Pencak Silat dan Pramuka, Kenapa Tidak?. Pencak Silat and Boy Scouts, Why Not?.
[ in English ] [ in Bahasa ]Mar 22nd, 2010 | By iwan | Category: Artikel Silat , Cover Story , Featured Articles , Liputan Khusus Visited 1562 times, 1 today [ in English ] March 22nd, 2010 | By Iwan | Category: Articles Silat , Cover Story , Featured Articles , Special Reports Visited 1562 times, 1 today [ in Bahasa ]
Ada hal yang menarik pada acara peresmian Gedung Sekretariat Pramuka Kwartir Cabang Cianjur yang dilakukan oleh Menteri Negara Pemuda dan Olahraga yang dilanjutkan dengan acara peletakan batu pertama pembangunan Bale Kitri oleh Gubernur Jawa Barat H. There are interesting things on the inauguration of the Secretariat Building Branch Scouts Kwartir Cianjur conducted by the Minister of Youth and Sports, followed by a groundbreaking ceremony Bale Kitri development by the Governor of West Java, H. Akhmad Heryawan 18 Maret 2010 lalu, di mana acara yang ditampilkan adalah merupakan tiga pilar budaya yang ada di daerah Cianjur yakni Ngaos , Mamaos dan Maenpo . Akhmad Heryawan March 18, 2010, in which event shown is the three pillars of culture in the region namely Ngaos Cianjur, Mamaos and Maenpo.
Ngaos yang dalam bahasa Sunda berarti mengaji dan mengkaji yang dalam implementasi keseharian dapat diartikan sebagai mencari ilmu, sementara mamaos adalah tembang Cianjuran yang diartikan sebagai berkesenian dan maenpo adalah seni bela diri atau dapat juga diartikan sebagai bagian dari pertahanan dan ketahanan. Ngaos which in Sundanese means chanting and daily review of the implementation can be interpreted as seeking knowledge, while the song Cianjuran mamaos is defined as the art and maenpo is a martial art or can also be interpreted as part of defense and resistance. Ketiga pilar budaya ini adalah merupakan cerminan dari masyarakat daerah Cianjur. The third pillar of this culture is a reflection of society Cianjur area.
Berkaitan dengan pencak silat, sebagaimana kita ketahui daerah ini adalah salah satu tempat lahirnya beberapa aliran besar dalam percaturan pencak silat tanah air, maenpo sendiri adalah istilah setempat yang memiliki kesamaam arti dengan seni bela diri pencak silat. Associated with the martial arts, as we know this area is one of the birthplace of several major streams in the martial arts arena homeland, maenpo itself is a local term that has meaning kesamaam with martial arts martial arts. Penampilan pramuka mulai dari anak hingga dewasa yang mempertunjukan pencak silat merupakan hal yang positif dalam mengupayakan kembali pencak silat tetap di hati masyarakat kita. Appearance scout from children to adults who demonstrates martial arts is a positive thing in seeking re-martial arts remain in the hearts of our society. Terlepas dari penilaian tampilan tersebut, merupakan hal yang elok dan pantas kiranya jika setiap tempat yang merupakan sumber pencak silat tetap dengan bangga memperlihatkan apa yang dimilikinya. Apart from the assessment that view, it is beautiful and seems appropriate if every place which is a source of martial arts still proudly show what they have. Keengganan pemerintah setempat menampilkan pencak silat baik secara utuh apa adanya maupun sebagai seni pertunjukan sedikit banyak dapat berpengaruh pada perkembang pencak silat itu sendiri. The reluctance of local government displays of martial arts as a whole it is good as well as performance art can be a bit much influence on developments martial arts itself.
Cianjur adalah salah satu daerah yang dengan bangga mau memperlihatkan pada khlayak ramai bahwa daerah ini konsens pada usaha pelestarian budaya terutama pencak silat atau maenpo. Cianjur is one of the area who proudly want to show that this region is crowded khlayak konsens on cultural preservation efforts, especially martial arts or maenpo. Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur membuka pintu keleluasaan pada setiap usaha pelestarian pencak silat, ini dibuktikan dengan diberikannya porsi waktu dalam acara tersebut bagi para anggota dari Komunitas Sahabat Silat dan sahabat dari ESI ( Enslikopedi Silat Indonesia ) juga mengundang Bapak Eddie Marzuki Nalapraya yang sekaligus memberikan ucapan terima kasih atas usaha yang dilakukan PERSILAT dalam mempromosikan maenpo Cikalong ke luar negeri. Local Government Cianjur discretion opens the door on any attempt preservation of martial arts, is evidenced by the given portion of time in this event for members of the Community Friends of Silat and friends of ESI (Enslikopedi Silat Indonesia) also invite Mr Eddie Marzuki Nalapraya who once gave a thank thanks for the work done in promoting maenpo PERSILAT Cikalong abroad. Ketika awal acara, kebingungan menyelimuti kami (Sahabat Silat) karena bagi beberapa anggota acara ini jauh dari harapan tentang gayung bersambutnya promosi pencak silat yang kami lakukan dihadapan para pejabat. When the initial event, confusion enveloped us (Friends of Silat) because for some members of the event is far from expectations about the bailer bersambutnya martial arts promotion that we did before the officials. Meski diselingi pemutaran film dokumenter mengenai Maenpo Cikalong disela acara makan pagi rombongan Menpora dan rombongan Gubernur Jawa Barat namun target pencapaian ini menurut saya pribadi sangat minim dan tidak memuaskan. Although interspersed with documentary film about Maenpo Cikalong interrupted breakfast Menpora entourage and entourage of West Java Governor achieving this target but I think personally is very minimal and unsatisfactory. Mungkin ini terjadi karena sempitnya waktu dan urusan yang berkaitan dengan protokoler. Perhaps this is because the limited time and matters relating to the protocol.
Pada saat di lapangan Gedung Sekretariat Pramuka Kwartir Cabang Cianjur, dan berbagai acara kesenian ditampilkan, sungguh suatu hal yang mengejutkan baik bagi kami dari anggota Komunitas Sahabat Silat maupun ESI, ternyata kami diberikan waktu yang lebih leluasa selain untuk menyematkan pin Sahabat Silat dan Gerakan Peduli Silat pada Menpora , Gubernur Jawa Barat, Bupati dan Wakil Bupati juga sempat menitipkan pesan bahwa telah dimulai Gerakan Peduli Silat dari tempat ini pada Menpora dan Gubernur Jawa Barat. At the time in the field Kwartir Scouts Branch Secretariat Building Cianjur, and various art events displayed, it's a good thing surprising to us from members of the Community Friends of Silat and ESI, we were given more free time than to pin a pin Friends of Silat and the Silat Care Movement on Menpora, Governor of West Java, the Regent and Vice Regent also had time to leave a message that has begun Silat Care Movement from this place on Menpora and the Governor of West Java. Ini bukanlah omong belaka, karena sepenuhnya gerakan ini ternyata diamini oleh Wakil Bupati DR.H.Dadang Sufianto, Drs., MM yang telah memberitahukan bahwa daerah Cianjur menjadi salah satu daerah yang akan memasukkan pencak silat atau maenpo dalam kurikulum muatan lokal dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. This is not mere talk, because this movement was fully justified by Vice Regent DR.H.Dadang Sufianto, Drs., MM who have been told that the area Cianjur be one area that will include martial arts or maenpo in the local curriculum from primary school to upper secondary school. Dan acara ini merupakan suatu penegasan bahwa daerah Cianjur sungguh-sungguh dalam melestarikan maenpo bukan sekedar slogan belaka . And this event is an affirmation that the region really Cianjur in preserving maenpo not just a mere slogan. Dalam acara tersebut juga tampil Wakil Bupati memperlihatkan kepiawaiannya dalam memainkan kendang penca yang disambut gegap gempita hadirin yang hadir. In the event the Vice Regent also appeared to show his skill in playing the drums on Disabled bells and whistles that greeted the audience in attendance.
Ketika selesainya acara ini, menjadi bahan renungan bagi kita bahwa sangat diperlukan kecerdasan dalam usaha pelestarian pencak silat. When the completion of this event, it becomes food for thought for us that much needed intelligence in martial arts conservation efforts. Mengkolaborasikan kegiatan kepanduan (Pramuka) di tanah air dengan pencak silat adalah ide sederhana cemerlang yang merupakan suatu simbiosis mutualisma. Collaborate on activities of scouting (Boy Scouts) in ground water with martial arts is simply brilliant idea that is a symbiosis mutualisma. Karena keduanya selain sebagai wahana pendidikan bagi anak bangsa juga untuk memperdalam rasa kecintaan pada tanah air yang sudah barang tentu ada pada kedua kegiatan ini. Because the two apart as a vehicle of education for children of the nation is also to deepen the sense of love on the fatherland which certainly exist in both of these activities. Tak pelak lagi memasukkan ide sederhana yang ada di depan kita dapat menjadikan begitu besarnya jumlah pesilat di tanah air yang kini dilanda krisis minat. Inevitably enter the simple idea that is in front of us can make such a large number of fighters in the homeland that is now an interest in crisis. Jika kabupaten Cianjur memiliki sekitar 143,853 personil yang tersebar pada 32 kwartir ranting dan 2894 gugus depan. If the district has about 143.853 personnel Cianjur scattered at 32 branches and 2894 Kwartir front group. Bisa kita bayangkan jika semua potensi kabupaten / kota di Indonesia kompak melakukannya dan minimal 25% keberhasilan, bukan hal yang mustahil jika dalam beberapa tahun kedepan baik jumlah, kompetisi, kejuaraan bahkan festival pencak silat sekalipun pasti akan ramai. Can we imagine if all the potential districts / cities in Indonesia do so compact and at least 25% of success, if not impossible in the next few years a good number, competitions, championships even though martial arts festival will definitely crowded. Dan dengan banyaknya pesilat tentunya akan semakin banyak berbagai kejuaraan, rotasi kejuaraan yang banyak tentunya akan menambah jam terbang jga keahlian pesilat menjadi atlit….bukan hal mustahil kejayan pencak silat yang terhempas akan dapat kita rebut kembali. And with so many fighters will certainly be more and more various championships, the rotation of the championship which will certainly add a lot of flying hours jga expertise become athlete fighter ....'s Not impossible that slammed kejayan martial arts we will be able to reclaim.
Nah, bisakah Pencak Silat bergandeng tangan dengan Pramuka untuk kemajuan keduanya? Well, can Pencak Silat join hands with the Boy Scouts to advance both?
Kenapa Tidak …. Why not ....
Jakarta, 21 Maret 2010 Jakarta, March 21, 2010
Iwan Setiawan Iwan Setiawan
Anggota Komunitas Sahabat Silat dan ESI Community members of Friends of Silat and ESI







berita terkait: related news:
http://silatindonesia.com/2010/03/pemerintah-dan-sahabat-silat-catatan-perjalanan/ http://silatindonesia.com/2010/03/pemerintah-dan-sahabat-silat-catatan-perjalanan/