang adalah Cikalong dan Cimande rapat, inipun adalah gambaran umum yang dengan mudah didapat dari menguping atau katanya dengan sumber yang tidak jelas. When talking about Cikalong beliaupun not know who was the successor to the flow of the line is the successor to Gan Uweh "New Markets" is displayed as well as about the martial arts who has long put position is Cikalong and Cimande meeting, also is a general description that could easily be obtained from eavesdropping or he said with no apparent source. Khusus Cikalong (maenpo Cikalong), penggambaran sikap yang panjang dan posisi kuda-kuda ringan adalah pola umum bukan merupakan indentitas khusus. Special Cikalong (maenpo Cikalong), drawing a long position and the position of light horses is a common pattern is not a specific identity. Sebagaimana kita ketahui, aliran Cikalong adalah salah satu aliran pencak silat yang memberikan warna pada perkembangan pencak silat Jawa Barat juga tanah air. As we know, the flow stream Cikalong is one martial art that gives color to the development of martial arts is also the homeland of West Java. Apakah ketika kita ini bingung dengan warna asli Cikalong itu sendiri karena kita terbiasa dengan ”warna” yang berkembang??? Is when we are confused with the original color Cikalong itself because we are familiar with the "color" that evolved? Bagaimana mungkin menilai sebuah bentuk bela diri asli atau bukan tanpa mempelajari dan mendalami? How is it possible to assess a form of martial arts is genuine or not without study and explore? Dengan latar belakang sama-sama pesilat, menurut saya hal tersebut melampaui kewenangan penilaiannya (dalam istilah anak gaul, belajar juga kagak kok berani monten?). With a background both fighters, I think it is beyond the authority of the judgment (in terms of children hanging out, learning is also kagak monten really brave). tanpa mengurangi rasa hormat pada beliau sebagai sesepuh pencak silat, kiranya juga beliau mau kita ajak diskusi dan membaca bahwa banyak lho kekayaan pencak silat kita itu. without due respect to him as an elder martial arts, he would also want us to invite discussion and read that many of you know that our wealth of martial arts.

                                    Kumango yang kami jadikan bahan dalam garapan video proposal ESI adalah salah satu penerus yang juga diketahui oleh banyak orang dari Nagari Kumango sendiri dan itupun merupakan penerus aliran Syech Kumango ini (Almarhum Guru Gadangnyapun kami kenal dekat). Kumango we make material in a video filmed ESI proposal is one of the successor who is also known by many people from Nagari Kumango itself and that too is the successor to the flow of this Kumango Sych (The late Professor Gadangnyapun we know him). Begitu juga dengan Pamacan, Gerak Gulung Budi Daya yang menampilkan beberapa Raka Wiranya, Cikalong yang menampilkan Guru Besar, Guru dan para murid yang merupakan penerus aliran ini yang telah diketahui oleh pemda Kabupaten Cianjur yang masuk ke dalam daftar pelestari seni budaya Cianjur yang insya Allah akan dimasukan dalam hak paten sebagai HAKI anak bangsa sebagai salah satu kekayaaan budaya bangsa, Si Bunder yang menampilkan generasi mudanya, Golok Suliwa yang langsung menampilkan sang Gurunya, Beksi Tradisional Haji Hasbullah yang merupakan salah satu perguruan yang memegang tradisi dan pakem yang berlaku. Likewise with Pamacan, Motion Roll Cultivation featuring some Wiranya Raka, Cikalong featuring professors, teachers and students which is the successor of this flow is known by the local government Cianjur into the list of preservation of art and culture which God willing will Cianjur included in the patent as intellectual property rights of the nation as one of the nation's cultural wealth, Si Bunder featuring the younger generation, Machete Suliwa which instantly displays the teacher, Haji Hasbullah Traditional Beksi which is one of the colleges that hold the traditions and grip force. Mungkin menjadi hal yang biasa ketika pembicaraan ini adalah ajang tanya jawab. May become commonplace as the conversation was a question and answer event.

                                    Sebenarnya hal tersebut tak perlu aku pusingkan jika yang dibahas adalah bukan ranah dan apa yang sedang aku pelajari dan amanahkan menjaganya. Actually it is not necessary if I confuse the discussion is not a sphere, and what I learned and amanahkan guard. Namun ketika berbicara maenpo Cikalong dan para guruku dianggap bukan asli, aku teringat kejadian yang berulang di Bandung tahun 1984 di mana ketika penampilan para murid waktu itu dianggap bukan asli karena tidak gagah dan di katakan sebagai silat perempuan (padahal saat itu maestro Cikalong, Raden Haji O. Soleh / Gan Uweh masih ada) Namun penilaian ini malah tidak membuat Guru Besar generasi IV marah, malah dikatakannya, ” keun bae disebut silat awewe oge…../ biar saja disebut silat perempuan juga” sekaligus menepis keraguan para murid terdahulu, beliau bilang semakin dianggap bukan Cikalong itu menandakan semakin tidak tahunya orang tersebut, maka biarkanlah…. But when talking maenpo Cikalong and the teacher is not considered a native, I was reminded of a recurring event in London in 1984 where as the appearance of the disciples at that time considered to be not genuine because it does not say as a gallant and martial arts women (and it was maestro Cikalong, Raden Haji O. Salah / Gan Uweh still there), but this assessment did not even make the fourth generation of angry professors, instead saying, "keun called silat awewe oge bae ..... / so be it called silat women also" dismissed doubts his former pupil, he Cikalong increasingly regarded not say it signifies the person is not him, then let ....
                                    Bukan bermaksud menempatkan menerapkan perkataan Guru Besar Raden Haji O. Not intend to put the words of Professor apply Raden Haji O. Soleh pada hal ini. Soleh on this. Namun alangkah elok dan baik jika beliau yang mengatakan bahwa apa yang telah kami kerjakan ini bukan asli maka sebagai orang yang jauh lebih muda dan sebagai murid dari aliran Cikalong, adalah pantas jika aku juga meminta beliau ini untuk menerangkan Cikalong ”asli” versinya. But it would be beautiful and good if he is saying that what we're doing is not genuine then as a much younger person and as a disciple of Cikalong flow, it would be fitting if I also ask him to explain Cikalong "original" version. Begitu senangnya aku berdiskusi aliran Cikalong yang dapat membukakan mata dan hatiku, tidak menepis kemungkinan akupun meminta data dan bagaimana mengenal Cikalong ”asli” nantinya dari beliau ini. So glad I can talk Cikalong flow and open the eyes of my heart, I will not dismiss the possibility of requesting the data and how to recognize Cikalong "original" of his will is. Sekaligus meminta data dengan memulai diskusi yang santun dan elegan, aku mencoba menyampaikan hal ini. And requested the data to start the discussion polite and elegant, I tried to convey this.

                                    Mungkin antara kenal dengan sok kenal itu dekat, tapi antara tahu dengan sok tahu, ahli dengan sok ahli itu jauh dan sangat jauh….. Perhaps the familiar with the pretentious know it's close, but the idea with a wise guy, with a quasi-expert's expert and very far away .....

                                    Air kubangan memang dapat dijadikan alat melihat langit, namun jangan kita mengukur ketinggian langit dari air di kubangan. Puddle of water can indeed be used as a tool to see the sky, but do we measure the heights of the water in the puddle.

                                    notes of Iwan Setiawan notes of Iwan Setiawan
                                    di kutip dari facebook Iwan Setiawan in the quotation from facebook Iwan Setiawan



                                    Artikel Melihat langit bisa lewat kubangan air, mengukurnya? Looking at the sky through the article can be puddles of water, measure it? Jangan…. Do not .... yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: that 'might' be linked at other sites:


                                      - Powered by BING [2012-05-12 05:13] - Powered by BING [2012-05-12 05:13]

                                      Leave Comment Leave Comment

                                      You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.