Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera. A Brief History of Flow Silat Sera.

[ in English ] [ in Bahasa ]

Mar 1st, 2010 | By | Category: Aliran Silat Visited 1635 times, 1 today [ in English ] March 1st, 2010 | By | Category: Flow Silat Visited 1635 times, 1 today [ in Bahasa ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Master Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera. Seperti pula telah dipublikasikan dalam Forum sahabatsilat.com As well as been published in the Forum sahabatsilat.com

Bismillahirrahmanirrahim "Bismillahirrahmanirrahim"

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera A Brief History of Flow Silat Sera
(Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) (Developing a university Pencak Silat Pancassera)
Sumber : H. Sources: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / Pembina Main).
Bermula dari kabilah-kabilah Gujarat Persia yang pada abad ke XVI dating ke daerah aceh, selain berniaga mereka juga membawa dan menyebarkan agama serta kebudayaan Islam. Starting from Gujarat Persian tribes who in the sixteenth century dating to the Aceh region, in addition to trade they also carry and spread the religion and Islamic culture. Pada abad ini agama Islam mulai masuk ke tanah Aceh. In this century the religion of Islam began to go into the ground in Aceh. Saudagar-saudagar tersebut mendapat pengetahuan agama dan kebudayaan dari Syekh Sayyidina Ali ra Beliau adalah sahabat dan sekaligus menantu Rasulullah Muhammad SAW. Merchants will then have the knowledge of religion and culture of Shaykh Sayyidina Ali ra He was a friend and once-law of Prophet Muhammad SAW. Beliau dikenal sebagai seorang ahli dalam strategi perang, terampil dalam mengolah raga, terutama dalam permainan pedangnya yang selalu membuat ciut nyali lawan-lawannya, terutama musuh Islam pada saat itu. He is known as an expert in war strategy, skilled in processing the body, especially his sword in the game that always makes his opponents were afraid, especially the enemies of Islam at that time. Tak heran jika kemudian beliau dijuluki dengan julukan Syaifullah ( Si Pedang Allah). No wonder then if he was dubbed with the nickname Syaifullah (The Sword of Allah).
Saudagar-saudagar inilah yang membawa pengetahuan agama dan kebudayaan itu hingga sampai ke tanah Aceh. These merchants who carry the knowledge of religion and culture to get to the ground in Aceh. Hubungan mereka dengan penduduk asli terjalin dengan baik, terbukti kemudian dengan munculnya seorang tokoh sufi setempat yang dikenal dengan sebutan Nyai Panjate. Their relationship with the natives well established, proven later with the emergence of a local Sufi saint known as Nyai Panjate. Nama asli Nyai Panjate adalah Hajja Cut Suriah binti Teuku Syamannur. The original name is Hajja Cut Nyai Panjate bint Teuku Syamannur Syria. Suaminya bernama H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Her husband named Justin H. Kaharuddin Solehuddin. Kedua suami istri tersebut mempelajari ilmu agama dan kebudayaan (ilmu silat) dari Kabilah Gujarat Persia. Both husband and wife are studying the science of religion and culture (martial arts) from Gujarat Persian tribes. Salah seorang guru mereka adalah murid dari keturunan murid Syekh Sayyidina Ali ra (Wallahu alam). One of them was a disciple of guru disciple descendant of Sayyidina Ali Sheikh (Wallahu nature).
Ketika tentara colonial Belanda (VOC) masuk ke tanah Aceh pada tahun 1752 M, kedua suami istri tersebut bekerjasama dengan para pendekar silat lainnya mengadakan perlawanan bersama rakyat untuk mengusir tentara belanda dari bumi Aceh. When the Dutch colonial army (VOCs) into the ground in Aceh in the year 1752 AD, both husband and wife are working together with other martial arts warriors held a joint struggle of the people to expel the Dutch troops from Aceh's earth. Pada mulanya mereka berhasil memukul mundur pasukan Belanda, namun dengan siasat licik dengan cara mengadu domba diantara rakyat Aceh, maka tentara Belanda dapat mengetahui kelemahan suami Cut Suriah tersebut. At first they succeeded in repelling the Dutch troops, but with cunning tactics by pitting among the people of Aceh, the Dutch soldiers can know the weaknesses of her husband Cut Syria. Akhirnya pada saat yang naas bagi Teuku Kaharuddin Solehuddin, Belanda dapat menembak roboh beliau dengan peluru emas, maka gugurlah beliau sebagai seorang syuhada. Finally, at the ill-fated for Teuku Kaharuddin Solehuddin, the Netherlands can shoot him with a golden bullet collapse, then gugurlah him as a martyr.
Setelah suaminya gugur, Hj. After her husband died, Hj. Cut Suriah hijrah ke dalam hutan + 35 km ke pedalaman daerah Bireun. Cut Syria moved into the woods about 35 miles into the interior regions Bireun. Beliau mengasingkan diri sebagai seorang sufi. He exiled himself as a Sufi. Pada waktu sedang hamil muda + 2 bulan. At the time a young pregnant + 2 months. Dalam kehidupan sebagai seorang sufi kebutuhan hidup beliau bergantung kepada alam di sekitarnya. In life as a Sufi needs his life depends on the surrounding nature. Sesekali beliau berburu dengan alat sedanya, beliau sering menolong orang-orang yang sedang mencari kayu atau hasil hutan lainnya, yang sering digangggu binatang buas seperti harimau, ular, buaya dan lain sebagainya. Occasionally he was hunting with tools sedanya, he often helped people who are looking for wood or other forest products, which often digangggu wild animals such as tigers, snakes, crocodiles and others. Sudah sering beliau menyelamatkan orang-orang yang diganggu binatang buas, kemudian lenyap tanpa meningggalkan jejak. It has often he saved the people who bullied beasts, then disappeared without leaving the trail. Dari mulut ke mulut orang-orang yang pernah ditolongnya mengatakan bahwa adanya wanita berkerudung rapi dengan ilmu silatnya yang tinggi sanggup melumpuhkan binatang buas yang menyerang para pencari hasil hutan, hanya dengan beberapa gerakan saja. From mouth to mouth the people who've ditolongnya said that the neatly veiled women with high silatnya science could paralyze the beasts that attacked seekers forest, just a few movements only. Yang karena keahliannya yang sangat mengagumkan sehingga terkenal sebagai seorang wanita berkerudung yang misterius sering menolong tanpa pamrih, kemudian pergi tanpa diketahui identitasnya. Who because of his expertise is very impressive so well known as a mysterious hooded woman often help without strings attached, then gone unnoticed identity. Sifat pendekarnya membuat dicari orang untuk berguru, tetapi karena yang masih buas sehingga banyak yang menjadi korban sebelum sampai ke tujuan. Pendekarnya nature makes people look to sit, but because that is still wild, so many became victims before reaching the destination.
Sekitar abad ke XVII, datanglah seorang laki-laki bernama Bapak Sera, beliau adalah seorang yang gemar sekali bertualang. Around the seventeenth century, there came a man named Mr. Sera, he was an avid adventure. Dalam petualangannyabeliau banyak sekali menimba ilmu agama dan silat dari berbagai daerah, disamping berniaga sebagai mata pencariannya. In petualangannyabeliau lot to gain knowledge of religion and martial arts from various regions, in addition to trade as a trade. Beliau selalu merasa bahwa ilmunya masih saja kurang. He always felt that science is still lacking. Ketika beliau sedang berada di daerah Riau, beliau mendengar berita yang tersiar akan keperkasaan wanita meisterius itu yang membuat Bapak Sera bertekad untuk mencarinya ke tanah Aceh. When he was in the Riau area, he heard the news will spread meisterius woman's courage that made Mr. Sera were determined to look to the ground in Aceh. Untuk mencapai tujuannya, tentu saja harus melalui perjuangan yang amat berat, harus bertarung dengan harimau, ular, babi hutan, begitu juga harus berhadapan dengan buaya setiap menyeberangi sungai. To achieve the goal, of course, must go through a very hard struggle, had to fight with tigers, snakes, wild boar, so also have to deal with alligators every crossing the river. Jarak yang hanya sekitar 30 km itu harus dicapai selama 3 bulan. The distance is only about 30 miles that must be achieved for 3 months. Seandainya tidak berbekal ilmu silat, mustahil dapat mencapai tujuan. If not armed with martial arts, it is impossible to achieve the goal.
Rupanya segala sepak terjang Bapak Sera sudah diketahui oleh Ibu Hj. Apparently all you lunge Sera already known by Mrs. Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Ketika Bapak Sera sedang tertidur lelap terdengar suara takbir adzan dari Hj. When Mr. Sera were sound asleep takbeer prayer of Hj. Cut Suriah yang dikeraskan, tanda waktu shalat Shubuh telah tiba. Syria cut a hardened, mark Shubuh prayer time has arrived. Dari atas pohon besar Bapak Sera melihat seorang berkerudung kuning dengan menggendong anak dipunggungnya turun, untuk melaksanakan Shalat Shubuh. From the top of the tree Mr. Sera saw a hooded yellow with a child holding his back down, to perform the morning prayer. Kemudian Bapak Sera pun turun daripohon dan mengucap salam, dibalas salamnya. Then Mr. Sera were down daripohon and say hello, returned his greeting. Kemudian mereka melakukan shalat dengan berjamaah. Then they prayed with the congregation. Sebagai seorang pendekar dan ahli sufi, semua sepak terjang dan tujuan dari Bapak Sera sudah diketahui oleh Hj. As an expert swordsman and Sufi, all lunge and objectives of Mr. Sera already known by Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Sekitar tiga bulan Bapak Sera melayani Hj. About three months Mr. Sera serve Hj. Cut Suriah, barulah dengan perjuangan yang ulet mulailah diajarkan ilmu silat oleh Hj. Cut Syria, then with a tenacious struggle began martial arts taught by Hj. Cut Suriah pada siang hari dan ilmu agama pada malam harinya. Cut Syria during the day and the science of religion in the evening. Setelah sekitar satu setengah tahun Bapak Sera berlatih, datanglah seorang pemuda yang terdampar, konon khabarnya dari tanah Sulawesi, bernama Lago dan menjadi adik seperguruan dari Bapak Sera. After about one and a half years Mr. Sera practice, there came a young man who dumped, supposedly khabarnya of Sulawesi ground, and a younger sister named Lago seperguruan of Mr. Sera.
Kurang lebih 6 tahun berguru kepada Hj. About 6 years studied to Hj. Cut Suriah, Bapak Sera baru mengetahui nama asli gurunya tersebut. Cut Syria, Mr. Sera new teachers know the real names. Nyai Panjate adalah julukan yang diberikan Bapak Sera, karena setiap menyusui anak perempuannya dengan terbungkus rapi selalu dikebelakangkan. Nyai Panjate is the nickname given Mr. Sera, because every feeding her daughter with dikebelakangkan always wrapped. Hj. Hj. Cut Suriah bersumpah bahwa putrinya itu tidak akan pernah dilatihilmu silat. Cut Syria vowed that her daughter would never dilatihilmu silat. Atasm anjuran Sang Guru, Bapak Sera dan Bapak Lagoa dianjurkan untuk kembali pulang ke tanah asalnya karena ilmu yang didapat telah dinilai cukup. Atasm Teacher recommendation, Mr. Sera and Mr. Lagoa encouraged to return home to his native land because of the knowledge gained has been adequately assessed. Mereka kembali ke tanah Jawa, Bapak Sera ke Bogor dan Bapak Sera ke Tanjung Priuk, tepatnya daerah Lagoa sekarang, daerah itupun berasal dari nama beliau karena wafat dan dimakamkan disana. They returned to the land of Java, Mr. and Mr. Sera Sera to Bogor to Tanjung Priok, precisely now Lagoa area, region and even then derived from the name because he died and was buried there.
Dalam pengembaraannya, Bapak Sera bertemu dengan dengan seorang pedagang kain dari Mongol yang bernama Yu Sak Liong, yang kemudian menjadi majikan Bapak Sera dalam berniaga. In his wanderings, Mr. Sera met with a cloth merchant from Mongol named Sak Yu Liong, who later became Mr. Sera employer in the trade. Bah Yu Sak Liong adalah seorang Muslim yang lebih dikenal dengan nama Bah Yusa. Bah Liong Yu Sak is a Muslim who is better known as Bah Yusa. Mereka berniaga berkeliling sampai ke tanah Aceh. They trade round to the ground in Aceh. Awal perkenalan mereka dimulai ketika saat Bapak Sera sedang menurunkan bal gulungan kain, tiba-tiba, satu gulungan kain tersebut jatuh dan akan menimpa dirinya. Beginning of their acquaintance began when when Mr. Sera were unloading bales of cloth rolls, all of a sudden, one roll of fabric is falling and will happen to him. Namun dengan gerakan tangannya, Bapak Sera berhasil menagkis bal gulungan kain tersebut, hingga bal gulungan kain tersebut yang beratnya puluhan kilo tersebut mental terkena tangkisannya dan tak sengaja melayang menuju kea rah BahYusa. But with the movement of his hands, Mr. Sera had menagkis bales of cloth rolls, rolls up the cloth bales that weigh tens of kilos of the mentally affected tangkisannya and accidentally drifted toward toward BahYusa. Namun dengan gerakan kakinya, Bah Yusa menyambut bal gulungan kain tersebut dan menendangnya kearah tempatsemula. But with the movement of his foot, Bah Yusa welcomed the bales of cloth roll and kicked it towards tempatsemula. Bah Yusa sangat kagum menyaksikan gerakan Bapak Sera yang hanya dengan sedikit saja menggerakan tangan, dapat menyelamatkan diri, karena jika orang lain yang mengalaminya pasti sudah cedera berat. Bah Yusa was amazed watching the movement of Mr. Sera that just by moving the little hand, can save themselves, because if other people who experience it must have been serious injury. Akhirnya mereka berkenalan dan sepakat untuk tukar pikiran dalam hal ilmu mereka masing-masing. Finally they agreed to meet and exchange ideas in terms of their respective sciences.
Bah Yu Sak Liong ahli dalam beladiri menggunakan kaki sesuai dengan negeri asalnya yakni Mongol, sedangkan Bapak Sera ahli dalam menggunakan tangan. Bah Liong Yu Sak expert in martial arts using the feet in accordance with the Mongol homeland, while Mr. Sera expert in using the hands. Mereka mengadu ilmu kurang lebih tiga hari tiga malam, dengan istirahat untuk mengerjakan shalat. They pitted science approximately three days and three nights, with a break for his prayers. Tak ada yang unggul dalam adu ilmu tersebut, Bah Yu Sak Liong hangus kakinya, sedangkan Bapak Sera hangus pula tangannya. No one excels in the science contest, Bah Liong Yu Sak scorched his feet, while Mr. Sera scorched his hand anyway. Akhirnya mereka sepakat untuk mengabungkan ilmu mereka. Finally they agreed to assemble their science. Sejak saat itu maka bertambahlah ilmu silat Bapak Sera dan Bah Yu Sak Liong. Since then the martial arts bertambahlah Sera and Mr. Bah Liong Yu Sak. Ilmu mereka kemudian dikenal dengan Aliran Sera, sesuai dengan nama penemunya yaitu Bapak Sera. Their science then known as the flow of Sera, in accordance with the name of the inventor, Mr. Sera. Bah Yu Sak Liong kemudian kembali ke Mongol dan Bapk Sera meneruskan pengembaraannya. Bah Liong Yu Sak and then back to the Mongols and Bapk Sera continued his odyssey.
Suatu ketika Bapak Sera menyaksikan seorang pedagang kain keliling dari Cina Shantung sedang dikeroyok olehsekelompok penyamun yang bermaksud merampoknya, namun Cina tersebut dengan gesit dan lincah dapat mengalahkan para penyamun tersebut dengan hanya bersenjatakan meteran kainnya sebagai senjata toya. Once when Mr. Sera witnessed an itinerant trader from China's Shantung fabric is being attacked olehsekelompok robbers who intend to rob him, but China is a nimble and agile to defeat these bandits, armed with only a cloth tape measure as a weapon Toya. Permainan toyanya sangat mengagumkan, sampai-sampai bapak sera tidak beranjak dari tempatnya menyaksikan permainannya. Toyanya game was amazing, to the extent that the father of sera did not move from where he watched his game. Namun naas bagi Cina tersebut, ketika sedang bertarung, kakinya dipatuk seekor ular berbisa. But unlucky for China, when it is fighting, pecked her feet a viper. Dia pinsan dan ditolong dan diobati oleh Bapak Sera hingga sembuh. He pinsan and helped and treated by Mr. Sera until cured. Sebagaitanda terima kasih, Cina tersebut meberikan seluruh kain dagangannya kepada Bapak Sera, namun ditolak, meskipun demikian Bapak Sera tidak dapat menyembunyikan keinginannya untuk belajar ilmu toyanya. Sebagaitanda thank you, the Chinese gave the whole fabric wares to Mr. Sera, but rejected, though Mr. Sera can not hide his desire to study science toyanya.
Maka dengan senang hati Cina Shantung tersebut mengajarkan ilmu toyanya kepada Bapak Sera dan dalam waktu singkat telah dapat dapat menguasai ilmu toya tersebut. So happy to teach the science of the Chinese Shantung toyanya to Mr. Sera and in a short time been able to master the science of Toya. Malah sebelum Cina Shantung tersebut kembali ke negeri asalnya, dia berkenan menurunkan seluruh ilmunya kepada Bapak Sera dan mereka berdua mengangkat saudara. Even before China's Shantung returned to his native country, he is pleased to bring down the entire science to Mr. Sera, and they both raised brothers. Bapak Sera mengembangkan ilmunya sesuai dengan keadaan waktu itu, konon khabarnya beliau bermukim hingga wafat dimakamkan di Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor. Mr. Sera develop their knowledge in accordance with the circumstances at the time, reputedly khabarnya he resided until his death was buried in Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor.
Salah seorang murid Bapak Sera yang paling menonjol adalah Bapak Mursyid atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bah Ocid yang berasal dari Kebonmanggis. One of his pupils Mr. Sera of the most prominent was Mr. Murshid or better known as Bah Ocid from Kebonmanggis. Beliau inilah yangmengembangkan Aliran Sera pada abad ke XVIII di daerah Bogor dan sekitarnya. He is yangmengembangkan Sera flow to the XVIII century in Bogor and its surrounding area. Ciri-ciri fisik Bah Ocid, tinggi sekitar 157 cm, rambut panjang sebahu, kuku tangan dan kaki sekitar 7 cm, sehingga kalau berjalan, aka nada bekas kuku kakinya menggores jalan yang dilaluinya. Physical characteristics Ocid Bah, height about 157 cm, length of shoulder-length hair, fingernails and feet about 7 cm, so that when walking, aka tone marks his toenails scraping the road in its path. Tak banyak hal ikhwal Bah Ocid, untuk lembih komplitnya kami masih berusaha mencari datanya dari berbagai sumber. Not much to matters Ocid Bah, for the complete lembih we are still trying to find its data from various sources. Konon Bah Ocid ini selain menguasai Silat Sera, juga mempelajari ilmu istijrad. It is said that in addition to mastering this Ocid Bah Silat Sera, also studied istijrad. Kuku tangan dan kakinya dibiarkan panjang karena tak bias dipotong, begitu pula rambutnya, mandi hanya dapat dilakukan setahun sekali yakni pada Bulan Maulud, hal ini disebabkan ilmu istijradnya tersebut yang menyebabkannya. Nails hands and feet are left long because no bias cut, as did her hair, bathe only be done once a year ie on the Moon Maulud, this is due to science istijradnya which caused it. Pantangan ini kalau dilanggar akan menyebabkan badan Bah Ocid menjadi hitam dan gatal-gatal. AVOID this if breached will cause the body Bah Ocid to black and itching. Jika Bah Ocid sedang tidur, tak seorangpun berani membangunkannya, sebab dapat berakibat fatal, karena refleknya yang sudah menyatu, walaupun sedang tidur, Bah Ocid dapat membuat orang yang membangunkannya jatuh tunggang langgang. If Bah Ocid was sleeping, no one dared to wake him, because it can be fatal, because refleknya are already fused, even when sleeping, Bah Ocid can make people wake fell headlong. Kalau terpaksa orang yang membangunkannya harus memakai galah atau tongkat panjang, itupun bisa patah-patah karena refleknya. If forced to wake people should wear long pole or stick, that too can be broken because refleknya.
Sepengetahuan Bapak Sera bahwa Hj. Sera that the knowledge of Mr. Hj. Cut Suriah tidak pernah mengajarkan ilmu hitam, adapun ilmu-ilmu hitam yang dipunyai oleh Guru-guru Sera adalah hasil pelajaran dari Guru-guru sebelumnya, karena berguru Silat Sera, fisik harus kuat dahulu, seperti Bah Ocid, sebelumnya sudah mempunyai ilmu kebal, kejayaan, Batara Karang dan lain sebagainya. Cut Syria never taught black magic, while the black sciences held by teachers Sera is the result of lessons learned from previous teachers, as studied Silat Sera, first must be strong physically, such as Ocid Bah, had previously been immune to science, the triumph , Batara Reef and others.
Peristiwa Bapak Sera rupanya juga dialami oleh Bah Ocid, yakni pernah mengadu ilmu dengan seorang Cina seorang pedagang koyo bernama Babah Tong, yang juga mahir ilmu silat. Mr. Sera events also seems to be experienced by Bah Ocid, which had pitted science with a Chinese trader named patch Babah Tong, who is also adept at martial arts. Merekamengadu ilmu di pinggir kali Cipakancilan di Jalan Paledang, di depan Asrama Tentara yang sekarang menjadi Kantor Dinas Pekerjaan Umum Propinsi. Merekamengadu science at the edge of time Cipakancilan Paledang Street, in front of the residence Army is now the Office of the Provincial Public Works Department. Babah Tong mengakui keunggulan Bah Ocid, setelah itu hubungan mereka tetap berjalan baik. Babah Tong recognizes excellence Ocid Bah, after which their relationship is still running well. Babah Tong menganggap Bah Ocid sebagai kakak sperguruannya. Babah Tong considers as sister sperguruannya Ocid Bah. Kata Pabaton sekarang adalah berasal dari nama beliau, karena tinggal disana. The word is derived from Pabaton now his name, because they live there. Bah Ocid banyak mempunyai murid, tetapi jarang yang sampai kepada ajaran terakhirnya yaitu yang disebut Sera Geni, Gerak Rasa Sera, Rasa Diri Sera dan Sera Manjak Pamungkas, yang merupakan filsafat Silat Sera. Bah Ocid many students have, but rarely up to his final Geni is called Sera, Sera Motion Sense, Sense of Self and Sera Sera Manjak Pamungkas, which is the philosophy of Silat Sera. Kebanyakan hanya sampai pada Langkah Opat Lipet, Kombinasi dan Tilu Eusi (Tiga Isi) beserta fungsinya atau istilah Ajaran Sera disebut Rusiah (Rahasia). Most only come to the step Lipet Opat, Combination and Tilu Eusi (Fill Three) and its functions or the term is called the Doctrine Sera Rusiah (Secret).
Dalam hal ini hanya Bapak H. In this case only Mr. H. Ali Yoenoes Bin Kartadiredja, yang sampai kepada Langkah Pamungkas. Kartadiredja Yoenoes Bin Ali, who came to Step Pamungkas. Beliau sebelum menjadi murid Silat Sera dari Bah Ocid terlebih dahulu banyak belajar dari guru-guru silat terkenal di seluruh Tanah Jawa, diepkirakan tidak kurang dari 11 (sebelas) orang gurunya. Before he became a student of Silat Sera Bah Ocid first lot to learn from famous martial arts teachers in the entire Land of Java, diepkirakan not less than 11 (eleven) of his teacher. Dengan bermodalkan silat-silat itulah baru dapat berguru kepada Bah Ocid, konon khabarnya, setiap beradu fisik dengan Bah Ocid, kalau tidak berilmu tentulah anggota badan yang terkena benturan akan menjadi hitam legam (tampak hangus). To capitalize a new martial-arts that can be studied to Ocid Bah, supposedly khabarnya, each exchanging blows with Ocid Bah, if not knowledgeable certainly impact the affected limb will be jet black (looks scorched). Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes berasal dari Jombang, Jawa Timur, beliau malang melintang di dunia persilatan sejak abad ke XVII dan XIX, karena beliau panjang umurnya sampai mencapai usia 103 tahun. Ali Yoenoes derived from Jombang, East Java, he was poor across the world persilatan since the XVII and XIX century, because of the length of his age until he reaches the age of 103 years. Beliau pernah dicoba oleh para pendekar berbagai daerah, namun Alhamdulillah belum pernah kalah. He had been tried by the warriors variety of areas, but Alhamdulillah never lost. Dahulu Pemerintah Kolonial Belanda sengaja mengadu domba para pendekar silat. Formerly the Dutch colonial government deliberately pitting the warriors martial arts. Mereka diharuskan bertarung sampai mati, dengan perjanjian tidak ada tuntutan apapun dari pihak keluarga korban, dibawah panggung sudah disediakan keranda mayat. They are required to fight to the death, with no charges of any agreement of the victim's family, under the platform has provided the coffin the corpse. Belanda sengaja mengadakan hal tersebut dengan maksud agar para pendekar silat tersebut tumpas dengan sendirinya, hingga tidak ada yang ditakuti lagi oleh pihak Belanda. Dutch deliberately holding it with the intention that the martial arts warriors annihilated by itself, until no longer dreaded by the Dutch. Acara tersebut diadakan setiap tahun bertempat di dalam Istana Kebun Raya Bogor, dalam memperingati Ulang Tahun Ratu Belanda, Ratu Wilhemina. The event is held every year held at the Istana Bogor Botanical Gardens, in commemorating the Dutch Queen's Birthday, Queen Wilhemina.
Pada awal mulanya Bapak H. In the beginning Mr. H. Ali Yoenoes tidak menyadari siasat licik dari pihak Belanda tersebut, maka pada setiap bertanding beliau pasti membunuh lawannya, tak kurang, 19 orang mati ditangannya. Ali Yoenoes trick unaware of the Dutch side, then on every play he must kill his opponent, no less, 19 people die in his hands. Tetapi akhirnya beliau menyadari akan hal ini, maka setiap kali bertarung, beliau tidak sampai membunuh lawannya yang kalah, namun cukup hanya dilukai saja dan kemudian menyuruh lawannya tersebut untuk melarikan diri. But eventually he realizes this, then every time you fight, not to kill his opponent he defeated, but enough to hurt it and then told his opponent to escape. Tindakan ini lama kelamaan tercium juga oleh pihak Belanda dan akhirnya Bapak H. This action also gradually wafted by the Dutch and finally Mr. H. Ali Yoenoes untuk selanjutnya tidak diperkenankan ikut pertandingan lagi, malahan beliau ditahan selamapertandingan berlangsung. Ali Yoenoes henceforth not be allowed to join the game again, instead he was detained last selamapertandingan. Para pendekar yang beliau selamatkan pada pertandingan tersebut, setiap Hari Idhul Fitri dan Bulan Maulud selalu berkumpul dan bersilaturahmi di rumah Bapak H. The warrior that he saved the match, every Day of Fitr and the Moon Maulud Idhul always get together and stay in touch at home Mr. H. Ali Yoenoes di Gang Selot Paledang, sebagai rasa syukur dan tanda terima kasih telah diselamatkan nyawanya. Ali Yoenoes in Gang Paledang latches, as a sign of gratitude and thanks have saved his life. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes belajar silat pada Bah Ocid sekitar 9 tahun dan beliau melatih selama 21 tahun. Ali Yoenoes Bah Ocid learn martial arts at about 9 years and he trained for 21 years.
Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes menunaikan ibadah haji pada tahun 1969. Ali Yoenoes perform the pilgrimage in 1969. Salah seorang putra beliau yang turut mengembangkan Silat Sera adalah Bapak Abdulrachman, atau lebih dikenal dengan sebutan Pak Komang dan di dunia persilatan dijuluki Si Girimis, karena kecepatan tangan beliau yang kalau mencecar lawan seperti hujan gerimis, putra lainnya adalah H. One of his sons who helped develop the Silat Sera were Mr. Abdul Rachman, or better known as Pak Komang in the world and nicknamed The Girimis persilatan, because the speed of his hands which if drilled opponents such as drizzling rain, the other son is H. Rachmat atau lebih dikenal dengan nama Pak Memet. Rachmat or better known as Pak Memet. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes bin Kartadiredja meninggal pada tahun 1971 dalam usia 103 tahun, yang kemudian disusul oleh putranya yakni Bapak Abdulrachman pada tahun 1983 dalam usia 64 tahun. Ali bin Yoenoes Kartadiredja died in 1971 at the age of 103 years, which was followed by his son namely Mr. Abdul Rachman in 1983 at the age of 64 years.
Salah satu murid yang dilatih oleh Bapak H. One of the students who were trained by Mr. H. Ali Yoenoes dan Pak Komang adalah Bapak H. And Mr. Ali Yoenoes Komang is Mr. H. Cucu Sutarya, SH Bin Tubagus Baban Sidik Ismaya. Sutarya grandchildren, SH Bin Tubagus Sidik Ismaya Baban. Beliau mulai berlatih pada Bapak H. He began practicing at Mr. H. Ali Yoenoes sejak tahun 1957 hingga tahun 1968 dan mengembangkannya hingga sekarang. Ali Yoenoes since 1957 until 1968 and developed it until now. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun 1998, sekitar bulan Maret-April (Tahun 1418 Hijriah). Sutarya grandchildren, SH pilgrimage Hajj season of 1998, around the month of March-April (Year 1418 Hijri). Beliau pernah pula menimba ilmu dari berbagai sumber lain seperti karate (Dan II Internasional) yudo, tinju (pernah juara tinju kelas bantam pada PON di Surabaya), kuntau, yuyitszu, dan silat dari perguruan lain seperti Aliran Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. He had also gain knowledge from other sources such as karate (And II International) judo, boxing (bantamweight boxing champion ever at the PON in Surabaya), kuntau, yuyitszu, and martial arts from other universities such as flow Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. Hal ini dilakukan atas anjuran dari Bapak H. This is done at the instigation of Mr. H. Ali Yoenoes sebagai bahan pembanding dan sebagai ilmu tambahan saja, tetapi loyalitas tetaplah terpusat pada Silat Sera yang kemudian beliau kembangkan menjadi Perguruan Pencak Silat PANCASSERA (Lima Silat Sera, yaitu Sera Banyu, Sera Ringkus, Sera Bayu, Sera Putih dan Sera Geni). Ali Yoenoes as a comparator and as an additional science course, but loyalty is still centered on Silat Sera which he later developed into university Pencak Silat PANCASSERA (Five Silat Sera, Sera of Banyu, Ringkus Sera, Sera Bayu, White and Sera Sera Geni). Khusus untuk para Pelatih diajarkan Gerak Rasa dan Rasa Diri sebagai Langkah (Jurus Panjang) terakhir dari Aliran Silat Sera. Especially for the coach taught Motion Sense and Sense of Self as Step (Kick-length) of flow past Silat Sera. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH mendapat kepercayaan langsung dari Bapak H. Sutarya grandchildren, SH won the trust directly from Mr. H. Ali Yoenoes untuk meneruskan perguruan. Ali Yoenoes to continue college. Beliau resmi mulai melatih sejak tahun 1968 di Bandung dan di Garut, kemudian di Bogor sampai sekarang. He officially started training since 1968 in Bandung and in Garut, then in Bogor until now. Hanya kepada beliaulah Bapak H. Just to beliaulah Mr. H. Ali Yoenoes menurunkan seluruh ilmunya hingga tuntas untuk dikembangkan dan diteruskan. Ali Yoenoes reduce all knowledge to its conclusion to be developed and forwarded. Dengan demikian pewaris dan penerus satu-satunya adalah Bapak H. Thus the heir and successor to one of them is Mr. H. Cucu Sutarya, SH. Sutarya grandchildren, SH.

Guru-guru lain dari Bapak H. Other teachers from Mr. H. Cucu Sutarya, SH adalah : Sutarya grandchildren, SH is:
1. 1. H. H. Adra'I Cianjur Selatan (Pengurutan dan Patah Tulang) Adra'I South Cianjur (Ordering and Broken Bones)
2. 2. Kyai H. Kyai H. Baing Bakri Pasarean Cianjur (Cikalong) Bakri Baing Pasarean Cianjur (Cikalong)
3. 3. Bah Rumanta Garut (Syahbandar) Bah Rumanta Index.php (Syahbandar)
4. 4. Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan) Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan)
5. 5. Bah Maun Dreded Bondongan (Sera Pamacan) Bah Maun Dreded swarms (Sera Pamacan)
6. 6. Bah Enuh Tarogong Garut (Ajrak) Bah Enuh Tarogong Index.php (Ajrak)
7. 7. Liem Sen Thong Bogor (Kuntau dan Akunktur) Liem Mon Thong Bogor (Kuntau and Akunktur)
8. 8. Meneer Ong Bogor (Yudo dan Yuyitszu) Ong Meneer Bogor (Yudo and Yuyitszu)
9. 9. Mr. Mr. Matsunaga Osaka Jepang (Karate) Matsunaga Osaka Japan (Karate)
10. 10. Endang Ukaedi Bogor (Tinju) Endang Ukaedi Bogor (Boxing)

Perguruan Silat Pancassera menjadi anggota IPSI pada tahun 1976. Silat Pancassera college became a member IPSI in 1976. Sampai saat ini perguruan telah banyak berkembang, bahkan sampai keluar Pulau Jawa yakni di Kalimantan dan Maros, Sulawesi Selatan. Until recently many universities have developed, even to exit the island of Borneo and Java, which is in Maros, South Sulawesi. Di Jawa sendiri Silat Sera tersebar luas, mulai dari Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta dan di mancanegara di Amerika Serikat, Norwegia dan khusus di Belanda ada murid Bapak H. In Java alone Silat Sera widespread, ranging from Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta and abroad in the United States, Norway and the Netherlands there are special student Mr. H. Ali Yoenoes yaitu Keluarga Van de Vries. Ali Yoenoes the Family Van de Vries.
Pada perguruan Silat Pancassera khusus diajarkan : In particular Pancassera Silat taught college:
• Ilmu beladiri Sera tangan kosong • Martial Arts Sera bare hands
• Ilmu beladiri senjata : golok tunggal, golok ganda, gobang (sejenis pedang), gada, toya panjang, toya pendek, ruyung pendek, ruyung panjang, toya pendek, toya panjang, trisula, tongkat rantai dua, rantai tiga (double stick, triple stick), pisau terbang, cambuk, cemeti, clurit dan kombinasi senjata-senjata tersebut) • Martial Arts weapons: machetes single, double dagger, gobang (a type of sword), mace, long Toya, Toya short, short ruyung, ruyung long, short Toya, Toya long, trident, sticks two chains, three chains (double stick, triple stick), flying knives, whips, whips, sickles and combinations of these weapons)
• Pengurutan keseleo, patah tulang. • Ordering sprains, broken bones.
• Tusuk jari, tusuk jarum (akupunktur. • Plugs finger, acupuncture (akupunktur.
• Peramuan obat-obatan tradisional. • Peramuan traditional medicines.
• Seni pernapasan. • Art of breathing.

Kami menghimbau kepada para pengembang Aliran Silat Sera untuk dapat bersilaturahmi dengan Perguruan-perguruan Silat Sera lainnya dimana saja berada, apapun nama perguruannya dengan Perguruan Pencak Silat PANCASSERA yang sumbernya sama. We urge the developers Flow Silat Sera to be able to stay in touch with the university-college Silat Sera others wherever they are, whatever the name of the University of Pencak Silat perguruannya PANCASSERA the same source. Dimana khas Silat Sera yaitu jurus-jurusnya banyak dikenal dengan jurus dari huruf Arab dan Cina, seperti : Alif, Ba, Lam Alif (dari huruf Arab), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, dari Bahasa Cina) dan lain sebagainya. Where the typical jutsu Silat Sera-jurusnya are well known for tactics of Arabic and Chinese, such as: Alif, Ba, Alif Lam (from Arabic), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, from Chinese) and so forth.
Demikian Sejarah singkat Aliran Silat Sera yang kini bernama PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA, wallahu alam (Hanya Allah Yang Maha Tahu), akan segala kejelasan serta kebenarannya. Similarly, a brief history of Silat Sera stream that is now named EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA, natural wallahu (Only God Almighty knows best), will all the clarity and truth.

SUSUNAN PENGURUS MANAGEMENT STRUCTURE
PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA

PEMBINA/PELATIH UTAMA : H. Pembina / COACH HIGHLIGHTS: H. CUCU SUTARYA, SH SUTARYA grandchildren, SH
PELINDUNG : Mayor Jenderal (Purn) H. PROTECTIVE: Major General (Ret.) H. AMIR TOHAR AMIR TOHAR
KETUA UMUM : H. GENERAL CHAIRMAN: H. SUPARNI Suparni
SEKRETARIS JENDERAL : R. SECRETARY GENERAL: R. SOEPRAPTO DJOJOPOESPITO Soeprapto Djojopoespito
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL : MUHAMMAD SIDIK DEPUTY SECRETARY GENERAL: MUHAMMAD SIDIK
BENDAHARA I : H. Treasurer I: H. SUPARDI Supardi
BENDAHARA II : EENG SUHERMAN Treasurer II: EENG Suherman
KEPALA BIDANG ADMINISTRASI : Drs. HEAD OF ADMINISTRATION: Drs. MACHMUD DJAKSAN Machmud DJAKSAN
KEPALA BIDANG TEKHNIK : Drs. HEAD OF Engineering: Drs. ADEH DJAJADI ADEH Djajadi

Ditetapkan pada tanggal 27 Nopember 2005, bertempat di Gedung Pertemuan Balai Besar Industri Agro, Jalan Ir. Enacted on 27 November 2005 at the Great Hall Hall of Agro Industry, Jalan Ir. H. H. Juanda Bogor. Juanda Bogor.

Ditulis kembali oleh : Rewritten by:
Muhammad Sidik, Sabuk Hitam Tingkat II, Cabang Gas Alam Cimanggis Depok. Muhammad Sidik, Black Belt Level II, Natural Gas Branch Cimanggis Depok.
Komplek Departemen Penerangan/Harapan Baru Taman Bunga Blok G.08 RT.004 RW.010 Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kotamadya Depok 16954 Complex Ministry of Information / New Hope Flowers Garden Village Block G.08 RT.004 RW.010 Harjamukti, District Cimanggis, Depok Municipality 16 954

sumber: facebook bang Santanu Muliawidi source: facebook bang Santanu Muliawidi




Tags: , , Tags: , ,


Artikel Sejarah Singkat Aliran Silat Sera yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of the article A Brief History of Silat Sera that 'might' be linked at other sites:

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia ... A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia ... Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik ... Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Master Silat Sera, Mr. Mohammed Siddik ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/ Sources: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/

    SEJARAH ALIRAN SILAT SERA - Forum Sahabat Silat - Index HISTORY OF FLOW SILAT SERA - Forum Friend Silat - Index

    “Bismillahirrahmanirrahim” Sejarah Singkat Aliran Silat Sera (Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) Sumber : H. "Bismillahirrahmanirrahim" A Brief History of Flow Silat Sera (Developing a university Pencak Silat Pancassera) Source: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar ... Sutarya grandchildren, SH (Professor of ...
    Sumber: http://sahabatsilat.com/forum/aliran-pencak-silat/sejarah-aliran-silat-sera/ Sources: http://sahabatsilat.com/forum/aliran-pencak-silat/sejarah-aliran-silat-sera/

    Silat Indonesia » Aliran Silat Silat Indonesia »Silat Flow

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera Mar 1st, 2010 | By admin | Category: Aliran Silat ... A Brief History of Flow Silat Sera March 1st, 2010 | By admin | Category: Flow Silat ... ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. permission to publish the article A Brief History of Silat Sera.
    Sumber: http://silatindonesia.com/category/aliran/page/2/ Sources: http://silatindonesia.com/category/aliran/page/2/

    Prajurit Penjaga Tiang Utara Club: Perguruan Pencak Silat Naga Mas Soldiers guard the North Pole Club: University Pencak Silat Naga Mas

    Perguruan silat yang merupakan salah satu silat aliran Palembang asli ini memiliki guru besar yang bernama ... Arts college that is one of the original Palembang arts stream has a great teacher named ... Sejarah Singkat Aliran Silat Sera; PORSIGAL; A Brief History of Flow Silat Sera; PORSIGAL;

    Silatcimande's Blog | Just another WordPress.com site Silatcimande's Blog | Just another WordPress.com site

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera (Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) Sumber : H. A Brief History of Flow Silat Sera (Developing a university Pencak Silat Pancassera) Source: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / Pembina Main).
    Sumber: http://silatcimande.wordpress.com/ Sources: http://silatcimande.wordpress.com/


- Powered by BING [2012-02-02 01:37] - Powered by BING [2012-02-02 01:37]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera. A Brief History of Flow Silat Sera.

[ in English ] [ in English ]

Mar 1st, 2010 | By | Category: Aliran Silat Visited 1639 times, 1 today [ in English ] March 1st, 2010 | By | Category: Flow Silat Visited 1639 times, 1 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera. Seperti pula telah dipublikasikan dalam Forum sahabatsilat.com As well as been published in the Forum sahabatsilat.com

Bismillahirrahmanirrahim "Bismillahirrahmanirrahim"

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera A Brief History of Flow Silat Sera
(Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) (Developing a College Pencak Silat Pancassera)
Sumber : H. Sources: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / President of Trustees).
Bermula dari kabilah-kabilah Gujarat Persia yang pada abad ke XVI dating ke daerah aceh, selain berniaga mereka juga membawa dan menyebarkan agama serta kebudayaan Islam. Starting from the tribes in Gujarat Persian dating to the sixteenth century Aceh region, in addition to trade they also carry and spread the Islamic religion and culture. Pada abad ini agama Islam mulai masuk ke tanah Aceh. In this century the religion of Islam began to enter the land of Aceh. Saudagar-saudagar tersebut mendapat pengetahuan agama dan kebudayaan dari Syekh Sayyidina Ali ra Beliau adalah sahabat dan sekaligus menantu Rasulullah Muhammad SAW. Merchants will then have the knowledge of religion and culture of Sayyidina Shaykh Ali ra He was a friend and once-law of Prophet Muhammad SAW. Beliau dikenal sebagai seorang ahli dalam strategi perang, terampil dalam mengolah raga, terutama dalam permainan pedangnya yang selalu membuat ciut nyali lawan-lawannya, terutama musuh Islam pada saat itu. He is known as an expert in war strategy, skilled in processing bodies, especially the sword in the game that always makes his opponents were afraid, especially the enemies of Islam at that time. Tak heran jika kemudian beliau dijuluki dengan julukan Syaifullah ( Si Pedang Allah). No wonder then if he was dubbed with the nickname Syaifullah (The Sword of Allah).
Saudagar-saudagar inilah yang membawa pengetahuan agama dan kebudayaan itu hingga sampai ke tanah Aceh. These merchants who carry the knowledge of religion and culture to get to the ground in Aceh. Hubungan mereka dengan penduduk asli terjalin dengan baik, terbukti kemudian dengan munculnya seorang tokoh sufi setempat yang dikenal dengan sebutan Nyai Panjate. Their relations with the natives are good, as evidenced later by the emergence of a local Sufi saint known as Nyai Panjate. Nama asli Nyai Panjate adalah Hajja Cut Suriah binti Teuku Syamannur. The original name is Hajja Cut Nyai Panjate bint Teuku Syamannur Syria. Suaminya bernama H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Her husband called H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Kedua suami istri tersebut mempelajari ilmu agama dan kebudayaan (ilmu silat) dari Kabilah Gujarat Persia. Both husband and wife are studying the science of religion and culture (martial arts) from Gujarat Persian tribes. Salah seorang guru mereka adalah murid dari keturunan murid Syekh Sayyidina Ali ra (Wallahu alam). One of them was a disciple of guru disciple of Sheikh descendants of Sayyidina Ali ra (Wallahu nature).
Ketika tentara colonial Belanda (VOC) masuk ke tanah Aceh pada tahun 1752 M, kedua suami istri tersebut bekerjasama dengan para pendekar silat lainnya mengadakan perlawanan bersama rakyat untuk mengusir tentara belanda dari bumi Aceh. When the Dutch colonial army (VOC) into the ground in Aceh in 1752 AD, both husband and wife are working together with other martial arts warriors held a joint resistance of the people to expel the Dutch troops from Aceh's earth. Pada mulanya mereka berhasil memukul mundur pasukan Belanda, namun dengan siasat licik dengan cara mengadu domba diantara rakyat Aceh, maka tentara Belanda dapat mengetahui kelemahan suami Cut Suriah tersebut. At first they succeeded in repelling the Dutch troops, but with a cunning ploy by pitting among the people of Aceh, the Dutch troops can know the weaknesses of her husband Cut Syria. Akhirnya pada saat yang naas bagi Teuku Kaharuddin Solehuddin, Belanda dapat menembak roboh beliau dengan peluru emas, maka gugurlah beliau sebagai seorang syuhada. Finally, at the ill-fated for Teuku Kaharuddin Solehuddin, the Netherlands can shoot, he collapsed with a gold bullet, then gugurlah him as a martyr.
Setelah suaminya gugur, Hj. After her husband died, Hj. Cut Suriah hijrah ke dalam hutan + 35 km ke pedalaman daerah Bireun. Syria's move to cut the woods + 35 km inland areas Bireun. Beliau mengasingkan diri sebagai seorang sufi. He exiled himself as a Sufi. Pada waktu sedang hamil muda + 2 bulan. At the time of a young pregnant + 2 months. Dalam kehidupan sebagai seorang sufi kebutuhan hidup beliau bergantung kepada alam di sekitarnya. In life as a Sufi needs depend on the nature of his life around. Sesekali beliau berburu dengan alat sedanya, beliau sering menolong orang-orang yang sedang mencari kayu atau hasil hutan lainnya, yang sering digangggu binatang buas seperti harimau, ular, buaya dan lain sebagainya. Occasionally he was hunting with tools sedanya, he often helped people who are looking for wood or other forest products, which often digangggu wild animals such as tigers, snakes, crocodiles and others. Sudah sering beliau menyelamatkan orang-orang yang diganggu binatang buas, kemudian lenyap tanpa meningggalkan jejak. He had often saved the people who bothered to wild animals, then vanished without a trace abandon. Dari mulut ke mulut orang-orang yang pernah ditolongnya mengatakan bahwa adanya wanita berkerudung rapi dengan ilmu silatnya yang tinggi sanggup melumpuhkan binatang buas yang menyerang para pencari hasil hutan, hanya dengan beberapa gerakan saja. Word of mouth of people who had ditolongnya said that the neatly veiled women with high silatnya science can paralyze the beast that attacked seekers forest, alone with just a few movements. Yang karena keahliannya yang sangat mengagumkan sehingga terkenal sebagai seorang wanita berkerudung yang misterius sering menolong tanpa pamrih, kemudian pergi tanpa diketahui identitasnya. That because of his skills are amazing, so well known as a mysterious veiled women often help with no strings attached, then go without to be identified. Sifat pendekarnya membuat dicari orang untuk berguru, tetapi karena yang masih buas sehingga banyak yang menjadi korban sebelum sampai ke tujuan. Pendekarnya nature makes people look to sit, but because that is still wild, so many victims before reaching the destination.
Sekitar abad ke XVII, datanglah seorang laki-laki bernama Bapak Sera, beliau adalah seorang yang gemar sekali bertualang. Around the seventeenth century, there came a man named Mr. Sera, he was an avid adventure. Dalam petualangannyabeliau banyak sekali menimba ilmu agama dan silat dari berbagai daerah, disamping berniaga sebagai mata pencariannya. In petualangannyabeliau lot of studying religion and the arts from different regions, in addition to trade as a trade. Beliau selalu merasa bahwa ilmunya masih saja kurang. He always felt that their knowledge is still lacking. Ketika beliau sedang berada di daerah Riau, beliau mendengar berita yang tersiar akan keperkasaan wanita meisterius itu yang membuat Bapak Sera bertekad untuk mencarinya ke tanah Aceh. When he was in the Riau area, he heard the news will spread meisterius woman's courage that makes Mr. Sera were determined to look to the ground in Aceh. Untuk mencapai tujuannya, tentu saja harus melalui perjuangan yang amat berat, harus bertarung dengan harimau, ular, babi hutan, begitu juga harus berhadapan dengan buaya setiap menyeberangi sungai. To achieve the goal, of course, must go through a very hard struggle, had to fight with tigers, snakes, wild boar, so also have to deal with any alligator cross the river. Jarak yang hanya sekitar 30 km itu harus dicapai selama 3 bulan. The distance is only about 30 km must be achieved for 3 months. Seandainya tidak berbekal ilmu silat, mustahil dapat mencapai tujuan. If not armed with martial arts, it is impossible to achieve the goal.
Rupanya segala sepak terjang Bapak Sera sudah diketahui oleh Ibu Hj. Apparently all lunge Mr. Sera had known Mrs. Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Ketika Bapak Sera sedang tertidur lelap terdengar suara takbir adzan dari Hj. When Mr. Sera were sound asleep Takbir prayer of Hj. Cut Suriah yang dikeraskan, tanda waktu shalat Shubuh telah tiba. Syria cut a hardened, mark Shubuh prayer time has come. Dari atas pohon besar Bapak Sera melihat seorang berkerudung kuning dengan menggendong anak dipunggungnya turun, untuk melaksanakan Shalat Shubuh. From the top of the tree Mr. Sera saw a hooded yellow with carrying a child on his back down, to perform the morning prayer. Kemudian Bapak Sera pun turun daripohon dan mengucap salam, dibalas salamnya. Then Mr. Sera were down daripohon and say hello, returned his greeting. Kemudian mereka melakukan shalat dengan berjamaah. Then they prayed with the congregation. Sebagai seorang pendekar dan ahli sufi, semua sepak terjang dan tujuan dari Bapak Sera sudah diketahui oleh Hj. As an expert swordsman and Sufi, all lunge and objectives of Mr. Sera already known by Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Sekitar tiga bulan Bapak Sera melayani Hj. About three months Mr. Sera serve Hj. Cut Suriah, barulah dengan perjuangan yang ulet mulailah diajarkan ilmu silat oleh Hj. Cut Syria, then start with a tenacious struggle of the martial arts taught by Hj. Cut Suriah pada siang hari dan ilmu agama pada malam harinya. Cut Syria during the day and the science of religion in the evening. Setelah sekitar satu setengah tahun Bapak Sera berlatih, datanglah seorang pemuda yang terdampar, konon khabarnya dari tanah Sulawesi, bernama Lago dan menjadi adik seperguruan dari Bapak Sera. After about one and a half years of Mr. Sera practice, there came a young man who washed up, supposedly khabarnya of Sulawesi ground, and a younger brother named Lago seperguruan of Mr. Sera.
Kurang lebih 6 tahun berguru kepada Hj. About 6 years apprenticed to Hj. Cut Suriah, Bapak Sera baru mengetahui nama asli gurunya tersebut. Cut Syria, Mr. Sera new teachers know the real names. Nyai Panjate adalah julukan yang diberikan Bapak Sera, karena setiap menyusui anak perempuannya dengan terbungkus rapi selalu dikebelakangkan. Nyai Panjate is the nickname given Mr. Sera, because every feeding her daughter with dikebelakangkan always wrapped. Hj. Hj. Cut Suriah bersumpah bahwa putrinya itu tidak akan pernah dilatihilmu silat. Cut Syria vowed that her daughter would never dilatihilmu silat. Atasm anjuran Sang Guru, Bapak Sera dan Bapak Lagoa dianjurkan untuk kembali pulang ke tanah asalnya karena ilmu yang didapat telah dinilai cukup. Atasm the recommendation of the Master, Mr. Sera and Mr. Lagoa encouraged to return home to his native land because of the knowledge gained has been adequately assessed. Mereka kembali ke tanah Jawa, Bapak Sera ke Bogor dan Bapak Sera ke Tanjung Priuk, tepatnya daerah Lagoa sekarang, daerah itupun berasal dari nama beliau karena wafat dan dimakamkan disana. They returned to the land of Java, Mr. and Mr. Sera Sera to Bogor to Tanjung Priok, precisely now Lagoa region, the region rose from his name because of his death and was buried there.
Dalam pengembaraannya, Bapak Sera bertemu dengan dengan seorang pedagang kain dari Mongol yang bernama Yu Sak Liong, yang kemudian menjadi majikan Bapak Sera dalam berniaga. In his wanderings, Mr. Sera met with a cloth merchant of Sak Mongol named Yu Liong, who later became Mr. Sera employer in the trade. Bah Yu Sak Liong adalah seorang Muslim yang lebih dikenal dengan nama Bah Yusa. Bah Liong Yu Sak is a Muslim who is better known as Bah Yusa. Mereka berniaga berkeliling sampai ke tanah Aceh. They trade around the ground in Aceh. Awal perkenalan mereka dimulai ketika saat Bapak Sera sedang menurunkan bal gulungan kain, tiba-tiba, satu gulungan kain tersebut jatuh dan akan menimpa dirinya. Beginning of their acquaintance began when when Mr. Sera were unloading bales of cloth rolls, all of a sudden, one roll of fabric is falling and will happen to him. Namun dengan gerakan tangannya, Bapak Sera berhasil menagkis bal gulungan kain tersebut, hingga bal gulungan kain tersebut yang beratnya puluhan kilo tersebut mental terkena tangkisannya dan tak sengaja melayang menuju kea rah BahYusa. But with the movement of his hands, Mr. Sera had menagkis bales of cloth rolls, rolls up the cloth bales that weigh tens of kilos of the mental and accidentally hit tangkisannya drift toward toward BahYusa. Namun dengan gerakan kakinya, Bah Yusa menyambut bal gulungan kain tersebut dan menendangnya kearah tempatsemula. But with the movement of his foot, Bah Yusa welcome bales of cloth rolls and kicking towards tempatsemula. Bah Yusa sangat kagum menyaksikan gerakan Bapak Sera yang hanya dengan sedikit saja menggerakan tangan, dapat menyelamatkan diri, karena jika orang lain yang mengalaminya pasti sudah cedera berat. Bah Yusa was amazed to watch the movement of Mr. Sera that only a few moving hand, can save themselves, because if other people who experience it must have been serious injuries. Akhirnya mereka berkenalan dan sepakat untuk tukar pikiran dalam hal ilmu mereka masing-masing. Finally they agreed to meet and exchange ideas in terms of their science.
Bah Yu Sak Liong ahli dalam beladiri menggunakan kaki sesuai dengan negeri asalnya yakni Mongol, sedangkan Bapak Sera ahli dalam menggunakan tangan. Bah Sak Liong Yu-foot martial arts expert in the country of origin in accordance with the Mongols, while Mr. Sera expert in using the hands. Mereka mengadu ilmu kurang lebih tiga hari tiga malam, dengan istirahat untuk mengerjakan shalat. They complain about the science of three days and three nights, with a break for prayer. Tak ada yang unggul dalam adu ilmu tersebut, Bah Yu Sak Liong hangus kakinya, sedangkan Bapak Sera hangus pula tangannya. No one excels in the science contest, Bah Liong Yu Sak scorched his feet, while Mr. Sera also charred hands. Akhirnya mereka sepakat untuk mengabungkan ilmu mereka. Finally they agreed to assemble their knowledge. Sejak saat itu maka bertambahlah ilmu silat Bapak Sera dan Bah Yu Sak Liong. Since then it increaseth martial arts Sera and Mr. Bah Yu Liong Sak. Ilmu mereka kemudian dikenal dengan Aliran Sera, sesuai dengan nama penemunya yaitu Bapak Sera. They were then known to science stream Sera, according to the name of the inventor, Mr. Sera. Bah Yu Sak Liong kemudian kembali ke Mongol dan Bapk Sera meneruskan pengembaraannya. Bah Liong Yu Sak and then back to the Mongols and Bapk Sera continued his odyssey.
Suatu ketika Bapak Sera menyaksikan seorang pedagang kain keliling dari Cina Shantung sedang dikeroyok olehsekelompok penyamun yang bermaksud merampoknya, namun Cina tersebut dengan gesit dan lincah dapat mengalahkan para penyamun tersebut dengan hanya bersenjatakan meteran kainnya sebagai senjata toya. Once when Mr. Sera witnessed an itinerant trader from China's Shantung fabric being beaten olehsekelompok robbers who intend to rob him, but China is a nimble and agile to defeat these bandits, armed with only a cloth tape measure as a weapon of Toya. Permainan toyanya sangat mengagumkan, sampai-sampai bapak sera tidak beranjak dari tempatnya menyaksikan permainannya. Toyanya game was amazing, to the extent that the father of sera did not move from place to watch the game. Namun naas bagi Cina tersebut, ketika sedang bertarung, kakinya dipatuk seekor ular berbisa. But unlucky for China, when it is fighting, pecked his feet a viper. Dia pinsan dan ditolong dan diobati oleh Bapak Sera hingga sembuh. He pinsan and helped and treated by Mr. Sera until cured. Sebagaitanda terima kasih, Cina tersebut meberikan seluruh kain dagangannya kepada Bapak Sera, namun ditolak, meskipun demikian Bapak Sera tidak dapat menyembunyikan keinginannya untuk belajar ilmu toyanya. Sebagaitanda thank you, the Chinese gave the whole fabric wares to Mr. Sera, but was refused, though Mr. Sera could not hide his desire to study science toyanya.
Maka dengan senang hati Cina Shantung tersebut mengajarkan ilmu toyanya kepada Bapak Sera dan dalam waktu singkat telah dapat dapat menguasai ilmu toya tersebut. So happy to China Shantung toyanya teaches science to Mr. Sera and in no time been able to master the science of Toya. Malah sebelum Cina Shantung tersebut kembali ke negeri asalnya, dia berkenan menurunkan seluruh ilmunya kepada Bapak Sera dan mereka berdua mengangkat saudara. Even before China's Shantung returned to his native country, he was pleased to lose all his knowledge to Mr. Sera and together they raised you. Bapak Sera mengembangkan ilmunya sesuai dengan keadaan waktu itu, konon khabarnya beliau bermukim hingga wafat dimakamkan di Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor. Mr. Sera develop their knowledge in accordance with the circumstances at the time, said he lived until his death khabarnya buried in Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor.
Salah seorang murid Bapak Sera yang paling menonjol adalah Bapak Mursyid atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bah Ocid yang berasal dari Kebonmanggis. Sera father of a student is the most prominent was Mr. Murshid or better known as Bah Ocid from Kebonmanggis. Beliau inilah yangmengembangkan Aliran Sera pada abad ke XVIII di daerah Bogor dan sekitarnya. He is yangmengembangkan Sera flow to the XVIII century in Bogor and its surrounding area. Ciri-ciri fisik Bah Ocid, tinggi sekitar 157 cm, rambut panjang sebahu, kuku tangan dan kaki sekitar 7 cm, sehingga kalau berjalan, aka nada bekas kuku kakinya menggores jalan yang dilaluinya. Physical characteristics Ocid Bah, about 157 cm height, shoulder length hair, fingernails and feet about 7 cm, so that when walking, aka the former tone toenails scraping the road in its path. Tak banyak hal ikhwal Bah Ocid, untuk lembih komplitnya kami masih berusaha mencari datanya dari berbagai sumber. Not much to matters Ocid Bah, for the complete lembih we are still trying to find its data from various sources. Konon Bah Ocid ini selain menguasai Silat Sera, juga mempelajari ilmu istijrad. It is said that in addition to mastering this Ocid Bah Silat Sera, also studied istijrad. Kuku tangan dan kakinya dibiarkan panjang karena tak bias dipotong, begitu pula rambutnya, mandi hanya dapat dilakukan setahun sekali yakni pada Bulan Maulud, hal ini disebabkan ilmu istijradnya tersebut yang menyebabkannya. Left hand and foot nails long because there is bias cut, as did her hair, bathe only once a year to do that on the Moon Maulud, this is due to the istijradnya science that caused it. Pantangan ini kalau dilanggar akan menyebabkan badan Bah Ocid menjadi hitam dan gatal-gatal. This prohibition if violated will lead to a black body Ocid Bah and itching. Jika Bah Ocid sedang tidur, tak seorangpun berani membangunkannya, sebab dapat berakibat fatal, karena refleknya yang sudah menyatu, walaupun sedang tidur, Bah Ocid dapat membuat orang yang membangunkannya jatuh tunggang langgang. If Bah Ocid was sleeping, no one dared to wake him up, because it can be fatal, because refleknya already united, even when sleeping, Bah Ocid can make people who wake him fall headlong. Kalau terpaksa orang yang membangunkannya harus memakai galah atau tongkat panjang, itupun bisa patah-patah karena refleknya. If forced to wake people should wear long pole or stick, that too can be broken because refleknya.
Sepengetahuan Bapak Sera bahwa Hj. Sera that the knowledge of Mr. Hj. Cut Suriah tidak pernah mengajarkan ilmu hitam, adapun ilmu-ilmu hitam yang dipunyai oleh Guru-guru Sera adalah hasil pelajaran dari Guru-guru sebelumnya, karena berguru Silat Sera, fisik harus kuat dahulu, seperti Bah Ocid, sebelumnya sudah mempunyai ilmu kebal, kejayaan, Batara Karang dan lain sebagainya. Cut Syria never taught black magic, while the black magic that belongs to the teachers Sera is the result of the lessons of previous teachers, as studied Silat Sera, strong physical need first, such as Ocid Bah, had previously been immune to science, the triumph , Batara Reef and others.
Peristiwa Bapak Sera rupanya juga dialami oleh Bah Ocid, yakni pernah mengadu ilmu dengan seorang Cina seorang pedagang koyo bernama Babah Tong, yang juga mahir ilmu silat. Mr. Sera event apparently shared by Bah Ocid, which had pitted science with a Chinese trader named Babah patch Tong, who is also adept at martial arts. Merekamengadu ilmu di pinggir kali Cipakancilan di Jalan Paledang, di depan Asrama Tentara yang sekarang menjadi Kantor Dinas Pekerjaan Umum Propinsi. Merekamengadu science at the edge of time Cipakancilan Paledang Street, in front of the residence Army is now the Office of the Provincial Public Works Department. Babah Tong mengakui keunggulan Bah Ocid, setelah itu hubungan mereka tetap berjalan baik. Babah Tong recognizes excellence Ocid Bah, after which their relationship is still running well. Babah Tong menganggap Bah Ocid sebagai kakak sperguruannya. Babah Tong regard as a brother sperguruannya Ocid Bah. Kata Pabaton sekarang adalah berasal dari nama beliau, karena tinggal disana. Pabaton now says his name is coming from, because they live there. Bah Ocid banyak mempunyai murid, tetapi jarang yang sampai kepada ajaran terakhirnya yaitu yang disebut Sera Geni, Gerak Rasa Sera, Rasa Diri Sera dan Sera Manjak Pamungkas, yang merupakan filsafat Silat Sera. Bah Ocid many students have, but rarely up to his final Geni is called Sera, Sera Motion Sense, Sense of Self and Sera Sera Manjak Pamungkas, which is the philosophy of Silat Sera. Kebanyakan hanya sampai pada Langkah Opat Lipet, Kombinasi dan Tilu Eusi (Tiga Isi) beserta fungsinya atau istilah Ajaran Sera disebut Rusiah (Rahasia). Most only up to Step Lipet Opat, Combination and tilu Eusi (Fill Three) and their functions or the terms Doctrine Sera called Rusiah (Secret).
Dalam hal ini hanya Bapak H. In this case only Mr. H. Ali Yoenoes Bin Kartadiredja, yang sampai kepada Langkah Pamungkas. Kartadiredja Yoenoes Bin Ali, who comes to Step Pamungkas. Beliau sebelum menjadi murid Silat Sera dari Bah Ocid terlebih dahulu banyak belajar dari guru-guru silat terkenal di seluruh Tanah Jawa, diepkirakan tidak kurang dari 11 (sebelas) orang gurunya. Before he became a student of Silat Sera Bah Ocid first learned of the famous martial arts teachers throughout the land of Java, diepkirakan not less than 11 (eleven) of his teacher. Dengan bermodalkan silat-silat itulah baru dapat berguru kepada Bah Ocid, konon khabarnya, setiap beradu fisik dengan Bah Ocid, kalau tidak berilmu tentulah anggota badan yang terkena benturan akan menjadi hitam legam (tampak hangus). To capitalize a new martial-arts that can be studied to Ocid Bah, said khabarnya, each exchanging blows with Ocid Bah, if not knowledgeable certainly impact the affected limb will be jet black (looks scorched). Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes berasal dari Jombang, Jawa Timur, beliau malang melintang di dunia persilatan sejak abad ke XVII dan XIX, karena beliau panjang umurnya sampai mencapai usia 103 tahun. Ali Yoenoes from Jombang, East Java, he was poor across the world of martial since the XVII and XIX century, because of his age until it reaches a length of 103 years of age. Beliau pernah dicoba oleh para pendekar berbagai daerah, namun Alhamdulillah belum pernah kalah. He had been tried by the warriors variety of areas, but Alhamdulillah have never lost. Dahulu Pemerintah Kolonial Belanda sengaja mengadu domba para pendekar silat. Formerly the Dutch colonial government deliberately pitting the warriors martial arts. Mereka diharuskan bertarung sampai mati, dengan perjanjian tidak ada tuntutan apapun dari pihak keluarga korban, dibawah panggung sudah disediakan keranda mayat. They are required to fight to the death, with no agreement of any demands from the families of the victims, under the stage has been provided coffins, corpses. Belanda sengaja mengadakan hal tersebut dengan maksud agar para pendekar silat tersebut tumpas dengan sendirinya, hingga tidak ada yang ditakuti lagi oleh pihak Belanda. Netherlands accidentally entered it with the intention that the martial arts warriors annihilated by itself, until no longer feared by the Dutch. Acara tersebut diadakan setiap tahun bertempat di dalam Istana Kebun Raya Bogor, dalam memperingati Ulang Tahun Ratu Belanda, Ratu Wilhemina. The event is held each year held at the Istana Bogor Botanical Gardens, in commemorating the Dutch Queen's Birthday, Queen Wilhemina.
Pada awal mulanya Bapak H. In the beginning Mr. H. Ali Yoenoes tidak menyadari siasat licik dari pihak Belanda tersebut, maka pada setiap bertanding beliau pasti membunuh lawannya, tak kurang, 19 orang mati ditangannya. Ali Yoenoes unaware of the devious tactics of the Dutch, then in every match he would kill his opponent, no less, 19 people die in his hands. Tetapi akhirnya beliau menyadari akan hal ini, maka setiap kali bertarung, beliau tidak sampai membunuh lawannya yang kalah, namun cukup hanya dilukai saja dan kemudian menyuruh lawannya tersebut untuk melarikan diri. But eventually he realized this, then every time you fight, not to kill his opponent he defeated, but enough to hurt it and then asked his opponent to escape. Tindakan ini lama kelamaan tercium juga oleh pihak Belanda dan akhirnya Bapak H. This action also wafted over time by the Dutch and finally Mr. H. Ali Yoenoes untuk selanjutnya tidak diperkenankan ikut pertandingan lagi, malahan beliau ditahan selamapertandingan berlangsung. Ali Yoenoes henceforth not be allowed to play the game again, instead he was detained last selamapertandingan. Para pendekar yang beliau selamatkan pada pertandingan tersebut, setiap Hari Idhul Fitri dan Bulan Maulud selalu berkumpul dan bersilaturahmi di rumah Bapak H. The warrior that he saved the match, every day and the Moon Maulud Idhul Fitri always get together and stay in touch at home Mr. H. Ali Yoenoes di Gang Selot Paledang, sebagai rasa syukur dan tanda terima kasih telah diselamatkan nyawanya. Ali Yoenoes in Gang Paledang latch, as a sign of gratitude and thanks have saved his life. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes belajar silat pada Bah Ocid sekitar 9 tahun dan beliau melatih selama 21 tahun. Ali Yoenoes Bah Ocid learn martial arts at about 9 years and he trained for 21 years.
Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes menunaikan ibadah haji pada tahun 1969. Ali Yoenoes perform the pilgrimage in 1969. Salah seorang putra beliau yang turut mengembangkan Silat Sera adalah Bapak Abdulrachman, atau lebih dikenal dengan sebutan Pak Komang dan di dunia persilatan dijuluki Si Girimis, karena kecepatan tangan beliau yang kalau mencecar lawan seperti hujan gerimis, putra lainnya adalah H. One of his sons who helped develop the Silat Sera were Mr. Rachman, or better known as Pak Komang martial world and nicknamed The Girimis, because the speed of his hands which if drilled opponents like drizzling rain, the other son is H. Rachmat atau lebih dikenal dengan nama Pak Memet. Rachmat or better known as Pak Memet. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes bin Kartadiredja meninggal pada tahun 1971 dalam usia 103 tahun, yang kemudian disusul oleh putranya yakni Bapak Abdulrachman pada tahun 1983 dalam usia 64 tahun. Kartadiredja Yoenoes bin Ali died in 1971 at the age of 103 years, which was followed by his son that Mr Rachman in 1983 at the age of 64 years.
Salah satu murid yang dilatih oleh Bapak H. One of the students who were trained by Mr. H. Ali Yoenoes dan Pak Komang adalah Bapak H. Yoenoes Ali and Mr. Komal is Mr. H. Cucu Sutarya, SH Bin Tubagus Baban Sidik Ismaya. Sutarya grandchildren, SH Bin Tubagus Sidik Ismaya Baban. Beliau mulai berlatih pada Bapak H. He started practicing on Mr. H. Ali Yoenoes sejak tahun 1957 hingga tahun 1968 dan mengembangkannya hingga sekarang. Ali Yoenoes since 1957 until 1968 and developed it until now. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun 1998, sekitar bulan Maret-April (Tahun 1418 Hijriah). Sutarya grandchildren, SH pilgrimage to the Hajj season of 1998, around the month of March-April (Year 1418 Hijri). Beliau pernah pula menimba ilmu dari berbagai sumber lain seperti karate (Dan II Internasional) yudo, tinju (pernah juara tinju kelas bantam pada PON di Surabaya), kuntau, yuyitszu, dan silat dari perguruan lain seperti Aliran Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. He had also gain knowledge from other sources such as karate (And II International) judo, boxing (bantamweight boxing champion ever at the PON in Surabaya), Kuntau, yuyitszu, and the arts from other universities such as flow Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. Hal ini dilakukan atas anjuran dari Bapak H. This is done at the instigation of Mr. H. Ali Yoenoes sebagai bahan pembanding dan sebagai ilmu tambahan saja, tetapi loyalitas tetaplah terpusat pada Silat Sera yang kemudian beliau kembangkan menjadi Perguruan Pencak Silat PANCASSERA (Lima Silat Sera, yaitu Sera Banyu, Sera Ringkus, Sera Bayu, Sera Putih dan Sera Geni). Ali Yoenoes as a benchmark and as an additional science course, but loyalty is still centered on Silat Sera which he later developed into university Pencak Silat PANCASSERA (Five Silat Sera, Sera is Banyu, Ringkus Sera, Sera Bayu, White and Sera Sera Geni). Khusus untuk para Pelatih diajarkan Gerak Rasa dan Rasa Diri sebagai Langkah (Jurus Panjang) terakhir dari Aliran Silat Sera. Especially for the coach taught Motion Sense and Sense of Self as a step (stance length) Last of the flow of Silat Sera. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH mendapat kepercayaan langsung dari Bapak H. Sutarya grandchildren, SH won the trust directly from Mr. H. Ali Yoenoes untuk meneruskan perguruan. Ali Yoenoes to continue college. Beliau resmi mulai melatih sejak tahun 1968 di Bandung dan di Garut, kemudian di Bogor sampai sekarang. He officially began training in 1968 at Bandung and in Garut, then in Bogor up to now. Hanya kepada beliaulah Bapak H. He was the only to Mr. H. Ali Yoenoes menurunkan seluruh ilmunya hingga tuntas untuk dikembangkan dan diteruskan. Ali Yoenoes lose all his knowledge to its conclusion to be developed and forwarded. Dengan demikian pewaris dan penerus satu-satunya adalah Bapak H. Thus the heirs and successors only is Mr. H. Cucu Sutarya, SH. Sutarya grandchildren, SH.

Guru-guru lain dari Bapak H. Other teachers from Mr. H. Cucu Sutarya, SH adalah : Sutarya grandchildren, SH is:
1. A. H. H. Adra'I Cianjur Selatan (Pengurutan dan Patah Tulang) Adra'I South Cianjur (Ordering and Broken Bones)
2. 2. Kyai H. Kyai H. Baing Bakri Pasarean Cianjur (Cikalong) Bakri Baing Pasarean Cianjur (Cikalong)
3. 3. Bah Rumanta Garut (Syahbandar) Bah Rumanta Main Page (Syahbandar)
4. 4. Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan) Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan)
5. 5. Bah Maun Dreded Bondongan (Sera Pamacan) Bah Maun Dreded swarms (Sera Pamacan)
6. 6. Bah Enuh Tarogong Garut (Ajrak) Bah Enuh Tarogong Main Page (Ajrak)
7. 7. Liem Sen Thong Bogor (Kuntau dan Akunktur) Liem Mon Thong Bogor (Kuntau and Akunktur)
8. 8. Meneer Ong Bogor (Yudo dan Yuyitszu) Ong Meneer Bogor (Judo and Yuyitszu)
9. 9. Mr. Mr. Matsunaga Osaka Jepang (Karate) Matsunaga Osaka Japan (Karate)
10. 10. Endang Ukaedi Bogor (Tinju) Endang Ukaedi Bogor (Boxing)

Perguruan Silat Pancassera menjadi anggota IPSI pada tahun 1976. Silat college Pancassera a member IPSI in 1976. Sampai saat ini perguruan telah banyak berkembang, bahkan sampai keluar Pulau Jawa yakni di Kalimantan dan Maros, Sulawesi Selatan. Until recently many universities have grown, even to exit the island of Borneo and Java, which is in Maros, South Sulawesi. Di Jawa sendiri Silat Sera tersebar luas, mulai dari Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta dan di mancanegara di Amerika Serikat, Norwegia dan khusus di Belanda ada murid Bapak H. In Java alone Silat Sera is widespread, ranging from Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta and abroad in the United States, Norway and the Netherlands there are students in Mr. H. Ali Yoenoes yaitu Keluarga Van de Vries. Ali Yoenoes the Family Van de Vries.
Pada perguruan Silat Pancassera khusus diajarkan : On special education Pancassera Silat taught:
• Ilmu beladiri Sera tangan kosong • Martial Arts Sera bare hands
• Ilmu beladiri senjata : golok tunggal, golok ganda, gobang (sejenis pedang), gada, toya panjang, toya pendek, ruyung pendek, ruyung panjang, toya pendek, toya panjang, trisula, tongkat rantai dua, rantai tiga (double stick, triple stick), pisau terbang, cambuk, cemeti, clurit dan kombinasi senjata-senjata tersebut) • Martial Arts weapons: a single dagger, double dagger, gobang (a type of sword), mace, long toya, toya short, short ruyung, ruyung long, short toya, toya long, trident, sticks two chains, three chains (stick double, triple stick), flying knives, whips, whip, sickles and a combination of these weapons)
• Pengurutan keseleo, patah tulang. • Ordering sprains, broken bones.
• Tusuk jari, tusuk jarum (akupunktur. • Plugs finger, acupuncture (akupunktur.
• Peramuan obat-obatan tradisional. • Peramuan traditional medicines.
• Seni pernapasan. • Art of breathing.

Kami menghimbau kepada para pengembang Aliran Silat Sera untuk dapat bersilaturahmi dengan Perguruan-perguruan Silat Sera lainnya dimana saja berada, apapun nama perguruannya dengan Perguruan Pencak Silat PANCASSERA yang sumbernya sama. We urge the developers to stream Silat Sera can stay in touch with the university-college Silat Sera others wherever they are, whatever the name of the university Pencak Silat perguruannya PANCASSERA the same source. Dimana khas Silat Sera yaitu jurus-jurusnya banyak dikenal dengan jurus dari huruf Arab dan Cina, seperti : Alif, Ba, Lam Alif (dari huruf Arab), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, dari Bahasa Cina) dan lain sebagainya. Where the typical Silat Sera-jurusnya stance known by the Arabic alphabet and the stance of China, such as: Alif, Ba, Alif Lam (from Arabic), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, from Chinese) and so forth.
Demikian Sejarah singkat Aliran Silat Sera yang kini bernama PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA, wallahu alam (Hanya Allah Yang Maha Tahu), akan segala kejelasan serta kebenarannya. Similarly, a brief history of Silat Sera stream now called EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA, natural wallahu (Only Allah Almighty knows best), going all the clarity and truth.

SUSUNAN PENGURUS MANAGEMENT STRUCTURE
PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA

PEMBINA/PELATIH UTAMA : H. Patrons / COACH HIGHLIGHTS: H. CUCU SUTARYA, SH SUTARYA grandchildren, SH
PELINDUNG : Mayor Jenderal (Purn) H. PROTECTIVE: Major General (Ret.) H. AMIR TOHAR AMIR TOHAR
KETUA UMUM : H. GENERAL CHAIRMAN: H. SUPARNI Suparni
SEKRETARIS JENDERAL : R. SECRETARY GENERAL: R. SOEPRAPTO DJOJOPOESPITO Soeprapto Djojopoespito
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL : MUHAMMAD SIDIK DEPUTY SECRETARY GENERAL: MUHAMMAD SIDIK
BENDAHARA I : H. Treasurer I: H. SUPARDI Supardi
BENDAHARA II : EENG SUHERMAN Treasurer II: EENG Suherman
KEPALA BIDANG ADMINISTRASI : Drs. HEAD OF ADMINISTRATION: Drs. MACHMUD DJAKSAN Machmud DJAKSAN
KEPALA BIDANG TEKHNIK : Drs. HEAD OF Engineering: Drs. ADEH DJAJADI ADEH Djajadi

Ditetapkan pada tanggal 27 Nopember 2005, bertempat di Gedung Pertemuan Balai Besar Industri Agro, Jalan Ir. Enacted on November 27, 2005, located in Building Conference Center of Agro, Jalan Ir. H. H. Juanda Bogor. Juanda Bogor.

Ditulis kembali oleh : Rewritten by:
Muhammad Sidik, Sabuk Hitam Tingkat II, Cabang Gas Alam Cimanggis Depok. Muhammad Sidik, Black Belt Level II, Natural Gas Branch Cimanggis Depok.
Komplek Departemen Penerangan/Harapan Baru Taman Bunga Blok G.08 RT.004 RW.010 Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kotamadya Depok 16954 Complex of the Ministry of Information / New Hope Flower Garden Block G.08 RT.004 RW.010 Harjamukti Village, District Cimanggis, Depok Municipality 16 954

sumber: facebook bang Santanu Muliawidi source: facebook bang Santanu Muliawidi




Tags: , , Tags: , ,


Artikel Sejarah Singkat Aliran Silat Sera yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of the article A Brief History of Silat Sera that 'might' be linked at other sites:

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia ... A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia ... Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik ... Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/ Sources: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/

    SEJARAH ALIRAN SILAT SERA - Forum Sahabat Silat - Index HISTORY OF SILAT SERA - Friend Forum Silat - Index

    “Bismillahirrahmanirrahim” Sejarah Singkat Aliran Silat Sera (Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) Sumber : H. "Bismillahirrahmanirrahim" A Brief History of Silat Sera Flow (Developing a College Pencak Silat Pancassera) Source: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar ... Sutarya grandchildren, SH (Professor of ...
    Sumber: http://sahabatsilat.com/forum/aliran-pencak-silat/sejarah-aliran-silat-sera/ Sources: http://sahabatsilat.com/forum/aliran-pencak-silat/sejarah-aliran-silat-sera/

    Silat Indonesia » Aliran Silat Silat Indonesia »Silat Flow

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera Mar 1st, 2010 | By admin ... A Brief History of Flow Silat Sera March 1st, 2010 | By admin ... Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera.
    Sumber: http://silatindonesia.com/category/aliran/page/2/ Sources: http://silatindonesia.com/category/aliran/page/2/

    Prajurit Penjaga Tiang Utara Club: Perguruan Pencak Silat Naga Mas Soldiers guard the North Pole Club: University Pencak Silat Naga Mas

    Perguruan silat yang merupakan salah satu silat aliran Palembang asli ... Arts college that is one of the original Kilkenny arts stream ... Sejarah Singkat Aliran Silat Sera; PORSIGAL; MAKNA LAMBANG PORSIGAL; Ichibi si ekor 1 A Brief History of Flow Silat Sera; PORSIGAL; SYMBOL MEANING PORSIGAL; Ichibi the tail 1

    Silatcimande's Blog | Just another WordPress.com site Silatcimande's Blog | Just another WordPress.com site

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera (Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) Sumber : H. A Brief History of Silat Sera Flow (Developing a College Pencak Silat Pancassera) Source: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / President of Trustees).
    Sumber: http://silatcimande.wordpress.com/ Sources: http://silatcimande.wordpress.com/


- Powered by BING [2012-02-06 06:04] - Powered by BING [2012-02-06 06:04]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera. A Brief History of Flow Silat Sera.

[ in English ] [ in English ]

Mar 1st, 2010 | By | Category: Aliran Silat Visited 1655 times, 2 today [ in English ] March 1st, 2010 | By | Category: Flow Silat Visited 1655 times, 2 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera. Seperti pula telah dipublikasikan dalam Forum sahabatsilat.com As well as been published in the Forum sahabatsilat.com

Bismillahirrahmanirrahim "Bismillahirrahmanirrahim"

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera A Brief History of Flow Silat Sera
(Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) (Developing a College Pencak Silat Pancassera)
Sumber : H. Sources: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / President of Trustees).
Bermula dari kabilah-kabilah Gujarat Persia yang pada abad ke XVI dating ke daerah aceh, selain berniaga mereka juga membawa dan menyebarkan agama serta kebudayaan Islam. Starting from the tribes in Gujarat Persian dating to the sixteenth century Aceh region, in addition to trade they also carry and spread the Islamic religion and culture. Pada abad ini agama Islam mulai masuk ke tanah Aceh. In this century the religion of Islam began to enter the land of Aceh. Saudagar-saudagar tersebut mendapat pengetahuan agama dan kebudayaan dari Syekh Sayyidina Ali ra Beliau adalah sahabat dan sekaligus menantu Rasulullah Muhammad SAW. Merchants will then have the knowledge of religion and culture of Sayyidina Shaykh Ali ra He was a friend and once-law of Prophet Muhammad SAW. Beliau dikenal sebagai seorang ahli dalam strategi perang, terampil dalam mengolah raga, terutama dalam permainan pedangnya yang selalu membuat ciut nyali lawan-lawannya, terutama musuh Islam pada saat itu. He is known as an expert in war strategy, skilled in processing bodies, especially the sword in the game that always makes his opponents were afraid, especially the enemies of Islam at that time. Tak heran jika kemudian beliau dijuluki dengan julukan Syaifullah ( Si Pedang Allah). No wonder then if he was dubbed with the nickname Syaifullah (The Sword of Allah).
Saudagar-saudagar inilah yang membawa pengetahuan agama dan kebudayaan itu hingga sampai ke tanah Aceh. These merchants who carry the knowledge of religion and culture to get to the ground in Aceh. Hubungan mereka dengan penduduk asli terjalin dengan baik, terbukti kemudian dengan munculnya seorang tokoh sufi setempat yang dikenal dengan sebutan Nyai Panjate. Their relations with the natives are good, as evidenced later by the emergence of a local Sufi saint known as Nyai Panjate. Nama asli Nyai Panjate adalah Hajja Cut Suriah binti Teuku Syamannur. The original name is Hajja Cut Nyai Panjate bint Teuku Syamannur Syria. Suaminya bernama H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Her husband called H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Kedua suami istri tersebut mempelajari ilmu agama dan kebudayaan (ilmu silat) dari Kabilah Gujarat Persia. Both husband and wife are studying the science of religion and culture (martial arts) from Gujarat Persian tribes. Salah seorang guru mereka adalah murid dari keturunan murid Syekh Sayyidina Ali ra (Wallahu alam). One of them was a disciple of guru disciple of Sheikh descendants of Sayyidina Ali ra (Wallahu nature).
Ketika tentara colonial Belanda (VOC) masuk ke tanah Aceh pada tahun 1752 M, kedua suami istri tersebut bekerjasama dengan para pendekar silat lainnya mengadakan perlawanan bersama rakyat untuk mengusir tentara belanda dari bumi Aceh. When the Dutch colonial army (VOC) into the ground in Aceh in 1752 AD, both husband and wife are working together with other martial arts warriors held a joint resistance of the people to expel the Dutch troops from Aceh's earth. Pada mulanya mereka berhasil memukul mundur pasukan Belanda, namun dengan siasat licik dengan cara mengadu domba diantara rakyat Aceh, maka tentara Belanda dapat mengetahui kelemahan suami Cut Suriah tersebut. At first they succeeded in repelling the Dutch troops, but with a cunning ploy by pitting among the people of Aceh, the Dutch troops can know the weaknesses of her husband Cut Syria. Akhirnya pada saat yang naas bagi Teuku Kaharuddin Solehuddin, Belanda dapat menembak roboh beliau dengan peluru emas, maka gugurlah beliau sebagai seorang syuhada. Finally, at the ill-fated for Teuku Kaharuddin Solehuddin, the Netherlands can shoot, he collapsed with a gold bullet, then gugurlah him as a martyr.
Setelah suaminya gugur, Hj. After her husband died, Hj. Cut Suriah hijrah ke dalam hutan + 35 km ke pedalaman daerah Bireun. Syria's move to cut the woods + 35 km inland areas Bireun. Beliau mengasingkan diri sebagai seorang sufi. He exiled himself as a Sufi. Pada waktu sedang hamil muda + 2 bulan. At the time of a young pregnant + 2 months. Dalam kehidupan sebagai seorang sufi kebutuhan hidup beliau bergantung kepada alam di sekitarnya. In life as a Sufi needs depend on the nature of his life around. Sesekali beliau berburu dengan alat sedanya, beliau sering menolong orang-orang yang sedang mencari kayu atau hasil hutan lainnya, yang sering digangggu binatang buas seperti harimau, ular, buaya dan lain sebagainya. Occasionally he was hunting with tools sedanya, he often helped people who are looking for wood or other forest products, which often digangggu wild animals such as tigers, snakes, crocodiles and others. Sudah sering beliau menyelamatkan orang-orang yang diganggu binatang buas, kemudian lenyap tanpa meningggalkan jejak. He had often saved the people who bothered to wild animals, then vanished without a trace abandon. Dari mulut ke mulut orang-orang yang pernah ditolongnya mengatakan bahwa adanya wanita berkerudung rapi dengan ilmu silatnya yang tinggi sanggup melumpuhkan binatang buas yang menyerang para pencari hasil hutan, hanya dengan beberapa gerakan saja. Word of mouth of people who had ditolongnya said that the neatly veiled women with high silatnya science can paralyze the beast that attacked seekers forest, alone with just a few movements. Yang karena keahliannya yang sangat mengagumkan sehingga terkenal sebagai seorang wanita berkerudung yang misterius sering menolong tanpa pamrih, kemudian pergi tanpa diketahui identitasnya. That because of his skills are amazing, so well known as a mysterious veiled women often help with no strings attached, then go without to be identified. Sifat pendekarnya membuat dicari orang untuk berguru, tetapi karena yang masih buas sehingga banyak yang menjadi korban sebelum sampai ke tujuan. Pendekarnya nature makes people look to sit, but because that is still wild, so many victims before reaching the destination.
Sekitar abad ke XVII, datanglah seorang laki-laki bernama Bapak Sera, beliau adalah seorang yang gemar sekali bertualang. Around the seventeenth century, there came a man named Mr. Sera, he was an avid adventure. Dalam petualangannyabeliau banyak sekali menimba ilmu agama dan silat dari berbagai daerah, disamping berniaga sebagai mata pencariannya. In petualangannyabeliau lot of studying religion and the arts from different regions, in addition to trade as a trade. Beliau selalu merasa bahwa ilmunya masih saja kurang. He always felt that their knowledge is still lacking. Ketika beliau sedang berada di daerah Riau, beliau mendengar berita yang tersiar akan keperkasaan wanita meisterius itu yang membuat Bapak Sera bertekad untuk mencarinya ke tanah Aceh. When he was in the Riau area, he heard the news will spread meisterius woman's courage that makes Mr. Sera were determined to look to the ground in Aceh. Untuk mencapai tujuannya, tentu saja harus melalui perjuangan yang amat berat, harus bertarung dengan harimau, ular, babi hutan, begitu juga harus berhadapan dengan buaya setiap menyeberangi sungai. To achieve the goal, of course, must go through a very hard struggle, had to fight with tigers, snakes, wild boar, so also have to deal with any alligator cross the river. Jarak yang hanya sekitar 30 km itu harus dicapai selama 3 bulan. The distance is only about 30 km must be achieved for 3 months. Seandainya tidak berbekal ilmu silat, mustahil dapat mencapai tujuan. If not armed with martial arts, it is impossible to achieve the goal.
Rupanya segala sepak terjang Bapak Sera sudah diketahui oleh Ibu Hj. Apparently all lunge Mr. Sera had known Mrs. Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Ketika Bapak Sera sedang tertidur lelap terdengar suara takbir adzan dari Hj. When Mr. Sera were sound asleep Takbir prayer of Hj. Cut Suriah yang dikeraskan, tanda waktu shalat Shubuh telah tiba. Syria cut a hardened, mark Shubuh prayer time has come. Dari atas pohon besar Bapak Sera melihat seorang berkerudung kuning dengan menggendong anak dipunggungnya turun, untuk melaksanakan Shalat Shubuh. From the top of the tree Mr. Sera saw a hooded yellow with carrying a child on his back down, to perform the morning prayer. Kemudian Bapak Sera pun turun daripohon dan mengucap salam, dibalas salamnya. Then Mr. Sera were down daripohon and say hello, returned his greeting. Kemudian mereka melakukan shalat dengan berjamaah. Then they prayed with the congregation. Sebagai seorang pendekar dan ahli sufi, semua sepak terjang dan tujuan dari Bapak Sera sudah diketahui oleh Hj. As an expert swordsman and Sufi, all lunge and objectives of Mr. Sera already known by Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Sekitar tiga bulan Bapak Sera melayani Hj. About three months Mr. Sera serve Hj. Cut Suriah, barulah dengan perjuangan yang ulet mulailah diajarkan ilmu silat oleh Hj. Cut Syria, then start with a tenacious struggle of the martial arts taught by Hj. Cut Suriah pada siang hari dan ilmu agama pada malam harinya. Cut Syria during the day and the science of religion in the evening. Setelah sekitar satu setengah tahun Bapak Sera berlatih, datanglah seorang pemuda yang terdampar, konon khabarnya dari tanah Sulawesi, bernama Lago dan menjadi adik seperguruan dari Bapak Sera. After about one and a half years of Mr. Sera practice, there came a young man who washed up, supposedly khabarnya of Sulawesi ground, and a younger brother named Lago seperguruan of Mr. Sera.
Kurang lebih 6 tahun berguru kepada Hj. About 6 years apprenticed to Hj. Cut Suriah, Bapak Sera baru mengetahui nama asli gurunya tersebut. Cut Syria, Mr. Sera new teachers know the real names. Nyai Panjate adalah julukan yang diberikan Bapak Sera, karena setiap menyusui anak perempuannya dengan terbungkus rapi selalu dikebelakangkan. Nyai Panjate is the nickname given Mr. Sera, because every feeding her daughter with dikebelakangkan always wrapped. Hj. Hj. Cut Suriah bersumpah bahwa putrinya itu tidak akan pernah dilatihilmu silat. Cut Syria vowed that her daughter would never dilatihilmu silat. Atasm anjuran Sang Guru, Bapak Sera dan Bapak Lagoa dianjurkan untuk kembali pulang ke tanah asalnya karena ilmu yang didapat telah dinilai cukup. Atasm the recommendation of the Master, Mr. Sera and Mr. Lagoa encouraged to return home to his native land because of the knowledge gained has been adequately assessed. Mereka kembali ke tanah Jawa, Bapak Sera ke Bogor dan Bapak Sera ke Tanjung Priuk, tepatnya daerah Lagoa sekarang, daerah itupun berasal dari nama beliau karena wafat dan dimakamkan disana. They returned to the land of Java, Mr. and Mr. Sera Sera to Bogor to Tanjung Priok, precisely now Lagoa region, the region rose from his name because of his death and was buried there.
Dalam pengembaraannya, Bapak Sera bertemu dengan dengan seorang pedagang kain dari Mongol yang bernama Yu Sak Liong, yang kemudian menjadi majikan Bapak Sera dalam berniaga. In his wanderings, Mr. Sera met with a cloth merchant of Sak Mongol named Yu Liong, who later became Mr. Sera employer in the trade. Bah Yu Sak Liong adalah seorang Muslim yang lebih dikenal dengan nama Bah Yusa. Bah Liong Yu Sak is a Muslim who is better known as Bah Yusa. Mereka berniaga berkeliling sampai ke tanah Aceh. They trade around the ground in Aceh. Awal perkenalan mereka dimulai ketika saat Bapak Sera sedang menurunkan bal gulungan kain, tiba-tiba, satu gulungan kain tersebut jatuh dan akan menimpa dirinya. Beginning of their acquaintance began when when Mr. Sera were unloading bales of cloth rolls, all of a sudden, one roll of fabric is falling and will happen to him. Namun dengan gerakan tangannya, Bapak Sera berhasil menagkis bal gulungan kain tersebut, hingga bal gulungan kain tersebut yang beratnya puluhan kilo tersebut mental terkena tangkisannya dan tak sengaja melayang menuju kea rah BahYusa. But with the movement of his hands, Mr. Sera had menagkis bales of cloth rolls, rolls up the cloth bales that weigh tens of kilos of the mental and accidentally hit tangkisannya drift toward toward BahYusa. Namun dengan gerakan kakinya, Bah Yusa menyambut bal gulungan kain tersebut dan menendangnya kearah tempatsemula. But with the movement of his foot, Bah Yusa welcome bales of cloth rolls and kicking towards tempatsemula. Bah Yusa sangat kagum menyaksikan gerakan Bapak Sera yang hanya dengan sedikit saja menggerakan tangan, dapat menyelamatkan diri, karena jika orang lain yang mengalaminya pasti sudah cedera berat. Bah Yusa was amazed to watch the movement of Mr. Sera that only a few moving hand, can save themselves, because if other people who experience it must have been serious injuries. Akhirnya mereka berkenalan dan sepakat untuk tukar pikiran dalam hal ilmu mereka masing-masing. Finally they agreed to meet and exchange ideas in terms of their science.
Bah Yu Sak Liong ahli dalam beladiri menggunakan kaki sesuai dengan negeri asalnya yakni Mongol, sedangkan Bapak Sera ahli dalam menggunakan tangan. Bah Sak Liong Yu-foot martial arts expert in the country of origin in accordance with the Mongols, while Mr. Sera expert in using the hands. Mereka mengadu ilmu kurang lebih tiga hari tiga malam, dengan istirahat untuk mengerjakan shalat. They complain about the science of three days and three nights, with a break for prayer. Tak ada yang unggul dalam adu ilmu tersebut, Bah Yu Sak Liong hangus kakinya, sedangkan Bapak Sera hangus pula tangannya. No one excels in the science contest, Bah Liong Yu Sak scorched his feet, while Mr. Sera also charred hands. Akhirnya mereka sepakat untuk mengabungkan ilmu mereka. Finally they agreed to assemble their knowledge. Sejak saat itu maka bertambahlah ilmu silat Bapak Sera dan Bah Yu Sak Liong. Since then it increaseth martial arts Sera and Mr. Bah Yu Liong Sak. Ilmu mereka kemudian dikenal dengan Aliran Sera, sesuai dengan nama penemunya yaitu Bapak Sera. They were then known to science stream Sera, according to the name of the inventor, Mr. Sera. Bah Yu Sak Liong kemudian kembali ke Mongol dan Bapk Sera meneruskan pengembaraannya. Bah Liong Yu Sak and then back to the Mongols and Bapk Sera continued his odyssey.
Suatu ketika Bapak Sera menyaksikan seorang pedagang kain keliling dari Cina Shantung sedang dikeroyok olehsekelompok penyamun yang bermaksud merampoknya, namun Cina tersebut dengan gesit dan lincah dapat mengalahkan para penyamun tersebut dengan hanya bersenjatakan meteran kainnya sebagai senjata toya. Once when Mr. Sera witnessed an itinerant trader from China's Shantung fabric being beaten olehsekelompok robbers who intend to rob him, but China is a nimble and agile to defeat these bandits, armed with only a cloth tape measure as a weapon of Toya. Permainan toyanya sangat mengagumkan, sampai-sampai bapak sera tidak beranjak dari tempatnya menyaksikan permainannya. Toyanya game was amazing, to the extent that the father of sera did not move from place to watch the game. Namun naas bagi Cina tersebut, ketika sedang bertarung, kakinya dipatuk seekor ular berbisa. But unlucky for China, when it is fighting, pecked his feet a viper. Dia pinsan dan ditolong dan diobati oleh Bapak Sera hingga sembuh. He pinsan and helped and treated by Mr. Sera until cured. Sebagaitanda terima kasih, Cina tersebut meberikan seluruh kain dagangannya kepada Bapak Sera, namun ditolak, meskipun demikian Bapak Sera tidak dapat menyembunyikan keinginannya untuk belajar ilmu toyanya. Sebagaitanda thank you, the Chinese gave the whole fabric wares to Mr. Sera, but was refused, though Mr. Sera could not hide his desire to study science toyanya.
Maka dengan senang hati Cina Shantung tersebut mengajarkan ilmu toyanya kepada Bapak Sera dan dalam waktu singkat telah dapat dapat menguasai ilmu toya tersebut. So happy to China Shantung toyanya teaches science to Mr. Sera and in no time been able to master the science of Toya. Malah sebelum Cina Shantung tersebut kembali ke negeri asalnya, dia berkenan menurunkan seluruh ilmunya kepada Bapak Sera dan mereka berdua mengangkat saudara. Even before China's Shantung returned to his native country, he was pleased to lose all his knowledge to Mr. Sera and together they raised you. Bapak Sera mengembangkan ilmunya sesuai dengan keadaan waktu itu, konon khabarnya beliau bermukim hingga wafat dimakamkan di Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor. Mr. Sera develop their knowledge in accordance with the circumstances at the time, said he lived until his death khabarnya buried in Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor.
Salah seorang murid Bapak Sera yang paling menonjol adalah Bapak Mursyid atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bah Ocid yang berasal dari Kebonmanggis. Sera father of a student is the most prominent was Mr. Murshid or better known as Bah Ocid from Kebonmanggis. Beliau inilah yangmengembangkan Aliran Sera pada abad ke XVIII di daerah Bogor dan sekitarnya. He is yangmengembangkan Sera flow to the XVIII century in Bogor and its surrounding area. Ciri-ciri fisik Bah Ocid, tinggi sekitar 157 cm, rambut panjang sebahu, kuku tangan dan kaki sekitar 7 cm, sehingga kalau berjalan, aka nada bekas kuku kakinya menggores jalan yang dilaluinya. Physical characteristics Ocid Bah, about 157 cm height, shoulder length hair, fingernails and feet about 7 cm, so that when walking, aka the former tone toenails scraping the road in its path. Tak banyak hal ikhwal Bah Ocid, untuk lembih komplitnya kami masih berusaha mencari datanya dari berbagai sumber. Not much to matters Ocid Bah, for the complete lembih we are still trying to find its data from various sources. Konon Bah Ocid ini selain menguasai Silat Sera, juga mempelajari ilmu istijrad. It is said that in addition to mastering this Ocid Bah Silat Sera, also studied istijrad. Kuku tangan dan kakinya dibiarkan panjang karena tak bias dipotong, begitu pula rambutnya, mandi hanya dapat dilakukan setahun sekali yakni pada Bulan Maulud, hal ini disebabkan ilmu istijradnya tersebut yang menyebabkannya. Left hand and foot nails long because there is bias cut, as did her hair, bathe only once a year to do that on the Moon Maulud, this is due to the istijradnya science that caused it. Pantangan ini kalau dilanggar akan menyebabkan badan Bah Ocid menjadi hitam dan gatal-gatal. This prohibition if violated will lead to a black body Ocid Bah and itching. Jika Bah Ocid sedang tidur, tak seorangpun berani membangunkannya, sebab dapat berakibat fatal, karena refleknya yang sudah menyatu, walaupun sedang tidur, Bah Ocid dapat membuat orang yang membangunkannya jatuh tunggang langgang. If Bah Ocid was sleeping, no one dared to wake him up, because it can be fatal, because refleknya already united, even when sleeping, Bah Ocid can make people who wake him fall headlong. Kalau terpaksa orang yang membangunkannya harus memakai galah atau tongkat panjang, itupun bisa patah-patah karena refleknya. If forced to wake people should wear long pole or stick, that too can be broken because refleknya.
Sepengetahuan Bapak Sera bahwa Hj. Sera that the knowledge of Mr. Hj. Cut Suriah tidak pernah mengajarkan ilmu hitam, adapun ilmu-ilmu hitam yang dipunyai oleh Guru-guru Sera adalah hasil pelajaran dari Guru-guru sebelumnya, karena berguru Silat Sera, fisik harus kuat dahulu, seperti Bah Ocid, sebelumnya sudah mempunyai ilmu kebal, kejayaan, Batara Karang dan lain sebagainya. Cut Syria never taught black magic, while the black magic that belongs to the teachers Sera is the result of the lessons of previous teachers, as studied Silat Sera, strong physical need first, such as Ocid Bah, had previously been immune to science, the triumph , Batara Reef and others.
Peristiwa Bapak Sera rupanya juga dialami oleh Bah Ocid, yakni pernah mengadu ilmu dengan seorang Cina seorang pedagang koyo bernama Babah Tong, yang juga mahir ilmu silat. Mr. Sera event apparently shared by Bah Ocid, which had pitted science with a Chinese trader named Babah patch Tong, who is also adept at martial arts. Merekamengadu ilmu di pinggir kali Cipakancilan di Jalan Paledang, di depan Asrama Tentara yang sekarang menjadi Kantor Dinas Pekerjaan Umum Propinsi. Merekamengadu science at the edge of time Cipakancilan Paledang Street, in front of the residence Army is now the Office of the Provincial Public Works Department. Babah Tong mengakui keunggulan Bah Ocid, setelah itu hubungan mereka tetap berjalan baik. Babah Tong recognizes excellence Ocid Bah, after which their relationship is still running well. Babah Tong menganggap Bah Ocid sebagai kakak sperguruannya. Babah Tong regard as a brother sperguruannya Ocid Bah. Kata Pabaton sekarang adalah berasal dari nama beliau, karena tinggal disana. Pabaton now says his name is coming from, because they live there. Bah Ocid banyak mempunyai murid, tetapi jarang yang sampai kepada ajaran terakhirnya yaitu yang disebut Sera Geni, Gerak Rasa Sera, Rasa Diri Sera dan Sera Manjak Pamungkas, yang merupakan filsafat Silat Sera. Bah Ocid many students have, but rarely up to his final Geni is called Sera, Sera Motion Sense, Sense of Self and Sera Sera Manjak Pamungkas, which is the philosophy of Silat Sera. Kebanyakan hanya sampai pada Langkah Opat Lipet, Kombinasi dan Tilu Eusi (Tiga Isi) beserta fungsinya atau istilah Ajaran Sera disebut Rusiah (Rahasia). Most only up to Step Lipet Opat, Combination and tilu Eusi (Fill Three) and their functions or the terms Doctrine Sera called Rusiah (Secret).
Dalam hal ini hanya Bapak H. In this case only Mr. H. Ali Yoenoes Bin Kartadiredja, yang sampai kepada Langkah Pamungkas. Kartadiredja Yoenoes Bin Ali, who comes to Step Pamungkas. Beliau sebelum menjadi murid Silat Sera dari Bah Ocid terlebih dahulu banyak belajar dari guru-guru silat terkenal di seluruh Tanah Jawa, diepkirakan tidak kurang dari 11 (sebelas) orang gurunya. Before he became a student of Silat Sera Bah Ocid first learned of the famous martial arts teachers throughout the land of Java, diepkirakan not less than 11 (eleven) of his teacher. Dengan bermodalkan silat-silat itulah baru dapat berguru kepada Bah Ocid, konon khabarnya, setiap beradu fisik dengan Bah Ocid, kalau tidak berilmu tentulah anggota badan yang terkena benturan akan menjadi hitam legam (tampak hangus). To capitalize a new martial-arts that can be studied to Ocid Bah, said khabarnya, each exchanging blows with Ocid Bah, if not knowledgeable certainly impact the affected limb will be jet black (looks scorched). Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes berasal dari Jombang, Jawa Timur, beliau malang melintang di dunia persilatan sejak abad ke XVII dan XIX, karena beliau panjang umurnya sampai mencapai usia 103 tahun. Ali Yoenoes from Jombang, East Java, he was poor across the world of martial since the XVII and XIX century, because of his age until it reaches a length of 103 years of age. Beliau pernah dicoba oleh para pendekar berbagai daerah, namun Alhamdulillah belum pernah kalah. He had been tried by the warriors variety of areas, but Alhamdulillah have never lost. Dahulu Pemerintah Kolonial Belanda sengaja mengadu domba para pendekar silat. Formerly the Dutch colonial government deliberately pitting the warriors martial arts. Mereka diharuskan bertarung sampai mati, dengan perjanjian tidak ada tuntutan apapun dari pihak keluarga korban, dibawah panggung sudah disediakan keranda mayat. They are required to fight to the death, with no agreement of any demands from the families of the victims, under the stage has been provided coffins, corpses. Belanda sengaja mengadakan hal tersebut dengan maksud agar para pendekar silat tersebut tumpas dengan sendirinya, hingga tidak ada yang ditakuti lagi oleh pihak Belanda. Netherlands accidentally entered it with the intention that the martial arts warriors annihilated by itself, until no longer feared by the Dutch. Acara tersebut diadakan setiap tahun bertempat di dalam Istana Kebun Raya Bogor, dalam memperingati Ulang Tahun Ratu Belanda, Ratu Wilhemina. The event is held each year held at the Istana Bogor Botanical Gardens, in commemorating the Dutch Queen's Birthday, Queen Wilhemina.
Pada awal mulanya Bapak H. In the beginning Mr. H. Ali Yoenoes tidak menyadari siasat licik dari pihak Belanda tersebut, maka pada setiap bertanding beliau pasti membunuh lawannya, tak kurang, 19 orang mati ditangannya. Ali Yoenoes unaware of the devious tactics of the Dutch, then in every match he would kill his opponent, no less, 19 people die in his hands. Tetapi akhirnya beliau menyadari akan hal ini, maka setiap kali bertarung, beliau tidak sampai membunuh lawannya yang kalah, namun cukup hanya dilukai saja dan kemudian menyuruh lawannya tersebut untuk melarikan diri. But eventually he realized this, then every time you fight, not to kill his opponent he defeated, but enough to hurt it and then asked his opponent to escape. Tindakan ini lama kelamaan tercium juga oleh pihak Belanda dan akhirnya Bapak H. This action also wafted over time by the Dutch and finally Mr. H. Ali Yoenoes untuk selanjutnya tidak diperkenankan ikut pertandingan lagi, malahan beliau ditahan selamapertandingan berlangsung. Ali Yoenoes henceforth not be allowed to play the game again, instead he was detained last selamapertandingan. Para pendekar yang beliau selamatkan pada pertandingan tersebut, setiap Hari Idhul Fitri dan Bulan Maulud selalu berkumpul dan bersilaturahmi di rumah Bapak H. The warrior that he saved the match, every day and the Moon Maulud Idhul Fitri always get together and stay in touch at home Mr. H. Ali Yoenoes di Gang Selot Paledang, sebagai rasa syukur dan tanda terima kasih telah diselamatkan nyawanya. Ali Yoenoes in Gang Paledang latch, as a sign of gratitude and thanks have saved his life. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes belajar silat pada Bah Ocid sekitar 9 tahun dan beliau melatih selama 21 tahun. Ali Yoenoes Bah Ocid learn martial arts at about 9 years and he trained for 21 years.
Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes menunaikan ibadah haji pada tahun 1969. Ali Yoenoes perform the pilgrimage in 1969. Salah seorang putra beliau yang turut mengembangkan Silat Sera adalah Bapak Abdulrachman, atau lebih dikenal dengan sebutan Pak Komang dan di dunia persilatan dijuluki Si Girimis, karena kecepatan tangan beliau yang kalau mencecar lawan seperti hujan gerimis, putra lainnya adalah H. One of his sons who helped develop the Silat Sera were Mr. Rachman, or better known as Pak Komang martial world and nicknamed The Girimis, because the speed of his hands which if drilled opponents like drizzling rain, the other son is H. Rachmat atau lebih dikenal dengan nama Pak Memet. Rachmat or better known as Pak Memet. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes bin Kartadiredja meninggal pada tahun 1971 dalam usia 103 tahun, yang kemudian disusul oleh putranya yakni Bapak Abdulrachman pada tahun 1983 dalam usia 64 tahun. Kartadiredja Yoenoes bin Ali died in 1971 at the age of 103 years, which was followed by his son that Mr Rachman in 1983 at the age of 64 years.
Salah satu murid yang dilatih oleh Bapak H. One of the students who were trained by Mr. H. Ali Yoenoes dan Pak Komang adalah Bapak H. Yoenoes Ali and Mr. Komal is Mr. H. Cucu Sutarya, SH Bin Tubagus Baban Sidik Ismaya. Sutarya grandchildren, SH Bin Tubagus Sidik Ismaya Baban. Beliau mulai berlatih pada Bapak H. He started practicing on Mr. H. Ali Yoenoes sejak tahun 1957 hingga tahun 1968 dan mengembangkannya hingga sekarang. Ali Yoenoes since 1957 until 1968 and developed it until now. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun 1998, sekitar bulan Maret-April (Tahun 1418 Hijriah). Sutarya grandchildren, SH pilgrimage to the Hajj season of 1998, around the month of March-April (Year 1418 Hijri). Beliau pernah pula menimba ilmu dari berbagai sumber lain seperti karate (Dan II Internasional) yudo, tinju (pernah juara tinju kelas bantam pada PON di Surabaya), kuntau, yuyitszu, dan silat dari perguruan lain seperti Aliran Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. He had also gain knowledge from other sources such as karate (And II International) judo, boxing (bantamweight boxing champion ever at the PON in Surabaya), Kuntau, yuyitszu, and the arts from other universities such as flow Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. Hal ini dilakukan atas anjuran dari Bapak H. This is done at the instigation of Mr. H. Ali Yoenoes sebagai bahan pembanding dan sebagai ilmu tambahan saja, tetapi loyalitas tetaplah terpusat pada Silat Sera yang kemudian beliau kembangkan menjadi Perguruan Pencak Silat PANCASSERA (Lima Silat Sera, yaitu Sera Banyu, Sera Ringkus, Sera Bayu, Sera Putih dan Sera Geni). Ali Yoenoes as a benchmark and as an additional science course, but loyalty is still centered on Silat Sera which he later developed into university Pencak Silat PANCASSERA (Five Silat Sera, Sera is Banyu, Ringkus Sera, Sera Bayu, White and Sera Sera Geni). Khusus untuk para Pelatih diajarkan Gerak Rasa dan Rasa Diri sebagai Langkah (Jurus Panjang) terakhir dari Aliran Silat Sera. Especially for the coach taught Motion Sense and Sense of Self as a step (stance length) Last of the flow of Silat Sera. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH mendapat kepercayaan langsung dari Bapak H. Sutarya grandchildren, SH won the trust directly from Mr. H. Ali Yoenoes untuk meneruskan perguruan. Ali Yoenoes to continue college. Beliau resmi mulai melatih sejak tahun 1968 di Bandung dan di Garut, kemudian di Bogor sampai sekarang. He officially began training in 1968 at Bandung and in Garut, then in Bogor up to now. Hanya kepada beliaulah Bapak H. He was the only to Mr. H. Ali Yoenoes menurunkan seluruh ilmunya hingga tuntas untuk dikembangkan dan diteruskan. Ali Yoenoes lose all his knowledge to its conclusion to be developed and forwarded. Dengan demikian pewaris dan penerus satu-satunya adalah Bapak H. Thus the heirs and successors only is Mr. H. Cucu Sutarya, SH. Sutarya grandchildren, SH.

Guru-guru lain dari Bapak H. Other teachers from Mr. H. Cucu Sutarya, SH adalah : Sutarya grandchildren, SH is:
1. A. H. H. Adra'I Cianjur Selatan (Pengurutan dan Patah Tulang) Adra'I South Cianjur (Ordering and Broken Bones)
2. 2. Kyai H. Kyai H. Baing Bakri Pasarean Cianjur (Cikalong) Bakri Baing Pasarean Cianjur (Cikalong)
3. 3. Bah Rumanta Garut (Syahbandar) Bah Rumanta Main Page (Syahbandar)
4. 4. Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan) Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan)
5. 5. Bah Maun Dreded Bondongan (Sera Pamacan) Bah Maun Dreded swarms (Sera Pamacan)
6. 6. Bah Enuh Tarogong Garut (Ajrak) Bah Enuh Tarogong Main Page (Ajrak)
7. 7. Liem Sen Thong Bogor (Kuntau dan Akunktur) Liem Mon Thong Bogor (Kuntau and Akunktur)
8. 8. Meneer Ong Bogor (Yudo dan Yuyitszu) Ong Meneer Bogor (Judo and Yuyitszu)
9. 9. Mr. Mr. Matsunaga Osaka Jepang (Karate) Matsunaga Osaka Japan (Karate)
10. 10. Endang Ukaedi Bogor (Tinju) Endang Ukaedi Bogor (Boxing)

Perguruan Silat Pancassera menjadi anggota IPSI pada tahun 1976. Silat college Pancassera a member IPSI in 1976. Sampai saat ini perguruan telah banyak berkembang, bahkan sampai keluar Pulau Jawa yakni di Kalimantan dan Maros, Sulawesi Selatan. Until recently many universities have grown, even to exit the island of Borneo and Java, which is in Maros, South Sulawesi. Di Jawa sendiri Silat Sera tersebar luas, mulai dari Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta dan di mancanegara di Amerika Serikat, Norwegia dan khusus di Belanda ada murid Bapak H. In Java alone Silat Sera is widespread, ranging from Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta and abroad in the United States, Norway and the Netherlands there are students in Mr. H. Ali Yoenoes yaitu Keluarga Van de Vries. Ali Yoenoes the Family Van de Vries.
Pada perguruan Silat Pancassera khusus diajarkan : On special education Pancassera Silat taught:
• Ilmu beladiri Sera tangan kosong • Martial Arts Sera bare hands
• Ilmu beladiri senjata : golok tunggal, golok ganda, gobang (sejenis pedang), gada, toya panjang, toya pendek, ruyung pendek, ruyung panjang, toya pendek, toya panjang, trisula, tongkat rantai dua, rantai tiga (double stick, triple stick), pisau terbang, cambuk, cemeti, clurit dan kombinasi senjata-senjata tersebut) • Martial Arts weapons: a single dagger, double dagger, gobang (a type of sword), mace, long toya, toya short, short ruyung, ruyung long, short toya, toya long, trident, sticks two chains, three chains (stick double, triple stick), flying knives, whips, whip, sickles and a combination of these weapons)
• Pengurutan keseleo, patah tulang. • Ordering sprains, broken bones.
• Tusuk jari, tusuk jarum (akupunktur. • Plugs finger, acupuncture (akupunktur.
• Peramuan obat-obatan tradisional. • Peramuan traditional medicines.
• Seni pernapasan. • Art of breathing.

Kami menghimbau kepada para pengembang Aliran Silat Sera untuk dapat bersilaturahmi dengan Perguruan-perguruan Silat Sera lainnya dimana saja berada, apapun nama perguruannya dengan Perguruan Pencak Silat PANCASSERA yang sumbernya sama. We urge the developers to stream Silat Sera can stay in touch with the university-college Silat Sera others wherever they are, whatever the name of the university Pencak Silat perguruannya PANCASSERA the same source. Dimana khas Silat Sera yaitu jurus-jurusnya banyak dikenal dengan jurus dari huruf Arab dan Cina, seperti : Alif, Ba, Lam Alif (dari huruf Arab), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, dari Bahasa Cina) dan lain sebagainya. Where the typical Silat Sera-jurusnya stance known by the Arabic alphabet and the stance of China, such as: Alif, Ba, Alif Lam (from Arabic), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, from Chinese) and so forth.
Demikian Sejarah singkat Aliran Silat Sera yang kini bernama PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA, wallahu alam (Hanya Allah Yang Maha Tahu), akan segala kejelasan serta kebenarannya. Similarly, a brief history of Silat Sera stream now called EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA, natural wallahu (Only Allah Almighty knows best), going all the clarity and truth.

SUSUNAN PENGURUS MANAGEMENT STRUCTURE
PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA

PEMBINA/PELATIH UTAMA : H. Patrons / COACH HIGHLIGHTS: H. CUCU SUTARYA, SH SUTARYA grandchildren, SH
PELINDUNG : Mayor Jenderal (Purn) H. PROTECTIVE: Major General (Ret.) H. AMIR TOHAR AMIR TOHAR
KETUA UMUM : H. GENERAL CHAIRMAN: H. SUPARNI Suparni
SEKRETARIS JENDERAL : R. SECRETARY GENERAL: R. SOEPRAPTO DJOJOPOESPITO Soeprapto Djojopoespito
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL : MUHAMMAD SIDIK DEPUTY SECRETARY GENERAL: MUHAMMAD SIDIK
BENDAHARA I : H. Treasurer I: H. SUPARDI Supardi
BENDAHARA II : EENG SUHERMAN Treasurer II: EENG Suherman
KEPALA BIDANG ADMINISTRASI : Drs. HEAD OF ADMINISTRATION: Drs. MACHMUD DJAKSAN Machmud DJAKSAN
KEPALA BIDANG TEKHNIK : Drs. HEAD OF Engineering: Drs. ADEH DJAJADI ADEH Djajadi

Ditetapkan pada tanggal 27 Nopember 2005, bertempat di Gedung Pertemuan Balai Besar Industri Agro, Jalan Ir. Enacted on November 27, 2005, located in Building Conference Center of Agro, Jalan Ir. H. H. Juanda Bogor. Juanda Bogor.

Ditulis kembali oleh : Rewritten by:
Muhammad Sidik, Sabuk Hitam Tingkat II, Cabang Gas Alam Cimanggis Depok. Muhammad Sidik, Black Belt Level II, Natural Gas Branch Cimanggis Depok.
Komplek Departemen Penerangan/Harapan Baru Taman Bunga Blok G.08 RT.004 RW.010 Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kotamadya Depok 16954 Complex of the Ministry of Information / New Hope Flower Garden Block G.08 RT.004 RW.010 Harjamukti Village, District Cimanggis, Depok Municipality 16 954

sumber: facebook bang Santanu Muliawidi source: facebook bang Santanu Muliawidi




Tags: , , Tags: , ,


Artikel Sejarah Singkat Aliran Silat Sera yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of the article A Brief History of Silat Sera that 'might' be linked at other sites:

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia ... A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia ... Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik ... Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/ Sources: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/

    SEJARAH ALIRAN SILAT SERA - Forum Sahabat Silat - Index HISTORY OF SILAT SERA - Friend Forum Silat - Index

    “Bismillahirrahmanirrahim” Sejarah Singkat Aliran Silat Sera (Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) Sumber : H. "Bismillahirrahmanirrahim" A Brief History of Silat Sera Flow (Developing a College Pencak Silat Pancassera) Source: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar ... Sutarya grandchildren, SH (Professor of ...
    Sumber: http://sahabatsilat.com/forum/aliran-pencak-silat/sejarah-aliran-silat-sera/ Sources: http://sahabatsilat.com/forum/aliran-pencak-silat/sejarah-aliran-silat-sera/

    Prajurit Penjaga Tiang Utara Club: Perguruan Pencak Silat Naga Mas Soldiers guard the North Pole Club: University Pencak Silat Naga Mas

    Perguruan silat yang merupakan salah satu silat aliran Palembang asli ... Arts college that is one of the original Kilkenny arts stream ... Sejarah Singkat Aliran Silat Sera; PORSIGAL; MAKNA LAMBANG PORSIGAL; Ichibi si ekor 1 A Brief History of Flow Silat Sera; PORSIGAL; SYMBOL MEANING PORSIGAL; Ichibi the tail 1

    Silatcimande's Blog | Just another WordPress.com site Silatcimande's Blog | Just another WordPress.com site

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera (Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) Sumber : H. A Brief History of Silat Sera Flow (Developing a College Pencak Silat Pancassera) Source: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / President of Trustees).
    Sumber: http://silatcimande.wordpress.com/ Sources: http://silatcimande.wordpress.com/

    Silat Indonesia » ‹jakarta timur› Silat Indonesia »<jakarta timur>

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera March 1st, 2010 ... A Brief History of Flow Silat Sera March 1st, 2010 ... Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera.
    Sumber: http://silatindonesia.com/page/2/?s=jakarta+timur Sources: http://silatindonesia.com/page/2/?s=jakarta+timur


- Powered by BING [2012-02-10 08:21] - Powered by BING [2012-02-10 08:21]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera. A Brief History of Flow Silat Sera.

[ in English ] [ in English ]

Mar 1st, 2010 | By | Category: Aliran Silat Visited 1683 times, 7 today [ in English ] March 1st, 2010 | By | Category: Flow Silat Visited 1683 times, 7 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera. Seperti pula telah dipublikasikan dalam Forum sahabatsilat.com As well as been published in the Forum sahabatsilat.com

Bismillahirrahmanirrahim "Bismillahirrahmanirrahim"

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera A Brief History of Flow Silat Sera
(Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) (Developing a College Pencak Silat Pancassera)
Sumber : H. Sources: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / President of Trustees).
Bermula dari kabilah-kabilah Gujarat Persia yang pada abad ke XVI dating ke daerah aceh, selain berniaga mereka juga membawa dan menyebarkan agama serta kebudayaan Islam. Starting from the tribes in Gujarat Persian dating to the sixteenth century Aceh region, in addition to trade they also carry and spread the Islamic religion and culture. Pada abad ini agama Islam mulai masuk ke tanah Aceh. In this century the religion of Islam began to enter the land of Aceh. Saudagar-saudagar tersebut mendapat pengetahuan agama dan kebudayaan dari Syekh Sayyidina Ali ra Beliau adalah sahabat dan sekaligus menantu Rasulullah Muhammad SAW. Merchants will then have the knowledge of religion and culture of Sayyidina Shaykh Ali ra He was a friend and once-law of Prophet Muhammad SAW. Beliau dikenal sebagai seorang ahli dalam strategi perang, terampil dalam mengolah raga, terutama dalam permainan pedangnya yang selalu membuat ciut nyali lawan-lawannya, terutama musuh Islam pada saat itu. He is known as an expert in war strategy, skilled in processing bodies, especially the sword in the game that always makes his opponents were afraid, especially the enemies of Islam at that time. Tak heran jika kemudian beliau dijuluki dengan julukan Syaifullah ( Si Pedang Allah). No wonder then if he was dubbed with the nickname Syaifullah (The Sword of Allah).
Saudagar-saudagar inilah yang membawa pengetahuan agama dan kebudayaan itu hingga sampai ke tanah Aceh. These merchants who carry the knowledge of religion and culture to get to the ground in Aceh. Hubungan mereka dengan penduduk asli terjalin dengan baik, terbukti kemudian dengan munculnya seorang tokoh sufi setempat yang dikenal dengan sebutan Nyai Panjate. Their relations with the natives are good, as evidenced later by the emergence of a local Sufi saint known as Nyai Panjate. Nama asli Nyai Panjate adalah Hajja Cut Suriah binti Teuku Syamannur. The original name is Hajja Cut Nyai Panjate bint Teuku Syamannur Syria. Suaminya bernama H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Her husband called H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Kedua suami istri tersebut mempelajari ilmu agama dan kebudayaan (ilmu silat) dari Kabilah Gujarat Persia. Both husband and wife are studying the science of religion and culture (martial arts) from Gujarat Persian tribes. Salah seorang guru mereka adalah murid dari keturunan murid Syekh Sayyidina Ali ra (Wallahu alam). One of them was a disciple of guru disciple of Sheikh descendants of Sayyidina Ali ra (Wallahu nature).
Ketika tentara colonial Belanda (VOC) masuk ke tanah Aceh pada tahun 1752 M, kedua suami istri tersebut bekerjasama dengan para pendekar silat lainnya mengadakan perlawanan bersama rakyat untuk mengusir tentara belanda dari bumi Aceh. When the Dutch colonial army (VOC) into the ground in Aceh in 1752 AD, both husband and wife are working together with other martial arts warriors held a joint resistance of the people to expel the Dutch troops from Aceh's earth. Pada mulanya mereka berhasil memukul mundur pasukan Belanda, namun dengan siasat licik dengan cara mengadu domba diantara rakyat Aceh, maka tentara Belanda dapat mengetahui kelemahan suami Cut Suriah tersebut. At first they succeeded in repelling the Dutch troops, but with a cunning ploy by pitting among the people of Aceh, the Dutch troops can know the weaknesses of her husband Cut Syria. Akhirnya pada saat yang naas bagi Teuku Kaharuddin Solehuddin, Belanda dapat menembak roboh beliau dengan peluru emas, maka gugurlah beliau sebagai seorang syuhada. Finally, at the ill-fated for Teuku Kaharuddin Solehuddin, the Netherlands can shoot, he collapsed with a gold bullet, then gugurlah him as a martyr.
Setelah suaminya gugur, Hj. After her husband died, Hj. Cut Suriah hijrah ke dalam hutan + 35 km ke pedalaman daerah Bireun. Syria's move to cut the woods + 35 km inland areas Bireun. Beliau mengasingkan diri sebagai seorang sufi. He exiled himself as a Sufi. Pada waktu sedang hamil muda + 2 bulan. At the time of a young pregnant + 2 months. Dalam kehidupan sebagai seorang sufi kebutuhan hidup beliau bergantung kepada alam di sekitarnya. In life as a Sufi needs depend on the nature of his life around. Sesekali beliau berburu dengan alat sedanya, beliau sering menolong orang-orang yang sedang mencari kayu atau hasil hutan lainnya, yang sering digangggu binatang buas seperti harimau, ular, buaya dan lain sebagainya. Occasionally he was hunting with tools sedanya, he often helped people who are looking for wood or other forest products, which often digangggu wild animals such as tigers, snakes, crocodiles and others. Sudah sering beliau menyelamatkan orang-orang yang diganggu binatang buas, kemudian lenyap tanpa meningggalkan jejak. He had often saved the people who bothered to wild animals, then vanished without a trace abandon. Dari mulut ke mulut orang-orang yang pernah ditolongnya mengatakan bahwa adanya wanita berkerudung rapi dengan ilmu silatnya yang tinggi sanggup melumpuhkan binatang buas yang menyerang para pencari hasil hutan, hanya dengan beberapa gerakan saja. Word of mouth of people who had ditolongnya said that the neatly veiled women with high silatnya science can paralyze the beast that attacked seekers forest, alone with just a few movements. Yang karena keahliannya yang sangat mengagumkan sehingga terkenal sebagai seorang wanita berkerudung yang misterius sering menolong tanpa pamrih, kemudian pergi tanpa diketahui identitasnya. That because of his skills are amazing, so well known as a mysterious veiled women often help with no strings attached, then go without to be identified. Sifat pendekarnya membuat dicari orang untuk berguru, tetapi karena yang masih buas sehingga banyak yang menjadi korban sebelum sampai ke tujuan. Pendekarnya nature makes people look to sit, but because that is still wild, so many victims before reaching the destination.
Sekitar abad ke XVII, datanglah seorang laki-laki bernama Bapak Sera, beliau adalah seorang yang gemar sekali bertualang. Around the seventeenth century, there came a man named Mr. Sera, he was an avid adventure. Dalam petualangannyabeliau banyak sekali menimba ilmu agama dan silat dari berbagai daerah, disamping berniaga sebagai mata pencariannya. In petualangannyabeliau lot of studying religion and the arts from different regions, in addition to trade as a trade. Beliau selalu merasa bahwa ilmunya masih saja kurang. He always felt that their knowledge is still lacking. Ketika beliau sedang berada di daerah Riau, beliau mendengar berita yang tersiar akan keperkasaan wanita meisterius itu yang membuat Bapak Sera bertekad untuk mencarinya ke tanah Aceh. When he was in the Riau area, he heard the news will spread meisterius woman's courage that makes Mr. Sera were determined to look to the ground in Aceh. Untuk mencapai tujuannya, tentu saja harus melalui perjuangan yang amat berat, harus bertarung dengan harimau, ular, babi hutan, begitu juga harus berhadapan dengan buaya setiap menyeberangi sungai. To achieve the goal, of course, must go through a very hard struggle, had to fight with tigers, snakes, wild boar, so also have to deal with any alligator cross the river. Jarak yang hanya sekitar 30 km itu harus dicapai selama 3 bulan. The distance is only about 30 km must be achieved for 3 months. Seandainya tidak berbekal ilmu silat, mustahil dapat mencapai tujuan. If not armed with martial arts, it is impossible to achieve the goal.
Rupanya segala sepak terjang Bapak Sera sudah diketahui oleh Ibu Hj. Apparently all lunge Mr. Sera had known Mrs. Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Ketika Bapak Sera sedang tertidur lelap terdengar suara takbir adzan dari Hj. When Mr. Sera were sound asleep Takbir prayer of Hj. Cut Suriah yang dikeraskan, tanda waktu shalat Shubuh telah tiba. Syria cut a hardened, mark Shubuh prayer time has come. Dari atas pohon besar Bapak Sera melihat seorang berkerudung kuning dengan menggendong anak dipunggungnya turun, untuk melaksanakan Shalat Shubuh. From the top of the tree Mr. Sera saw a hooded yellow with carrying a child on his back down, to perform the morning prayer. Kemudian Bapak Sera pun turun daripohon dan mengucap salam, dibalas salamnya. Then Mr. Sera were down daripohon and say hello, returned his greeting. Kemudian mereka melakukan shalat dengan berjamaah. Then they prayed with the congregation. Sebagai seorang pendekar dan ahli sufi, semua sepak terjang dan tujuan dari Bapak Sera sudah diketahui oleh Hj. As an expert swordsman and Sufi, all lunge and objectives of Mr. Sera already known by Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Sekitar tiga bulan Bapak Sera melayani Hj. About three months Mr. Sera serve Hj. Cut Suriah, barulah dengan perjuangan yang ulet mulailah diajarkan ilmu silat oleh Hj. Cut Syria, then start with a tenacious struggle of the martial arts taught by Hj. Cut Suriah pada siang hari dan ilmu agama pada malam harinya. Cut Syria during the day and the science of religion in the evening. Setelah sekitar satu setengah tahun Bapak Sera berlatih, datanglah seorang pemuda yang terdampar, konon khabarnya dari tanah Sulawesi, bernama Lago dan menjadi adik seperguruan dari Bapak Sera. After about one and a half years of Mr. Sera practice, there came a young man who washed up, supposedly khabarnya of Sulawesi ground, and a younger brother named Lago seperguruan of Mr. Sera.
Kurang lebih 6 tahun berguru kepada Hj. About 6 years apprenticed to Hj. Cut Suriah, Bapak Sera baru mengetahui nama asli gurunya tersebut. Cut Syria, Mr. Sera new teachers know the real names. Nyai Panjate adalah julukan yang diberikan Bapak Sera, karena setiap menyusui anak perempuannya dengan terbungkus rapi selalu dikebelakangkan. Nyai Panjate is the nickname given Mr. Sera, because every feeding her daughter with dikebelakangkan always wrapped. Hj. Hj. Cut Suriah bersumpah bahwa putrinya itu tidak akan pernah dilatihilmu silat. Cut Syria vowed that her daughter would never dilatihilmu silat. Atasm anjuran Sang Guru, Bapak Sera dan Bapak Lagoa dianjurkan untuk kembali pulang ke tanah asalnya karena ilmu yang didapat telah dinilai cukup. Atasm the recommendation of the Master, Mr. Sera and Mr. Lagoa encouraged to return home to his native land because of the knowledge gained has been adequately assessed. Mereka kembali ke tanah Jawa, Bapak Sera ke Bogor dan Bapak Sera ke Tanjung Priuk, tepatnya daerah Lagoa sekarang, daerah itupun berasal dari nama beliau karena wafat dan dimakamkan disana. They returned to the land of Java, Mr. and Mr. Sera Sera to Bogor to Tanjung Priok, precisely now Lagoa region, the region rose from his name because of his death and was buried there.
Dalam pengembaraannya, Bapak Sera bertemu dengan dengan seorang pedagang kain dari Mongol yang bernama Yu Sak Liong, yang kemudian menjadi majikan Bapak Sera dalam berniaga. In his wanderings, Mr. Sera met with a cloth merchant of Sak Mongol named Yu Liong, who later became Mr. Sera employer in the trade. Bah Yu Sak Liong adalah seorang Muslim yang lebih dikenal dengan nama Bah Yusa. Bah Liong Yu Sak is a Muslim who is better known as Bah Yusa. Mereka berniaga berkeliling sampai ke tanah Aceh. They trade around the ground in Aceh. Awal perkenalan mereka dimulai ketika saat Bapak Sera sedang menurunkan bal gulungan kain, tiba-tiba, satu gulungan kain tersebut jatuh dan akan menimpa dirinya. Beginning of their acquaintance began when when Mr. Sera were unloading bales of cloth rolls, all of a sudden, one roll of fabric is falling and will happen to him. Namun dengan gerakan tangannya, Bapak Sera berhasil menagkis bal gulungan kain tersebut, hingga bal gulungan kain tersebut yang beratnya puluhan kilo tersebut mental terkena tangkisannya dan tak sengaja melayang menuju kea rah BahYusa. But with the movement of his hands, Mr. Sera had menagkis bales of cloth rolls, rolls up the cloth bales that weigh tens of kilos of the mental and accidentally hit tangkisannya drift toward toward BahYusa. Namun dengan gerakan kakinya, Bah Yusa menyambut bal gulungan kain tersebut dan menendangnya kearah tempatsemula. But with the movement of his foot, Bah Yusa welcome bales of cloth rolls and kicking towards tempatsemula. Bah Yusa sangat kagum menyaksikan gerakan Bapak Sera yang hanya dengan sedikit saja menggerakan tangan, dapat menyelamatkan diri, karena jika orang lain yang mengalaminya pasti sudah cedera berat. Bah Yusa was amazed to watch the movement of Mr. Sera that only a few moving hand, can save themselves, because if other people who experience it must have been serious injuries. Akhirnya mereka berkenalan dan sepakat untuk tukar pikiran dalam hal ilmu mereka masing-masing. Finally they agreed to meet and exchange ideas in terms of their science.
Bah Yu Sak Liong ahli dalam beladiri menggunakan kaki sesuai dengan negeri asalnya yakni Mongol, sedangkan Bapak Sera ahli dalam menggunakan tangan. Bah Sak Liong Yu-foot martial arts expert in the country of origin in accordance with the Mongols, while Mr. Sera expert in using the hands. Mereka mengadu ilmu kurang lebih tiga hari tiga malam, dengan istirahat untuk mengerjakan shalat. They complain about the science of three days and three nights, with a break for prayer. Tak ada yang unggul dalam adu ilmu tersebut, Bah Yu Sak Liong hangus kakinya, sedangkan Bapak Sera hangus pula tangannya. No one excels in the science contest, Bah Liong Yu Sak scorched his feet, while Mr. Sera also charred hands. Akhirnya mereka sepakat untuk mengabungkan ilmu mereka. Finally they agreed to assemble their knowledge. Sejak saat itu maka bertambahlah ilmu silat Bapak Sera dan Bah Yu Sak Liong. Since then it increaseth martial arts Sera and Mr. Bah Yu Liong Sak. Ilmu mereka kemudian dikenal dengan Aliran Sera, sesuai dengan nama penemunya yaitu Bapak Sera. They were then known to science stream Sera, according to the name of the inventor, Mr. Sera. Bah Yu Sak Liong kemudian kembali ke Mongol dan Bapk Sera meneruskan pengembaraannya. Bah Liong Yu Sak and then back to the Mongols and Bapk Sera continued his odyssey.
Suatu ketika Bapak Sera menyaksikan seorang pedagang kain keliling dari Cina Shantung sedang dikeroyok olehsekelompok penyamun yang bermaksud merampoknya, namun Cina tersebut dengan gesit dan lincah dapat mengalahkan para penyamun tersebut dengan hanya bersenjatakan meteran kainnya sebagai senjata toya. Once when Mr. Sera witnessed an itinerant trader from China's Shantung fabric being beaten olehsekelompok robbers who intend to rob him, but China is a nimble and agile to defeat these bandits, armed with only a cloth tape measure as a weapon of Toya. Permainan toyanya sangat mengagumkan, sampai-sampai bapak sera tidak beranjak dari tempatnya menyaksikan permainannya. Toyanya game was amazing, to the extent that the father of sera did not move from place to watch the game. Namun naas bagi Cina tersebut, ketika sedang bertarung, kakinya dipatuk seekor ular berbisa. But unlucky for China, when it is fighting, pecked his feet a viper. Dia pinsan dan ditolong dan diobati oleh Bapak Sera hingga sembuh. He pinsan and helped and treated by Mr. Sera until cured. Sebagaitanda terima kasih, Cina tersebut meberikan seluruh kain dagangannya kepada Bapak Sera, namun ditolak, meskipun demikian Bapak Sera tidak dapat menyembunyikan keinginannya untuk belajar ilmu toyanya. Sebagaitanda thank you, the Chinese gave the whole fabric wares to Mr. Sera, but was refused, though Mr. Sera could not hide his desire to study science toyanya.
Maka dengan senang hati Cina Shantung tersebut mengajarkan ilmu toyanya kepada Bapak Sera dan dalam waktu singkat telah dapat dapat menguasai ilmu toya tersebut. So happy to China Shantung toyanya teaches science to Mr. Sera and in no time been able to master the science of Toya. Malah sebelum Cina Shantung tersebut kembali ke negeri asalnya, dia berkenan menurunkan seluruh ilmunya kepada Bapak Sera dan mereka berdua mengangkat saudara. Even before China's Shantung returned to his native country, he was pleased to lose all his knowledge to Mr. Sera and together they raised you. Bapak Sera mengembangkan ilmunya sesuai dengan keadaan waktu itu, konon khabarnya beliau bermukim hingga wafat dimakamkan di Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor. Mr. Sera develop their knowledge in accordance with the circumstances at the time, said he lived until his death khabarnya buried in Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor.
Salah seorang murid Bapak Sera yang paling menonjol adalah Bapak Mursyid atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bah Ocid yang berasal dari Kebonmanggis. Sera father of a student is the most prominent was Mr. Murshid or better known as Bah Ocid from Kebonmanggis. Beliau inilah yangmengembangkan Aliran Sera pada abad ke XVIII di daerah Bogor dan sekitarnya. He is yangmengembangkan Sera flow to the XVIII century in Bogor and its surrounding area. Ciri-ciri fisik Bah Ocid, tinggi sekitar 157 cm, rambut panjang sebahu, kuku tangan dan kaki sekitar 7 cm, sehingga kalau berjalan, aka nada bekas kuku kakinya menggores jalan yang dilaluinya. Physical characteristics Ocid Bah, about 157 cm height, shoulder length hair, fingernails and feet about 7 cm, so that when walking, aka the former tone toenails scraping the road in its path. Tak banyak hal ikhwal Bah Ocid, untuk lembih komplitnya kami masih berusaha mencari datanya dari berbagai sumber. Not much to matters Ocid Bah, for the complete lembih we are still trying to find its data from various sources. Konon Bah Ocid ini selain menguasai Silat Sera, juga mempelajari ilmu istijrad. It is said that in addition to mastering this Ocid Bah Silat Sera, also studied istijrad. Kuku tangan dan kakinya dibiarkan panjang karena tak bias dipotong, begitu pula rambutnya, mandi hanya dapat dilakukan setahun sekali yakni pada Bulan Maulud, hal ini disebabkan ilmu istijradnya tersebut yang menyebabkannya. Left hand and foot nails long because there is bias cut, as did her hair, bathe only once a year to do that on the Moon Maulud, this is due to the istijradnya science that caused it. Pantangan ini kalau dilanggar akan menyebabkan badan Bah Ocid menjadi hitam dan gatal-gatal. This prohibition if violated will lead to a black body Ocid Bah and itching. Jika Bah Ocid sedang tidur, tak seorangpun berani membangunkannya, sebab dapat berakibat fatal, karena refleknya yang sudah menyatu, walaupun sedang tidur, Bah Ocid dapat membuat orang yang membangunkannya jatuh tunggang langgang. If Bah Ocid was sleeping, no one dared to wake him up, because it can be fatal, because refleknya already united, even when sleeping, Bah Ocid can make people who wake him fall headlong. Kalau terpaksa orang yang membangunkannya harus memakai galah atau tongkat panjang, itupun bisa patah-patah karena refleknya. If forced to wake people should wear long pole or stick, that too can be broken because refleknya.
Sepengetahuan Bapak Sera bahwa Hj. Sera that the knowledge of Mr. Hj. Cut Suriah tidak pernah mengajarkan ilmu hitam, adapun ilmu-ilmu hitam yang dipunyai oleh Guru-guru Sera adalah hasil pelajaran dari Guru-guru sebelumnya, karena berguru Silat Sera, fisik harus kuat dahulu, seperti Bah Ocid, sebelumnya sudah mempunyai ilmu kebal, kejayaan, Batara Karang dan lain sebagainya. Cut Syria never taught black magic, while the black magic that belongs to the teachers Sera is the result of the lessons of previous teachers, as studied Silat Sera, strong physical need first, such as Ocid Bah, had previously been immune to science, the triumph , Batara Reef and others.
Peristiwa Bapak Sera rupanya juga dialami oleh Bah Ocid, yakni pernah mengadu ilmu dengan seorang Cina seorang pedagang koyo bernama Babah Tong, yang juga mahir ilmu silat. Mr. Sera event apparently shared by Bah Ocid, which had pitted science with a Chinese trader named Babah patch Tong, who is also adept at martial arts. Merekamengadu ilmu di pinggir kali Cipakancilan di Jalan Paledang, di depan Asrama Tentara yang sekarang menjadi Kantor Dinas Pekerjaan Umum Propinsi. Merekamengadu science at the edge of time Cipakancilan Paledang Street, in front of the residence Army is now the Office of the Provincial Public Works Department. Babah Tong mengakui keunggulan Bah Ocid, setelah itu hubungan mereka tetap berjalan baik. Babah Tong recognizes excellence Ocid Bah, after which their relationship is still running well. Babah Tong menganggap Bah Ocid sebagai kakak sperguruannya. Babah Tong regard as a brother sperguruannya Ocid Bah. Kata Pabaton sekarang adalah berasal dari nama beliau, karena tinggal disana. Pabaton now says his name is coming from, because they live there. Bah Ocid banyak mempunyai murid, tetapi jarang yang sampai kepada ajaran terakhirnya yaitu yang disebut Sera Geni, Gerak Rasa Sera, Rasa Diri Sera dan Sera Manjak Pamungkas, yang merupakan filsafat Silat Sera. Bah Ocid many students have, but rarely up to his final Geni is called Sera, Sera Motion Sense, Sense of Self and Sera Sera Manjak Pamungkas, which is the philosophy of Silat Sera. Kebanyakan hanya sampai pada Langkah Opat Lipet, Kombinasi dan Tilu Eusi (Tiga Isi) beserta fungsinya atau istilah Ajaran Sera disebut Rusiah (Rahasia). Most only up to Step Lipet Opat, Combination and tilu Eusi (Fill Three) and their functions or the terms Doctrine Sera called Rusiah (Secret).
Dalam hal ini hanya Bapak H. In this case only Mr. H. Ali Yoenoes Bin Kartadiredja, yang sampai kepada Langkah Pamungkas. Kartadiredja Yoenoes Bin Ali, who comes to Step Pamungkas. Beliau sebelum menjadi murid Silat Sera dari Bah Ocid terlebih dahulu banyak belajar dari guru-guru silat terkenal di seluruh Tanah Jawa, diepkirakan tidak kurang dari 11 (sebelas) orang gurunya. Before he became a student of Silat Sera Bah Ocid first learned of the famous martial arts teachers throughout the land of Java, diepkirakan not less than 11 (eleven) of his teacher. Dengan bermodalkan silat-silat itulah baru dapat berguru kepada Bah Ocid, konon khabarnya, setiap beradu fisik dengan Bah Ocid, kalau tidak berilmu tentulah anggota badan yang terkena benturan akan menjadi hitam legam (tampak hangus). To capitalize a new martial-arts that can be studied to Ocid Bah, said khabarnya, each exchanging blows with Ocid Bah, if not knowledgeable certainly impact the affected limb will be jet black (looks scorched). Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes berasal dari Jombang, Jawa Timur, beliau malang melintang di dunia persilatan sejak abad ke XVII dan XIX, karena beliau panjang umurnya sampai mencapai usia 103 tahun. Ali Yoenoes from Jombang, East Java, he was poor across the world of martial since the XVII and XIX century, because of his age until it reaches a length of 103 years of age. Beliau pernah dicoba oleh para pendekar berbagai daerah, namun Alhamdulillah belum pernah kalah. He had been tried by the warriors variety of areas, but Alhamdulillah have never lost. Dahulu Pemerintah Kolonial Belanda sengaja mengadu domba para pendekar silat. Formerly the Dutch colonial government deliberately pitting the warriors martial arts. Mereka diharuskan bertarung sampai mati, dengan perjanjian tidak ada tuntutan apapun dari pihak keluarga korban, dibawah panggung sudah disediakan keranda mayat. They are required to fight to the death, with no agreement of any demands from the families of the victims, under the stage has been provided coffins, corpses. Belanda sengaja mengadakan hal tersebut dengan maksud agar para pendekar silat tersebut tumpas dengan sendirinya, hingga tidak ada yang ditakuti lagi oleh pihak Belanda. Netherlands accidentally entered it with the intention that the martial arts warriors annihilated by itself, until no longer feared by the Dutch. Acara tersebut diadakan setiap tahun bertempat di dalam Istana Kebun Raya Bogor, dalam memperingati Ulang Tahun Ratu Belanda, Ratu Wilhemina. The event is held each year held at the Istana Bogor Botanical Gardens, in commemorating the Dutch Queen's Birthday, Queen Wilhemina.
Pada awal mulanya Bapak H. In the beginning Mr. H. Ali Yoenoes tidak menyadari siasat licik dari pihak Belanda tersebut, maka pada setiap bertanding beliau pasti membunuh lawannya, tak kurang, 19 orang mati ditangannya. Ali Yoenoes unaware of the devious tactics of the Dutch, then in every match he would kill his opponent, no less, 19 people die in his hands. Tetapi akhirnya beliau menyadari akan hal ini, maka setiap kali bertarung, beliau tidak sampai membunuh lawannya yang kalah, namun cukup hanya dilukai saja dan kemudian menyuruh lawannya tersebut untuk melarikan diri. But eventually he realized this, then every time you fight, not to kill his opponent he defeated, but enough to hurt it and then asked his opponent to escape. Tindakan ini lama kelamaan tercium juga oleh pihak Belanda dan akhirnya Bapak H. This action also wafted over time by the Dutch and finally Mr. H. Ali Yoenoes untuk selanjutnya tidak diperkenankan ikut pertandingan lagi, malahan beliau ditahan selamapertandingan berlangsung. Ali Yoenoes henceforth not be allowed to play the game again, instead he was detained last selamapertandingan. Para pendekar yang beliau selamatkan pada pertandingan tersebut, setiap Hari Idhul Fitri dan Bulan Maulud selalu berkumpul dan bersilaturahmi di rumah Bapak H. The warrior that he saved the match, every day and the Moon Maulud Idhul Fitri always get together and stay in touch at home Mr. H. Ali Yoenoes di Gang Selot Paledang, sebagai rasa syukur dan tanda terima kasih telah diselamatkan nyawanya. Ali Yoenoes in Gang Paledang latch, as a sign of gratitude and thanks have saved his life. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes belajar silat pada Bah Ocid sekitar 9 tahun dan beliau melatih selama 21 tahun. Ali Yoenoes Bah Ocid learn martial arts at about 9 years and he trained for 21 years.
Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes menunaikan ibadah haji pada tahun 1969. Ali Yoenoes perform the pilgrimage in 1969. Salah seorang putra beliau yang turut mengembangkan Silat Sera adalah Bapak Abdulrachman, atau lebih dikenal dengan sebutan Pak Komang dan di dunia persilatan dijuluki Si Girimis, karena kecepatan tangan beliau yang kalau mencecar lawan seperti hujan gerimis, putra lainnya adalah H. One of his sons who helped develop the Silat Sera were Mr. Rachman, or better known as Pak Komang martial world and nicknamed The Girimis, because the speed of his hands which if drilled opponents like drizzling rain, the other son is H. Rachmat atau lebih dikenal dengan nama Pak Memet. Rachmat or better known as Pak Memet. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes bin Kartadiredja meninggal pada tahun 1971 dalam usia 103 tahun, yang kemudian disusul oleh putranya yakni Bapak Abdulrachman pada tahun 1983 dalam usia 64 tahun. Kartadiredja Yoenoes bin Ali died in 1971 at the age of 103 years, which was followed by his son that Mr Rachman in 1983 at the age of 64 years.
Salah satu murid yang dilatih oleh Bapak H. One of the students who were trained by Mr. H. Ali Yoenoes dan Pak Komang adalah Bapak H. Yoenoes Ali and Mr. Komal is Mr. H. Cucu Sutarya, SH Bin Tubagus Baban Sidik Ismaya. Sutarya grandchildren, SH Bin Tubagus Sidik Ismaya Baban. Beliau mulai berlatih pada Bapak H. He started practicing on Mr. H. Ali Yoenoes sejak tahun 1957 hingga tahun 1968 dan mengembangkannya hingga sekarang. Ali Yoenoes since 1957 until 1968 and developed it until now. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun 1998, sekitar bulan Maret-April (Tahun 1418 Hijriah). Sutarya grandchildren, SH pilgrimage to the Hajj season of 1998, around the month of March-April (Year 1418 Hijri). Beliau pernah pula menimba ilmu dari berbagai sumber lain seperti karate (Dan II Internasional) yudo, tinju (pernah juara tinju kelas bantam pada PON di Surabaya), kuntau, yuyitszu, dan silat dari perguruan lain seperti Aliran Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. He had also gain knowledge from other sources such as karate (And II International) judo, boxing (bantamweight boxing champion ever at the PON in Surabaya), Kuntau, yuyitszu, and the arts from other universities such as flow Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. Hal ini dilakukan atas anjuran dari Bapak H. This is done at the instigation of Mr. H. Ali Yoenoes sebagai bahan pembanding dan sebagai ilmu tambahan saja, tetapi loyalitas tetaplah terpusat pada Silat Sera yang kemudian beliau kembangkan menjadi Perguruan Pencak Silat PANCASSERA (Lima Silat Sera, yaitu Sera Banyu, Sera Ringkus, Sera Bayu, Sera Putih dan Sera Geni). Ali Yoenoes as a benchmark and as an additional science course, but loyalty is still centered on Silat Sera which he later developed into university Pencak Silat PANCASSERA (Five Silat Sera, Sera is Banyu, Ringkus Sera, Sera Bayu, White and Sera Sera Geni). Khusus untuk para Pelatih diajarkan Gerak Rasa dan Rasa Diri sebagai Langkah (Jurus Panjang) terakhir dari Aliran Silat Sera. Especially for the coach taught Motion Sense and Sense of Self as a step (stance length) Last of the flow of Silat Sera. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH mendapat kepercayaan langsung dari Bapak H. Sutarya grandchildren, SH won the trust directly from Mr. H. Ali Yoenoes untuk meneruskan perguruan. Ali Yoenoes to continue college. Beliau resmi mulai melatih sejak tahun 1968 di Bandung dan di Garut, kemudian di Bogor sampai sekarang. He officially began training in 1968 at Bandung and in Garut, then in Bogor up to now. Hanya kepada beliaulah Bapak H. He was the only to Mr. H. Ali Yoenoes menurunkan seluruh ilmunya hingga tuntas untuk dikembangkan dan diteruskan. Ali Yoenoes lose all his knowledge to its conclusion to be developed and forwarded. Dengan demikian pewaris dan penerus satu-satunya adalah Bapak H. Thus the heirs and successors only is Mr. H. Cucu Sutarya, SH. Sutarya grandchildren, SH.

Guru-guru lain dari Bapak H. Other teachers from Mr. H. Cucu Sutarya, SH adalah : Sutarya grandchildren, SH is:
1. A. H. H. Adra'I Cianjur Selatan (Pengurutan dan Patah Tulang) Adra'I South Cianjur (Ordering and Broken Bones)
2. 2. Kyai H. Kyai H. Baing Bakri Pasarean Cianjur (Cikalong) Bakri Baing Pasarean Cianjur (Cikalong)
3. 3. Bah Rumanta Garut (Syahbandar) Bah Rumanta Main Page (Syahbandar)
4. 4. Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan) Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan)
5. 5. Bah Maun Dreded Bondongan (Sera Pamacan) Bah Maun Dreded swarms (Sera Pamacan)
6. 6. Bah Enuh Tarogong Garut (Ajrak) Bah Enuh Tarogong Main Page (Ajrak)
7. 7. Liem Sen Thong Bogor (Kuntau dan Akunktur) Liem Mon Thong Bogor (Kuntau and Akunktur)
8. 8. Meneer Ong Bogor (Yudo dan Yuyitszu) Ong Meneer Bogor (Judo and Yuyitszu)
9. 9. Mr. Mr. Matsunaga Osaka Jepang (Karate) Matsunaga Osaka Japan (Karate)
10. 10. Endang Ukaedi Bogor (Tinju) Endang Ukaedi Bogor (Boxing)

Perguruan Silat Pancassera menjadi anggota IPSI pada tahun 1976. Silat college Pancassera a member IPSI in 1976. Sampai saat ini perguruan telah banyak berkembang, bahkan sampai keluar Pulau Jawa yakni di Kalimantan dan Maros, Sulawesi Selatan. Until recently many universities have grown, even to exit the island of Borneo and Java, which is in Maros, South Sulawesi. Di Jawa sendiri Silat Sera tersebar luas, mulai dari Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta dan di mancanegara di Amerika Serikat, Norwegia dan khusus di Belanda ada murid Bapak H. In Java alone Silat Sera is widespread, ranging from Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta and abroad in the United States, Norway and the Netherlands there are students in Mr. H. Ali Yoenoes yaitu Keluarga Van de Vries. Ali Yoenoes the Family Van de Vries.
Pada perguruan Silat Pancassera khusus diajarkan : On special education Pancassera Silat taught:
• Ilmu beladiri Sera tangan kosong • Martial Arts Sera bare hands
• Ilmu beladiri senjata : golok tunggal, golok ganda, gobang (sejenis pedang), gada, toya panjang, toya pendek, ruyung pendek, ruyung panjang, toya pendek, toya panjang, trisula, tongkat rantai dua, rantai tiga (double stick, triple stick), pisau terbang, cambuk, cemeti, clurit dan kombinasi senjata-senjata tersebut) • Martial Arts weapons: a single dagger, double dagger, gobang (a type of sword), mace, long toya, toya short, short ruyung, ruyung long, short toya, toya long, trident, sticks two chains, three chains (stick double, triple stick), flying knives, whips, whip, sickles and a combination of these weapons)
• Pengurutan keseleo, patah tulang. • Ordering sprains, broken bones.
• Tusuk jari, tusuk jarum (akupunktur. • Plugs finger, acupuncture (akupunktur.
• Peramuan obat-obatan tradisional. • Peramuan traditional medicines.
• Seni pernapasan. • Art of breathing.

Kami menghimbau kepada para pengembang Aliran Silat Sera untuk dapat bersilaturahmi dengan Perguruan-perguruan Silat Sera lainnya dimana saja berada, apapun nama perguruannya dengan Perguruan Pencak Silat PANCASSERA yang sumbernya sama. We urge the developers to stream Silat Sera can stay in touch with the university-college Silat Sera others wherever they are, whatever the name of the university Pencak Silat perguruannya PANCASSERA the same source. Dimana khas Silat Sera yaitu jurus-jurusnya banyak dikenal dengan jurus dari huruf Arab dan Cina, seperti : Alif, Ba, Lam Alif (dari huruf Arab), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, dari Bahasa Cina) dan lain sebagainya. Where the typical Silat Sera-jurusnya stance known by the Arabic alphabet and the stance of China, such as: Alif, Ba, Alif Lam (from Arabic), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, from Chinese) and so forth.
Demikian Sejarah singkat Aliran Silat Sera yang kini bernama PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA, wallahu alam (Hanya Allah Yang Maha Tahu), akan segala kejelasan serta kebenarannya. Similarly, a brief history of Silat Sera stream now called EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA, natural wallahu (Only Allah Almighty knows best), going all the clarity and truth.

SUSUNAN PENGURUS MANAGEMENT STRUCTURE
PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA

PEMBINA/PELATIH UTAMA : H. Patrons / COACH HIGHLIGHTS: H. CUCU SUTARYA, SH SUTARYA grandchildren, SH
PELINDUNG : Mayor Jenderal (Purn) H. PROTECTIVE: Major General (Ret.) H. AMIR TOHAR AMIR TOHAR
KETUA UMUM : H. GENERAL CHAIRMAN: H. SUPARNI Suparni
SEKRETARIS JENDERAL : R. SECRETARY GENERAL: R. SOEPRAPTO DJOJOPOESPITO Soeprapto Djojopoespito
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL : MUHAMMAD SIDIK DEPUTY SECRETARY GENERAL: MUHAMMAD SIDIK
BENDAHARA I : H. Treasurer I: H. SUPARDI Supardi
BENDAHARA II : EENG SUHERMAN Treasurer II: EENG Suherman
KEPALA BIDANG ADMINISTRASI : Drs. HEAD OF ADMINISTRATION: Drs. MACHMUD DJAKSAN Machmud DJAKSAN
KEPALA BIDANG TEKHNIK : Drs. HEAD OF Engineering: Drs. ADEH DJAJADI ADEH Djajadi

Ditetapkan pada tanggal 27 Nopember 2005, bertempat di Gedung Pertemuan Balai Besar Industri Agro, Jalan Ir. Enacted on November 27, 2005, located in Building Conference Center of Agro, Jalan Ir. H. H. Juanda Bogor. Juanda Bogor.

Ditulis kembali oleh : Rewritten by:
Muhammad Sidik, Sabuk Hitam Tingkat II, Cabang Gas Alam Cimanggis Depok. Muhammad Sidik, Black Belt Level II, Natural Gas Branch Cimanggis Depok.
Komplek Departemen Penerangan/Harapan Baru Taman Bunga Blok G.08 RT.004 RW.010 Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kotamadya Depok 16954 Complex of the Ministry of Information / New Hope Flower Garden Block G.08 RT.004 RW.010 Harjamukti Village, District Cimanggis, Depok Municipality 16 954

sumber: facebook bang Santanu Muliawidi source: facebook bang Santanu Muliawidi




Tags: , , Tags: , ,


Artikel Sejarah Singkat Aliran Silat Sera yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of the article A Brief History of Silat Sera that 'might' be linked at other sites:

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia ... A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia ... Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik ... Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/ Sources: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/

    Prajurit Penjaga Tiang Utara Club: Perguruan Pencak Silat Naga Mas Soldiers guard the North Pole Club: University Pencak Silat Naga Mas

    Perguruan silat yang merupakan salah satu silat aliran Palembang asli ... Arts college that is one of the original Kilkenny arts stream ... Sejarah Singkat Aliran Silat Sera; PORSIGAL; MAKNA LAMBANG PORSIGAL; Ichibi si ekor 1 A Brief History of Flow Silat Sera; PORSIGAL; SYMBOL MEANING PORSIGAL; Ichibi the tail 1

    Silatcimande's Blog | Just another WordPress.com site Silatcimande's Blog | Just another WordPress.com site

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera (Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) Sumber : H. A Brief History of Silat Sera Flow (Developing a College Pencak Silat Pancassera) Source: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / President of Trustees).
    Sumber: http://silatcimande.wordpress.com/ Sources: http://silatcimande.wordpress.com/

    Prajurit Penjaga Tiang Utara Club: Jyubi si ekor 10 Soldiers guard the North Pole Club: Jyubi the tail 10

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera; PORSIGAL; MAKNA LAMBANG PORSIGAL; Ichibi si ekor 1; Nibi si ekor 2; Sanbi si ekor 3; Yonbi si ekor 4; gobi si ekor 5; Rokubi si ekor 6 A Brief History of Flow Silat Sera; PORSIGAL; SYMBOL MEANING PORSIGAL; Ichibi the tail 1; Nibi the tail 2; Sanbi the tail 3; Yonbi the tail 4; gobi the tail 5; Rokubi the tail 6
    Sumber: http://prajuritpenjagatiangutaraclub.blogspot.com/2010/04/jyubi-si-ekor-10.html Sources: http://prajuritpenjagatiangutaraclub.blogspot.com/2010/04/jyubi-si-ekor-10.html

    Silat Indonesia » ‹jakarta timur› Silat Indonesia »<jakarta timur>

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera March 1st, 2010 ... A Brief History of Flow Silat Sera March 1st, 2010 ... Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera.
    Sumber: http://silatindonesia.com/page/2/?s=jakarta+timur Sources: http://silatindonesia.com/page/2/?s=jakarta+timur


- Powered by BING [2012-02-14 03:12] - Powered by BING [2012-02-14 03:12]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera. A Brief History of Flow Silat Sera.

[ in English ] [ in English ]

Mar 1st, 2010 | By | Category: Aliran Silat Visited 1704 times, 2 today [ in English ] March 1st, 2010 | By | Category: Flow Silat Visited 1704 times, 2 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera. Seperti pula telah dipublikasikan dalam Forum sahabatsilat.com As well as been published in the Forum sahabatsilat.com

Bismillahirrahmanirrahim "Bismillahirrahmanirrahim"

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera A Brief History of Flow Silat Sera
(Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) (Developing a College Pencak Silat Pancassera)
Sumber : H. Sources: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / President of Trustees).
Bermula dari kabilah-kabilah Gujarat Persia yang pada abad ke XVI dating ke daerah aceh, selain berniaga mereka juga membawa dan menyebarkan agama serta kebudayaan Islam. Starting from the tribes in Gujarat Persian dating to the sixteenth century Aceh region, in addition to trade they also carry and spread the Islamic religion and culture. Pada abad ini agama Islam mulai masuk ke tanah Aceh. In this century the religion of Islam began to enter the land of Aceh. Saudagar-saudagar tersebut mendapat pengetahuan agama dan kebudayaan dari Syekh Sayyidina Ali ra Beliau adalah sahabat dan sekaligus menantu Rasulullah Muhammad SAW. Merchants will then have the knowledge of religion and culture of Sayyidina Shaykh Ali ra He was a friend and once-law of Prophet Muhammad SAW. Beliau dikenal sebagai seorang ahli dalam strategi perang, terampil dalam mengolah raga, terutama dalam permainan pedangnya yang selalu membuat ciut nyali lawan-lawannya, terutama musuh Islam pada saat itu. He is known as an expert in war strategy, skilled in processing bodies, especially the sword in the game that always makes his opponents were afraid, especially the enemies of Islam at that time. Tak heran jika kemudian beliau dijuluki dengan julukan Syaifullah ( Si Pedang Allah). No wonder then if he was dubbed with the nickname Syaifullah (The Sword of Allah).
Saudagar-saudagar inilah yang membawa pengetahuan agama dan kebudayaan itu hingga sampai ke tanah Aceh. These merchants who carry the knowledge of religion and culture to get to the ground in Aceh. Hubungan mereka dengan penduduk asli terjalin dengan baik, terbukti kemudian dengan munculnya seorang tokoh sufi setempat yang dikenal dengan sebutan Nyai Panjate. Their relations with the natives are good, as evidenced later by the emergence of a local Sufi saint known as Nyai Panjate. Nama asli Nyai Panjate adalah Hajja Cut Suriah binti Teuku Syamannur. The original name is Hajja Cut Nyai Panjate bint Teuku Syamannur Syria. Suaminya bernama H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Her husband called H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Kedua suami istri tersebut mempelajari ilmu agama dan kebudayaan (ilmu silat) dari Kabilah Gujarat Persia. Both husband and wife are studying the science of religion and culture (martial arts) from Gujarat Persian tribes. Salah seorang guru mereka adalah murid dari keturunan murid Syekh Sayyidina Ali ra (Wallahu alam). One of them was a disciple of guru disciple of Sheikh descendants of Sayyidina Ali ra (Wallahu nature).
Ketika tentara colonial Belanda (VOC) masuk ke tanah Aceh pada tahun 1752 M, kedua suami istri tersebut bekerjasama dengan para pendekar silat lainnya mengadakan perlawanan bersama rakyat untuk mengusir tentara belanda dari bumi Aceh. When the Dutch colonial army (VOC) into the ground in Aceh in 1752 AD, both husband and wife are working together with other martial arts warriors held a joint resistance of the people to expel the Dutch troops from Aceh's earth. Pada mulanya mereka berhasil memukul mundur pasukan Belanda, namun dengan siasat licik dengan cara mengadu domba diantara rakyat Aceh, maka tentara Belanda dapat mengetahui kelemahan suami Cut Suriah tersebut. At first they succeeded in repelling the Dutch troops, but with a cunning ploy by pitting among the people of Aceh, the Dutch troops can know the weaknesses of her husband Cut Syria. Akhirnya pada saat yang naas bagi Teuku Kaharuddin Solehuddin, Belanda dapat menembak roboh beliau dengan peluru emas, maka gugurlah beliau sebagai seorang syuhada. Finally, at the ill-fated for Teuku Kaharuddin Solehuddin, the Netherlands can shoot, he collapsed with a gold bullet, then gugurlah him as a martyr.
Setelah suaminya gugur, Hj. After her husband died, Hj. Cut Suriah hijrah ke dalam hutan + 35 km ke pedalaman daerah Bireun. Syria's move to cut the woods + 35 km inland areas Bireun. Beliau mengasingkan diri sebagai seorang sufi. He exiled himself as a Sufi. Pada waktu sedang hamil muda + 2 bulan. At the time of a young pregnant + 2 months. Dalam kehidupan sebagai seorang sufi kebutuhan hidup beliau bergantung kepada alam di sekitarnya. In life as a Sufi needs depend on the nature of his life around. Sesekali beliau berburu dengan alat sedanya, beliau sering menolong orang-orang yang sedang mencari kayu atau hasil hutan lainnya, yang sering digangggu binatang buas seperti harimau, ular, buaya dan lain sebagainya. Occasionally he was hunting with tools sedanya, he often helped people who are looking for wood or other forest products, which often digangggu wild animals such as tigers, snakes, crocodiles and others. Sudah sering beliau menyelamatkan orang-orang yang diganggu binatang buas, kemudian lenyap tanpa meningggalkan jejak. He had often saved the people who bothered to wild animals, then vanished without a trace abandon. Dari mulut ke mulut orang-orang yang pernah ditolongnya mengatakan bahwa adanya wanita berkerudung rapi dengan ilmu silatnya yang tinggi sanggup melumpuhkan binatang buas yang menyerang para pencari hasil hutan, hanya dengan beberapa gerakan saja. Word of mouth of people who had ditolongnya said that the neatly veiled women with high silatnya science can paralyze the beast that attacked seekers forest, alone with just a few movements. Yang karena keahliannya yang sangat mengagumkan sehingga terkenal sebagai seorang wanita berkerudung yang misterius sering menolong tanpa pamrih, kemudian pergi tanpa diketahui identitasnya. That because of his skills are amazing, so well known as a mysterious veiled women often help with no strings attached, then go without to be identified. Sifat pendekarnya membuat dicari orang untuk berguru, tetapi karena yang masih buas sehingga banyak yang menjadi korban sebelum sampai ke tujuan. Pendekarnya nature makes people look to sit, but because that is still wild, so many victims before reaching the destination.
Sekitar abad ke XVII, datanglah seorang laki-laki bernama Bapak Sera, beliau adalah seorang yang gemar sekali bertualang. Around the seventeenth century, there came a man named Mr. Sera, he was an avid adventure. Dalam petualangannyabeliau banyak sekali menimba ilmu agama dan silat dari berbagai daerah, disamping berniaga sebagai mata pencariannya. In petualangannyabeliau lot of studying religion and the arts from different regions, in addition to trade as a trade. Beliau selalu merasa bahwa ilmunya masih saja kurang. He always felt that their knowledge is still lacking. Ketika beliau sedang berada di daerah Riau, beliau mendengar berita yang tersiar akan keperkasaan wanita meisterius itu yang membuat Bapak Sera bertekad untuk mencarinya ke tanah Aceh. When he was in the Riau area, he heard the news will spread meisterius woman's courage that makes Mr. Sera were determined to look to the ground in Aceh. Untuk mencapai tujuannya, tentu saja harus melalui perjuangan yang amat berat, harus bertarung dengan harimau, ular, babi hutan, begitu juga harus berhadapan dengan buaya setiap menyeberangi sungai. To achieve the goal, of course, must go through a very hard struggle, had to fight with tigers, snakes, wild boar, so also have to deal with any alligator cross the river. Jarak yang hanya sekitar 30 km itu harus dicapai selama 3 bulan. The distance is only about 30 km must be achieved for 3 months. Seandainya tidak berbekal ilmu silat, mustahil dapat mencapai tujuan. If not armed with martial arts, it is impossible to achieve the goal.
Rupanya segala sepak terjang Bapak Sera sudah diketahui oleh Ibu Hj. Apparently all lunge Mr. Sera had known Mrs. Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Ketika Bapak Sera sedang tertidur lelap terdengar suara takbir adzan dari Hj. When Mr. Sera were sound asleep Takbir prayer of Hj. Cut Suriah yang dikeraskan, tanda waktu shalat Shubuh telah tiba. Syria cut a hardened, mark Shubuh prayer time has come. Dari atas pohon besar Bapak Sera melihat seorang berkerudung kuning dengan menggendong anak dipunggungnya turun, untuk melaksanakan Shalat Shubuh. From the top of the tree Mr. Sera saw a hooded yellow with carrying a child on his back down, to perform the morning prayer. Kemudian Bapak Sera pun turun daripohon dan mengucap salam, dibalas salamnya. Then Mr. Sera were down daripohon and say hello, returned his greeting. Kemudian mereka melakukan shalat dengan berjamaah. Then they prayed with the congregation. Sebagai seorang pendekar dan ahli sufi, semua sepak terjang dan tujuan dari Bapak Sera sudah diketahui oleh Hj. As an expert swordsman and Sufi, all lunge and objectives of Mr. Sera already known by Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Sekitar tiga bulan Bapak Sera melayani Hj. About three months Mr. Sera serve Hj. Cut Suriah, barulah dengan perjuangan yang ulet mulailah diajarkan ilmu silat oleh Hj. Cut Syria, then start with a tenacious struggle of the martial arts taught by Hj. Cut Suriah pada siang hari dan ilmu agama pada malam harinya. Cut Syria during the day and the science of religion in the evening. Setelah sekitar satu setengah tahun Bapak Sera berlatih, datanglah seorang pemuda yang terdampar, konon khabarnya dari tanah Sulawesi, bernama Lago dan menjadi adik seperguruan dari Bapak Sera. After about one and a half years of Mr. Sera practice, there came a young man who washed up, supposedly khabarnya of Sulawesi ground, and a younger brother named Lago seperguruan of Mr. Sera.
Kurang lebih 6 tahun berguru kepada Hj. About 6 years apprenticed to Hj. Cut Suriah, Bapak Sera baru mengetahui nama asli gurunya tersebut. Cut Syria, Mr. Sera new teachers know the real names. Nyai Panjate adalah julukan yang diberikan Bapak Sera, karena setiap menyusui anak perempuannya dengan terbungkus rapi selalu dikebelakangkan. Nyai Panjate is the nickname given Mr. Sera, because every feeding her daughter with dikebelakangkan always wrapped. Hj. Hj. Cut Suriah bersumpah bahwa putrinya itu tidak akan pernah dilatihilmu silat. Cut Syria vowed that her daughter would never dilatihilmu silat. Atasm anjuran Sang Guru, Bapak Sera dan Bapak Lagoa dianjurkan untuk kembali pulang ke tanah asalnya karena ilmu yang didapat telah dinilai cukup. Atasm the recommendation of the Master, Mr. Sera and Mr. Lagoa encouraged to return home to his native land because of the knowledge gained has been adequately assessed. Mereka kembali ke tanah Jawa, Bapak Sera ke Bogor dan Bapak Sera ke Tanjung Priuk, tepatnya daerah Lagoa sekarang, daerah itupun berasal dari nama beliau karena wafat dan dimakamkan disana. They returned to the land of Java, Mr. and Mr. Sera Sera to Bogor to Tanjung Priok, precisely now Lagoa region, the region rose from his name because of his death and was buried there.
Dalam pengembaraannya, Bapak Sera bertemu dengan dengan seorang pedagang kain dari Mongol yang bernama Yu Sak Liong, yang kemudian menjadi majikan Bapak Sera dalam berniaga. In his wanderings, Mr. Sera met with a cloth merchant of Sak Mongol named Yu Liong, who later became Mr. Sera employer in the trade. Bah Yu Sak Liong adalah seorang Muslim yang lebih dikenal dengan nama Bah Yusa. Bah Liong Yu Sak is a Muslim who is better known as Bah Yusa. Mereka berniaga berkeliling sampai ke tanah Aceh. They trade around the ground in Aceh. Awal perkenalan mereka dimulai ketika saat Bapak Sera sedang menurunkan bal gulungan kain, tiba-tiba, satu gulungan kain tersebut jatuh dan akan menimpa dirinya. Beginning of their acquaintance began when when Mr. Sera were unloading bales of cloth rolls, all of a sudden, one roll of fabric is falling and will happen to him. Namun dengan gerakan tangannya, Bapak Sera berhasil menagkis bal gulungan kain tersebut, hingga bal gulungan kain tersebut yang beratnya puluhan kilo tersebut mental terkena tangkisannya dan tak sengaja melayang menuju kea rah BahYusa. But with the movement of his hands, Mr. Sera had menagkis bales of cloth rolls, rolls up the cloth bales that weigh tens of kilos of the mental and accidentally hit tangkisannya drift toward toward BahYusa. Namun dengan gerakan kakinya, Bah Yusa menyambut bal gulungan kain tersebut dan menendangnya kearah tempatsemula. But with the movement of his foot, Bah Yusa welcome bales of cloth rolls and kicking towards tempatsemula. Bah Yusa sangat kagum menyaksikan gerakan Bapak Sera yang hanya dengan sedikit saja menggerakan tangan, dapat menyelamatkan diri, karena jika orang lain yang mengalaminya pasti sudah cedera berat. Bah Yusa was amazed to watch the movement of Mr. Sera that only a few moving hand, can save themselves, because if other people who experience it must have been serious injuries. Akhirnya mereka berkenalan dan sepakat untuk tukar pikiran dalam hal ilmu mereka masing-masing. Finally they agreed to meet and exchange ideas in terms of their science.
Bah Yu Sak Liong ahli dalam beladiri menggunakan kaki sesuai dengan negeri asalnya yakni Mongol, sedangkan Bapak Sera ahli dalam menggunakan tangan. Bah Sak Liong Yu-foot martial arts expert in the country of origin in accordance with the Mongols, while Mr. Sera expert in using the hands. Mereka mengadu ilmu kurang lebih tiga hari tiga malam, dengan istirahat untuk mengerjakan shalat. They complain about the science of three days and three nights, with a break for prayer. Tak ada yang unggul dalam adu ilmu tersebut, Bah Yu Sak Liong hangus kakinya, sedangkan Bapak Sera hangus pula tangannya. No one excels in the science contest, Bah Liong Yu Sak scorched his feet, while Mr. Sera also charred hands. Akhirnya mereka sepakat untuk mengabungkan ilmu mereka. Finally they agreed to assemble their knowledge. Sejak saat itu maka bertambahlah ilmu silat Bapak Sera dan Bah Yu Sak Liong. Since then it increaseth martial arts Sera and Mr. Bah Yu Liong Sak. Ilmu mereka kemudian dikenal dengan Aliran Sera, sesuai dengan nama penemunya yaitu Bapak Sera. They were then known to science stream Sera, according to the name of the inventor, Mr. Sera. Bah Yu Sak Liong kemudian kembali ke Mongol dan Bapk Sera meneruskan pengembaraannya. Bah Liong Yu Sak and then back to the Mongols and Bapk Sera continued his odyssey.
Suatu ketika Bapak Sera menyaksikan seorang pedagang kain keliling dari Cina Shantung sedang dikeroyok olehsekelompok penyamun yang bermaksud merampoknya, namun Cina tersebut dengan gesit dan lincah dapat mengalahkan para penyamun tersebut dengan hanya bersenjatakan meteran kainnya sebagai senjata toya. Once when Mr. Sera witnessed an itinerant trader from China's Shantung fabric being beaten olehsekelompok robbers who intend to rob him, but China is a nimble and agile to defeat these bandits, armed with only a cloth tape measure as a weapon of Toya. Permainan toyanya sangat mengagumkan, sampai-sampai bapak sera tidak beranjak dari tempatnya menyaksikan permainannya. Toyanya game was amazing, to the extent that the father of sera did not move from place to watch the game. Namun naas bagi Cina tersebut, ketika sedang bertarung, kakinya dipatuk seekor ular berbisa. But unlucky for China, when it is fighting, pecked his feet a viper. Dia pinsan dan ditolong dan diobati oleh Bapak Sera hingga sembuh. He pinsan and helped and treated by Mr. Sera until cured. Sebagaitanda terima kasih, Cina tersebut meberikan seluruh kain dagangannya kepada Bapak Sera, namun ditolak, meskipun demikian Bapak Sera tidak dapat menyembunyikan keinginannya untuk belajar ilmu toyanya. Sebagaitanda thank you, the Chinese gave the whole fabric wares to Mr. Sera, but was refused, though Mr. Sera could not hide his desire to study science toyanya.
Maka dengan senang hati Cina Shantung tersebut mengajarkan ilmu toyanya kepada Bapak Sera dan dalam waktu singkat telah dapat dapat menguasai ilmu toya tersebut. So happy to China Shantung toyanya teaches science to Mr. Sera and in no time been able to master the science of Toya. Malah sebelum Cina Shantung tersebut kembali ke negeri asalnya, dia berkenan menurunkan seluruh ilmunya kepada Bapak Sera dan mereka berdua mengangkat saudara. Even before China's Shantung returned to his native country, he was pleased to lose all his knowledge to Mr. Sera and together they raised you. Bapak Sera mengembangkan ilmunya sesuai dengan keadaan waktu itu, konon khabarnya beliau bermukim hingga wafat dimakamkan di Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor. Mr. Sera develop their knowledge in accordance with the circumstances at the time, said he lived until his death khabarnya buried in Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor.
Salah seorang murid Bapak Sera yang paling menonjol adalah Bapak Mursyid atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bah Ocid yang berasal dari Kebonmanggis. Sera father of a student is the most prominent was Mr. Murshid or better known as Bah Ocid from Kebonmanggis. Beliau inilah yangmengembangkan Aliran Sera pada abad ke XVIII di daerah Bogor dan sekitarnya. He is yangmengembangkan Sera flow to the XVIII century in Bogor and its surrounding area. Ciri-ciri fisik Bah Ocid, tinggi sekitar 157 cm, rambut panjang sebahu, kuku tangan dan kaki sekitar 7 cm, sehingga kalau berjalan, aka nada bekas kuku kakinya menggores jalan yang dilaluinya. Physical characteristics Ocid Bah, about 157 cm height, shoulder length hair, fingernails and feet about 7 cm, so that when walking, aka the former tone toenails scraping the road in its path. Tak banyak hal ikhwal Bah Ocid, untuk lembih komplitnya kami masih berusaha mencari datanya dari berbagai sumber. Not much to matters Ocid Bah, for the complete lembih we are still trying to find its data from various sources. Konon Bah Ocid ini selain menguasai Silat Sera, juga mempelajari ilmu istijrad. It is said that in addition to mastering this Ocid Bah Silat Sera, also studied istijrad. Kuku tangan dan kakinya dibiarkan panjang karena tak bias dipotong, begitu pula rambutnya, mandi hanya dapat dilakukan setahun sekali yakni pada Bulan Maulud, hal ini disebabkan ilmu istijradnya tersebut yang menyebabkannya. Left hand and foot nails long because there is bias cut, as did her hair, bathe only once a year to do that on the Moon Maulud, this is due to the istijradnya science that caused it. Pantangan ini kalau dilanggar akan menyebabkan badan Bah Ocid menjadi hitam dan gatal-gatal. This prohibition if violated will lead to a black body Ocid Bah and itching. Jika Bah Ocid sedang tidur, tak seorangpun berani membangunkannya, sebab dapat berakibat fatal, karena refleknya yang sudah menyatu, walaupun sedang tidur, Bah Ocid dapat membuat orang yang membangunkannya jatuh tunggang langgang. If Bah Ocid was sleeping, no one dared to wake him up, because it can be fatal, because refleknya already united, even when sleeping, Bah Ocid can make people who wake him fall headlong. Kalau terpaksa orang yang membangunkannya harus memakai galah atau tongkat panjang, itupun bisa patah-patah karena refleknya. If forced to wake people should wear long pole or stick, that too can be broken because refleknya.
Sepengetahuan Bapak Sera bahwa Hj. Sera that the knowledge of Mr. Hj. Cut Suriah tidak pernah mengajarkan ilmu hitam, adapun ilmu-ilmu hitam yang dipunyai oleh Guru-guru Sera adalah hasil pelajaran dari Guru-guru sebelumnya, karena berguru Silat Sera, fisik harus kuat dahulu, seperti Bah Ocid, sebelumnya sudah mempunyai ilmu kebal, kejayaan, Batara Karang dan lain sebagainya. Cut Syria never taught black magic, while the black magic that belongs to the teachers Sera is the result of the lessons of previous teachers, as studied Silat Sera, strong physical need first, such as Ocid Bah, had previously been immune to science, the triumph , Batara Reef and others.
Peristiwa Bapak Sera rupanya juga dialami oleh Bah Ocid, yakni pernah mengadu ilmu dengan seorang Cina seorang pedagang koyo bernama Babah Tong, yang juga mahir ilmu silat. Mr. Sera event apparently shared by Bah Ocid, which had pitted science with a Chinese trader named Babah patch Tong, who is also adept at martial arts. Merekamengadu ilmu di pinggir kali Cipakancilan di Jalan Paledang, di depan Asrama Tentara yang sekarang menjadi Kantor Dinas Pekerjaan Umum Propinsi. Merekamengadu science at the edge of time Cipakancilan Paledang Street, in front of the residence Army is now the Office of the Provincial Public Works Department. Babah Tong mengakui keunggulan Bah Ocid, setelah itu hubungan mereka tetap berjalan baik. Babah Tong recognizes excellence Ocid Bah, after which their relationship is still running well. Babah Tong menganggap Bah Ocid sebagai kakak sperguruannya. Babah Tong regard as a brother sperguruannya Ocid Bah. Kata Pabaton sekarang adalah berasal dari nama beliau, karena tinggal disana. Pabaton now says his name is coming from, because they live there. Bah Ocid banyak mempunyai murid, tetapi jarang yang sampai kepada ajaran terakhirnya yaitu yang disebut Sera Geni, Gerak Rasa Sera, Rasa Diri Sera dan Sera Manjak Pamungkas, yang merupakan filsafat Silat Sera. Bah Ocid many students have, but rarely up to his final Geni is called Sera, Sera Motion Sense, Sense of Self and Sera Sera Manjak Pamungkas, which is the philosophy of Silat Sera. Kebanyakan hanya sampai pada Langkah Opat Lipet, Kombinasi dan Tilu Eusi (Tiga Isi) beserta fungsinya atau istilah Ajaran Sera disebut Rusiah (Rahasia). Most only up to Step Lipet Opat, Combination and tilu Eusi (Fill Three) and their functions or the terms Doctrine Sera called Rusiah (Secret).
Dalam hal ini hanya Bapak H. In this case only Mr. H. Ali Yoenoes Bin Kartadiredja, yang sampai kepada Langkah Pamungkas. Kartadiredja Yoenoes Bin Ali, who comes to Step Pamungkas. Beliau sebelum menjadi murid Silat Sera dari Bah Ocid terlebih dahulu banyak belajar dari guru-guru silat terkenal di seluruh Tanah Jawa, diepkirakan tidak kurang dari 11 (sebelas) orang gurunya. Before he became a student of Silat Sera Bah Ocid first learned of the famous martial arts teachers throughout the land of Java, diepkirakan not less than 11 (eleven) of his teacher. Dengan bermodalkan silat-silat itulah baru dapat berguru kepada Bah Ocid, konon khabarnya, setiap beradu fisik dengan Bah Ocid, kalau tidak berilmu tentulah anggota badan yang terkena benturan akan menjadi hitam legam (tampak hangus). To capitalize a new martial-arts that can be studied to Ocid Bah, said khabarnya, each exchanging blows with Ocid Bah, if not knowledgeable certainly impact the affected limb will be jet black (looks scorched). Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes berasal dari Jombang, Jawa Timur, beliau malang melintang di dunia persilatan sejak abad ke XVII dan XIX, karena beliau panjang umurnya sampai mencapai usia 103 tahun. Ali Yoenoes from Jombang, East Java, he was poor across the world of martial since the XVII and XIX century, because of his age until it reaches a length of 103 years of age. Beliau pernah dicoba oleh para pendekar berbagai daerah, namun Alhamdulillah belum pernah kalah. He had been tried by the warriors variety of areas, but Alhamdulillah have never lost. Dahulu Pemerintah Kolonial Belanda sengaja mengadu domba para pendekar silat. Formerly the Dutch colonial government deliberately pitting the warriors martial arts. Mereka diharuskan bertarung sampai mati, dengan perjanjian tidak ada tuntutan apapun dari pihak keluarga korban, dibawah panggung sudah disediakan keranda mayat. They are required to fight to the death, with no agreement of any demands from the families of the victims, under the stage has been provided coffins, corpses. Belanda sengaja mengadakan hal tersebut dengan maksud agar para pendekar silat tersebut tumpas dengan sendirinya, hingga tidak ada yang ditakuti lagi oleh pihak Belanda. Netherlands accidentally entered it with the intention that the martial arts warriors annihilated by itself, until no longer feared by the Dutch. Acara tersebut diadakan setiap tahun bertempat di dalam Istana Kebun Raya Bogor, dalam memperingati Ulang Tahun Ratu Belanda, Ratu Wilhemina. The event is held each year held at the Istana Bogor Botanical Gardens, in commemorating the Dutch Queen's Birthday, Queen Wilhemina.
Pada awal mulanya Bapak H. In the beginning Mr. H. Ali Yoenoes tidak menyadari siasat licik dari pihak Belanda tersebut, maka pada setiap bertanding beliau pasti membunuh lawannya, tak kurang, 19 orang mati ditangannya. Ali Yoenoes unaware of the devious tactics of the Dutch, then in every match he would kill his opponent, no less, 19 people die in his hands. Tetapi akhirnya beliau menyadari akan hal ini, maka setiap kali bertarung, beliau tidak sampai membunuh lawannya yang kalah, namun cukup hanya dilukai saja dan kemudian menyuruh lawannya tersebut untuk melarikan diri. But eventually he realized this, then every time you fight, not to kill his opponent he defeated, but enough to hurt it and then asked his opponent to escape. Tindakan ini lama kelamaan tercium juga oleh pihak Belanda dan akhirnya Bapak H. This action also wafted over time by the Dutch and finally Mr. H. Ali Yoenoes untuk selanjutnya tidak diperkenankan ikut pertandingan lagi, malahan beliau ditahan selamapertandingan berlangsung. Ali Yoenoes henceforth not be allowed to play the game again, instead he was detained last selamapertandingan. Para pendekar yang beliau selamatkan pada pertandingan tersebut, setiap Hari Idhul Fitri dan Bulan Maulud selalu berkumpul dan bersilaturahmi di rumah Bapak H. The warrior that he saved the match, every day and the Moon Maulud Idhul Fitri always get together and stay in touch at home Mr. H. Ali Yoenoes di Gang Selot Paledang, sebagai rasa syukur dan tanda terima kasih telah diselamatkan nyawanya. Ali Yoenoes in Gang Paledang latch, as a sign of gratitude and thanks have saved his life. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes belajar silat pada Bah Ocid sekitar 9 tahun dan beliau melatih selama 21 tahun. Ali Yoenoes Bah Ocid learn martial arts at about 9 years and he trained for 21 years.
Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes menunaikan ibadah haji pada tahun 1969. Ali Yoenoes perform the pilgrimage in 1969. Salah seorang putra beliau yang turut mengembangkan Silat Sera adalah Bapak Abdulrachman, atau lebih dikenal dengan sebutan Pak Komang dan di dunia persilatan dijuluki Si Girimis, karena kecepatan tangan beliau yang kalau mencecar lawan seperti hujan gerimis, putra lainnya adalah H. One of his sons who helped develop the Silat Sera were Mr. Rachman, or better known as Pak Komang martial world and nicknamed The Girimis, because the speed of his hands which if drilled opponents like drizzling rain, the other son is H. Rachmat atau lebih dikenal dengan nama Pak Memet. Rachmat or better known as Pak Memet. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes bin Kartadiredja meninggal pada tahun 1971 dalam usia 103 tahun, yang kemudian disusul oleh putranya yakni Bapak Abdulrachman pada tahun 1983 dalam usia 64 tahun. Kartadiredja Yoenoes bin Ali died in 1971 at the age of 103 years, which was followed by his son that Mr Rachman in 1983 at the age of 64 years.
Salah satu murid yang dilatih oleh Bapak H. One of the students who were trained by Mr. H. Ali Yoenoes dan Pak Komang adalah Bapak H. Yoenoes Ali and Mr. Komal is Mr. H. Cucu Sutarya, SH Bin Tubagus Baban Sidik Ismaya. Sutarya grandchildren, SH Bin Tubagus Sidik Ismaya Baban. Beliau mulai berlatih pada Bapak H. He started practicing on Mr. H. Ali Yoenoes sejak tahun 1957 hingga tahun 1968 dan mengembangkannya hingga sekarang. Ali Yoenoes since 1957 until 1968 and developed it until now. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun 1998, sekitar bulan Maret-April (Tahun 1418 Hijriah). Sutarya grandchildren, SH pilgrimage to the Hajj season of 1998, around the month of March-April (Year 1418 Hijri). Beliau pernah pula menimba ilmu dari berbagai sumber lain seperti karate (Dan II Internasional) yudo, tinju (pernah juara tinju kelas bantam pada PON di Surabaya), kuntau, yuyitszu, dan silat dari perguruan lain seperti Aliran Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. He had also gain knowledge from other sources such as karate (And II International) judo, boxing (bantamweight boxing champion ever at the PON in Surabaya), Kuntau, yuyitszu, and the arts from other universities such as flow Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. Hal ini dilakukan atas anjuran dari Bapak H. This is done at the instigation of Mr. H. Ali Yoenoes sebagai bahan pembanding dan sebagai ilmu tambahan saja, tetapi loyalitas tetaplah terpusat pada Silat Sera yang kemudian beliau kembangkan menjadi Perguruan Pencak Silat PANCASSERA (Lima Silat Sera, yaitu Sera Banyu, Sera Ringkus, Sera Bayu, Sera Putih dan Sera Geni). Ali Yoenoes as a benchmark and as an additional science course, but loyalty is still centered on Silat Sera which he later developed into university Pencak Silat PANCASSERA (Five Silat Sera, Sera is Banyu, Ringkus Sera, Sera Bayu, White and Sera Sera Geni). Khusus untuk para Pelatih diajarkan Gerak Rasa dan Rasa Diri sebagai Langkah (Jurus Panjang) terakhir dari Aliran Silat Sera. Especially for the coach taught Motion Sense and Sense of Self as a step (stance length) Last of the flow of Silat Sera. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH mendapat kepercayaan langsung dari Bapak H. Sutarya grandchildren, SH won the trust directly from Mr. H. Ali Yoenoes untuk meneruskan perguruan. Ali Yoenoes to continue college. Beliau resmi mulai melatih sejak tahun 1968 di Bandung dan di Garut, kemudian di Bogor sampai sekarang. He officially began training in 1968 at Bandung and in Garut, then in Bogor up to now. Hanya kepada beliaulah Bapak H. He was the only to Mr. H. Ali Yoenoes menurunkan seluruh ilmunya hingga tuntas untuk dikembangkan dan diteruskan. Ali Yoenoes lose all his knowledge to its conclusion to be developed and forwarded. Dengan demikian pewaris dan penerus satu-satunya adalah Bapak H. Thus the heirs and successors only is Mr. H. Cucu Sutarya, SH. Sutarya grandchildren, SH.

Guru-guru lain dari Bapak H. Other teachers from Mr. H. Cucu Sutarya, SH adalah : Sutarya grandchildren, SH is:
1. A. H. H. Adra'I Cianjur Selatan (Pengurutan dan Patah Tulang) Adra'I South Cianjur (Ordering and Broken Bones)
2. 2. Kyai H. Kyai H. Baing Bakri Pasarean Cianjur (Cikalong) Bakri Baing Pasarean Cianjur (Cikalong)
3. 3. Bah Rumanta Garut (Syahbandar) Bah Rumanta Main Page (Syahbandar)
4. 4. Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan) Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan)
5. 5. Bah Maun Dreded Bondongan (Sera Pamacan) Bah Maun Dreded swarms (Sera Pamacan)
6. 6. Bah Enuh Tarogong Garut (Ajrak) Bah Enuh Tarogong Main Page (Ajrak)
7. 7. Liem Sen Thong Bogor (Kuntau dan Akunktur) Liem Mon Thong Bogor (Kuntau and Akunktur)
8. 8. Meneer Ong Bogor (Yudo dan Yuyitszu) Ong Meneer Bogor (Judo and Yuyitszu)
9. 9. Mr. Mr. Matsunaga Osaka Jepang (Karate) Matsunaga Osaka Japan (Karate)
10. 10. Endang Ukaedi Bogor (Tinju) Endang Ukaedi Bogor (Boxing)

Perguruan Silat Pancassera menjadi anggota IPSI pada tahun 1976. Silat college Pancassera a member IPSI in 1976. Sampai saat ini perguruan telah banyak berkembang, bahkan sampai keluar Pulau Jawa yakni di Kalimantan dan Maros, Sulawesi Selatan. Until recently many universities have grown, even to exit the island of Borneo and Java, which is in Maros, South Sulawesi. Di Jawa sendiri Silat Sera tersebar luas, mulai dari Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta dan di mancanegara di Amerika Serikat, Norwegia dan khusus di Belanda ada murid Bapak H. In Java alone Silat Sera is widespread, ranging from Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta and abroad in the United States, Norway and the Netherlands there are students in Mr. H. Ali Yoenoes yaitu Keluarga Van de Vries. Ali Yoenoes the Family Van de Vries.
Pada perguruan Silat Pancassera khusus diajarkan : On special education Pancassera Silat taught:
• Ilmu beladiri Sera tangan kosong • Martial Arts Sera bare hands
• Ilmu beladiri senjata : golok tunggal, golok ganda, gobang (sejenis pedang), gada, toya panjang, toya pendek, ruyung pendek, ruyung panjang, toya pendek, toya panjang, trisula, tongkat rantai dua, rantai tiga (double stick, triple stick), pisau terbang, cambuk, cemeti, clurit dan kombinasi senjata-senjata tersebut) • Martial Arts weapons: a single dagger, double dagger, gobang (a type of sword), mace, long toya, toya short, short ruyung, ruyung long, short toya, toya long, trident, sticks two chains, three chains (stick double, triple stick), flying knives, whips, whip, sickles and a combination of these weapons)
• Pengurutan keseleo, patah tulang. • Ordering sprains, broken bones.
• Tusuk jari, tusuk jarum (akupunktur. • Plugs finger, acupuncture (akupunktur.
• Peramuan obat-obatan tradisional. • Peramuan traditional medicines.
• Seni pernapasan. • Art of breathing.

Kami menghimbau kepada para pengembang Aliran Silat Sera untuk dapat bersilaturahmi dengan Perguruan-perguruan Silat Sera lainnya dimana saja berada, apapun nama perguruannya dengan Perguruan Pencak Silat PANCASSERA yang sumbernya sama. We urge the developers to stream Silat Sera can stay in touch with the university-college Silat Sera others wherever they are, whatever the name of the university Pencak Silat perguruannya PANCASSERA the same source. Dimana khas Silat Sera yaitu jurus-jurusnya banyak dikenal dengan jurus dari huruf Arab dan Cina, seperti : Alif, Ba, Lam Alif (dari huruf Arab), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, dari Bahasa Cina) dan lain sebagainya. Where the typical Silat Sera-jurusnya stance known by the Arabic alphabet and the stance of China, such as: Alif, Ba, Alif Lam (from Arabic), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, from Chinese) and so forth.
Demikian Sejarah singkat Aliran Silat Sera yang kini bernama PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA, wallahu alam (Hanya Allah Yang Maha Tahu), akan segala kejelasan serta kebenarannya. Similarly, a brief history of Silat Sera stream now called EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA, natural wallahu (Only Allah Almighty knows best), going all the clarity and truth.

SUSUNAN PENGURUS MANAGEMENT STRUCTURE
PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA

PEMBINA/PELATIH UTAMA : H. Patrons / COACH HIGHLIGHTS: H. CUCU SUTARYA, SH SUTARYA grandchildren, SH
PELINDUNG : Mayor Jenderal (Purn) H. PROTECTIVE: Major General (Ret.) H. AMIR TOHAR AMIR TOHAR
KETUA UMUM : H. GENERAL CHAIRMAN: H. SUPARNI Suparni
SEKRETARIS JENDERAL : R. SECRETARY GENERAL: R. SOEPRAPTO DJOJOPOESPITO Soeprapto Djojopoespito
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL : MUHAMMAD SIDIK DEPUTY SECRETARY GENERAL: MUHAMMAD SIDIK
BENDAHARA I : H. Treasurer I: H. SUPARDI Supardi
BENDAHARA II : EENG SUHERMAN Treasurer II: EENG Suherman
KEPALA BIDANG ADMINISTRASI : Drs. HEAD OF ADMINISTRATION: Drs. MACHMUD DJAKSAN Machmud DJAKSAN
KEPALA BIDANG TEKHNIK : Drs. HEAD OF Engineering: Drs. ADEH DJAJADI ADEH Djajadi

Ditetapkan pada tanggal 27 Nopember 2005, bertempat di Gedung Pertemuan Balai Besar Industri Agro, Jalan Ir. Enacted on November 27, 2005, located in Building Conference Center of Agro, Jalan Ir. H. H. Juanda Bogor. Juanda Bogor.

Ditulis kembali oleh : Rewritten by:
Muhammad Sidik, Sabuk Hitam Tingkat II, Cabang Gas Alam Cimanggis Depok. Muhammad Sidik, Black Belt Level II, Natural Gas Branch Cimanggis Depok.
Komplek Departemen Penerangan/Harapan Baru Taman Bunga Blok G.08 RT.004 RW.010 Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kotamadya Depok 16954 Complex of the Ministry of Information / New Hope Flower Garden Block G.08 RT.004 RW.010 Harjamukti Village, District Cimanggis, Depok Municipality 16 954

sumber: facebook bang Santanu Muliawidi source: facebook bang Santanu Muliawidi




Tags: , , Tags: , ,


Artikel Sejarah Singkat Aliran Silat Sera yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of the article A Brief History of Silat Sera that 'might' be linked at other sites:

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia ... A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia ... Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik ... Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/ Sources: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/

    Prajurit Penjaga Tiang Utara Club: Perguruan Pencak Silat Naga Mas Soldiers guard the North Pole Club: University Pencak Silat Naga Mas

    Perguruan silat yang merupakan salah satu silat aliran Palembang asli ... Arts college that is one of the original Kilkenny arts stream ... Sejarah Singkat Aliran Silat Sera; PORSIGAL; MAKNA LAMBANG PORSIGAL; Ichibi si ekor 1 A Brief History of Flow Silat Sera; PORSIGAL; SYMBOL MEANING PORSIGAL; Ichibi the tail 1

    Silat Indonesia » ‹jakarta timur› Silat Indonesia »<jakarta timur>

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera March 1st, 2010 ... A Brief History of Flow Silat Sera March 1st, 2010 ... Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera.
    Sumber: http://silatindonesia.com/page/2/?s=jakarta+timur Sources: http://silatindonesia.com/page/2/?s=jakarta+timur

    Prajurit Penjaga Tiang Utara Club: Sejarah Pecahnya sh terate ... Soldiers guard the North Pole Club: Historical Rupture Terate sh ...

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera; PORSIGAL; MAKNA LAMBANG PORSIGAL; Ichibi si ekor 1; Nibi si ekor 2; Sanbi si ekor 3; Yonbi si ekor 4; gobi si ekor 5; Rokubi si ekor 6 A Brief History of Flow Silat Sera; PORSIGAL; SYMBOL MEANING PORSIGAL; Ichibi the tail 1; Nibi the tail 2; Sanbi the tail 3; Yonbi the tail 4; gobi the tail 5; Rokubi the tail 6

    sejarah pencak silat di jawa barat « segara ilmu history of martial arts in western Java «ocean science

    Sejarah Pencak Silat di Jawa Barat ... History of Pencak Silat in West Java ... mempercayai beberapa aliran tua di sana awalnya dari Abah Khaer, misalnya Sera. believe some of the old stream there originally from Abah Khaer, such as Sera. ... ... atas paparan sejarah singkat ... upon exposure to a brief history ...
    Sumber: http://anggaz.wordpress.com/2011/05/08/sejarah-pencak-silat-di-jawa-barat/ Sources: http://anggaz.wordpress.com/2011/05/08/sejarah-pencak-silat-di-jawa-barat/


- Powered by BING [2012-02-18 09:13] - Powered by BING [2012-02-18 09:13]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera. A Brief History of Flow Silat Sera.

[ in English ] [ in English ]

Mar 1st, 2010 | By | Category: Aliran Silat Visited 1737 times, 5 today [ in English ] March 1st, 2010 | By | Category: Flow Silat Visited 1737 times, 5 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera. Seperti pula telah dipublikasikan dalam Forum sahabatsilat.com As well as been published in the Forum sahabatsilat.com

Bismillahirrahmanirrahim "Bismillahirrahmanirrahim"

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera A Brief History of Flow Silat Sera
(Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) (Developing a College Pencak Silat Pancassera)
Sumber : H. Sources: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / President of Trustees).
Bermula dari kabilah-kabilah Gujarat Persia yang pada abad ke XVI dating ke daerah aceh, selain berniaga mereka juga membawa dan menyebarkan agama serta kebudayaan Islam. Starting from the tribes in Gujarat Persian dating to the sixteenth century Aceh region, in addition to trade they also carry and spread the Islamic religion and culture. Pada abad ini agama Islam mulai masuk ke tanah Aceh. In this century the religion of Islam began to enter the land of Aceh. Saudagar-saudagar tersebut mendapat pengetahuan agama dan kebudayaan dari Syekh Sayyidina Ali ra Beliau adalah sahabat dan sekaligus menantu Rasulullah Muhammad SAW. Merchants will then have the knowledge of religion and culture of Sayyidina Shaykh Ali ra He was a friend and once-law of Prophet Muhammad SAW. Beliau dikenal sebagai seorang ahli dalam strategi perang, terampil dalam mengolah raga, terutama dalam permainan pedangnya yang selalu membuat ciut nyali lawan-lawannya, terutama musuh Islam pada saat itu. He is known as an expert in war strategy, skilled in processing bodies, especially the sword in the game that always makes his opponents were afraid, especially the enemies of Islam at that time. Tak heran jika kemudian beliau dijuluki dengan julukan Syaifullah ( Si Pedang Allah). No wonder then if he was dubbed with the nickname Syaifullah (The Sword of Allah).
Saudagar-saudagar inilah yang membawa pengetahuan agama dan kebudayaan itu hingga sampai ke tanah Aceh. These merchants who carry the knowledge of religion and culture to get to the ground in Aceh. Hubungan mereka dengan penduduk asli terjalin dengan baik, terbukti kemudian dengan munculnya seorang tokoh sufi setempat yang dikenal dengan sebutan Nyai Panjate. Their relations with the natives are good, as evidenced later by the emergence of a local Sufi saint known as Nyai Panjate. Nama asli Nyai Panjate adalah Hajja Cut Suriah binti Teuku Syamannur. The original name is Hajja Cut Nyai Panjate bint Teuku Syamannur Syria. Suaminya bernama H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Her husband called H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Kedua suami istri tersebut mempelajari ilmu agama dan kebudayaan (ilmu silat) dari Kabilah Gujarat Persia. Both husband and wife are studying the science of religion and culture (martial arts) from Gujarat Persian tribes. Salah seorang guru mereka adalah murid dari keturunan murid Syekh Sayyidina Ali ra (Wallahu alam). One of them was a disciple of guru disciple of Sheikh descendants of Sayyidina Ali ra (Wallahu nature).
Ketika tentara colonial Belanda (VOC) masuk ke tanah Aceh pada tahun 1752 M, kedua suami istri tersebut bekerjasama dengan para pendekar silat lainnya mengadakan perlawanan bersama rakyat untuk mengusir tentara belanda dari bumi Aceh. When the Dutch colonial army (VOC) into the ground in Aceh in 1752 AD, both husband and wife are working together with other martial arts warriors held a joint resistance of the people to expel the Dutch troops from Aceh's earth. Pada mulanya mereka berhasil memukul mundur pasukan Belanda, namun dengan siasat licik dengan cara mengadu domba diantara rakyat Aceh, maka tentara Belanda dapat mengetahui kelemahan suami Cut Suriah tersebut. At first they succeeded in repelling the Dutch troops, but with a cunning ploy by pitting among the people of Aceh, the Dutch troops can know the weaknesses of her husband Cut Syria. Akhirnya pada saat yang naas bagi Teuku Kaharuddin Solehuddin, Belanda dapat menembak roboh beliau dengan peluru emas, maka gugurlah beliau sebagai seorang syuhada. Finally, at the ill-fated for Teuku Kaharuddin Solehuddin, the Netherlands can shoot, he collapsed with a gold bullet, then gugurlah him as a martyr.
Setelah suaminya gugur, Hj. After her husband died, Hj. Cut Suriah hijrah ke dalam hutan + 35 km ke pedalaman daerah Bireun. Syria's move to cut the woods + 35 km inland areas Bireun. Beliau mengasingkan diri sebagai seorang sufi. He exiled himself as a Sufi. Pada waktu sedang hamil muda + 2 bulan. At the time of a young pregnant + 2 months. Dalam kehidupan sebagai seorang sufi kebutuhan hidup beliau bergantung kepada alam di sekitarnya. In life as a Sufi needs depend on the nature of his life around. Sesekali beliau berburu dengan alat sedanya, beliau sering menolong orang-orang yang sedang mencari kayu atau hasil hutan lainnya, yang sering digangggu binatang buas seperti harimau, ular, buaya dan lain sebagainya. Occasionally he was hunting with tools sedanya, he often helped people who are looking for wood or other forest products, which often digangggu wild animals such as tigers, snakes, crocodiles and others. Sudah sering beliau menyelamatkan orang-orang yang diganggu binatang buas, kemudian lenyap tanpa meningggalkan jejak. He had often saved the people who bothered to wild animals, then vanished without a trace abandon. Dari mulut ke mulut orang-orang yang pernah ditolongnya mengatakan bahwa adanya wanita berkerudung rapi dengan ilmu silatnya yang tinggi sanggup melumpuhkan binatang buas yang menyerang para pencari hasil hutan, hanya dengan beberapa gerakan saja. Word of mouth of people who had ditolongnya said that the neatly veiled women with high silatnya science can paralyze the beast that attacked seekers forest, alone with just a few movements. Yang karena keahliannya yang sangat mengagumkan sehingga terkenal sebagai seorang wanita berkerudung yang misterius sering menolong tanpa pamrih, kemudian pergi tanpa diketahui identitasnya. That because of his skills are amazing, so well known as a mysterious veiled women often help with no strings attached, then go without to be identified. Sifat pendekarnya membuat dicari orang untuk berguru, tetapi karena yang masih buas sehingga banyak yang menjadi korban sebelum sampai ke tujuan. Pendekarnya nature makes people look to sit, but because that is still wild, so many victims before reaching the destination.
Sekitar abad ke XVII, datanglah seorang laki-laki bernama Bapak Sera, beliau adalah seorang yang gemar sekali bertualang. Around the seventeenth century, there came a man named Mr. Sera, he was an avid adventure. Dalam petualangannyabeliau banyak sekali menimba ilmu agama dan silat dari berbagai daerah, disamping berniaga sebagai mata pencariannya. In petualangannyabeliau lot of studying religion and the arts from different regions, in addition to trade as a trade. Beliau selalu merasa bahwa ilmunya masih saja kurang. He always felt that their knowledge is still lacking. Ketika beliau sedang berada di daerah Riau, beliau mendengar berita yang tersiar akan keperkasaan wanita meisterius itu yang membuat Bapak Sera bertekad untuk mencarinya ke tanah Aceh. When he was in the Riau area, he heard the news will spread meisterius woman's courage that makes Mr. Sera were determined to look to the ground in Aceh. Untuk mencapai tujuannya, tentu saja harus melalui perjuangan yang amat berat, harus bertarung dengan harimau, ular, babi hutan, begitu juga harus berhadapan dengan buaya setiap menyeberangi sungai. To achieve the goal, of course, must go through a very hard struggle, had to fight with tigers, snakes, wild boar, so also have to deal with any alligator cross the river. Jarak yang hanya sekitar 30 km itu harus dicapai selama 3 bulan. The distance is only about 30 km must be achieved for 3 months. Seandainya tidak berbekal ilmu silat, mustahil dapat mencapai tujuan. If not armed with martial arts, it is impossible to achieve the goal.
Rupanya segala sepak terjang Bapak Sera sudah diketahui oleh Ibu Hj. Apparently all lunge Mr. Sera had known Mrs. Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Ketika Bapak Sera sedang tertidur lelap terdengar suara takbir adzan dari Hj. When Mr. Sera were sound asleep Takbir prayer of Hj. Cut Suriah yang dikeraskan, tanda waktu shalat Shubuh telah tiba. Syria cut a hardened, mark Shubuh prayer time has come. Dari atas pohon besar Bapak Sera melihat seorang berkerudung kuning dengan menggendong anak dipunggungnya turun, untuk melaksanakan Shalat Shubuh. From the top of the tree Mr. Sera saw a hooded yellow with carrying a child on his back down, to perform the morning prayer. Kemudian Bapak Sera pun turun daripohon dan mengucap salam, dibalas salamnya. Then Mr. Sera were down daripohon and say hello, returned his greeting. Kemudian mereka melakukan shalat dengan berjamaah. Then they prayed with the congregation. Sebagai seorang pendekar dan ahli sufi, semua sepak terjang dan tujuan dari Bapak Sera sudah diketahui oleh Hj. As an expert swordsman and Sufi, all lunge and objectives of Mr. Sera already known by Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Sekitar tiga bulan Bapak Sera melayani Hj. About three months Mr. Sera serve Hj. Cut Suriah, barulah dengan perjuangan yang ulet mulailah diajarkan ilmu silat oleh Hj. Cut Syria, then start with a tenacious struggle of the martial arts taught by Hj. Cut Suriah pada siang hari dan ilmu agama pada malam harinya. Cut Syria during the day and the science of religion in the evening. Setelah sekitar satu setengah tahun Bapak Sera berlatih, datanglah seorang pemuda yang terdampar, konon khabarnya dari tanah Sulawesi, bernama Lago dan menjadi adik seperguruan dari Bapak Sera. After about one and a half years of Mr. Sera practice, there came a young man who washed up, supposedly khabarnya of Sulawesi ground, and a younger brother named Lago seperguruan of Mr. Sera.
Kurang lebih 6 tahun berguru kepada Hj. About 6 years apprenticed to Hj. Cut Suriah, Bapak Sera baru mengetahui nama asli gurunya tersebut. Cut Syria, Mr. Sera new teachers know the real names. Nyai Panjate adalah julukan yang diberikan Bapak Sera, karena setiap menyusui anak perempuannya dengan terbungkus rapi selalu dikebelakangkan. Nyai Panjate is the nickname given Mr. Sera, because every feeding her daughter with dikebelakangkan always wrapped. Hj. Hj. Cut Suriah bersumpah bahwa putrinya itu tidak akan pernah dilatihilmu silat. Cut Syria vowed that her daughter would never dilatihilmu silat. Atasm anjuran Sang Guru, Bapak Sera dan Bapak Lagoa dianjurkan untuk kembali pulang ke tanah asalnya karena ilmu yang didapat telah dinilai cukup. Atasm the recommendation of the Master, Mr. Sera and Mr. Lagoa encouraged to return home to his native land because of the knowledge gained has been adequately assessed. Mereka kembali ke tanah Jawa, Bapak Sera ke Bogor dan Bapak Sera ke Tanjung Priuk, tepatnya daerah Lagoa sekarang, daerah itupun berasal dari nama beliau karena wafat dan dimakamkan disana. They returned to the land of Java, Mr. and Mr. Sera Sera to Bogor to Tanjung Priok, precisely now Lagoa region, the region rose from his name because of his death and was buried there.
Dalam pengembaraannya, Bapak Sera bertemu dengan dengan seorang pedagang kain dari Mongol yang bernama Yu Sak Liong, yang kemudian menjadi majikan Bapak Sera dalam berniaga. In his wanderings, Mr. Sera met with a cloth merchant of Sak Mongol named Yu Liong, who later became Mr. Sera employer in the trade. Bah Yu Sak Liong adalah seorang Muslim yang lebih dikenal dengan nama Bah Yusa. Bah Liong Yu Sak is a Muslim who is better known as Bah Yusa. Mereka berniaga berkeliling sampai ke tanah Aceh. They trade around the ground in Aceh. Awal perkenalan mereka dimulai ketika saat Bapak Sera sedang menurunkan bal gulungan kain, tiba-tiba, satu gulungan kain tersebut jatuh dan akan menimpa dirinya. Beginning of their acquaintance began when when Mr. Sera were unloading bales of cloth rolls, all of a sudden, one roll of fabric is falling and will happen to him. Namun dengan gerakan tangannya, Bapak Sera berhasil menagkis bal gulungan kain tersebut, hingga bal gulungan kain tersebut yang beratnya puluhan kilo tersebut mental terkena tangkisannya dan tak sengaja melayang menuju kea rah BahYusa. But with the movement of his hands, Mr. Sera had menagkis bales of cloth rolls, rolls up the cloth bales that weigh tens of kilos of the mental and accidentally hit tangkisannya drift toward toward BahYusa. Namun dengan gerakan kakinya, Bah Yusa menyambut bal gulungan kain tersebut dan menendangnya kearah tempatsemula. But with the movement of his foot, Bah Yusa welcome bales of cloth rolls and kicking towards tempatsemula. Bah Yusa sangat kagum menyaksikan gerakan Bapak Sera yang hanya dengan sedikit saja menggerakan tangan, dapat menyelamatkan diri, karena jika orang lain yang mengalaminya pasti sudah cedera berat. Bah Yusa was amazed to watch the movement of Mr. Sera that only a few moving hand, can save themselves, because if other people who experience it must have been serious injuries. Akhirnya mereka berkenalan dan sepakat untuk tukar pikiran dalam hal ilmu mereka masing-masing. Finally they agreed to meet and exchange ideas in terms of their science.
Bah Yu Sak Liong ahli dalam beladiri menggunakan kaki sesuai dengan negeri asalnya yakni Mongol, sedangkan Bapak Sera ahli dalam menggunakan tangan. Bah Sak Liong Yu-foot martial arts expert in the country of origin in accordance with the Mongols, while Mr. Sera expert in using the hands. Mereka mengadu ilmu kurang lebih tiga hari tiga malam, dengan istirahat untuk mengerjakan shalat. They complain about the science of three days and three nights, with a break for prayer. Tak ada yang unggul dalam adu ilmu tersebut, Bah Yu Sak Liong hangus kakinya, sedangkan Bapak Sera hangus pula tangannya. No one excels in the science contest, Bah Liong Yu Sak scorched his feet, while Mr. Sera also charred hands. Akhirnya mereka sepakat untuk mengabungkan ilmu mereka. Finally they agreed to assemble their knowledge. Sejak saat itu maka bertambahlah ilmu silat Bapak Sera dan Bah Yu Sak Liong. Since then it increaseth martial arts Sera and Mr. Bah Yu Liong Sak. Ilmu mereka kemudian dikenal dengan Aliran Sera, sesuai dengan nama penemunya yaitu Bapak Sera. They were then known to science stream Sera, according to the name of the inventor, Mr. Sera. Bah Yu Sak Liong kemudian kembali ke Mongol dan Bapk Sera meneruskan pengembaraannya. Bah Liong Yu Sak and then back to the Mongols and Bapk Sera continued his odyssey.
Suatu ketika Bapak Sera menyaksikan seorang pedagang kain keliling dari Cina Shantung sedang dikeroyok olehsekelompok penyamun yang bermaksud merampoknya, namun Cina tersebut dengan gesit dan lincah dapat mengalahkan para penyamun tersebut dengan hanya bersenjatakan meteran kainnya sebagai senjata toya. Once when Mr. Sera witnessed an itinerant trader from China's Shantung fabric being beaten olehsekelompok robbers who intend to rob him, but China is a nimble and agile to defeat these bandits, armed with only a cloth tape measure as a weapon of Toya. Permainan toyanya sangat mengagumkan, sampai-sampai bapak sera tidak beranjak dari tempatnya menyaksikan permainannya. Toyanya game was amazing, to the extent that the father of sera did not move from place to watch the game. Namun naas bagi Cina tersebut, ketika sedang bertarung, kakinya dipatuk seekor ular berbisa. But unlucky for China, when it is fighting, pecked his feet a viper. Dia pinsan dan ditolong dan diobati oleh Bapak Sera hingga sembuh. He pinsan and helped and treated by Mr. Sera until cured. Sebagaitanda terima kasih, Cina tersebut meberikan seluruh kain dagangannya kepada Bapak Sera, namun ditolak, meskipun demikian Bapak Sera tidak dapat menyembunyikan keinginannya untuk belajar ilmu toyanya. Sebagaitanda thank you, the Chinese gave the whole fabric wares to Mr. Sera, but was refused, though Mr. Sera could not hide his desire to study science toyanya.
Maka dengan senang hati Cina Shantung tersebut mengajarkan ilmu toyanya kepada Bapak Sera dan dalam waktu singkat telah dapat dapat menguasai ilmu toya tersebut. So happy to China Shantung toyanya teaches science to Mr. Sera and in no time been able to master the science of Toya. Malah sebelum Cina Shantung tersebut kembali ke negeri asalnya, dia berkenan menurunkan seluruh ilmunya kepada Bapak Sera dan mereka berdua mengangkat saudara. Even before China's Shantung returned to his native country, he was pleased to lose all his knowledge to Mr. Sera and together they raised you. Bapak Sera mengembangkan ilmunya sesuai dengan keadaan waktu itu, konon khabarnya beliau bermukim hingga wafat dimakamkan di Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor. Mr. Sera develop their knowledge in accordance with the circumstances at the time, said he lived until his death khabarnya buried in Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor.
Salah seorang murid Bapak Sera yang paling menonjol adalah Bapak Mursyid atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bah Ocid yang berasal dari Kebonmanggis. Sera father of a student is the most prominent was Mr. Murshid or better known as Bah Ocid from Kebonmanggis. Beliau inilah yangmengembangkan Aliran Sera pada abad ke XVIII di daerah Bogor dan sekitarnya. He is yangmengembangkan Sera flow to the XVIII century in Bogor and its surrounding area. Ciri-ciri fisik Bah Ocid, tinggi sekitar 157 cm, rambut panjang sebahu, kuku tangan dan kaki sekitar 7 cm, sehingga kalau berjalan, aka nada bekas kuku kakinya menggores jalan yang dilaluinya. Physical characteristics Ocid Bah, about 157 cm height, shoulder length hair, fingernails and feet about 7 cm, so that when walking, aka the former tone toenails scraping the road in its path. Tak banyak hal ikhwal Bah Ocid, untuk lembih komplitnya kami masih berusaha mencari datanya dari berbagai sumber. Not much to matters Ocid Bah, for the complete lembih we are still trying to find its data from various sources. Konon Bah Ocid ini selain menguasai Silat Sera, juga mempelajari ilmu istijrad. It is said that in addition to mastering this Ocid Bah Silat Sera, also studied istijrad. Kuku tangan dan kakinya dibiarkan panjang karena tak bias dipotong, begitu pula rambutnya, mandi hanya dapat dilakukan setahun sekali yakni pada Bulan Maulud, hal ini disebabkan ilmu istijradnya tersebut yang menyebabkannya. Left hand and foot nails long because there is bias cut, as did her hair, bathe only once a year to do that on the Moon Maulud, this is due to the istijradnya science that caused it. Pantangan ini kalau dilanggar akan menyebabkan badan Bah Ocid menjadi hitam dan gatal-gatal. This prohibition if violated will lead to a black body Ocid Bah and itching. Jika Bah Ocid sedang tidur, tak seorangpun berani membangunkannya, sebab dapat berakibat fatal, karena refleknya yang sudah menyatu, walaupun sedang tidur, Bah Ocid dapat membuat orang yang membangunkannya jatuh tunggang langgang. If Bah Ocid was sleeping, no one dared to wake him up, because it can be fatal, because refleknya already united, even when sleeping, Bah Ocid can make people who wake him fall headlong. Kalau terpaksa orang yang membangunkannya harus memakai galah atau tongkat panjang, itupun bisa patah-patah karena refleknya. If forced to wake people should wear long pole or stick, that too can be broken because refleknya.
Sepengetahuan Bapak Sera bahwa Hj. Sera that the knowledge of Mr. Hj. Cut Suriah tidak pernah mengajarkan ilmu hitam, adapun ilmu-ilmu hitam yang dipunyai oleh Guru-guru Sera adalah hasil pelajaran dari Guru-guru sebelumnya, karena berguru Silat Sera, fisik harus kuat dahulu, seperti Bah Ocid, sebelumnya sudah mempunyai ilmu kebal, kejayaan, Batara Karang dan lain sebagainya. Cut Syria never taught black magic, while the black magic that belongs to the teachers Sera is the result of the lessons of previous teachers, as studied Silat Sera, strong physical need first, such as Ocid Bah, had previously been immune to science, the triumph , Batara Reef and others.
Peristiwa Bapak Sera rupanya juga dialami oleh Bah Ocid, yakni pernah mengadu ilmu dengan seorang Cina seorang pedagang koyo bernama Babah Tong, yang juga mahir ilmu silat. Mr. Sera event apparently shared by Bah Ocid, which had pitted science with a Chinese trader named Babah patch Tong, who is also adept at martial arts. Merekamengadu ilmu di pinggir kali Cipakancilan di Jalan Paledang, di depan Asrama Tentara yang sekarang menjadi Kantor Dinas Pekerjaan Umum Propinsi. Merekamengadu science at the edge of time Cipakancilan Paledang Street, in front of the residence Army is now the Office of the Provincial Public Works Department. Babah Tong mengakui keunggulan Bah Ocid, setelah itu hubungan mereka tetap berjalan baik. Babah Tong recognizes excellence Ocid Bah, after which their relationship is still running well. Babah Tong menganggap Bah Ocid sebagai kakak sperguruannya. Babah Tong regard as a brother sperguruannya Ocid Bah. Kata Pabaton sekarang adalah berasal dari nama beliau, karena tinggal disana. Pabaton now says his name is coming from, because they live there. Bah Ocid banyak mempunyai murid, tetapi jarang yang sampai kepada ajaran terakhirnya yaitu yang disebut Sera Geni, Gerak Rasa Sera, Rasa Diri Sera dan Sera Manjak Pamungkas, yang merupakan filsafat Silat Sera. Bah Ocid many students have, but rarely up to his final Geni is called Sera, Sera Motion Sense, Sense of Self and Sera Sera Manjak Pamungkas, which is the philosophy of Silat Sera. Kebanyakan hanya sampai pada Langkah Opat Lipet, Kombinasi dan Tilu Eusi (Tiga Isi) beserta fungsinya atau istilah Ajaran Sera disebut Rusiah (Rahasia). Most only up to Step Lipet Opat, Combination and tilu Eusi (Fill Three) and their functions or the terms Doctrine Sera called Rusiah (Secret).
Dalam hal ini hanya Bapak H. In this case only Mr. H. Ali Yoenoes Bin Kartadiredja, yang sampai kepada Langkah Pamungkas. Kartadiredja Yoenoes Bin Ali, who comes to Step Pamungkas. Beliau sebelum menjadi murid Silat Sera dari Bah Ocid terlebih dahulu banyak belajar dari guru-guru silat terkenal di seluruh Tanah Jawa, diepkirakan tidak kurang dari 11 (sebelas) orang gurunya. Before he became a student of Silat Sera Bah Ocid first learned of the famous martial arts teachers throughout the land of Java, diepkirakan not less than 11 (eleven) of his teacher. Dengan bermodalkan silat-silat itulah baru dapat berguru kepada Bah Ocid, konon khabarnya, setiap beradu fisik dengan Bah Ocid, kalau tidak berilmu tentulah anggota badan yang terkena benturan akan menjadi hitam legam (tampak hangus). To capitalize a new martial-arts that can be studied to Ocid Bah, said khabarnya, each exchanging blows with Ocid Bah, if not knowledgeable certainly impact the affected limb will be jet black (looks scorched). Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes berasal dari Jombang, Jawa Timur, beliau malang melintang di dunia persilatan sejak abad ke XVII dan XIX, karena beliau panjang umurnya sampai mencapai usia 103 tahun. Ali Yoenoes from Jombang, East Java, he was poor across the world of martial since the XVII and XIX century, because of his age until it reaches a length of 103 years of age. Beliau pernah dicoba oleh para pendekar berbagai daerah, namun Alhamdulillah belum pernah kalah. He had been tried by the warriors variety of areas, but Alhamdulillah have never lost. Dahulu Pemerintah Kolonial Belanda sengaja mengadu domba para pendekar silat. Formerly the Dutch colonial government deliberately pitting the warriors martial arts. Mereka diharuskan bertarung sampai mati, dengan perjanjian tidak ada tuntutan apapun dari pihak keluarga korban, dibawah panggung sudah disediakan keranda mayat. They are required to fight to the death, with no agreement of any demands from the families of the victims, under the stage has been provided coffins, corpses. Belanda sengaja mengadakan hal tersebut dengan maksud agar para pendekar silat tersebut tumpas dengan sendirinya, hingga tidak ada yang ditakuti lagi oleh pihak Belanda. Netherlands accidentally entered it with the intention that the martial arts warriors annihilated by itself, until no longer feared by the Dutch. Acara tersebut diadakan setiap tahun bertempat di dalam Istana Kebun Raya Bogor, dalam memperingati Ulang Tahun Ratu Belanda, Ratu Wilhemina. The event is held each year held at the Istana Bogor Botanical Gardens, in commemorating the Dutch Queen's Birthday, Queen Wilhemina.
Pada awal mulanya Bapak H. In the beginning Mr. H. Ali Yoenoes tidak menyadari siasat licik dari pihak Belanda tersebut, maka pada setiap bertanding beliau pasti membunuh lawannya, tak kurang, 19 orang mati ditangannya. Ali Yoenoes unaware of the devious tactics of the Dutch, then in every match he would kill his opponent, no less, 19 people die in his hands. Tetapi akhirnya beliau menyadari akan hal ini, maka setiap kali bertarung, beliau tidak sampai membunuh lawannya yang kalah, namun cukup hanya dilukai saja dan kemudian menyuruh lawannya tersebut untuk melarikan diri. But eventually he realized this, then every time you fight, not to kill his opponent he defeated, but enough to hurt it and then asked his opponent to escape. Tindakan ini lama kelamaan tercium juga oleh pihak Belanda dan akhirnya Bapak H. This action also wafted over time by the Dutch and finally Mr. H. Ali Yoenoes untuk selanjutnya tidak diperkenankan ikut pertandingan lagi, malahan beliau ditahan selamapertandingan berlangsung. Ali Yoenoes henceforth not be allowed to play the game again, instead he was detained last selamapertandingan. Para pendekar yang beliau selamatkan pada pertandingan tersebut, setiap Hari Idhul Fitri dan Bulan Maulud selalu berkumpul dan bersilaturahmi di rumah Bapak H. The warrior that he saved the match, every day and the Moon Maulud Idhul Fitri always get together and stay in touch at home Mr. H. Ali Yoenoes di Gang Selot Paledang, sebagai rasa syukur dan tanda terima kasih telah diselamatkan nyawanya. Ali Yoenoes in Gang Paledang latch, as a sign of gratitude and thanks have saved his life. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes belajar silat pada Bah Ocid sekitar 9 tahun dan beliau melatih selama 21 tahun. Ali Yoenoes Bah Ocid learn martial arts at about 9 years and he trained for 21 years.
Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes menunaikan ibadah haji pada tahun 1969. Ali Yoenoes perform the pilgrimage in 1969. Salah seorang putra beliau yang turut mengembangkan Silat Sera adalah Bapak Abdulrachman, atau lebih dikenal dengan sebutan Pak Komang dan di dunia persilatan dijuluki Si Girimis, karena kecepatan tangan beliau yang kalau mencecar lawan seperti hujan gerimis, putra lainnya adalah H. One of his sons who helped develop the Silat Sera were Mr. Rachman, or better known as Pak Komang martial world and nicknamed The Girimis, because the speed of his hands which if drilled opponents like drizzling rain, the other son is H. Rachmat atau lebih dikenal dengan nama Pak Memet. Rachmat or better known as Pak Memet. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes bin Kartadiredja meninggal pada tahun 1971 dalam usia 103 tahun, yang kemudian disusul oleh putranya yakni Bapak Abdulrachman pada tahun 1983 dalam usia 64 tahun. Kartadiredja Yoenoes bin Ali died in 1971 at the age of 103 years, which was followed by his son that Mr Rachman in 1983 at the age of 64 years.
Salah satu murid yang dilatih oleh Bapak H. One of the students who were trained by Mr. H. Ali Yoenoes dan Pak Komang adalah Bapak H. Yoenoes Ali and Mr. Komal is Mr. H. Cucu Sutarya, SH Bin Tubagus Baban Sidik Ismaya. Sutarya grandchildren, SH Bin Tubagus Sidik Ismaya Baban. Beliau mulai berlatih pada Bapak H. He started practicing on Mr. H. Ali Yoenoes sejak tahun 1957 hingga tahun 1968 dan mengembangkannya hingga sekarang. Ali Yoenoes since 1957 until 1968 and developed it until now. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun 1998, sekitar bulan Maret-April (Tahun 1418 Hijriah). Sutarya grandchildren, SH pilgrimage to the Hajj season of 1998, around the month of March-April (Year 1418 Hijri). Beliau pernah pula menimba ilmu dari berbagai sumber lain seperti karate (Dan II Internasional) yudo, tinju (pernah juara tinju kelas bantam pada PON di Surabaya), kuntau, yuyitszu, dan silat dari perguruan lain seperti Aliran Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. He had also gain knowledge from other sources such as karate (And II International) judo, boxing (bantamweight boxing champion ever at the PON in Surabaya), Kuntau, yuyitszu, and the arts from other universities such as flow Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. Hal ini dilakukan atas anjuran dari Bapak H. This is done at the instigation of Mr. H. Ali Yoenoes sebagai bahan pembanding dan sebagai ilmu tambahan saja, tetapi loyalitas tetaplah terpusat pada Silat Sera yang kemudian beliau kembangkan menjadi Perguruan Pencak Silat PANCASSERA (Lima Silat Sera, yaitu Sera Banyu, Sera Ringkus, Sera Bayu, Sera Putih dan Sera Geni). Ali Yoenoes as a benchmark and as an additional science course, but loyalty is still centered on Silat Sera which he later developed into university Pencak Silat PANCASSERA (Five Silat Sera, Sera is Banyu, Ringkus Sera, Sera Bayu, White and Sera Sera Geni). Khusus untuk para Pelatih diajarkan Gerak Rasa dan Rasa Diri sebagai Langkah (Jurus Panjang) terakhir dari Aliran Silat Sera. Especially for the coach taught Motion Sense and Sense of Self as a step (stance length) Last of the flow of Silat Sera. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH mendapat kepercayaan langsung dari Bapak H. Sutarya grandchildren, SH won the trust directly from Mr. H. Ali Yoenoes untuk meneruskan perguruan. Ali Yoenoes to continue college. Beliau resmi mulai melatih sejak tahun 1968 di Bandung dan di Garut, kemudian di Bogor sampai sekarang. He officially began training in 1968 at Bandung and in Garut, then in Bogor up to now. Hanya kepada beliaulah Bapak H. He was the only to Mr. H. Ali Yoenoes menurunkan seluruh ilmunya hingga tuntas untuk dikembangkan dan diteruskan. Ali Yoenoes lose all his knowledge to its conclusion to be developed and forwarded. Dengan demikian pewaris dan penerus satu-satunya adalah Bapak H. Thus the heirs and successors only is Mr. H. Cucu Sutarya, SH. Sutarya grandchildren, SH.

Guru-guru lain dari Bapak H. Other teachers from Mr. H. Cucu Sutarya, SH adalah : Sutarya grandchildren, SH is:
1. A. H. H. Adra'I Cianjur Selatan (Pengurutan dan Patah Tulang) Adra'I South Cianjur (Ordering and Broken Bones)
2. 2. Kyai H. Kyai H. Baing Bakri Pasarean Cianjur (Cikalong) Bakri Baing Pasarean Cianjur (Cikalong)
3. 3. Bah Rumanta Garut (Syahbandar) Bah Rumanta Main Page (Syahbandar)
4. 4. Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan) Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan)
5. 5. Bah Maun Dreded Bondongan (Sera Pamacan) Bah Maun Dreded swarms (Sera Pamacan)
6. 6. Bah Enuh Tarogong Garut (Ajrak) Bah Enuh Tarogong Main Page (Ajrak)
7. 7. Liem Sen Thong Bogor (Kuntau dan Akunktur) Liem Mon Thong Bogor (Kuntau and Akunktur)
8. 8. Meneer Ong Bogor (Yudo dan Yuyitszu) Ong Meneer Bogor (Judo and Yuyitszu)
9. 9. Mr. Mr. Matsunaga Osaka Jepang (Karate) Matsunaga Osaka Japan (Karate)
10. 10. Endang Ukaedi Bogor (Tinju) Endang Ukaedi Bogor (Boxing)

Perguruan Silat Pancassera menjadi anggota IPSI pada tahun 1976. Silat college Pancassera a member IPSI in 1976. Sampai saat ini perguruan telah banyak berkembang, bahkan sampai keluar Pulau Jawa yakni di Kalimantan dan Maros, Sulawesi Selatan. Until recently many universities have grown, even to exit the island of Borneo and Java, which is in Maros, South Sulawesi. Di Jawa sendiri Silat Sera tersebar luas, mulai dari Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta dan di mancanegara di Amerika Serikat, Norwegia dan khusus di Belanda ada murid Bapak H. In Java alone Silat Sera is widespread, ranging from Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta and abroad in the United States, Norway and the Netherlands there are students in Mr. H. Ali Yoenoes yaitu Keluarga Van de Vries. Ali Yoenoes the Family Van de Vries.
Pada perguruan Silat Pancassera khusus diajarkan : On special education Pancassera Silat taught:
• Ilmu beladiri Sera tangan kosong • Martial Arts Sera bare hands
• Ilmu beladiri senjata : golok tunggal, golok ganda, gobang (sejenis pedang), gada, toya panjang, toya pendek, ruyung pendek, ruyung panjang, toya pendek, toya panjang, trisula, tongkat rantai dua, rantai tiga (double stick, triple stick), pisau terbang, cambuk, cemeti, clurit dan kombinasi senjata-senjata tersebut) • Martial Arts weapons: a single dagger, double dagger, gobang (a type of sword), mace, long toya, toya short, short ruyung, ruyung long, short toya, toya long, trident, sticks two chains, three chains (stick double, triple stick), flying knives, whips, whip, sickles and a combination of these weapons)
• Pengurutan keseleo, patah tulang. • Ordering sprains, broken bones.
• Tusuk jari, tusuk jarum (akupunktur. • Plugs finger, acupuncture (akupunktur.
• Peramuan obat-obatan tradisional. • Peramuan traditional medicines.
• Seni pernapasan. • Art of breathing.

Kami menghimbau kepada para pengembang Aliran Silat Sera untuk dapat bersilaturahmi dengan Perguruan-perguruan Silat Sera lainnya dimana saja berada, apapun nama perguruannya dengan Perguruan Pencak Silat PANCASSERA yang sumbernya sama. We urge the developers to stream Silat Sera can stay in touch with the university-college Silat Sera others wherever they are, whatever the name of the university Pencak Silat perguruannya PANCASSERA the same source. Dimana khas Silat Sera yaitu jurus-jurusnya banyak dikenal dengan jurus dari huruf Arab dan Cina, seperti : Alif, Ba, Lam Alif (dari huruf Arab), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, dari Bahasa Cina) dan lain sebagainya. Where the typical Silat Sera-jurusnya stance known by the Arabic alphabet and the stance of China, such as: Alif, Ba, Alif Lam (from Arabic), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, from Chinese) and so forth.
Demikian Sejarah singkat Aliran Silat Sera yang kini bernama PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA, wallahu alam (Hanya Allah Yang Maha Tahu), akan segala kejelasan serta kebenarannya. Similarly, a brief history of Silat Sera stream now called EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA, natural wallahu (Only Allah Almighty knows best), going all the clarity and truth.

SUSUNAN PENGURUS MANAGEMENT STRUCTURE
PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA

PEMBINA/PELATIH UTAMA : H. Patrons / COACH HIGHLIGHTS: H. CUCU SUTARYA, SH SUTARYA grandchildren, SH
PELINDUNG : Mayor Jenderal (Purn) H. PROTECTIVE: Major General (Ret.) H. AMIR TOHAR AMIR TOHAR
KETUA UMUM : H. GENERAL CHAIRMAN: H. SUPARNI Suparni
SEKRETARIS JENDERAL : R. SECRETARY GENERAL: R. SOEPRAPTO DJOJOPOESPITO Soeprapto Djojopoespito
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL : MUHAMMAD SIDIK DEPUTY SECRETARY GENERAL: MUHAMMAD SIDIK
BENDAHARA I : H. Treasurer I: H. SUPARDI Supardi
BENDAHARA II : EENG SUHERMAN Treasurer II: EENG Suherman
KEPALA BIDANG ADMINISTRASI : Drs. HEAD OF ADMINISTRATION: Drs. MACHMUD DJAKSAN Machmud DJAKSAN
KEPALA BIDANG TEKHNIK : Drs. HEAD OF Engineering: Drs. ADEH DJAJADI ADEH Djajadi

Ditetapkan pada tanggal 27 Nopember 2005, bertempat di Gedung Pertemuan Balai Besar Industri Agro, Jalan Ir. Enacted on November 27, 2005, located in Building Conference Center of Agro, Jalan Ir. H. H. Juanda Bogor. Juanda Bogor.

Ditulis kembali oleh : Rewritten by:
Muhammad Sidik, Sabuk Hitam Tingkat II, Cabang Gas Alam Cimanggis Depok. Muhammad Sidik, Black Belt Level II, Natural Gas Branch Cimanggis Depok.
Komplek Departemen Penerangan/Harapan Baru Taman Bunga Blok G.08 RT.004 RW.010 Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kotamadya Depok 16954 Complex of the Ministry of Information / New Hope Flower Garden Block G.08 RT.004 RW.010 Harjamukti Village, District Cimanggis, Depok Municipality 16 954

sumber: facebook bang Santanu Muliawidi source: facebook bang Santanu Muliawidi




Tags: , , Tags: , ,


Artikel Sejarah Singkat Aliran Silat Sera yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of the article A Brief History of Silat Sera that 'might' be linked at other sites:

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia ... A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia ... Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik ... Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/ Sources: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/

    Prajurit Penjaga Tiang Utara Club: Perguruan Pencak Silat Naga Mas Soldiers guard the North Pole Club: University Pencak Silat Naga Mas

    Perguruan silat yang merupakan salah satu silat aliran Palembang asli ... Arts college that is one of the original Kilkenny arts stream ... Sejarah Singkat Aliran Silat Sera; PORSIGAL; MAKNA LAMBANG PORSIGAL; Ichibi si ekor 1 A Brief History of Flow Silat Sera; PORSIGAL; SYMBOL MEANING PORSIGAL; Ichibi the tail 1

    Silat Indonesia » ‹jakarta timur› Silat Indonesia »<jakarta timur>

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera March 1st, 2010 ... A Brief History of Flow Silat Sera March 1st, 2010 ... Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera.
    Sumber: http://silatindonesia.com/page/2/?s=jakarta+timur Sources: http://silatindonesia.com/page/2/?s=jakarta+timur

    Prajurit Penjaga Tiang Utara Club: Sejarah Pecahnya sh terate ... Soldiers guard the North Pole Club: Historical Rupture Terate sh ...

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera; PORSIGAL; MAKNA LAMBANG PORSIGAL; Ichibi si ekor 1; Nibi si ekor 2; Sanbi si ekor 3; Yonbi si ekor 4; gobi si ekor 5; Rokubi si ekor 6 A Brief History of Flow Silat Sera; PORSIGAL; SYMBOL MEANING PORSIGAL; Ichibi the tail 1; Nibi the tail 2; Sanbi the tail 3; Yonbi the tail 4; gobi the tail 5; Rokubi the tail 6

    sejarah pencak silat di jawa barat « segara ilmu history of martial arts in western Java «ocean science

    Sejarah Pencak Silat di Jawa Barat ... History of Pencak Silat in West Java ... mempercayai beberapa aliran tua di sana awalnya dari Abah Khaer, misalnya Sera. believe some of the old stream there originally from Abah Khaer, such as Sera. ... ... atas paparan sejarah singkat ... upon exposure to a brief history ...
    Sumber: http://anggaz.wordpress.com/2011/05/08/sejarah-pencak-silat-di-jawa-barat/ Sources: http://anggaz.wordpress.com/2011/05/08/sejarah-pencak-silat-di-jawa-barat/


- Powered by BING [2012-02-22 00:43] - Powered by BING [2012-02-22 00:43]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera. A Brief History of Flow Silat Sera.

[ in English ] [ in English ]

Mar 1st, 2010 | By | Category: Aliran Silat Visited 1768 times, 7 today [ in English ] March 1st, 2010 | By | Category: Flow Silat Visited 1768 times, 7 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera. Seperti pula telah dipublikasikan dalam Forum sahabatsilat.com As well as been published in the Forum sahabatsilat.com

Bismillahirrahmanirrahim "Bismillahirrahmanirrahim"

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera A Brief History of Flow Silat Sera
(Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) (Developing a College Pencak Silat Pancassera)
Sumber : H. Sources: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / President of Trustees).
Bermula dari kabilah-kabilah Gujarat Persia yang pada abad ke XVI dating ke daerah aceh, selain berniaga mereka juga membawa dan menyebarkan agama serta kebudayaan Islam. Starting from the tribes in Gujarat Persian dating to the sixteenth century Aceh region, in addition to trade they also carry and spread the Islamic religion and culture. Pada abad ini agama Islam mulai masuk ke tanah Aceh. In this century the religion of Islam began to enter the land of Aceh. Saudagar-saudagar tersebut mendapat pengetahuan agama dan kebudayaan dari Syekh Sayyidina Ali ra Beliau adalah sahabat dan sekaligus menantu Rasulullah Muhammad SAW. Merchants will then have the knowledge of religion and culture of Sayyidina Shaykh Ali ra He was a friend and once-law of Prophet Muhammad SAW. Beliau dikenal sebagai seorang ahli dalam strategi perang, terampil dalam mengolah raga, terutama dalam permainan pedangnya yang selalu membuat ciut nyali lawan-lawannya, terutama musuh Islam pada saat itu. He is known as an expert in war strategy, skilled in processing bodies, especially the sword in the game that always makes his opponents were afraid, especially the enemies of Islam at that time. Tak heran jika kemudian beliau dijuluki dengan julukan Syaifullah ( Si Pedang Allah). No wonder then if he was dubbed with the nickname Syaifullah (The Sword of Allah).
Saudagar-saudagar inilah yang membawa pengetahuan agama dan kebudayaan itu hingga sampai ke tanah Aceh. These merchants who carry the knowledge of religion and culture to get to the ground in Aceh. Hubungan mereka dengan penduduk asli terjalin dengan baik, terbukti kemudian dengan munculnya seorang tokoh sufi setempat yang dikenal dengan sebutan Nyai Panjate. Their relations with the natives are good, as evidenced later by the emergence of a local Sufi saint known as Nyai Panjate. Nama asli Nyai Panjate adalah Hajja Cut Suriah binti Teuku Syamannur. The original name is Hajja Cut Nyai Panjate bint Teuku Syamannur Syria. Suaminya bernama H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Her husband called H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Kedua suami istri tersebut mempelajari ilmu agama dan kebudayaan (ilmu silat) dari Kabilah Gujarat Persia. Both husband and wife are studying the science of religion and culture (martial arts) from Gujarat Persian tribes. Salah seorang guru mereka adalah murid dari keturunan murid Syekh Sayyidina Ali ra (Wallahu alam). One of them was a disciple of guru disciple of Sheikh descendants of Sayyidina Ali ra (Wallahu nature).
Ketika tentara colonial Belanda (VOC) masuk ke tanah Aceh pada tahun 1752 M, kedua suami istri tersebut bekerjasama dengan para pendekar silat lainnya mengadakan perlawanan bersama rakyat untuk mengusir tentara belanda dari bumi Aceh. When the Dutch colonial army (VOC) into the ground in Aceh in 1752 AD, both husband and wife are working together with other martial arts warriors held a joint resistance of the people to expel the Dutch troops from Aceh's earth. Pada mulanya mereka berhasil memukul mundur pasukan Belanda, namun dengan siasat licik dengan cara mengadu domba diantara rakyat Aceh, maka tentara Belanda dapat mengetahui kelemahan suami Cut Suriah tersebut. At first they succeeded in repelling the Dutch troops, but with a cunning ploy by pitting among the people of Aceh, the Dutch troops can know the weaknesses of her husband Cut Syria. Akhirnya pada saat yang naas bagi Teuku Kaharuddin Solehuddin, Belanda dapat menembak roboh beliau dengan peluru emas, maka gugurlah beliau sebagai seorang syuhada. Finally, at the ill-fated for Teuku Kaharuddin Solehuddin, the Netherlands can shoot, he collapsed with a gold bullet, then gugurlah him as a martyr.
Setelah suaminya gugur, Hj. After her husband died, Hj. Cut Suriah hijrah ke dalam hutan + 35 km ke pedalaman daerah Bireun. Syria's move to cut the woods + 35 km inland areas Bireun. Beliau mengasingkan diri sebagai seorang sufi. He exiled himself as a Sufi. Pada waktu sedang hamil muda + 2 bulan. At the time of a young pregnant + 2 months. Dalam kehidupan sebagai seorang sufi kebutuhan hidup beliau bergantung kepada alam di sekitarnya. In life as a Sufi needs depend on the nature of his life around. Sesekali beliau berburu dengan alat sedanya, beliau sering menolong orang-orang yang sedang mencari kayu atau hasil hutan lainnya, yang sering digangggu binatang buas seperti harimau, ular, buaya dan lain sebagainya. Occasionally he was hunting with tools sedanya, he often helped people who are looking for wood or other forest products, which often digangggu wild animals such as tigers, snakes, crocodiles and others. Sudah sering beliau menyelamatkan orang-orang yang diganggu binatang buas, kemudian lenyap tanpa meningggalkan jejak. He had often saved the people who bothered to wild animals, then vanished without a trace abandon. Dari mulut ke mulut orang-orang yang pernah ditolongnya mengatakan bahwa adanya wanita berkerudung rapi dengan ilmu silatnya yang tinggi sanggup melumpuhkan binatang buas yang menyerang para pencari hasil hutan, hanya dengan beberapa gerakan saja. Word of mouth of people who had ditolongnya said that the neatly veiled women with high silatnya science can paralyze the beast that attacked seekers forest, alone with just a few movements. Yang karena keahliannya yang sangat mengagumkan sehingga terkenal sebagai seorang wanita berkerudung yang misterius sering menolong tanpa pamrih, kemudian pergi tanpa diketahui identitasnya. That because of his skills are amazing, so well known as a mysterious veiled women often help with no strings attached, then go without to be identified. Sifat pendekarnya membuat dicari orang untuk berguru, tetapi karena yang masih buas sehingga banyak yang menjadi korban sebelum sampai ke tujuan. Pendekarnya nature makes people look to sit, but because that is still wild, so many victims before reaching the destination.
Sekitar abad ke XVII, datanglah seorang laki-laki bernama Bapak Sera, beliau adalah seorang yang gemar sekali bertualang. Around the seventeenth century, there came a man named Mr. Sera, he was an avid adventure. Dalam petualangannyabeliau banyak sekali menimba ilmu agama dan silat dari berbagai daerah, disamping berniaga sebagai mata pencariannya. In petualangannyabeliau lot of studying religion and the arts from different regions, in addition to trade as a trade. Beliau selalu merasa bahwa ilmunya masih saja kurang. He always felt that their knowledge is still lacking. Ketika beliau sedang berada di daerah Riau, beliau mendengar berita yang tersiar akan keperkasaan wanita meisterius itu yang membuat Bapak Sera bertekad untuk mencarinya ke tanah Aceh. When he was in the Riau area, he heard the news will spread meisterius woman's courage that makes Mr. Sera were determined to look to the ground in Aceh. Untuk mencapai tujuannya, tentu saja harus melalui perjuangan yang amat berat, harus bertarung dengan harimau, ular, babi hutan, begitu juga harus berhadapan dengan buaya setiap menyeberangi sungai. To achieve the goal, of course, must go through a very hard struggle, had to fight with tigers, snakes, wild boar, so also have to deal with any alligator cross the river. Jarak yang hanya sekitar 30 km itu harus dicapai selama 3 bulan. The distance is only about 30 km must be achieved for 3 months. Seandainya tidak berbekal ilmu silat, mustahil dapat mencapai tujuan. If not armed with martial arts, it is impossible to achieve the goal.
Rupanya segala sepak terjang Bapak Sera sudah diketahui oleh Ibu Hj. Apparently all lunge Mr. Sera had known Mrs. Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Ketika Bapak Sera sedang tertidur lelap terdengar suara takbir adzan dari Hj. When Mr. Sera were sound asleep Takbir prayer of Hj. Cut Suriah yang dikeraskan, tanda waktu shalat Shubuh telah tiba. Syria cut a hardened, mark Shubuh prayer time has come. Dari atas pohon besar Bapak Sera melihat seorang berkerudung kuning dengan menggendong anak dipunggungnya turun, untuk melaksanakan Shalat Shubuh. From the top of the tree Mr. Sera saw a hooded yellow with carrying a child on his back down, to perform the morning prayer. Kemudian Bapak Sera pun turun daripohon dan mengucap salam, dibalas salamnya. Then Mr. Sera were down daripohon and say hello, returned his greeting. Kemudian mereka melakukan shalat dengan berjamaah. Then they prayed with the congregation. Sebagai seorang pendekar dan ahli sufi, semua sepak terjang dan tujuan dari Bapak Sera sudah diketahui oleh Hj. As an expert swordsman and Sufi, all lunge and objectives of Mr. Sera already known by Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Sekitar tiga bulan Bapak Sera melayani Hj. About three months Mr. Sera serve Hj. Cut Suriah, barulah dengan perjuangan yang ulet mulailah diajarkan ilmu silat oleh Hj. Cut Syria, then start with a tenacious struggle of the martial arts taught by Hj. Cut Suriah pada siang hari dan ilmu agama pada malam harinya. Cut Syria during the day and the science of religion in the evening. Setelah sekitar satu setengah tahun Bapak Sera berlatih, datanglah seorang pemuda yang terdampar, konon khabarnya dari tanah Sulawesi, bernama Lago dan menjadi adik seperguruan dari Bapak Sera. After about one and a half years of Mr. Sera practice, there came a young man who washed up, supposedly khabarnya of Sulawesi ground, and a younger brother named Lago seperguruan of Mr. Sera.
Kurang lebih 6 tahun berguru kepada Hj. About 6 years apprenticed to Hj. Cut Suriah, Bapak Sera baru mengetahui nama asli gurunya tersebut. Cut Syria, Mr. Sera new teachers know the real names. Nyai Panjate adalah julukan yang diberikan Bapak Sera, karena setiap menyusui anak perempuannya dengan terbungkus rapi selalu dikebelakangkan. Nyai Panjate is the nickname given Mr. Sera, because every feeding her daughter with dikebelakangkan always wrapped. Hj. Hj. Cut Suriah bersumpah bahwa putrinya itu tidak akan pernah dilatihilmu silat. Cut Syria vowed that her daughter would never dilatihilmu silat. Atasm anjuran Sang Guru, Bapak Sera dan Bapak Lagoa dianjurkan untuk kembali pulang ke tanah asalnya karena ilmu yang didapat telah dinilai cukup. Atasm the recommendation of the Master, Mr. Sera and Mr. Lagoa encouraged to return home to his native land because of the knowledge gained has been adequately assessed. Mereka kembali ke tanah Jawa, Bapak Sera ke Bogor dan Bapak Sera ke Tanjung Priuk, tepatnya daerah Lagoa sekarang, daerah itupun berasal dari nama beliau karena wafat dan dimakamkan disana. They returned to the land of Java, Mr. and Mr. Sera Sera to Bogor to Tanjung Priok, precisely now Lagoa region, the region rose from his name because of his death and was buried there.
Dalam pengembaraannya, Bapak Sera bertemu dengan dengan seorang pedagang kain dari Mongol yang bernama Yu Sak Liong, yang kemudian menjadi majikan Bapak Sera dalam berniaga. In his wanderings, Mr. Sera met with a cloth merchant of Sak Mongol named Yu Liong, who later became Mr. Sera employer in the trade. Bah Yu Sak Liong adalah seorang Muslim yang lebih dikenal dengan nama Bah Yusa. Bah Liong Yu Sak is a Muslim who is better known as Bah Yusa. Mereka berniaga berkeliling sampai ke tanah Aceh. They trade around the ground in Aceh. Awal perkenalan mereka dimulai ketika saat Bapak Sera sedang menurunkan bal gulungan kain, tiba-tiba, satu gulungan kain tersebut jatuh dan akan menimpa dirinya. Beginning of their acquaintance began when when Mr. Sera were unloading bales of cloth rolls, all of a sudden, one roll of fabric is falling and will happen to him. Namun dengan gerakan tangannya, Bapak Sera berhasil menagkis bal gulungan kain tersebut, hingga bal gulungan kain tersebut yang beratnya puluhan kilo tersebut mental terkena tangkisannya dan tak sengaja melayang menuju kea rah BahYusa. But with the movement of his hands, Mr. Sera had menagkis bales of cloth rolls, rolls up the cloth bales that weigh tens of kilos of the mental and accidentally hit tangkisannya drift toward toward BahYusa. Namun dengan gerakan kakinya, Bah Yusa menyambut bal gulungan kain tersebut dan menendangnya kearah tempatsemula. But with the movement of his foot, Bah Yusa welcome bales of cloth rolls and kicking towards tempatsemula. Bah Yusa sangat kagum menyaksikan gerakan Bapak Sera yang hanya dengan sedikit saja menggerakan tangan, dapat menyelamatkan diri, karena jika orang lain yang mengalaminya pasti sudah cedera berat. Bah Yusa was amazed to watch the movement of Mr. Sera that only a few moving hand, can save themselves, because if other people who experience it must have been serious injuries. Akhirnya mereka berkenalan dan sepakat untuk tukar pikiran dalam hal ilmu mereka masing-masing. Finally they agreed to meet and exchange ideas in terms of their science.
Bah Yu Sak Liong ahli dalam beladiri menggunakan kaki sesuai dengan negeri asalnya yakni Mongol, sedangkan Bapak Sera ahli dalam menggunakan tangan. Bah Sak Liong Yu-foot martial arts expert in the country of origin in accordance with the Mongols, while Mr. Sera expert in using the hands. Mereka mengadu ilmu kurang lebih tiga hari tiga malam, dengan istirahat untuk mengerjakan shalat. They complain about the science of three days and three nights, with a break for prayer. Tak ada yang unggul dalam adu ilmu tersebut, Bah Yu Sak Liong hangus kakinya, sedangkan Bapak Sera hangus pula tangannya. No one excels in the science contest, Bah Liong Yu Sak scorched his feet, while Mr. Sera also charred hands. Akhirnya mereka sepakat untuk mengabungkan ilmu mereka. Finally they agreed to assemble their knowledge. Sejak saat itu maka bertambahlah ilmu silat Bapak Sera dan Bah Yu Sak Liong. Since then it increaseth martial arts Sera and Mr. Bah Yu Liong Sak. Ilmu mereka kemudian dikenal dengan Aliran Sera, sesuai dengan nama penemunya yaitu Bapak Sera. They were then known to science stream Sera, according to the name of the inventor, Mr. Sera. Bah Yu Sak Liong kemudian kembali ke Mongol dan Bapk Sera meneruskan pengembaraannya. Bah Liong Yu Sak and then back to the Mongols and Bapk Sera continued his odyssey.
Suatu ketika Bapak Sera menyaksikan seorang pedagang kain keliling dari Cina Shantung sedang dikeroyok olehsekelompok penyamun yang bermaksud merampoknya, namun Cina tersebut dengan gesit dan lincah dapat mengalahkan para penyamun tersebut dengan hanya bersenjatakan meteran kainnya sebagai senjata toya. Once when Mr. Sera witnessed an itinerant trader from China's Shantung fabric being beaten olehsekelompok robbers who intend to rob him, but China is a nimble and agile to defeat these bandits, armed with only a cloth tape measure as a weapon of Toya. Permainan toyanya sangat mengagumkan, sampai-sampai bapak sera tidak beranjak dari tempatnya menyaksikan permainannya. Toyanya game was amazing, to the extent that the father of sera did not move from place to watch the game. Namun naas bagi Cina tersebut, ketika sedang bertarung, kakinya dipatuk seekor ular berbisa. But unlucky for China, when it is fighting, pecked his feet a viper. Dia pinsan dan ditolong dan diobati oleh Bapak Sera hingga sembuh. He pinsan and helped and treated by Mr. Sera until cured. Sebagaitanda terima kasih, Cina tersebut meberikan seluruh kain dagangannya kepada Bapak Sera, namun ditolak, meskipun demikian Bapak Sera tidak dapat menyembunyikan keinginannya untuk belajar ilmu toyanya. Sebagaitanda thank you, the Chinese gave the whole fabric wares to Mr. Sera, but was refused, though Mr. Sera could not hide his desire to study science toyanya.
Maka dengan senang hati Cina Shantung tersebut mengajarkan ilmu toyanya kepada Bapak Sera dan dalam waktu singkat telah dapat dapat menguasai ilmu toya tersebut. So happy to China Shantung toyanya teaches science to Mr. Sera and in no time been able to master the science of Toya. Malah sebelum Cina Shantung tersebut kembali ke negeri asalnya, dia berkenan menurunkan seluruh ilmunya kepada Bapak Sera dan mereka berdua mengangkat saudara. Even before China's Shantung returned to his native country, he was pleased to lose all his knowledge to Mr. Sera and together they raised you. Bapak Sera mengembangkan ilmunya sesuai dengan keadaan waktu itu, konon khabarnya beliau bermukim hingga wafat dimakamkan di Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor. Mr. Sera develop their knowledge in accordance with the circumstances at the time, said he lived until his death khabarnya buried in Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor.
Salah seorang murid Bapak Sera yang paling menonjol adalah Bapak Mursyid atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bah Ocid yang berasal dari Kebonmanggis. Sera father of a student is the most prominent was Mr. Murshid or better known as Bah Ocid from Kebonmanggis. Beliau inilah yangmengembangkan Aliran Sera pada abad ke XVIII di daerah Bogor dan sekitarnya. He is yangmengembangkan Sera flow to the XVIII century in Bogor and its surrounding area. Ciri-ciri fisik Bah Ocid, tinggi sekitar 157 cm, rambut panjang sebahu, kuku tangan dan kaki sekitar 7 cm, sehingga kalau berjalan, aka nada bekas kuku kakinya menggores jalan yang dilaluinya. Physical characteristics Ocid Bah, about 157 cm height, shoulder length hair, fingernails and feet about 7 cm, so that when walking, aka the former tone toenails scraping the road in its path. Tak banyak hal ikhwal Bah Ocid, untuk lembih komplitnya kami masih berusaha mencari datanya dari berbagai sumber. Not much to matters Ocid Bah, for the complete lembih we are still trying to find its data from various sources. Konon Bah Ocid ini selain menguasai Silat Sera, juga mempelajari ilmu istijrad. It is said that in addition to mastering this Ocid Bah Silat Sera, also studied istijrad. Kuku tangan dan kakinya dibiarkan panjang karena tak bias dipotong, begitu pula rambutnya, mandi hanya dapat dilakukan setahun sekali yakni pada Bulan Maulud, hal ini disebabkan ilmu istijradnya tersebut yang menyebabkannya. Left hand and foot nails long because there is bias cut, as did her hair, bathe only once a year to do that on the Moon Maulud, this is due to the istijradnya science that caused it. Pantangan ini kalau dilanggar akan menyebabkan badan Bah Ocid menjadi hitam dan gatal-gatal. This prohibition if violated will lead to a black body Ocid Bah and itching. Jika Bah Ocid sedang tidur, tak seorangpun berani membangunkannya, sebab dapat berakibat fatal, karena refleknya yang sudah menyatu, walaupun sedang tidur, Bah Ocid dapat membuat orang yang membangunkannya jatuh tunggang langgang. If Bah Ocid was sleeping, no one dared to wake him up, because it can be fatal, because refleknya already united, even when sleeping, Bah Ocid can make people who wake him fall headlong. Kalau terpaksa orang yang membangunkannya harus memakai galah atau tongkat panjang, itupun bisa patah-patah karena refleknya. If forced to wake people should wear long pole or stick, that too can be broken because refleknya.
Sepengetahuan Bapak Sera bahwa Hj. Sera that the knowledge of Mr. Hj. Cut Suriah tidak pernah mengajarkan ilmu hitam, adapun ilmu-ilmu hitam yang dipunyai oleh Guru-guru Sera adalah hasil pelajaran dari Guru-guru sebelumnya, karena berguru Silat Sera, fisik harus kuat dahulu, seperti Bah Ocid, sebelumnya sudah mempunyai ilmu kebal, kejayaan, Batara Karang dan lain sebagainya. Cut Syria never taught black magic, while the black magic that belongs to the teachers Sera is the result of the lessons of previous teachers, as studied Silat Sera, strong physical need first, such as Ocid Bah, had previously been immune to science, the triumph , Batara Reef and others.
Peristiwa Bapak Sera rupanya juga dialami oleh Bah Ocid, yakni pernah mengadu ilmu dengan seorang Cina seorang pedagang koyo bernama Babah Tong, yang juga mahir ilmu silat. Mr. Sera event apparently shared by Bah Ocid, which had pitted science with a Chinese trader named Babah patch Tong, who is also adept at martial arts. Merekamengadu ilmu di pinggir kali Cipakancilan di Jalan Paledang, di depan Asrama Tentara yang sekarang menjadi Kantor Dinas Pekerjaan Umum Propinsi. Merekamengadu science at the edge of time Cipakancilan Paledang Street, in front of the residence Army is now the Office of the Provincial Public Works Department. Babah Tong mengakui keunggulan Bah Ocid, setelah itu hubungan mereka tetap berjalan baik. Babah Tong recognizes excellence Ocid Bah, after which their relationship is still running well. Babah Tong menganggap Bah Ocid sebagai kakak sperguruannya. Babah Tong regard as a brother sperguruannya Ocid Bah. Kata Pabaton sekarang adalah berasal dari nama beliau, karena tinggal disana. Pabaton now says his name is coming from, because they live there. Bah Ocid banyak mempunyai murid, tetapi jarang yang sampai kepada ajaran terakhirnya yaitu yang disebut Sera Geni, Gerak Rasa Sera, Rasa Diri Sera dan Sera Manjak Pamungkas, yang merupakan filsafat Silat Sera. Bah Ocid many students have, but rarely up to his final Geni is called Sera, Sera Motion Sense, Sense of Self and Sera Sera Manjak Pamungkas, which is the philosophy of Silat Sera. Kebanyakan hanya sampai pada Langkah Opat Lipet, Kombinasi dan Tilu Eusi (Tiga Isi) beserta fungsinya atau istilah Ajaran Sera disebut Rusiah (Rahasia). Most only up to Step Lipet Opat, Combination and tilu Eusi (Fill Three) and their functions or the terms Doctrine Sera called Rusiah (Secret).
Dalam hal ini hanya Bapak H. In this case only Mr. H. Ali Yoenoes Bin Kartadiredja, yang sampai kepada Langkah Pamungkas. Kartadiredja Yoenoes Bin Ali, who comes to Step Pamungkas. Beliau sebelum menjadi murid Silat Sera dari Bah Ocid terlebih dahulu banyak belajar dari guru-guru silat terkenal di seluruh Tanah Jawa, diepkirakan tidak kurang dari 11 (sebelas) orang gurunya. Before he became a student of Silat Sera Bah Ocid first learned of the famous martial arts teachers throughout the land of Java, diepkirakan not less than 11 (eleven) of his teacher. Dengan bermodalkan silat-silat itulah baru dapat berguru kepada Bah Ocid, konon khabarnya, setiap beradu fisik dengan Bah Ocid, kalau tidak berilmu tentulah anggota badan yang terkena benturan akan menjadi hitam legam (tampak hangus). To capitalize a new martial-arts that can be studied to Ocid Bah, said khabarnya, each exchanging blows with Ocid Bah, if not knowledgeable certainly impact the affected limb will be jet black (looks scorched). Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes berasal dari Jombang, Jawa Timur, beliau malang melintang di dunia persilatan sejak abad ke XVII dan XIX, karena beliau panjang umurnya sampai mencapai usia 103 tahun. Ali Yoenoes from Jombang, East Java, he was poor across the world of martial since the XVII and XIX century, because of his age until it reaches a length of 103 years of age. Beliau pernah dicoba oleh para pendekar berbagai daerah, namun Alhamdulillah belum pernah kalah. He had been tried by the warriors variety of areas, but Alhamdulillah have never lost. Dahulu Pemerintah Kolonial Belanda sengaja mengadu domba para pendekar silat. Formerly the Dutch colonial government deliberately pitting the warriors martial arts. Mereka diharuskan bertarung sampai mati, dengan perjanjian tidak ada tuntutan apapun dari pihak keluarga korban, dibawah panggung sudah disediakan keranda mayat. They are required to fight to the death, with no agreement of any demands from the families of the victims, under the stage has been provided coffins, corpses. Belanda sengaja mengadakan hal tersebut dengan maksud agar para pendekar silat tersebut tumpas dengan sendirinya, hingga tidak ada yang ditakuti lagi oleh pihak Belanda. Netherlands accidentally entered it with the intention that the martial arts warriors annihilated by itself, until no longer feared by the Dutch. Acara tersebut diadakan setiap tahun bertempat di dalam Istana Kebun Raya Bogor, dalam memperingati Ulang Tahun Ratu Belanda, Ratu Wilhemina. The event is held each year held at the Istana Bogor Botanical Gardens, in commemorating the Dutch Queen's Birthday, Queen Wilhemina.
Pada awal mulanya Bapak H. In the beginning Mr. H. Ali Yoenoes tidak menyadari siasat licik dari pihak Belanda tersebut, maka pada setiap bertanding beliau pasti membunuh lawannya, tak kurang, 19 orang mati ditangannya. Ali Yoenoes unaware of the devious tactics of the Dutch, then in every match he would kill his opponent, no less, 19 people die in his hands. Tetapi akhirnya beliau menyadari akan hal ini, maka setiap kali bertarung, beliau tidak sampai membunuh lawannya yang kalah, namun cukup hanya dilukai saja dan kemudian menyuruh lawannya tersebut untuk melarikan diri. But eventually he realized this, then every time you fight, not to kill his opponent he defeated, but enough to hurt it and then asked his opponent to escape. Tindakan ini lama kelamaan tercium juga oleh pihak Belanda dan akhirnya Bapak H. This action also wafted over time by the Dutch and finally Mr. H. Ali Yoenoes untuk selanjutnya tidak diperkenankan ikut pertandingan lagi, malahan beliau ditahan selamapertandingan berlangsung. Ali Yoenoes henceforth not be allowed to play the game again, instead he was detained last selamapertandingan. Para pendekar yang beliau selamatkan pada pertandingan tersebut, setiap Hari Idhul Fitri dan Bulan Maulud selalu berkumpul dan bersilaturahmi di rumah Bapak H. The warrior that he saved the match, every day and the Moon Maulud Idhul Fitri always get together and stay in touch at home Mr. H. Ali Yoenoes di Gang Selot Paledang, sebagai rasa syukur dan tanda terima kasih telah diselamatkan nyawanya. Ali Yoenoes in Gang Paledang latch, as a sign of gratitude and thanks have saved his life. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes belajar silat pada Bah Ocid sekitar 9 tahun dan beliau melatih selama 21 tahun. Ali Yoenoes Bah Ocid learn martial arts at about 9 years and he trained for 21 years.
Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes menunaikan ibadah haji pada tahun 1969. Ali Yoenoes perform the pilgrimage in 1969. Salah seorang putra beliau yang turut mengembangkan Silat Sera adalah Bapak Abdulrachman, atau lebih dikenal dengan sebutan Pak Komang dan di dunia persilatan dijuluki Si Girimis, karena kecepatan tangan beliau yang kalau mencecar lawan seperti hujan gerimis, putra lainnya adalah H. One of his sons who helped develop the Silat Sera were Mr. Rachman, or better known as Pak Komang martial world and nicknamed The Girimis, because the speed of his hands which if drilled opponents like drizzling rain, the other son is H. Rachmat atau lebih dikenal dengan nama Pak Memet. Rachmat or better known as Pak Memet. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes bin Kartadiredja meninggal pada tahun 1971 dalam usia 103 tahun, yang kemudian disusul oleh putranya yakni Bapak Abdulrachman pada tahun 1983 dalam usia 64 tahun. Kartadiredja Yoenoes bin Ali died in 1971 at the age of 103 years, which was followed by his son that Mr Rachman in 1983 at the age of 64 years.
Salah satu murid yang dilatih oleh Bapak H. One of the students who were trained by Mr. H. Ali Yoenoes dan Pak Komang adalah Bapak H. Yoenoes Ali and Mr. Komal is Mr. H. Cucu Sutarya, SH Bin Tubagus Baban Sidik Ismaya. Sutarya grandchildren, SH Bin Tubagus Sidik Ismaya Baban. Beliau mulai berlatih pada Bapak H. He started practicing on Mr. H. Ali Yoenoes sejak tahun 1957 hingga tahun 1968 dan mengembangkannya hingga sekarang. Ali Yoenoes since 1957 until 1968 and developed it until now. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun 1998, sekitar bulan Maret-April (Tahun 1418 Hijriah). Sutarya grandchildren, SH pilgrimage to the Hajj season of 1998, around the month of March-April (Year 1418 Hijri). Beliau pernah pula menimba ilmu dari berbagai sumber lain seperti karate (Dan II Internasional) yudo, tinju (pernah juara tinju kelas bantam pada PON di Surabaya), kuntau, yuyitszu, dan silat dari perguruan lain seperti Aliran Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. He had also gain knowledge from other sources such as karate (And II International) judo, boxing (bantamweight boxing champion ever at the PON in Surabaya), Kuntau, yuyitszu, and the arts from other universities such as flow Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. Hal ini dilakukan atas anjuran dari Bapak H. This is done at the instigation of Mr. H. Ali Yoenoes sebagai bahan pembanding dan sebagai ilmu tambahan saja, tetapi loyalitas tetaplah terpusat pada Silat Sera yang kemudian beliau kembangkan menjadi Perguruan Pencak Silat PANCASSERA (Lima Silat Sera, yaitu Sera Banyu, Sera Ringkus, Sera Bayu, Sera Putih dan Sera Geni). Ali Yoenoes as a benchmark and as an additional science course, but loyalty is still centered on Silat Sera which he later developed into university Pencak Silat PANCASSERA (Five Silat Sera, Sera is Banyu, Ringkus Sera, Sera Bayu, White and Sera Sera Geni). Khusus untuk para Pelatih diajarkan Gerak Rasa dan Rasa Diri sebagai Langkah (Jurus Panjang) terakhir dari Aliran Silat Sera. Especially for the coach taught Motion Sense and Sense of Self as a step (stance length) Last of the flow of Silat Sera. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH mendapat kepercayaan langsung dari Bapak H. Sutarya grandchildren, SH won the trust directly from Mr. H. Ali Yoenoes untuk meneruskan perguruan. Ali Yoenoes to continue college. Beliau resmi mulai melatih sejak tahun 1968 di Bandung dan di Garut, kemudian di Bogor sampai sekarang. He officially began training in 1968 at Bandung and in Garut, then in Bogor up to now. Hanya kepada beliaulah Bapak H. He was the only to Mr. H. Ali Yoenoes menurunkan seluruh ilmunya hingga tuntas untuk dikembangkan dan diteruskan. Ali Yoenoes lose all his knowledge to its conclusion to be developed and forwarded. Dengan demikian pewaris dan penerus satu-satunya adalah Bapak H. Thus the heirs and successors only is Mr. H. Cucu Sutarya, SH. Sutarya grandchildren, SH.

Guru-guru lain dari Bapak H. Other teachers from Mr. H. Cucu Sutarya, SH adalah : Sutarya grandchildren, SH is:
1. A. H. H. Adra'I Cianjur Selatan (Pengurutan dan Patah Tulang) Adra'I South Cianjur (Ordering and Broken Bones)
2. 2. Kyai H. Kyai H. Baing Bakri Pasarean Cianjur (Cikalong) Bakri Baing Pasarean Cianjur (Cikalong)
3. 3. Bah Rumanta Garut (Syahbandar) Bah Rumanta Main Page (Syahbandar)
4. 4. Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan) Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan)
5. 5. Bah Maun Dreded Bondongan (Sera Pamacan) Bah Maun Dreded swarms (Sera Pamacan)
6. 6. Bah Enuh Tarogong Garut (Ajrak) Bah Enuh Tarogong Main Page (Ajrak)
7. 7. Liem Sen Thong Bogor (Kuntau dan Akunktur) Liem Mon Thong Bogor (Kuntau and Akunktur)
8. 8. Meneer Ong Bogor (Yudo dan Yuyitszu) Ong Meneer Bogor (Judo and Yuyitszu)
9. 9. Mr. Mr. Matsunaga Osaka Jepang (Karate) Matsunaga Osaka Japan (Karate)
10. 10. Endang Ukaedi Bogor (Tinju) Endang Ukaedi Bogor (Boxing)

Perguruan Silat Pancassera menjadi anggota IPSI pada tahun 1976. Silat college Pancassera a member IPSI in 1976. Sampai saat ini perguruan telah banyak berkembang, bahkan sampai keluar Pulau Jawa yakni di Kalimantan dan Maros, Sulawesi Selatan. Until recently many universities have grown, even to exit the island of Borneo and Java, which is in Maros, South Sulawesi. Di Jawa sendiri Silat Sera tersebar luas, mulai dari Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta dan di mancanegara di Amerika Serikat, Norwegia dan khusus di Belanda ada murid Bapak H. In Java alone Silat Sera is widespread, ranging from Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta and abroad in the United States, Norway and the Netherlands there are students in Mr. H. Ali Yoenoes yaitu Keluarga Van de Vries. Ali Yoenoes the Family Van de Vries.
Pada perguruan Silat Pancassera khusus diajarkan : On special education Pancassera Silat taught:
• Ilmu beladiri Sera tangan kosong • Martial Arts Sera bare hands
• Ilmu beladiri senjata : golok tunggal, golok ganda, gobang (sejenis pedang), gada, toya panjang, toya pendek, ruyung pendek, ruyung panjang, toya pendek, toya panjang, trisula, tongkat rantai dua, rantai tiga (double stick, triple stick), pisau terbang, cambuk, cemeti, clurit dan kombinasi senjata-senjata tersebut) • Martial Arts weapons: a single dagger, double dagger, gobang (a type of sword), mace, long toya, toya short, short ruyung, ruyung long, short toya, toya long, trident, sticks two chains, three chains (stick double, triple stick), flying knives, whips, whip, sickles and a combination of these weapons)
• Pengurutan keseleo, patah tulang. • Ordering sprains, broken bones.
• Tusuk jari, tusuk jarum (akupunktur. • Plugs finger, acupuncture (akupunktur.
• Peramuan obat-obatan tradisional. • Peramuan traditional medicines.
• Seni pernapasan. • Art of breathing.

Kami menghimbau kepada para pengembang Aliran Silat Sera untuk dapat bersilaturahmi dengan Perguruan-perguruan Silat Sera lainnya dimana saja berada, apapun nama perguruannya dengan Perguruan Pencak Silat PANCASSERA yang sumbernya sama. We urge the developers to stream Silat Sera can stay in touch with the university-college Silat Sera others wherever they are, whatever the name of the university Pencak Silat perguruannya PANCASSERA the same source. Dimana khas Silat Sera yaitu jurus-jurusnya banyak dikenal dengan jurus dari huruf Arab dan Cina, seperti : Alif, Ba, Lam Alif (dari huruf Arab), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, dari Bahasa Cina) dan lain sebagainya. Where the typical Silat Sera-jurusnya stance known by the Arabic alphabet and the stance of China, such as: Alif, Ba, Alif Lam (from Arabic), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, from Chinese) and so forth.
Demikian Sejarah singkat Aliran Silat Sera yang kini bernama PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA, wallahu alam (Hanya Allah Yang Maha Tahu), akan segala kejelasan serta kebenarannya. Similarly, a brief history of Silat Sera stream now called EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA, natural wallahu (Only Allah Almighty knows best), going all the clarity and truth.

SUSUNAN PENGURUS MANAGEMENT STRUCTURE
PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA

PEMBINA/PELATIH UTAMA : H. Patrons / COACH HIGHLIGHTS: H. CUCU SUTARYA, SH SUTARYA grandchildren, SH
PELINDUNG : Mayor Jenderal (Purn) H. PROTECTIVE: Major General (Ret.) H. AMIR TOHAR AMIR TOHAR
KETUA UMUM : H. GENERAL CHAIRMAN: H. SUPARNI Suparni
SEKRETARIS JENDERAL : R. SECRETARY GENERAL: R. SOEPRAPTO DJOJOPOESPITO Soeprapto Djojopoespito
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL : MUHAMMAD SIDIK DEPUTY SECRETARY GENERAL: MUHAMMAD SIDIK
BENDAHARA I : H. Treasurer I: H. SUPARDI Supardi
BENDAHARA II : EENG SUHERMAN Treasurer II: EENG Suherman
KEPALA BIDANG ADMINISTRASI : Drs. HEAD OF ADMINISTRATION: Drs. MACHMUD DJAKSAN Machmud DJAKSAN
KEPALA BIDANG TEKHNIK : Drs. HEAD OF Engineering: Drs. ADEH DJAJADI ADEH Djajadi

Ditetapkan pada tanggal 27 Nopember 2005, bertempat di Gedung Pertemuan Balai Besar Industri Agro, Jalan Ir. Enacted on November 27, 2005, located in Building Conference Center of Agro, Jalan Ir. H. H. Juanda Bogor. Juanda Bogor.

Ditulis kembali oleh : Rewritten by:
Muhammad Sidik, Sabuk Hitam Tingkat II, Cabang Gas Alam Cimanggis Depok. Muhammad Sidik, Black Belt Level II, Natural Gas Branch Cimanggis Depok.
Komplek Departemen Penerangan/Harapan Baru Taman Bunga Blok G.08 RT.004 RW.010 Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kotamadya Depok 16954 Complex of the Ministry of Information / New Hope Flower Garden Block G.08 RT.004 RW.010 Harjamukti Village, District Cimanggis, Depok Municipality 16 954

sumber: facebook bang Santanu Muliawidi source: facebook bang Santanu Muliawidi




Tags: , , Tags: , ,


Artikel Sejarah Singkat Aliran Silat Sera yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of the article A Brief History of Silat Sera that 'might' be linked at other sites:

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia ... A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia ... Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik ... Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/ Sources: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/

    Prajurit Penjaga Tiang Utara Club: Perguruan Pencak Silat Naga Mas Soldiers guard the North Pole Club: University Pencak Silat Naga Mas

    Perguruan silat yang merupakan salah satu silat aliran Palembang asli ... Arts college that is one of the original Kilkenny arts stream ... Sejarah Singkat Aliran Silat Sera; PORSIGAL; MAKNA LAMBANG PORSIGAL; Ichibi si ekor 1 A Brief History of Flow Silat Sera; PORSIGAL; SYMBOL MEANING PORSIGAL; Ichibi the tail 1

    Silat Indonesia » ‹jakarta timur› Silat Indonesia »<jakarta timur>

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera March 1st, 2010 ... A Brief History of Flow Silat Sera March 1st, 2010 ... Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera.
    Sumber: http://silatindonesia.com/page/2/?s=jakarta+timur Sources: http://silatindonesia.com/page/2/?s=jakarta+timur

    Prajurit Penjaga Tiang Utara Club: Sejarah Pecahnya sh terate ... Soldiers guard the North Pole Club: Historical Rupture Terate sh ...

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera; PORSIGAL; MAKNA LAMBANG PORSIGAL; Ichibi si ekor 1; Nibi si ekor 2; Sanbi si ekor 3; Yonbi si ekor 4; gobi si ekor 5; Rokubi si ekor 6 A Brief History of Flow Silat Sera; PORSIGAL; SYMBOL MEANING PORSIGAL; Ichibi the tail 1; Nibi the tail 2; Sanbi the tail 3; Yonbi the tail 4; gobi the tail 5; Rokubi the tail 6

    sejarah pencak silat di jawa barat « segara ilmu history of martial arts in western Java «ocean science

    Sejarah Pencak Silat di Jawa Barat ... History of Pencak Silat in West Java ... mempercayai beberapa aliran tua di sana awalnya dari Abah Khaer, misalnya Sera. believe some of the old stream there originally from Abah Khaer, such as Sera. ... ... atas paparan sejarah singkat ... upon exposure to a brief history ...
    Sumber: http://anggaz.wordpress.com/2011/05/08/sejarah-pencak-silat-di-jawa-barat/ Sources: http://anggaz.wordpress.com/2011/05/08/sejarah-pencak-silat-di-jawa-barat/


- Powered by BING [2012-02-26 06:18] - Powered by BING [2012-02-26 06:18]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera. A Brief History of Flow Silat Sera.

[ in English ] [ in English ]

Mar 1st, 2010 | By | Category: Aliran Silat Visited 1796 times, 6 today [ in English ] March 1st, 2010 | By | Category: Flow Silat Visited 1796 times, 6 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera. Seperti pula telah dipublikasikan dalam Forum sahabatsilat.com As well as been published in the Forum sahabatsilat.com

Bismillahirrahmanirrahim "Bismillahirrahmanirrahim"

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera A Brief History of Flow Silat Sera
(Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) (Developing a College Pencak Silat Pancassera)
Sumber : H. Sources: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / President of Trustees).
Bermula dari kabilah-kabilah Gujarat Persia yang pada abad ke XVI dating ke daerah aceh, selain berniaga mereka juga membawa dan menyebarkan agama serta kebudayaan Islam. Starting from the tribes in Gujarat Persian dating to the sixteenth century Aceh region, in addition to trade they also carry and spread the Islamic religion and culture. Pada abad ini agama Islam mulai masuk ke tanah Aceh. In this century the religion of Islam began to enter the land of Aceh. Saudagar-saudagar tersebut mendapat pengetahuan agama dan kebudayaan dari Syekh Sayyidina Ali ra Beliau adalah sahabat dan sekaligus menantu Rasulullah Muhammad SAW. Merchants will then have the knowledge of religion and culture of Sayyidina Shaykh Ali ra He was a friend and once-law of Prophet Muhammad SAW. Beliau dikenal sebagai seorang ahli dalam strategi perang, terampil dalam mengolah raga, terutama dalam permainan pedangnya yang selalu membuat ciut nyali lawan-lawannya, terutama musuh Islam pada saat itu. He is known as an expert in war strategy, skilled in processing bodies, especially the sword in the game that always makes his opponents were afraid, especially the enemies of Islam at that time. Tak heran jika kemudian beliau dijuluki dengan julukan Syaifullah ( Si Pedang Allah). No wonder then if he was dubbed with the nickname Syaifullah (The Sword of Allah).
Saudagar-saudagar inilah yang membawa pengetahuan agama dan kebudayaan itu hingga sampai ke tanah Aceh. These merchants who carry the knowledge of religion and culture to get to the ground in Aceh. Hubungan mereka dengan penduduk asli terjalin dengan baik, terbukti kemudian dengan munculnya seorang tokoh sufi setempat yang dikenal dengan sebutan Nyai Panjate. Their relations with the natives are good, as evidenced later by the emergence of a local Sufi saint known as Nyai Panjate. Nama asli Nyai Panjate adalah Hajja Cut Suriah binti Teuku Syamannur. The original name is Hajja Cut Nyai Panjate bint Teuku Syamannur Syria. Suaminya bernama H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Her husband called H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Kedua suami istri tersebut mempelajari ilmu agama dan kebudayaan (ilmu silat) dari Kabilah Gujarat Persia. Both husband and wife are studying the science of religion and culture (martial arts) from Gujarat Persian tribes. Salah seorang guru mereka adalah murid dari keturunan murid Syekh Sayyidina Ali ra (Wallahu alam). One of them was a disciple of guru disciple of Sheikh descendants of Sayyidina Ali ra (Wallahu nature).
Ketika tentara colonial Belanda (VOC) masuk ke tanah Aceh pada tahun 1752 M, kedua suami istri tersebut bekerjasama dengan para pendekar silat lainnya mengadakan perlawanan bersama rakyat untuk mengusir tentara belanda dari bumi Aceh. When the Dutch colonial army (VOC) into the ground in Aceh in 1752 AD, both husband and wife are working together with other martial arts warriors held a joint resistance of the people to expel the Dutch troops from Aceh's earth. Pada mulanya mereka berhasil memukul mundur pasukan Belanda, namun dengan siasat licik dengan cara mengadu domba diantara rakyat Aceh, maka tentara Belanda dapat mengetahui kelemahan suami Cut Suriah tersebut. At first they succeeded in repelling the Dutch troops, but with a cunning ploy by pitting among the people of Aceh, the Dutch troops can know the weaknesses of her husband Cut Syria. Akhirnya pada saat yang naas bagi Teuku Kaharuddin Solehuddin, Belanda dapat menembak roboh beliau dengan peluru emas, maka gugurlah beliau sebagai seorang syuhada. Finally, at the ill-fated for Teuku Kaharuddin Solehuddin, the Netherlands can shoot, he collapsed with a gold bullet, then gugurlah him as a martyr.
Setelah suaminya gugur, Hj. After her husband died, Hj. Cut Suriah hijrah ke dalam hutan + 35 km ke pedalaman daerah Bireun. Syria's move to cut the woods + 35 km inland areas Bireun. Beliau mengasingkan diri sebagai seorang sufi. He exiled himself as a Sufi. Pada waktu sedang hamil muda + 2 bulan. At the time of a young pregnant + 2 months. Dalam kehidupan sebagai seorang sufi kebutuhan hidup beliau bergantung kepada alam di sekitarnya. In life as a Sufi needs depend on the nature of his life around. Sesekali beliau berburu dengan alat sedanya, beliau sering menolong orang-orang yang sedang mencari kayu atau hasil hutan lainnya, yang sering digangggu binatang buas seperti harimau, ular, buaya dan lain sebagainya. Occasionally he was hunting with tools sedanya, he often helped people who are looking for wood or other forest products, which often digangggu wild animals such as tigers, snakes, crocodiles and others. Sudah sering beliau menyelamatkan orang-orang yang diganggu binatang buas, kemudian lenyap tanpa meningggalkan jejak. He had often saved the people who bothered to wild animals, then vanished without a trace abandon. Dari mulut ke mulut orang-orang yang pernah ditolongnya mengatakan bahwa adanya wanita berkerudung rapi dengan ilmu silatnya yang tinggi sanggup melumpuhkan binatang buas yang menyerang para pencari hasil hutan, hanya dengan beberapa gerakan saja. Word of mouth of people who had ditolongnya said that the neatly veiled women with high silatnya science can paralyze the beast that attacked seekers forest, alone with just a few movements. Yang karena keahliannya yang sangat mengagumkan sehingga terkenal sebagai seorang wanita berkerudung yang misterius sering menolong tanpa pamrih, kemudian pergi tanpa diketahui identitasnya. That because of his skills are amazing, so well known as a mysterious veiled women often help with no strings attached, then go without to be identified. Sifat pendekarnya membuat dicari orang untuk berguru, tetapi karena yang masih buas sehingga banyak yang menjadi korban sebelum sampai ke tujuan. Pendekarnya nature makes people look to sit, but because that is still wild, so many victims before reaching the destination.
Sekitar abad ke XVII, datanglah seorang laki-laki bernama Bapak Sera, beliau adalah seorang yang gemar sekali bertualang. Around the seventeenth century, there came a man named Mr. Sera, he was an avid adventure. Dalam petualangannyabeliau banyak sekali menimba ilmu agama dan silat dari berbagai daerah, disamping berniaga sebagai mata pencariannya. In petualangannyabeliau lot of studying religion and the arts from different regions, in addition to trade as a trade. Beliau selalu merasa bahwa ilmunya masih saja kurang. He always felt that their knowledge is still lacking. Ketika beliau sedang berada di daerah Riau, beliau mendengar berita yang tersiar akan keperkasaan wanita meisterius itu yang membuat Bapak Sera bertekad untuk mencarinya ke tanah Aceh. When he was in the Riau area, he heard the news will spread meisterius woman's courage that makes Mr. Sera were determined to look to the ground in Aceh. Untuk mencapai tujuannya, tentu saja harus melalui perjuangan yang amat berat, harus bertarung dengan harimau, ular, babi hutan, begitu juga harus berhadapan dengan buaya setiap menyeberangi sungai. To achieve the goal, of course, must go through a very hard struggle, had to fight with tigers, snakes, wild boar, so also have to deal with any alligator cross the river. Jarak yang hanya sekitar 30 km itu harus dicapai selama 3 bulan. The distance is only about 30 km must be achieved for 3 months. Seandainya tidak berbekal ilmu silat, mustahil dapat mencapai tujuan. If not armed with martial arts, it is impossible to achieve the goal.
Rupanya segala sepak terjang Bapak Sera sudah diketahui oleh Ibu Hj. Apparently all lunge Mr. Sera had known Mrs. Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Ketika Bapak Sera sedang tertidur lelap terdengar suara takbir adzan dari Hj. When Mr. Sera were sound asleep Takbir prayer of Hj. Cut Suriah yang dikeraskan, tanda waktu shalat Shubuh telah tiba. Syria cut a hardened, mark Shubuh prayer time has come. Dari atas pohon besar Bapak Sera melihat seorang berkerudung kuning dengan menggendong anak dipunggungnya turun, untuk melaksanakan Shalat Shubuh. From the top of the tree Mr. Sera saw a hooded yellow with carrying a child on his back down, to perform the morning prayer. Kemudian Bapak Sera pun turun daripohon dan mengucap salam, dibalas salamnya. Then Mr. Sera were down daripohon and say hello, returned his greeting. Kemudian mereka melakukan shalat dengan berjamaah. Then they prayed with the congregation. Sebagai seorang pendekar dan ahli sufi, semua sepak terjang dan tujuan dari Bapak Sera sudah diketahui oleh Hj. As an expert swordsman and Sufi, all lunge and objectives of Mr. Sera already known by Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Sekitar tiga bulan Bapak Sera melayani Hj. About three months Mr. Sera serve Hj. Cut Suriah, barulah dengan perjuangan yang ulet mulailah diajarkan ilmu silat oleh Hj. Cut Syria, then start with a tenacious struggle of the martial arts taught by Hj. Cut Suriah pada siang hari dan ilmu agama pada malam harinya. Cut Syria during the day and the science of religion in the evening. Setelah sekitar satu setengah tahun Bapak Sera berlatih, datanglah seorang pemuda yang terdampar, konon khabarnya dari tanah Sulawesi, bernama Lago dan menjadi adik seperguruan dari Bapak Sera. After about one and a half years of Mr. Sera practice, there came a young man who washed up, supposedly khabarnya of Sulawesi ground, and a younger brother named Lago seperguruan of Mr. Sera.
Kurang lebih 6 tahun berguru kepada Hj. About 6 years apprenticed to Hj. Cut Suriah, Bapak Sera baru mengetahui nama asli gurunya tersebut. Cut Syria, Mr. Sera new teachers know the real names. Nyai Panjate adalah julukan yang diberikan Bapak Sera, karena setiap menyusui anak perempuannya dengan terbungkus rapi selalu dikebelakangkan. Nyai Panjate is the nickname given Mr. Sera, because every feeding her daughter with dikebelakangkan always wrapped. Hj. Hj. Cut Suriah bersumpah bahwa putrinya itu tidak akan pernah dilatihilmu silat. Cut Syria vowed that her daughter would never dilatihilmu silat. Atasm anjuran Sang Guru, Bapak Sera dan Bapak Lagoa dianjurkan untuk kembali pulang ke tanah asalnya karena ilmu yang didapat telah dinilai cukup. Atasm the recommendation of the Master, Mr. Sera and Mr. Lagoa encouraged to return home to his native land because of the knowledge gained has been adequately assessed. Mereka kembali ke tanah Jawa, Bapak Sera ke Bogor dan Bapak Sera ke Tanjung Priuk, tepatnya daerah Lagoa sekarang, daerah itupun berasal dari nama beliau karena wafat dan dimakamkan disana. They returned to the land of Java, Mr. and Mr. Sera Sera to Bogor to Tanjung Priok, precisely now Lagoa region, the region rose from his name because of his death and was buried there.
Dalam pengembaraannya, Bapak Sera bertemu dengan dengan seorang pedagang kain dari Mongol yang bernama Yu Sak Liong, yang kemudian menjadi majikan Bapak Sera dalam berniaga. In his wanderings, Mr. Sera met with a cloth merchant of Sak Mongol named Yu Liong, who later became Mr. Sera employer in the trade. Bah Yu Sak Liong adalah seorang Muslim yang lebih dikenal dengan nama Bah Yusa. Bah Liong Yu Sak is a Muslim who is better known as Bah Yusa. Mereka berniaga berkeliling sampai ke tanah Aceh. They trade around the ground in Aceh. Awal perkenalan mereka dimulai ketika saat Bapak Sera sedang menurunkan bal gulungan kain, tiba-tiba, satu gulungan kain tersebut jatuh dan akan menimpa dirinya. Beginning of their acquaintance began when when Mr. Sera were unloading bales of cloth rolls, all of a sudden, one roll of fabric is falling and will happen to him. Namun dengan gerakan tangannya, Bapak Sera berhasil menagkis bal gulungan kain tersebut, hingga bal gulungan kain tersebut yang beratnya puluhan kilo tersebut mental terkena tangkisannya dan tak sengaja melayang menuju kea rah BahYusa. But with the movement of his hands, Mr. Sera had menagkis bales of cloth rolls, rolls up the cloth bales that weigh tens of kilos of the mental and accidentally hit tangkisannya drift toward toward BahYusa. Namun dengan gerakan kakinya, Bah Yusa menyambut bal gulungan kain tersebut dan menendangnya kearah tempatsemula. But with the movement of his foot, Bah Yusa welcome bales of cloth rolls and kicking towards tempatsemula. Bah Yusa sangat kagum menyaksikan gerakan Bapak Sera yang hanya dengan sedikit saja menggerakan tangan, dapat menyelamatkan diri, karena jika orang lain yang mengalaminya pasti sudah cedera berat. Bah Yusa was amazed to watch the movement of Mr. Sera that only a few moving hand, can save themselves, because if other people who experience it must have been serious injuries. Akhirnya mereka berkenalan dan sepakat untuk tukar pikiran dalam hal ilmu mereka masing-masing. Finally they agreed to meet and exchange ideas in terms of their science.
Bah Yu Sak Liong ahli dalam beladiri menggunakan kaki sesuai dengan negeri asalnya yakni Mongol, sedangkan Bapak Sera ahli dalam menggunakan tangan. Bah Sak Liong Yu-foot martial arts expert in the country of origin in accordance with the Mongols, while Mr. Sera expert in using the hands. Mereka mengadu ilmu kurang lebih tiga hari tiga malam, dengan istirahat untuk mengerjakan shalat. They complain about the science of three days and three nights, with a break for prayer. Tak ada yang unggul dalam adu ilmu tersebut, Bah Yu Sak Liong hangus kakinya, sedangkan Bapak Sera hangus pula tangannya. No one excels in the science contest, Bah Liong Yu Sak scorched his feet, while Mr. Sera also charred hands. Akhirnya mereka sepakat untuk mengabungkan ilmu mereka. Finally they agreed to assemble their knowledge. Sejak saat itu maka bertambahlah ilmu silat Bapak Sera dan Bah Yu Sak Liong. Since then it increaseth martial arts Sera and Mr. Bah Yu Liong Sak. Ilmu mereka kemudian dikenal dengan Aliran Sera, sesuai dengan nama penemunya yaitu Bapak Sera. They were then known to science stream Sera, according to the name of the inventor, Mr. Sera. Bah Yu Sak Liong kemudian kembali ke Mongol dan Bapk Sera meneruskan pengembaraannya. Bah Liong Yu Sak and then back to the Mongols and Bapk Sera continued his odyssey.
Suatu ketika Bapak Sera menyaksikan seorang pedagang kain keliling dari Cina Shantung sedang dikeroyok olehsekelompok penyamun yang bermaksud merampoknya, namun Cina tersebut dengan gesit dan lincah dapat mengalahkan para penyamun tersebut dengan hanya bersenjatakan meteran kainnya sebagai senjata toya. Once when Mr. Sera witnessed an itinerant trader from China's Shantung fabric being beaten olehsekelompok robbers who intend to rob him, but China is a nimble and agile to defeat these bandits, armed with only a cloth tape measure as a weapon of Toya. Permainan toyanya sangat mengagumkan, sampai-sampai bapak sera tidak beranjak dari tempatnya menyaksikan permainannya. Toyanya game was amazing, to the extent that the father of sera did not move from place to watch the game. Namun naas bagi Cina tersebut, ketika sedang bertarung, kakinya dipatuk seekor ular berbisa. But unlucky for China, when it is fighting, pecked his feet a viper. Dia pinsan dan ditolong dan diobati oleh Bapak Sera hingga sembuh. He pinsan and helped and treated by Mr. Sera until cured. Sebagaitanda terima kasih, Cina tersebut meberikan seluruh kain dagangannya kepada Bapak Sera, namun ditolak, meskipun demikian Bapak Sera tidak dapat menyembunyikan keinginannya untuk belajar ilmu toyanya. Sebagaitanda thank you, the Chinese gave the whole fabric wares to Mr. Sera, but was refused, though Mr. Sera could not hide his desire to study science toyanya.
Maka dengan senang hati Cina Shantung tersebut mengajarkan ilmu toyanya kepada Bapak Sera dan dalam waktu singkat telah dapat dapat menguasai ilmu toya tersebut. So happy to China Shantung toyanya teaches science to Mr. Sera and in no time been able to master the science of Toya. Malah sebelum Cina Shantung tersebut kembali ke negeri asalnya, dia berkenan menurunkan seluruh ilmunya kepada Bapak Sera dan mereka berdua mengangkat saudara. Even before China's Shantung returned to his native country, he was pleased to lose all his knowledge to Mr. Sera and together they raised you. Bapak Sera mengembangkan ilmunya sesuai dengan keadaan waktu itu, konon khabarnya beliau bermukim hingga wafat dimakamkan di Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor. Mr. Sera develop their knowledge in accordance with the circumstances at the time, said he lived until his death khabarnya buried in Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor.
Salah seorang murid Bapak Sera yang paling menonjol adalah Bapak Mursyid atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bah Ocid yang berasal dari Kebonmanggis. Sera father of a student is the most prominent was Mr. Murshid or better known as Bah Ocid from Kebonmanggis. Beliau inilah yangmengembangkan Aliran Sera pada abad ke XVIII di daerah Bogor dan sekitarnya. He is yangmengembangkan Sera flow to the XVIII century in Bogor and its surrounding area. Ciri-ciri fisik Bah Ocid, tinggi sekitar 157 cm, rambut panjang sebahu, kuku tangan dan kaki sekitar 7 cm, sehingga kalau berjalan, aka nada bekas kuku kakinya menggores jalan yang dilaluinya. Physical characteristics Ocid Bah, about 157 cm height, shoulder length hair, fingernails and feet about 7 cm, so that when walking, aka the former tone toenails scraping the road in its path. Tak banyak hal ikhwal Bah Ocid, untuk lembih komplitnya kami masih berusaha mencari datanya dari berbagai sumber. Not much to matters Ocid Bah, for the complete lembih we are still trying to find its data from various sources. Konon Bah Ocid ini selain menguasai Silat Sera, juga mempelajari ilmu istijrad. It is said that in addition to mastering this Ocid Bah Silat Sera, also studied istijrad. Kuku tangan dan kakinya dibiarkan panjang karena tak bias dipotong, begitu pula rambutnya, mandi hanya dapat dilakukan setahun sekali yakni pada Bulan Maulud, hal ini disebabkan ilmu istijradnya tersebut yang menyebabkannya. Left hand and foot nails long because there is bias cut, as did her hair, bathe only once a year to do that on the Moon Maulud, this is due to the istijradnya science that caused it. Pantangan ini kalau dilanggar akan menyebabkan badan Bah Ocid menjadi hitam dan gatal-gatal. This prohibition if violated will lead to a black body Ocid Bah and itching. Jika Bah Ocid sedang tidur, tak seorangpun berani membangunkannya, sebab dapat berakibat fatal, karena refleknya yang sudah menyatu, walaupun sedang tidur, Bah Ocid dapat membuat orang yang membangunkannya jatuh tunggang langgang. If Bah Ocid was sleeping, no one dared to wake him up, because it can be fatal, because refleknya already united, even when sleeping, Bah Ocid can make people who wake him fall headlong. Kalau terpaksa orang yang membangunkannya harus memakai galah atau tongkat panjang, itupun bisa patah-patah karena refleknya. If forced to wake people should wear long pole or stick, that too can be broken because refleknya.
Sepengetahuan Bapak Sera bahwa Hj. Sera that the knowledge of Mr. Hj. Cut Suriah tidak pernah mengajarkan ilmu hitam, adapun ilmu-ilmu hitam yang dipunyai oleh Guru-guru Sera adalah hasil pelajaran dari Guru-guru sebelumnya, karena berguru Silat Sera, fisik harus kuat dahulu, seperti Bah Ocid, sebelumnya sudah mempunyai ilmu kebal, kejayaan, Batara Karang dan lain sebagainya. Cut Syria never taught black magic, while the black magic that belongs to the teachers Sera is the result of the lessons of previous teachers, as studied Silat Sera, strong physical need first, such as Ocid Bah, had previously been immune to science, the triumph , Batara Reef and others.
Peristiwa Bapak Sera rupanya juga dialami oleh Bah Ocid, yakni pernah mengadu ilmu dengan seorang Cina seorang pedagang koyo bernama Babah Tong, yang juga mahir ilmu silat. Mr. Sera event apparently shared by Bah Ocid, which had pitted science with a Chinese trader named Babah patch Tong, who is also adept at martial arts. Merekamengadu ilmu di pinggir kali Cipakancilan di Jalan Paledang, di depan Asrama Tentara yang sekarang menjadi Kantor Dinas Pekerjaan Umum Propinsi. Merekamengadu science at the edge of time Cipakancilan Paledang Street, in front of the residence Army is now the Office of the Provincial Public Works Department. Babah Tong mengakui keunggulan Bah Ocid, setelah itu hubungan mereka tetap berjalan baik. Babah Tong recognizes excellence Ocid Bah, after which their relationship is still running well. Babah Tong menganggap Bah Ocid sebagai kakak sperguruannya. Babah Tong regard as a brother sperguruannya Ocid Bah. Kata Pabaton sekarang adalah berasal dari nama beliau, karena tinggal disana. Pabaton now says his name is coming from, because they live there. Bah Ocid banyak mempunyai murid, tetapi jarang yang sampai kepada ajaran terakhirnya yaitu yang disebut Sera Geni, Gerak Rasa Sera, Rasa Diri Sera dan Sera Manjak Pamungkas, yang merupakan filsafat Silat Sera. Bah Ocid many students have, but rarely up to his final Geni is called Sera, Sera Motion Sense, Sense of Self and Sera Sera Manjak Pamungkas, which is the philosophy of Silat Sera. Kebanyakan hanya sampai pada Langkah Opat Lipet, Kombinasi dan Tilu Eusi (Tiga Isi) beserta fungsinya atau istilah Ajaran Sera disebut Rusiah (Rahasia). Most only up to Step Lipet Opat, Combination and tilu Eusi (Fill Three) and their functions or the terms Doctrine Sera called Rusiah (Secret).
Dalam hal ini hanya Bapak H. In this case only Mr. H. Ali Yoenoes Bin Kartadiredja, yang sampai kepada Langkah Pamungkas. Kartadiredja Yoenoes Bin Ali, who comes to Step Pamungkas. Beliau sebelum menjadi murid Silat Sera dari Bah Ocid terlebih dahulu banyak belajar dari guru-guru silat terkenal di seluruh Tanah Jawa, diepkirakan tidak kurang dari 11 (sebelas) orang gurunya. Before he became a student of Silat Sera Bah Ocid first learned of the famous martial arts teachers throughout the land of Java, diepkirakan not less than 11 (eleven) of his teacher. Dengan bermodalkan silat-silat itulah baru dapat berguru kepada Bah Ocid, konon khabarnya, setiap beradu fisik dengan Bah Ocid, kalau tidak berilmu tentulah anggota badan yang terkena benturan akan menjadi hitam legam (tampak hangus). To capitalize a new martial-arts that can be studied to Ocid Bah, said khabarnya, each exchanging blows with Ocid Bah, if not knowledgeable certainly impact the affected limb will be jet black (looks scorched). Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes berasal dari Jombang, Jawa Timur, beliau malang melintang di dunia persilatan sejak abad ke XVII dan XIX, karena beliau panjang umurnya sampai mencapai usia 103 tahun. Ali Yoenoes from Jombang, East Java, he was poor across the world of martial since the XVII and XIX century, because of his age until it reaches a length of 103 years of age. Beliau pernah dicoba oleh para pendekar berbagai daerah, namun Alhamdulillah belum pernah kalah. He had been tried by the warriors variety of areas, but Alhamdulillah have never lost. Dahulu Pemerintah Kolonial Belanda sengaja mengadu domba para pendekar silat. Formerly the Dutch colonial government deliberately pitting the warriors martial arts. Mereka diharuskan bertarung sampai mati, dengan perjanjian tidak ada tuntutan apapun dari pihak keluarga korban, dibawah panggung sudah disediakan keranda mayat. They are required to fight to the death, with no agreement of any demands from the families of the victims, under the stage has been provided coffins, corpses. Belanda sengaja mengadakan hal tersebut dengan maksud agar para pendekar silat tersebut tumpas dengan sendirinya, hingga tidak ada yang ditakuti lagi oleh pihak Belanda. Netherlands accidentally entered it with the intention that the martial arts warriors annihilated by itself, until no longer feared by the Dutch. Acara tersebut diadakan setiap tahun bertempat di dalam Istana Kebun Raya Bogor, dalam memperingati Ulang Tahun Ratu Belanda, Ratu Wilhemina. The event is held each year held at the Istana Bogor Botanical Gardens, in commemorating the Dutch Queen's Birthday, Queen Wilhemina.
Pada awal mulanya Bapak H. In the beginning Mr. H. Ali Yoenoes tidak menyadari siasat licik dari pihak Belanda tersebut, maka pada setiap bertanding beliau pasti membunuh lawannya, tak kurang, 19 orang mati ditangannya. Ali Yoenoes unaware of the devious tactics of the Dutch, then in every match he would kill his opponent, no less, 19 people die in his hands. Tetapi akhirnya beliau menyadari akan hal ini, maka setiap kali bertarung, beliau tidak sampai membunuh lawannya yang kalah, namun cukup hanya dilukai saja dan kemudian menyuruh lawannya tersebut untuk melarikan diri. But eventually he realized this, then every time you fight, not to kill his opponent he defeated, but enough to hurt it and then asked his opponent to escape. Tindakan ini lama kelamaan tercium juga oleh pihak Belanda dan akhirnya Bapak H. This action also wafted over time by the Dutch and finally Mr. H. Ali Yoenoes untuk selanjutnya tidak diperkenankan ikut pertandingan lagi, malahan beliau ditahan selamapertandingan berlangsung. Ali Yoenoes henceforth not be allowed to play the game again, instead he was detained last selamapertandingan. Para pendekar yang beliau selamatkan pada pertandingan tersebut, setiap Hari Idhul Fitri dan Bulan Maulud selalu berkumpul dan bersilaturahmi di rumah Bapak H. The warrior that he saved the match, every day and the Moon Maulud Idhul Fitri always get together and stay in touch at home Mr. H. Ali Yoenoes di Gang Selot Paledang, sebagai rasa syukur dan tanda terima kasih telah diselamatkan nyawanya. Ali Yoenoes in Gang Paledang latch, as a sign of gratitude and thanks have saved his life. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes belajar silat pada Bah Ocid sekitar 9 tahun dan beliau melatih selama 21 tahun. Ali Yoenoes Bah Ocid learn martial arts at about 9 years and he trained for 21 years.
Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes menunaikan ibadah haji pada tahun 1969. Ali Yoenoes perform the pilgrimage in 1969. Salah seorang putra beliau yang turut mengembangkan Silat Sera adalah Bapak Abdulrachman, atau lebih dikenal dengan sebutan Pak Komang dan di dunia persilatan dijuluki Si Girimis, karena kecepatan tangan beliau yang kalau mencecar lawan seperti hujan gerimis, putra lainnya adalah H. One of his sons who helped develop the Silat Sera were Mr. Rachman, or better known as Pak Komang martial world and nicknamed The Girimis, because the speed of his hands which if drilled opponents like drizzling rain, the other son is H. Rachmat atau lebih dikenal dengan nama Pak Memet. Rachmat or better known as Pak Memet. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes bin Kartadiredja meninggal pada tahun 1971 dalam usia 103 tahun, yang kemudian disusul oleh putranya yakni Bapak Abdulrachman pada tahun 1983 dalam usia 64 tahun. Kartadiredja Yoenoes bin Ali died in 1971 at the age of 103 years, which was followed by his son that Mr Rachman in 1983 at the age of 64 years.
Salah satu murid yang dilatih oleh Bapak H. One of the students who were trained by Mr. H. Ali Yoenoes dan Pak Komang adalah Bapak H. Yoenoes Ali and Mr. Komal is Mr. H. Cucu Sutarya, SH Bin Tubagus Baban Sidik Ismaya. Sutarya grandchildren, SH Bin Tubagus Sidik Ismaya Baban. Beliau mulai berlatih pada Bapak H. He started practicing on Mr. H. Ali Yoenoes sejak tahun 1957 hingga tahun 1968 dan mengembangkannya hingga sekarang. Ali Yoenoes since 1957 until 1968 and developed it until now. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun 1998, sekitar bulan Maret-April (Tahun 1418 Hijriah). Sutarya grandchildren, SH pilgrimage to the Hajj season of 1998, around the month of March-April (Year 1418 Hijri). Beliau pernah pula menimba ilmu dari berbagai sumber lain seperti karate (Dan II Internasional) yudo, tinju (pernah juara tinju kelas bantam pada PON di Surabaya), kuntau, yuyitszu, dan silat dari perguruan lain seperti Aliran Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. He had also gain knowledge from other sources such as karate (And II International) judo, boxing (bantamweight boxing champion ever at the PON in Surabaya), Kuntau, yuyitszu, and the arts from other universities such as flow Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. Hal ini dilakukan atas anjuran dari Bapak H. This is done at the instigation of Mr. H. Ali Yoenoes sebagai bahan pembanding dan sebagai ilmu tambahan saja, tetapi loyalitas tetaplah terpusat pada Silat Sera yang kemudian beliau kembangkan menjadi Perguruan Pencak Silat PANCASSERA (Lima Silat Sera, yaitu Sera Banyu, Sera Ringkus, Sera Bayu, Sera Putih dan Sera Geni). Ali Yoenoes as a benchmark and as an additional science course, but loyalty is still centered on Silat Sera which he later developed into university Pencak Silat PANCASSERA (Five Silat Sera, Sera is Banyu, Ringkus Sera, Sera Bayu, White and Sera Sera Geni). Khusus untuk para Pelatih diajarkan Gerak Rasa dan Rasa Diri sebagai Langkah (Jurus Panjang) terakhir dari Aliran Silat Sera. Especially for the coach taught Motion Sense and Sense of Self as a step (stance length) Last of the flow of Silat Sera. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH mendapat kepercayaan langsung dari Bapak H. Sutarya grandchildren, SH won the trust directly from Mr. H. Ali Yoenoes untuk meneruskan perguruan. Ali Yoenoes to continue college. Beliau resmi mulai melatih sejak tahun 1968 di Bandung dan di Garut, kemudian di Bogor sampai sekarang. He officially began training in 1968 at Bandung and in Garut, then in Bogor up to now. Hanya kepada beliaulah Bapak H. He was the only to Mr. H. Ali Yoenoes menurunkan seluruh ilmunya hingga tuntas untuk dikembangkan dan diteruskan. Ali Yoenoes lose all his knowledge to its conclusion to be developed and forwarded. Dengan demikian pewaris dan penerus satu-satunya adalah Bapak H. Thus the heirs and successors only is Mr. H. Cucu Sutarya, SH. Sutarya grandchildren, SH.

Guru-guru lain dari Bapak H. Other teachers from Mr. H. Cucu Sutarya, SH adalah : Sutarya grandchildren, SH is:
1. A. H. H. Adra'I Cianjur Selatan (Pengurutan dan Patah Tulang) Adra'I South Cianjur (Ordering and Broken Bones)
2. 2. Kyai H. Kyai H. Baing Bakri Pasarean Cianjur (Cikalong) Bakri Baing Pasarean Cianjur (Cikalong)
3. 3. Bah Rumanta Garut (Syahbandar) Bah Rumanta Main Page (Syahbandar)
4. 4. Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan) Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan)
5. 5. Bah Maun Dreded Bondongan (Sera Pamacan) Bah Maun Dreded swarms (Sera Pamacan)
6. 6. Bah Enuh Tarogong Garut (Ajrak) Bah Enuh Tarogong Main Page (Ajrak)
7. 7. Liem Sen Thong Bogor (Kuntau dan Akunktur) Liem Mon Thong Bogor (Kuntau and Akunktur)
8. 8. Meneer Ong Bogor (Yudo dan Yuyitszu) Ong Meneer Bogor (Judo and Yuyitszu)
9. 9. Mr. Mr. Matsunaga Osaka Jepang (Karate) Matsunaga Osaka Japan (Karate)
10. 10. Endang Ukaedi Bogor (Tinju) Endang Ukaedi Bogor (Boxing)

Perguruan Silat Pancassera menjadi anggota IPSI pada tahun 1976. Silat college Pancassera a member IPSI in 1976. Sampai saat ini perguruan telah banyak berkembang, bahkan sampai keluar Pulau Jawa yakni di Kalimantan dan Maros, Sulawesi Selatan. Until recently many universities have grown, even to exit the island of Borneo and Java, which is in Maros, South Sulawesi. Di Jawa sendiri Silat Sera tersebar luas, mulai dari Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta dan di mancanegara di Amerika Serikat, Norwegia dan khusus di Belanda ada murid Bapak H. In Java alone Silat Sera is widespread, ranging from Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta and abroad in the United States, Norway and the Netherlands there are students in Mr. H. Ali Yoenoes yaitu Keluarga Van de Vries. Ali Yoenoes the Family Van de Vries.
Pada perguruan Silat Pancassera khusus diajarkan : On special education Pancassera Silat taught:
• Ilmu beladiri Sera tangan kosong • Martial Arts Sera bare hands
• Ilmu beladiri senjata : golok tunggal, golok ganda, gobang (sejenis pedang), gada, toya panjang, toya pendek, ruyung pendek, ruyung panjang, toya pendek, toya panjang, trisula, tongkat rantai dua, rantai tiga (double stick, triple stick), pisau terbang, cambuk, cemeti, clurit dan kombinasi senjata-senjata tersebut) • Martial Arts weapons: a single dagger, double dagger, gobang (a type of sword), mace, long toya, toya short, short ruyung, ruyung long, short toya, toya long, trident, sticks two chains, three chains (stick double, triple stick), flying knives, whips, whip, sickles and a combination of these weapons)
• Pengurutan keseleo, patah tulang. • Ordering sprains, broken bones.
• Tusuk jari, tusuk jarum (akupunktur. • Plugs finger, acupuncture (akupunktur.
• Peramuan obat-obatan tradisional. • Peramuan traditional medicines.
• Seni pernapasan. • Art of breathing.

Kami menghimbau kepada para pengembang Aliran Silat Sera untuk dapat bersilaturahmi dengan Perguruan-perguruan Silat Sera lainnya dimana saja berada, apapun nama perguruannya dengan Perguruan Pencak Silat PANCASSERA yang sumbernya sama. We urge the developers to stream Silat Sera can stay in touch with the university-college Silat Sera others wherever they are, whatever the name of the university Pencak Silat perguruannya PANCASSERA the same source. Dimana khas Silat Sera yaitu jurus-jurusnya banyak dikenal dengan jurus dari huruf Arab dan Cina, seperti : Alif, Ba, Lam Alif (dari huruf Arab), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, dari Bahasa Cina) dan lain sebagainya. Where the typical Silat Sera-jurusnya stance known by the Arabic alphabet and the stance of China, such as: Alif, Ba, Alif Lam (from Arabic), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, from Chinese) and so forth.
Demikian Sejarah singkat Aliran Silat Sera yang kini bernama PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA, wallahu alam (Hanya Allah Yang Maha Tahu), akan segala kejelasan serta kebenarannya. Similarly, a brief history of Silat Sera stream now called EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA, natural wallahu (Only Allah Almighty knows best), going all the clarity and truth.

SUSUNAN PENGURUS MANAGEMENT STRUCTURE
PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA

PEMBINA/PELATIH UTAMA : H. Patrons / COACH HIGHLIGHTS: H. CUCU SUTARYA, SH SUTARYA grandchildren, SH
PELINDUNG : Mayor Jenderal (Purn) H. PROTECTIVE: Major General (Ret.) H. AMIR TOHAR AMIR TOHAR
KETUA UMUM : H. GENERAL CHAIRMAN: H. SUPARNI Suparni
SEKRETARIS JENDERAL : R. SECRETARY GENERAL: R. SOEPRAPTO DJOJOPOESPITO Soeprapto Djojopoespito
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL : MUHAMMAD SIDIK DEPUTY SECRETARY GENERAL: MUHAMMAD SIDIK
BENDAHARA I : H. Treasurer I: H. SUPARDI Supardi
BENDAHARA II : EENG SUHERMAN Treasurer II: EENG Suherman
KEPALA BIDANG ADMINISTRASI : Drs. HEAD OF ADMINISTRATION: Drs. MACHMUD DJAKSAN Machmud DJAKSAN
KEPALA BIDANG TEKHNIK : Drs. HEAD OF Engineering: Drs. ADEH DJAJADI ADEH Djajadi

Ditetapkan pada tanggal 27 Nopember 2005, bertempat di Gedung Pertemuan Balai Besar Industri Agro, Jalan Ir. Enacted on November 27, 2005, located in Building Conference Center of Agro, Jalan Ir. H. H. Juanda Bogor. Juanda Bogor.

Ditulis kembali oleh : Rewritten by:
Muhammad Sidik, Sabuk Hitam Tingkat II, Cabang Gas Alam Cimanggis Depok. Muhammad Sidik, Black Belt Level II, Natural Gas Branch Cimanggis Depok.
Komplek Departemen Penerangan/Harapan Baru Taman Bunga Blok G.08 RT.004 RW.010 Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kotamadya Depok 16954 Complex of the Ministry of Information / New Hope Flower Garden Block G.08 RT.004 RW.010 Harjamukti Village, District Cimanggis, Depok Municipality 16 954

sumber: facebook bang Santanu Muliawidi source: facebook bang Santanu Muliawidi




Tags: , , Tags: , ,


Artikel Sejarah Singkat Aliran Silat Sera yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of the article A Brief History of Silat Sera that 'might' be linked at other sites:

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia ... A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia ... Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik ... Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/ Sources: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/

    prajuritpenjagatiangutaraclub.blogspot.com prajuritpenjagatiangutaraclub.blogspot.com

    ... ... margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; ">Sejarah Singkat Aliran Silat Sera ... margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "> A Brief History of Flow Silat Sera. ..
    Sumber: http://prajuritpenjagatiangutaraclub.blogspot.com/feeds/posts/default?orderby=updated Sources: http://prajuritpenjagatiangutaraclub.blogspot.com/feeds/posts/default?orderby=updated

    Silat Indonesia » ‹jakarta timur› Silat Indonesia »<jakarta timur>

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera March 1st, 2010 ... A Brief History of Flow Silat Sera March 1st, 2010 ... Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera.
    Sumber: http://silatindonesia.com/page/2/?s=jakarta+timur Sources: http://silatindonesia.com/page/2/?s=jakarta+timur

    Prajurit Penjaga Tiang Utara Club: Perguruan Pencak Silat Naga Mas Soldiers guard the North Pole Club: University Pencak Silat Naga Mas

    Perguruan silat yang merupakan salah satu silat aliran Palembang asli ... Arts college that is one of the original Kilkenny arts stream ... Sejarah Singkat Aliran Silat Sera; PORSIGAL; MAKNA LAMBANG PORSIGAL; Ichibi si ekor 1 A Brief History of Flow Silat Sera; PORSIGAL; SYMBOL MEANING PORSIGAL; Ichibi the tail 1

    Silatcimande's Blog | Just another WordPress.com site Silatcimande's Blog | Just another WordPress.com site

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera (Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) Sumber : H. A Brief History of Silat Sera Flow (Developing a College Pencak Silat Pancassera) Source: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / President of Trustees).
    Sumber: http://silatcimande.wordpress.com/ Sources: http://silatcimande.wordpress.com/


- Powered by BING [2012-03-01 08:54] - Powered by BING [2012-03-01 08:54]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera. A Brief History of Flow Silat Sera.

[ in English ] [ in English ]

Mar 1st, 2010 | By | Category: Aliran Silat Visited 1815 times, 2 today [ in English ] March 1st, 2010 | By | Category: Flow Silat Visited 1815 times, 2 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera. Seperti pula telah dipublikasikan dalam Forum sahabatsilat.com As well as been published in the Forum sahabatsilat.com

Bismillahirrahmanirrahim "Bismillahirrahmanirrahim"

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera A Brief History of Flow Silat Sera
(Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) (Developing a College Pencak Silat Pancassera)
Sumber : H. Sources: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / President of Trustees).
Bermula dari kabilah-kabilah Gujarat Persia yang pada abad ke XVI dating ke daerah aceh, selain berniaga mereka juga membawa dan menyebarkan agama serta kebudayaan Islam. Starting from the tribes in Gujarat Persian dating to the sixteenth century Aceh region, in addition to trade they also carry and spread the Islamic religion and culture. Pada abad ini agama Islam mulai masuk ke tanah Aceh. In this century the religion of Islam began to enter the land of Aceh. Saudagar-saudagar tersebut mendapat pengetahuan agama dan kebudayaan dari Syekh Sayyidina Ali ra Beliau adalah sahabat dan sekaligus menantu Rasulullah Muhammad SAW. Merchants will then have the knowledge of religion and culture of Sayyidina Shaykh Ali ra He was a friend and once-law of Prophet Muhammad SAW. Beliau dikenal sebagai seorang ahli dalam strategi perang, terampil dalam mengolah raga, terutama dalam permainan pedangnya yang selalu membuat ciut nyali lawan-lawannya, terutama musuh Islam pada saat itu. He is known as an expert in war strategy, skilled in processing bodies, especially the sword in the game that always makes his opponents were afraid, especially the enemies of Islam at that time. Tak heran jika kemudian beliau dijuluki dengan julukan Syaifullah ( Si Pedang Allah). No wonder then if he was dubbed with the nickname Syaifullah (The Sword of Allah).
Saudagar-saudagar inilah yang membawa pengetahuan agama dan kebudayaan itu hingga sampai ke tanah Aceh. These merchants who carry the knowledge of religion and culture to get to the ground in Aceh. Hubungan mereka dengan penduduk asli terjalin dengan baik, terbukti kemudian dengan munculnya seorang tokoh sufi setempat yang dikenal dengan sebutan Nyai Panjate. Their relations with the natives are good, as evidenced later by the emergence of a local Sufi saint known as Nyai Panjate. Nama asli Nyai Panjate adalah Hajja Cut Suriah binti Teuku Syamannur. The original name is Hajja Cut Nyai Panjate bint Teuku Syamannur Syria. Suaminya bernama H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Her husband called H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Kedua suami istri tersebut mempelajari ilmu agama dan kebudayaan (ilmu silat) dari Kabilah Gujarat Persia. Both husband and wife are studying the science of religion and culture (martial arts) from Gujarat Persian tribes. Salah seorang guru mereka adalah murid dari keturunan murid Syekh Sayyidina Ali ra (Wallahu alam). One of them was a student teacher from the descendants of Sayyidina Ali ra students Sheikh (Wallahu nature).
Ketika tentara colonial Belanda (VOC) masuk ke tanah Aceh pada tahun 1752 M, kedua suami istri tersebut bekerjasama dengan para pendekar silat lainnya mengadakan perlawanan bersama rakyat untuk mengusir tentara belanda dari bumi Aceh. When the Dutch colonial army (VOC) into the ground in Aceh in 1752 AD, both husband and wife are working together with other martial arts warriors held a joint resistance of the people to expel the Dutch troops from Aceh's earth. Pada mulanya mereka berhasil memukul mundur pasukan Belanda, namun dengan siasat licik dengan cara mengadu domba diantara rakyat Aceh, maka tentara Belanda dapat mengetahui kelemahan suami Cut Suriah tersebut. At first they succeeded in repelling the Dutch troops, but with a cunning ploy by pitting among the people of Aceh, the Dutch troops can know the weaknesses of her husband Cut Syria. Akhirnya pada saat yang naas bagi Teuku Kaharuddin Solehuddin, Belanda dapat menembak roboh beliau dengan peluru emas, maka gugurlah beliau sebagai seorang syuhada. Finally, at the ill-fated for Teuku Kaharuddin Solehuddin, the Netherlands can shoot, he collapsed with a gold bullet, then gugurlah him as a martyr.
Setelah suaminya gugur, Hj. After her husband died, Hj. Cut Suriah hijrah ke dalam hutan + 35 km ke pedalaman daerah Bireun. Syria's move to cut the woods + 35 km inland areas Bireun. Beliau mengasingkan diri sebagai seorang sufi. He exiled himself as a Sufi. Pada waktu sedang hamil muda + 2 bulan. At the time of a young pregnant + 2 months. Dalam kehidupan sebagai seorang sufi kebutuhan hidup beliau bergantung kepada alam di sekitarnya. In life as a Sufi needs depend on the nature of his life around. Sesekali beliau berburu dengan alat sedanya, beliau sering menolong orang-orang yang sedang mencari kayu atau hasil hutan lainnya, yang sering digangggu binatang buas seperti harimau, ular, buaya dan lain sebagainya. Occasionally he was hunting with tools sedanya, he often helped people who are looking for wood or other forest products, which often digangggu wild animals such as tigers, snakes, crocodiles and others. Sudah sering beliau menyelamatkan orang-orang yang diganggu binatang buas, kemudian lenyap tanpa meningggalkan jejak. He had often saved the people who bothered to wild animals, then vanished without a trace abandon. Dari mulut ke mulut orang-orang yang pernah ditolongnya mengatakan bahwa adanya wanita berkerudung rapi dengan ilmu silatnya yang tinggi sanggup melumpuhkan binatang buas yang menyerang para pencari hasil hutan, hanya dengan beberapa gerakan saja. Word of mouth of people who had ditolongnya said that the neatly veiled women with high silatnya science can paralyze the beast that attacked seekers forest, alone with just a few movements. Yang karena keahliannya yang sangat mengagumkan sehingga terkenal sebagai seorang wanita berkerudung yang misterius sering menolong tanpa pamrih, kemudian pergi tanpa diketahui identitasnya. That because of his skills are amazing, so well known as a mysterious veiled women often help with no strings attached, then go without to be identified. Sifat pendekarnya membuat dicari orang untuk berguru, tetapi karena yang masih buas sehingga banyak yang menjadi korban sebelum sampai ke tujuan. Pendekarnya nature makes people look to sit, but because that is still wild, so many victims before reaching the destination.
Sekitar abad ke XVII, datanglah seorang laki-laki bernama Bapak Sera, beliau adalah seorang yang gemar sekali bertualang. Around the seventeenth century, there came a man named Mr. Sera, he was an avid adventure. Dalam petualangannyabeliau banyak sekali menimba ilmu agama dan silat dari berbagai daerah, disamping berniaga sebagai mata pencariannya. In petualangannyabeliau lot of studying religion and the arts from different regions, in addition to trade as a trade. Beliau selalu merasa bahwa ilmunya masih saja kurang. He always felt that their knowledge is still lacking. Ketika beliau sedang berada di daerah Riau, beliau mendengar berita yang tersiar akan keperkasaan wanita meisterius itu yang membuat Bapak Sera bertekad untuk mencarinya ke tanah Aceh. When he was in the Riau area, he heard the news will spread meisterius woman's courage that makes Mr. Sera were determined to look to the ground in Aceh. Untuk mencapai tujuannya, tentu saja harus melalui perjuangan yang amat berat, harus bertarung dengan harimau, ular, babi hutan, begitu juga harus berhadapan dengan buaya setiap menyeberangi sungai. To achieve the goal, of course, must go through a very hard struggle, had to fight with tigers, snakes, wild boar, so also have to deal with any alligator cross the river. Jarak yang hanya sekitar 30 km itu harus dicapai selama 3 bulan. The distance is only about 30 km must be achieved for 3 months. Seandainya tidak berbekal ilmu silat, mustahil dapat mencapai tujuan. If not armed with martial arts, it is impossible to achieve the goal.
Rupanya segala sepak terjang Bapak Sera sudah diketahui oleh Ibu Hj. Apparently all lunge Mr. Sera had known Mrs. Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Ketika Bapak Sera sedang tertidur lelap terdengar suara takbir adzan dari Hj. When Mr. Sera were sound asleep Takbir prayer of Hj. Cut Suriah yang dikeraskan, tanda waktu shalat Shubuh telah tiba. Syria cut a hardened, mark Shubuh prayer time has come. Dari atas pohon besar Bapak Sera melihat seorang berkerudung kuning dengan menggendong anak dipunggungnya turun, untuk melaksanakan Shalat Shubuh. From the top of the tree Mr. Sera saw a hooded yellow with carrying a child on his back down, to perform the morning prayer. Kemudian Bapak Sera pun turun daripohon dan mengucap salam, dibalas salamnya. Then Mr. Sera were down daripohon and say hello, returned his greeting. Kemudian mereka melakukan shalat dengan berjamaah. Then they prayed with the congregation. Sebagai seorang pendekar dan ahli sufi, semua sepak terjang dan tujuan dari Bapak Sera sudah diketahui oleh Hj. As an expert swordsman and Sufi, all lunge and objectives of Mr. Sera already known by Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Sekitar tiga bulan Bapak Sera melayani Hj. About three months Mr. Sera serve Hj. Cut Suriah, barulah dengan perjuangan yang ulet mulailah diajarkan ilmu silat oleh Hj. Cut Syria, then start with a tenacious struggle of the martial arts taught by Hj. Cut Suriah pada siang hari dan ilmu agama pada malam harinya. Cut Syria during the day and the science of religion in the evening. Setelah sekitar satu setengah tahun Bapak Sera berlatih, datanglah seorang pemuda yang terdampar, konon khabarnya dari tanah Sulawesi, bernama Lago dan menjadi adik seperguruan dari Bapak Sera. After about one and a half years of Mr. Sera practice, there came a young man who washed up, supposedly khabarnya of Sulawesi ground, and a younger brother named Lago seperguruan of Mr. Sera.
Kurang lebih 6 tahun berguru kepada Hj. About 6 years apprenticed to Hj. Cut Suriah, Bapak Sera baru mengetahui nama asli gurunya tersebut. Cut Syria, Mr. Sera new teachers know the real names. Nyai Panjate adalah julukan yang diberikan Bapak Sera, karena setiap menyusui anak perempuannya dengan terbungkus rapi selalu dikebelakangkan. Nyai Panjate is the nickname given Mr. Sera, because every feeding her daughter with dikebelakangkan always wrapped. Hj. Hj. Cut Suriah bersumpah bahwa putrinya itu tidak akan pernah dilatihilmu silat. Cut Syria vowed that her daughter would never dilatihilmu silat. Atasm anjuran Sang Guru, Bapak Sera dan Bapak Lagoa dianjurkan untuk kembali pulang ke tanah asalnya karena ilmu yang didapat telah dinilai cukup. Atasm the recommendation of the Master, Mr. Sera and Mr. Lagoa encouraged to return home to his native land because of the knowledge gained has been adequately assessed. Mereka kembali ke tanah Jawa, Bapak Sera ke Bogor dan Bapak Sera ke Tanjung Priuk, tepatnya daerah Lagoa sekarang, daerah itupun berasal dari nama beliau karena wafat dan dimakamkan disana. They returned to the land of Java, Mr. and Mr. Sera Sera to Bogor to Tanjung Priok, precisely now Lagoa region, the region rose from his name because of his death and was buried there.
Dalam pengembaraannya, Bapak Sera bertemu dengan dengan seorang pedagang kain dari Mongol yang bernama Yu Sak Liong, yang kemudian menjadi majikan Bapak Sera dalam berniaga. In his wanderings, Mr. Sera met with a cloth merchant of Sak Mongol named Yu Liong, who later became Mr. Sera employer in the trade. Bah Yu Sak Liong adalah seorang Muslim yang lebih dikenal dengan nama Bah Yusa. Bah Liong Yu Sak is a Muslim who is better known as Bah Yusa. Mereka berniaga berkeliling sampai ke tanah Aceh. They trade around the ground in Aceh. Awal perkenalan mereka dimulai ketika saat Bapak Sera sedang menurunkan bal gulungan kain, tiba-tiba, satu gulungan kain tersebut jatuh dan akan menimpa dirinya. Beginning of their acquaintance began when when Mr. Sera were unloading bales of cloth rolls, all of a sudden, one roll of fabric is falling and will happen to him. Namun dengan gerakan tangannya, Bapak Sera berhasil menagkis bal gulungan kain tersebut, hingga bal gulungan kain tersebut yang beratnya puluhan kilo tersebut mental terkena tangkisannya dan tak sengaja melayang menuju kea rah BahYusa. But with the movement of his hands, Mr. Sera had menagkis bales of cloth rolls, rolls up the cloth bales that weigh tens of kilos of the mental and accidentally hit tangkisannya drift toward toward BahYusa. Namun dengan gerakan kakinya, Bah Yusa menyambut bal gulungan kain tersebut dan menendangnya kearah tempatsemula. But with the movement of his foot, Bah Yusa welcome bales of cloth rolls and kicking towards tempatsemula. Bah Yusa sangat kagum menyaksikan gerakan Bapak Sera yang hanya dengan sedikit saja menggerakan tangan, dapat menyelamatkan diri, karena jika orang lain yang mengalaminya pasti sudah cedera berat. Bah Yusa was amazed to watch the movement of Mr. Sera that only a few moving hand, can save themselves, because if other people who experience it must have been serious injuries. Akhirnya mereka berkenalan dan sepakat untuk tukar pikiran dalam hal ilmu mereka masing-masing. Finally they agreed to meet and exchange ideas in terms of their science.
Bah Yu Sak Liong ahli dalam beladiri menggunakan kaki sesuai dengan negeri asalnya yakni Mongol, sedangkan Bapak Sera ahli dalam menggunakan tangan. Bah Sak Liong Yu-foot martial arts expert in the country of origin in accordance with the Mongols, while Mr. Sera expert in using the hands. Mereka mengadu ilmu kurang lebih tiga hari tiga malam, dengan istirahat untuk mengerjakan shalat. They complain about the science of three days and three nights, with a break for prayer. Tak ada yang unggul dalam adu ilmu tersebut, Bah Yu Sak Liong hangus kakinya, sedangkan Bapak Sera hangus pula tangannya. No one excels in the science contest, Bah Liong Yu Sak scorched his feet, while Mr. Sera also charred hands. Akhirnya mereka sepakat untuk mengabungkan ilmu mereka. Finally they agreed to assemble their knowledge. Sejak saat itu maka bertambahlah ilmu silat Bapak Sera dan Bah Yu Sak Liong. Since then it increaseth martial arts Sera and Mr. Bah Yu Liong Sak. Ilmu mereka kemudian dikenal dengan Aliran Sera, sesuai dengan nama penemunya yaitu Bapak Sera. They were then known to science stream Sera, according to the name of the inventor, Mr. Sera. Bah Yu Sak Liong kemudian kembali ke Mongol dan Bapk Sera meneruskan pengembaraannya. Bah Liong Yu Sak and then back to the Mongols and Bapk Sera continued his odyssey.
Suatu ketika Bapak Sera menyaksikan seorang pedagang kain keliling dari Cina Shantung sedang dikeroyok olehsekelompok penyamun yang bermaksud merampoknya, namun Cina tersebut dengan gesit dan lincah dapat mengalahkan para penyamun tersebut dengan hanya bersenjatakan meteran kainnya sebagai senjata toya. Once when Mr. Sera witnessed an itinerant trader from China's Shantung fabric being beaten olehsekelompok robbers who intend to rob him, but China is a nimble and agile to defeat these bandits, armed with only a cloth tape measure as a weapon of Toya. Permainan toyanya sangat mengagumkan, sampai-sampai bapak sera tidak beranjak dari tempatnya menyaksikan permainannya. Toyanya game was amazing, to the extent that the father of sera did not move from place to watch the game. Namun naas bagi Cina tersebut, ketika sedang bertarung, kakinya dipatuk seekor ular berbisa. But unlucky for China, when it is fighting, pecked his feet a viper. Dia pinsan dan ditolong dan diobati oleh Bapak Sera hingga sembuh. He pinsan and helped and treated by Mr. Sera until cured. Sebagaitanda terima kasih, Cina tersebut meberikan seluruh kain dagangannya kepada Bapak Sera, namun ditolak, meskipun demikian Bapak Sera tidak dapat menyembunyikan keinginannya untuk belajar ilmu toyanya. Sebagaitanda thank you, the Chinese gave the whole fabric wares to Mr. Sera, but was refused, though Mr. Sera could not hide his desire to study science toyanya.
Maka dengan senang hati Cina Shantung tersebut mengajarkan ilmu toyanya kepada Bapak Sera dan dalam waktu singkat telah dapat dapat menguasai ilmu toya tersebut. So happy to China Shantung toyanya teaches science to Mr. Sera and in no time been able to master the science of Toya. Malah sebelum Cina Shantung tersebut kembali ke negeri asalnya, dia berkenan menurunkan seluruh ilmunya kepada Bapak Sera dan mereka berdua mengangkat saudara. Even before China's Shantung returned to his native country, he was pleased to lose all his knowledge to Mr. Sera and together they raised you. Bapak Sera mengembangkan ilmunya sesuai dengan keadaan waktu itu, konon khabarnya beliau bermukim hingga wafat dimakamkan di Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor. Mr. Sera develop their knowledge in accordance with the circumstances at the time, said he lived until his death khabarnya buried in Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor.
Salah seorang murid Bapak Sera yang paling menonjol adalah Bapak Mursyid atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bah Ocid yang berasal dari Kebonmanggis. Sera father of a student is the most prominent was Mr. Murshid or better known as Bah Ocid from Kebonmanggis. Beliau inilah yangmengembangkan Aliran Sera pada abad ke XVIII di daerah Bogor dan sekitarnya. He is yangmengembangkan Sera flow to the XVIII century in Bogor and its surrounding area. Ciri-ciri fisik Bah Ocid, tinggi sekitar 157 cm, rambut panjang sebahu, kuku tangan dan kaki sekitar 7 cm, sehingga kalau berjalan, aka nada bekas kuku kakinya menggores jalan yang dilaluinya. Physical characteristics Ocid Bah, about 157 cm height, shoulder length hair, fingernails and feet about 7 cm, so that when walking, aka the former tone toenails scraping the road in its path. Tak banyak hal ikhwal Bah Ocid, untuk lembih komplitnya kami masih berusaha mencari datanya dari berbagai sumber. Not much to matters Ocid Bah, for the complete lembih we are still trying to find its data from various sources. Konon Bah Ocid ini selain menguasai Silat Sera, juga mempelajari ilmu istijrad. It is said that in addition to mastering this Ocid Bah Silat Sera, also studied istijrad. Kuku tangan dan kakinya dibiarkan panjang karena tak bias dipotong, begitu pula rambutnya, mandi hanya dapat dilakukan setahun sekali yakni pada Bulan Maulud, hal ini disebabkan ilmu istijradnya tersebut yang menyebabkannya. Left hand and foot nails long because there is bias cut, as did her hair, bathe only once a year to do that on the Moon Maulud, this is due to the istijradnya science that caused it. Pantangan ini kalau dilanggar akan menyebabkan badan Bah Ocid menjadi hitam dan gatal-gatal. This prohibition if violated will lead to a black body Ocid Bah and itching. Jika Bah Ocid sedang tidur, tak seorangpun berani membangunkannya, sebab dapat berakibat fatal, karena refleknya yang sudah menyatu, walaupun sedang tidur, Bah Ocid dapat membuat orang yang membangunkannya jatuh tunggang langgang. If Bah Ocid was sleeping, no one dared to wake him up, because it can be fatal, because refleknya already united, even when sleeping, Bah Ocid can make people who wake him fall headlong. Kalau terpaksa orang yang membangunkannya harus memakai galah atau tongkat panjang, itupun bisa patah-patah karena refleknya. If forced to wake people should wear long pole or stick, that too can be broken because refleknya.
Sepengetahuan Bapak Sera bahwa Hj. Sera that the knowledge of Mr. Hj. Cut Suriah tidak pernah mengajarkan ilmu hitam, adapun ilmu-ilmu hitam yang dipunyai oleh Guru-guru Sera adalah hasil pelajaran dari Guru-guru sebelumnya, karena berguru Silat Sera, fisik harus kuat dahulu, seperti Bah Ocid, sebelumnya sudah mempunyai ilmu kebal, kejayaan, Batara Karang dan lain sebagainya. Cut Syria never taught black magic, while the black magic that belongs to the teachers Sera is the result of the lessons of previous teachers, as studied Silat Sera, strong physical need first, such as Ocid Bah, had previously been immune to science, the triumph , Batara Reef and others.
Peristiwa Bapak Sera rupanya juga dialami oleh Bah Ocid, yakni pernah mengadu ilmu dengan seorang Cina seorang pedagang koyo bernama Babah Tong, yang juga mahir ilmu silat. Mr. Sera event apparently shared by Bah Ocid, which had pitted science with a Chinese trader named Babah patch Tong, who is also adept at martial arts. Merekamengadu ilmu di pinggir kali Cipakancilan di Jalan Paledang, di depan Asrama Tentara yang sekarang menjadi Kantor Dinas Pekerjaan Umum Propinsi. Merekamengadu science at the edge of time Cipakancilan Paledang Street, in front of the residence Army is now the Office of the Provincial Public Works Department. Babah Tong mengakui keunggulan Bah Ocid, setelah itu hubungan mereka tetap berjalan baik. Babah Tong recognizes excellence Ocid Bah, after which their relationship is still running well. Babah Tong menganggap Bah Ocid sebagai kakak sperguruannya. Babah Tong regard as a brother sperguruannya Ocid Bah. Kata Pabaton sekarang adalah berasal dari nama beliau, karena tinggal disana. Pabaton now says his name is coming from, because they live there. Bah Ocid banyak mempunyai murid, tetapi jarang yang sampai kepada ajaran terakhirnya yaitu yang disebut Sera Geni, Gerak Rasa Sera, Rasa Diri Sera dan Sera Manjak Pamungkas, yang merupakan filsafat Silat Sera. Bah Ocid many students have, but rarely up to his final Geni is called Sera, Sera Motion Sense, Sense of Self and Sera Sera Manjak Pamungkas, which is the philosophy of Silat Sera. Kebanyakan hanya sampai pada Langkah Opat Lipet, Kombinasi dan Tilu Eusi (Tiga Isi) beserta fungsinya atau istilah Ajaran Sera disebut Rusiah (Rahasia). Most only up to Step Lipet Opat, Combination and tilu Eusi (Fill Three) and their functions or the terms Doctrine Sera called Rusiah (Secret).
Dalam hal ini hanya Bapak H. In this case only Mr. H. Ali Yoenoes Bin Kartadiredja, yang sampai kepada Langkah Pamungkas. Kartadiredja Yoenoes Bin Ali, who comes to Step Pamungkas. Beliau sebelum menjadi murid Silat Sera dari Bah Ocid terlebih dahulu banyak belajar dari guru-guru silat terkenal di seluruh Tanah Jawa, diepkirakan tidak kurang dari 11 (sebelas) orang gurunya. Before he became a student of Silat Sera Bah Ocid first learned of the famous martial arts teachers throughout the land of Java, diepkirakan not less than 11 (eleven) of his teacher. Dengan bermodalkan silat-silat itulah baru dapat berguru kepada Bah Ocid, konon khabarnya, setiap beradu fisik dengan Bah Ocid, kalau tidak berilmu tentulah anggota badan yang terkena benturan akan menjadi hitam legam (tampak hangus). To capitalize a new martial-arts that can be studied to Ocid Bah, said khabarnya, each exchanging blows with Ocid Bah, if not knowledgeable certainly impact the affected limb will be jet black (looks scorched). Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes berasal dari Jombang, Jawa Timur, beliau malang melintang di dunia persilatan sejak abad ke XVII dan XIX, karena beliau panjang umurnya sampai mencapai usia 103 tahun. Ali Yoenoes from Jombang, East Java, he was poor across the world of martial since the XVII and XIX century, because of his age until it reaches a length of 103 years of age. Beliau pernah dicoba oleh para pendekar berbagai daerah, namun Alhamdulillah belum pernah kalah. He had been tried by the warriors variety of areas, but Alhamdulillah have never lost. Dahulu Pemerintah Kolonial Belanda sengaja mengadu domba para pendekar silat. Formerly the Dutch colonial government deliberately pitting the warriors martial arts. Mereka diharuskan bertarung sampai mati, dengan perjanjian tidak ada tuntutan apapun dari pihak keluarga korban, dibawah panggung sudah disediakan keranda mayat. They are required to fight to the death, with no agreement of any demands from the families of the victims, under the stage has been provided coffins, corpses. Belanda sengaja mengadakan hal tersebut dengan maksud agar para pendekar silat tersebut tumpas dengan sendirinya, hingga tidak ada yang ditakuti lagi oleh pihak Belanda. Netherlands accidentally entered it with the intention that the martial arts warriors annihilated by itself, until no longer feared by the Dutch. Acara tersebut diadakan setiap tahun bertempat di dalam Istana Kebun Raya Bogor, dalam memperingati Ulang Tahun Ratu Belanda, Ratu Wilhemina. The event is held each year held at the Istana Bogor Botanical Gardens, in commemorating the Dutch Queen's Birthday, Queen Wilhemina.
Pada awal mulanya Bapak H. In the beginning Mr. H. Ali Yoenoes tidak menyadari siasat licik dari pihak Belanda tersebut, maka pada setiap bertanding beliau pasti membunuh lawannya, tak kurang, 19 orang mati ditangannya. Ali Yoenoes unaware of the devious tactics of the Dutch, then in every match he would kill his opponent, no less, 19 people die in his hands. Tetapi akhirnya beliau menyadari akan hal ini, maka setiap kali bertarung, beliau tidak sampai membunuh lawannya yang kalah, namun cukup hanya dilukai saja dan kemudian menyuruh lawannya tersebut untuk melarikan diri. But eventually he realized this, then every time you fight, not to kill his opponent he defeated, but enough to hurt it and then asked his opponent to escape. Tindakan ini lama kelamaan tercium juga oleh pihak Belanda dan akhirnya Bapak H. This action also wafted over time by the Dutch and finally Mr. H. Ali Yoenoes untuk selanjutnya tidak diperkenankan ikut pertandingan lagi, malahan beliau ditahan selamapertandingan berlangsung. Ali Yoenoes henceforth not be allowed to play the game again, instead he was detained last selamapertandingan. Para pendekar yang beliau selamatkan pada pertandingan tersebut, setiap Hari Idhul Fitri dan Bulan Maulud selalu berkumpul dan bersilaturahmi di rumah Bapak H. The warrior that he saved the match, every day and the Moon Maulud Idhul Fitri always get together and stay in touch at home Mr. H. Ali Yoenoes di Gang Selot Paledang, sebagai rasa syukur dan tanda terima kasih telah diselamatkan nyawanya. Ali Yoenoes in Gang Paledang latch, as a sign of gratitude and thanks have saved his life. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes belajar silat pada Bah Ocid sekitar 9 tahun dan beliau melatih selama 21 tahun. Ali Yoenoes Bah Ocid learn martial arts at about 9 years and he trained for 21 years.
Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes menunaikan ibadah haji pada tahun 1969. Ali Yoenoes perform the pilgrimage in 1969. Salah seorang putra beliau yang turut mengembangkan Silat Sera adalah Bapak Abdulrachman, atau lebih dikenal dengan sebutan Pak Komang dan di dunia persilatan dijuluki Si Girimis, karena kecepatan tangan beliau yang kalau mencecar lawan seperti hujan gerimis, putra lainnya adalah H. One of his sons who helped develop the Silat Sera were Mr. Rachman, or better known as Pak Komang martial world and nicknamed The Girimis, because the speed of his hands which if drilled opponents like drizzling rain, the other son is H. Rachmat atau lebih dikenal dengan nama Pak Memet. Rachmat or better known as Pak Memet. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes bin Kartadiredja meninggal pada tahun 1971 dalam usia 103 tahun, yang kemudian disusul oleh putranya yakni Bapak Abdulrachman pada tahun 1983 dalam usia 64 tahun. Kartadiredja Yoenoes bin Ali died in 1971 at the age of 103 years, which was followed by his son that Mr Rachman in 1983 at the age of 64 years.
Salah satu murid yang dilatih oleh Bapak H. One of the students who were trained by Mr. H. Ali Yoenoes dan Pak Komang adalah Bapak H. Yoenoes Ali and Mr. Komal is Mr. H. Cucu Sutarya, SH Bin Tubagus Baban Sidik Ismaya. Sutarya grandchildren, SH Bin Tubagus Sidik Ismaya Baban. Beliau mulai berlatih pada Bapak H. He started practicing on Mr. H. Ali Yoenoes sejak tahun 1957 hingga tahun 1968 dan mengembangkannya hingga sekarang. Ali Yoenoes since 1957 until 1968 and developed it until now. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun 1998, sekitar bulan Maret-April (Tahun 1418 Hijriah). Sutarya grandchildren, SH pilgrimage to the Hajj season of 1998, around the month of March-April (Year 1418 Hijri). Beliau pernah pula menimba ilmu dari berbagai sumber lain seperti karate (Dan II Internasional) yudo, tinju (pernah juara tinju kelas bantam pada PON di Surabaya), kuntau, yuyitszu, dan silat dari perguruan lain seperti Aliran Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. He had also gain knowledge from other sources such as karate (And II International) judo, boxing (bantamweight boxing champion ever at the PON in Surabaya), Kuntau, yuyitszu, and the arts from other universities such as flow Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. Hal ini dilakukan atas anjuran dari Bapak H. This is done at the instigation of Mr. H. Ali Yoenoes sebagai bahan pembanding dan sebagai ilmu tambahan saja, tetapi loyalitas tetaplah terpusat pada Silat Sera yang kemudian beliau kembangkan menjadi Perguruan Pencak Silat PANCASSERA (Lima Silat Sera, yaitu Sera Banyu, Sera Ringkus, Sera Bayu, Sera Putih dan Sera Geni). Ali Yoenoes as a benchmark and as an additional science course, but loyalty is still centered on Silat Sera which he later developed into university Pencak Silat PANCASSERA (Five Silat Sera, Sera is Banyu, Ringkus Sera, Sera Bayu, White and Sera Sera Geni). Khusus untuk para Pelatih diajarkan Gerak Rasa dan Rasa Diri sebagai Langkah (Jurus Panjang) terakhir dari Aliran Silat Sera. Especially for the coach taught Motion Sense and Sense of Self as a step (stance length) Last of the flow of Silat Sera. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH mendapat kepercayaan langsung dari Bapak H. Sutarya grandchildren, SH won the trust directly from Mr. H. Ali Yoenoes untuk meneruskan perguruan. Ali Yoenoes to continue college. Beliau resmi mulai melatih sejak tahun 1968 di Bandung dan di Garut, kemudian di Bogor sampai sekarang. He officially began training in 1968 at Bandung and in Garut, then in Bogor up to now. Hanya kepada beliaulah Bapak H. He was the only to Mr. H. Ali Yoenoes menurunkan seluruh ilmunya hingga tuntas untuk dikembangkan dan diteruskan. Ali Yoenoes lose all his knowledge to its conclusion to be developed and forwarded. Dengan demikian pewaris dan penerus satu-satunya adalah Bapak H. Thus the heirs and successors only is Mr. H. Cucu Sutarya, SH. Sutarya grandchildren, SH.

Guru-guru lain dari Bapak H. Other teachers from Mr. H. Cucu Sutarya, SH adalah : Sutarya grandchildren, SH is:
1. A. H. H. Adra'I Cianjur Selatan (Pengurutan dan Patah Tulang) Adra'I South Cianjur (Ordering and Broken Bones)
2. 2. Kyai H. Kyai H. Baing Bakri Pasarean Cianjur (Cikalong) Bakri Baing Pasarean Cianjur (Cikalong)
3. 3. Bah Rumanta Garut (Syahbandar) Bah Rumanta Main Page (Syahbandar)
4. 4. Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan) Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan)
5. 5. Bah Maun Dreded Bondongan (Sera Pamacan) Bah Maun Dreded swarms (Sera Pamacan)
6. 6. Bah Enuh Tarogong Garut (Ajrak) Bah Enuh Tarogong Main Page (Ajrak)
7. 7. Liem Sen Thong Bogor (Kuntau dan Akunktur) Liem Mon Thong Bogor (Kuntau and Akunktur)
8. 8. Meneer Ong Bogor (Yudo dan Yuyitszu) Ong Meneer Bogor (Judo and Yuyitszu)
9. 9. Mr. Mr. Matsunaga Osaka Jepang (Karate) Matsunaga Osaka Japan (Karate)
10. 10. Endang Ukaedi Bogor (Tinju) Endang Ukaedi Bogor (Boxing)

Perguruan Silat Pancassera menjadi anggota IPSI pada tahun 1976. Silat college Pancassera a member IPSI in 1976. Sampai saat ini perguruan telah banyak berkembang, bahkan sampai keluar Pulau Jawa yakni di Kalimantan dan Maros, Sulawesi Selatan. Until recently many universities have grown, even to exit the island of Borneo and Java, which is in Maros, South Sulawesi. Di Jawa sendiri Silat Sera tersebar luas, mulai dari Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta dan di mancanegara di Amerika Serikat, Norwegia dan khusus di Belanda ada murid Bapak H. In Java alone Silat Sera is widespread, ranging from Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta and abroad in the United States, Norway and the Netherlands there are students in Mr. H. Ali Yoenoes yaitu Keluarga Van de Vries. Ali Yoenoes the Family Van de Vries.
Pada perguruan Silat Pancassera khusus diajarkan : On special education Pancassera Silat taught:
• Ilmu beladiri Sera tangan kosong • Martial Arts Sera bare hands
• Ilmu beladiri senjata : golok tunggal, golok ganda, gobang (sejenis pedang), gada, toya panjang, toya pendek, ruyung pendek, ruyung panjang, toya pendek, toya panjang, trisula, tongkat rantai dua, rantai tiga (double stick, triple stick), pisau terbang, cambuk, cemeti, clurit dan kombinasi senjata-senjata tersebut) • Martial Arts weapons: a single dagger, double dagger, gobang (a type of sword), mace, long toya, toya short, short ruyung, ruyung long, short toya, toya long, trident, sticks two chains, three chains (stick double, triple stick), flying knives, whips, whip, sickles and a combination of these weapons)
• Pengurutan keseleo, patah tulang. • Ordering sprains, broken bones.
• Tusuk jari, tusuk jarum (akupunktur. • Plugs finger, acupuncture (akupunktur.
• Peramuan obat-obatan tradisional. • Peramuan traditional medicines.
• Seni pernapasan. • Art of breathing.

Kami menghimbau kepada para pengembang Aliran Silat Sera untuk dapat bersilaturahmi dengan Perguruan-perguruan Silat Sera lainnya dimana saja berada, apapun nama perguruannya dengan Perguruan Pencak Silat PANCASSERA yang sumbernya sama. We urge the developers to stream Silat Sera can stay in touch with the university-college Silat Sera others wherever they are, whatever the name of the university Pencak Silat perguruannya PANCASSERA the same source. Dimana khas Silat Sera yaitu jurus-jurusnya banyak dikenal dengan jurus dari huruf Arab dan Cina, seperti : Alif, Ba, Lam Alif (dari huruf Arab), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, dari Bahasa Cina) dan lain sebagainya. Where the typical Silat Sera-jurusnya stance known by the Arabic alphabet and the stance of China, such as: Alif, Ba, Alif Lam (from Arabic), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, from Chinese) and so forth.
Demikian Sejarah singkat Aliran Silat Sera yang kini bernama PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA, wallahu alam (Hanya Allah Yang Maha Tahu), akan segala kejelasan serta kebenarannya. Similarly, a brief history of Silat Sera stream now called EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA, natural wallahu (Only Allah Almighty knows best), going all the clarity and truth.

SUSUNAN PENGURUS MANAGEMENT STRUCTURE
PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA

PEMBINA/PELATIH UTAMA : H. Patrons / COACH HIGHLIGHTS: H. CUCU SUTARYA, SH SUTARYA grandchildren, SH
PELINDUNG : Mayor Jenderal (Purn) H. PROTECTIVE: Major General (Ret.) H. AMIR TOHAR AMIR TOHAR
KETUA UMUM : H. GENERAL CHAIRMAN: H. SUPARNI Suparni
SEKRETARIS JENDERAL : R. SECRETARY GENERAL: R. SOEPRAPTO DJOJOPOESPITO Soeprapto Djojopoespito
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL : MUHAMMAD SIDIK DEPUTY SECRETARY GENERAL: MUHAMMAD SIDIK
BENDAHARA I : H. Treasurer I: H. SUPARDI Supardi
BENDAHARA II : EENG SUHERMAN Treasurer II: EENG Suherman
KEPALA BIDANG ADMINISTRASI : Drs. HEAD OF ADMINISTRATION: Drs. MACHMUD DJAKSAN Machmud DJAKSAN
KEPALA BIDANG TEKHNIK : Drs. HEAD OF Engineering: Drs. ADEH DJAJADI ADEH Djajadi

Ditetapkan pada tanggal 27 Nopember 2005, bertempat di Gedung Pertemuan Balai Besar Industri Agro, Jalan Ir. Enacted on November 27, 2005, located in Building Conference Center of Agro, Jalan Ir. H. H. Juanda Bogor. Juanda Bogor.

Ditulis kembali oleh : Rewritten by:
Muhammad Sidik, Sabuk Hitam Tingkat II, Cabang Gas Alam Cimanggis Depok. Muhammad Sidik, Black Belt Level II, Natural Gas Branch Cimanggis Depok.
Komplek Departemen Penerangan/Harapan Baru Taman Bunga Blok G.08 RT.004 RW.010 Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kotamadya Depok 16954 Complex of the Ministry of Information / New Hope Flower Garden Block G.08 RT.004 RW.010 Harjamukti Village, District Cimanggis, Depok Municipality 16 954

sumber: facebook bang Santanu Muliawidi source: facebook bang Santanu Muliawidi




Tags: , , Tags: , ,


Artikel Sejarah Singkat Aliran Silat Sera yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of the article A Brief History of Silat Sera that 'might' be linked at other sites:

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia ... A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia ... Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik ... Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/ Sources: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/

    prajuritpenjagatiangutaraclub.blogspot.com prajuritpenjagatiangutaraclub.blogspot.com

    ... ... margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; ">Sejarah Singkat Aliran Silat Sera ... margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "> A Brief History of Flow Silat Sera. ..
    Sumber: http://prajuritpenjagatiangutaraclub.blogspot.com/feeds/posts/default?orderby=updated Sources: http://prajuritpenjagatiangutaraclub.blogspot.com/feeds/posts/default?orderby=updated

    Silat Indonesia » ‹jakarta timur› Silat Indonesia »<jakarta timur>

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera March 1st, 2010 ... A Brief History of Flow Silat Sera March 1st, 2010 ... Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera.
    Sumber: http://silatindonesia.com/page/2/?s=jakarta+timur Sources: http://silatindonesia.com/page/2/?s=jakarta+timur

    Prajurit Penjaga Tiang Utara Club: Perguruan Pencak Silat Naga Mas Soldiers guard the North Pole Club: University Pencak Silat Naga Mas

    Perguruan silat yang merupakan salah satu silat aliran Palembang asli ... Arts college that is one of the original Kilkenny arts stream ... Sejarah Singkat Aliran Silat Sera; PORSIGAL; MAKNA LAMBANG PORSIGAL; Ichibi si ekor 1 A Brief History of Flow Silat Sera; PORSIGAL; SYMBOL MEANING PORSIGAL; Ichibi the tail 1

    Silatcimande's Blog | Just another WordPress.com site Silatcimande's Blog | Just another WordPress.com site

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera (Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) Sumber : H. A Brief History of Silat Sera Flow (Developing a College Pencak Silat Pancassera) Source: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / President of Trustees).
    Sumber: http://silatcimande.wordpress.com/ Sources: http://silatcimande.wordpress.com/


- Powered by BING [2012-03-05 00:19] - Powered by BING [2012-03-05 00:19]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera. A Brief History of Flow Silat Sera.

[ in English ] [ in English ]

Mar 1st, 2010 | By | Category: Aliran Silat Visited 1833 times, 4 today [ in English ] March 1st, 2010 | By | Category: Flow Silat Visited 1833 times, 4 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera. Seperti pula telah dipublikasikan dalam Forum sahabatsilat.com As well as been published in the Forum sahabatsilat.com

Bismillahirrahmanirrahim "Bismillahirrahmanirrahim"

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera A Brief History of Flow Silat Sera
(Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) (Developing a College Pencak Silat Pancassera)
Sumber : H. Sources: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / President of Trustees).
Bermula dari kabilah-kabilah Gujarat Persia yang pada abad ke XVI dating ke daerah aceh, selain berniaga mereka juga membawa dan menyebarkan agama serta kebudayaan Islam. Starting from the tribes in Gujarat Persian dating to the sixteenth century Aceh region, in addition to trade they also carry and spread the Islamic religion and culture. Pada abad ini agama Islam mulai masuk ke tanah Aceh. In this century the religion of Islam began to enter the land of Aceh. Saudagar-saudagar tersebut mendapat pengetahuan agama dan kebudayaan dari Syekh Sayyidina Ali ra Beliau adalah sahabat dan sekaligus menantu Rasulullah Muhammad SAW. Merchants will then have the knowledge of religion and culture of Sayyidina Shaykh Ali ra He was a friend and once-law of Prophet Muhammad SAW. Beliau dikenal sebagai seorang ahli dalam strategi perang, terampil dalam mengolah raga, terutama dalam permainan pedangnya yang selalu membuat ciut nyali lawan-lawannya, terutama musuh Islam pada saat itu. He is known as an expert in war strategy, skilled in processing bodies, especially the sword in the game that always makes his opponents were afraid, especially the enemies of Islam at that time. Tak heran jika kemudian beliau dijuluki dengan julukan Syaifullah ( Si Pedang Allah). No wonder then if he was dubbed with the nickname Syaifullah (The Sword of Allah).
Saudagar-saudagar inilah yang membawa pengetahuan agama dan kebudayaan itu hingga sampai ke tanah Aceh. These merchants who carry the knowledge of religion and culture to get to the ground in Aceh. Hubungan mereka dengan penduduk asli terjalin dengan baik, terbukti kemudian dengan munculnya seorang tokoh sufi setempat yang dikenal dengan sebutan Nyai Panjate. Their relations with the natives are good, as evidenced later by the emergence of a local Sufi saint known as Nyai Panjate. Nama asli Nyai Panjate adalah Hajja Cut Suriah binti Teuku Syamannur. The original name is Hajja Cut Nyai Panjate bint Teuku Syamannur Syria. Suaminya bernama H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Her husband called H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Kedua suami istri tersebut mempelajari ilmu agama dan kebudayaan (ilmu silat) dari Kabilah Gujarat Persia. Both husband and wife are studying the science of religion and culture (martial arts) from Gujarat Persian tribes. Salah seorang guru mereka adalah murid dari keturunan murid Syekh Sayyidina Ali ra (Wallahu alam). One of them was a student teacher from the descendants of Sayyidina Ali ra students Sheikh (Wallahu nature).
Ketika tentara colonial Belanda (VOC) masuk ke tanah Aceh pada tahun 1752 M, kedua suami istri tersebut bekerjasama dengan para pendekar silat lainnya mengadakan perlawanan bersama rakyat untuk mengusir tentara belanda dari bumi Aceh. When the Dutch colonial army (VOC) into the ground in Aceh in 1752 AD, both husband and wife are working together with other martial arts warriors held a joint resistance of the people to expel the Dutch troops from Aceh's earth. Pada mulanya mereka berhasil memukul mundur pasukan Belanda, namun dengan siasat licik dengan cara mengadu domba diantara rakyat Aceh, maka tentara Belanda dapat mengetahui kelemahan suami Cut Suriah tersebut. At first they succeeded in repelling the Dutch troops, but with a cunning ploy by pitting among the people of Aceh, the Dutch troops can know the weaknesses of her husband Cut Syria. Akhirnya pada saat yang naas bagi Teuku Kaharuddin Solehuddin, Belanda dapat menembak roboh beliau dengan peluru emas, maka gugurlah beliau sebagai seorang syuhada. Finally, at the ill-fated for Teuku Kaharuddin Solehuddin, the Netherlands can shoot, he collapsed with a gold bullet, then gugurlah him as a martyr.
Setelah suaminya gugur, Hj. After her husband died, Hj. Cut Suriah hijrah ke dalam hutan + 35 km ke pedalaman daerah Bireun. Syria's move to cut the woods + 35 km inland areas Bireun. Beliau mengasingkan diri sebagai seorang sufi. He exiled himself as a Sufi. Pada waktu sedang hamil muda + 2 bulan. At the time of a young pregnant + 2 months. Dalam kehidupan sebagai seorang sufi kebutuhan hidup beliau bergantung kepada alam di sekitarnya. In life as a Sufi needs depend on the nature of his life around. Sesekali beliau berburu dengan alat sedanya, beliau sering menolong orang-orang yang sedang mencari kayu atau hasil hutan lainnya, yang sering digangggu binatang buas seperti harimau, ular, buaya dan lain sebagainya. Occasionally he was hunting with tools sedanya, he often helped people who are looking for wood or other forest products, which often digangggu wild animals such as tigers, snakes, crocodiles and others. Sudah sering beliau menyelamatkan orang-orang yang diganggu binatang buas, kemudian lenyap tanpa meningggalkan jejak. He had often saved the people who bothered to wild animals, then vanished without a trace abandon. Dari mulut ke mulut orang-orang yang pernah ditolongnya mengatakan bahwa adanya wanita berkerudung rapi dengan ilmu silatnya yang tinggi sanggup melumpuhkan binatang buas yang menyerang para pencari hasil hutan, hanya dengan beberapa gerakan saja. Word of mouth of people who had ditolongnya said that the neatly veiled women with high silatnya science can paralyze the beast that attacked seekers forest, alone with just a few movements. Yang karena keahliannya yang sangat mengagumkan sehingga terkenal sebagai seorang wanita berkerudung yang misterius sering menolong tanpa pamrih, kemudian pergi tanpa diketahui identitasnya. That because of his skills are amazing, so well known as a mysterious veiled women often help with no strings attached, then go without to be identified. Sifat pendekarnya membuat dicari orang untuk berguru, tetapi karena yang masih buas sehingga banyak yang menjadi korban sebelum sampai ke tujuan. Pendekarnya nature makes people look to sit, but because that is still wild, so many victims before reaching the destination.
Sekitar abad ke XVII, datanglah seorang laki-laki bernama Bapak Sera, beliau adalah seorang yang gemar sekali bertualang. Around the seventeenth century, there came a man named Mr. Sera, he was an avid adventure. Dalam petualangannyabeliau banyak sekali menimba ilmu agama dan silat dari berbagai daerah, disamping berniaga sebagai mata pencariannya. In petualangannyabeliau lot of studying religion and the arts from different regions, in addition to trade as a trade. Beliau selalu merasa bahwa ilmunya masih saja kurang. He always felt that their knowledge is still lacking. Ketika beliau sedang berada di daerah Riau, beliau mendengar berita yang tersiar akan keperkasaan wanita meisterius itu yang membuat Bapak Sera bertekad untuk mencarinya ke tanah Aceh. When he was in the Riau area, he heard the news will spread meisterius woman's courage that makes Mr. Sera were determined to look to the ground in Aceh. Untuk mencapai tujuannya, tentu saja harus melalui perjuangan yang amat berat, harus bertarung dengan harimau, ular, babi hutan, begitu juga harus berhadapan dengan buaya setiap menyeberangi sungai. To achieve the goal, of course, must go through a very hard struggle, had to fight with tigers, snakes, wild boar, so also have to deal with any alligator cross the river. Jarak yang hanya sekitar 30 km itu harus dicapai selama 3 bulan. The distance is only about 30 km must be achieved for 3 months. Seandainya tidak berbekal ilmu silat, mustahil dapat mencapai tujuan. If not armed with martial arts, it is impossible to achieve the goal.
Rupanya segala sepak terjang Bapak Sera sudah diketahui oleh Ibu Hj. Apparently all lunge Mr. Sera had known Mrs. Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Ketika Bapak Sera sedang tertidur lelap terdengar suara takbir adzan dari Hj. When Mr. Sera were sound asleep Takbir prayer of Hj. Cut Suriah yang dikeraskan, tanda waktu shalat Shubuh telah tiba. Syria cut a hardened, mark Shubuh prayer time has come. Dari atas pohon besar Bapak Sera melihat seorang berkerudung kuning dengan menggendong anak dipunggungnya turun, untuk melaksanakan Shalat Shubuh. From the top of the tree Mr. Sera saw a hooded yellow with carrying a child on his back down, to perform the morning prayer. Kemudian Bapak Sera pun turun daripohon dan mengucap salam, dibalas salamnya. Then Mr. Sera were down daripohon and say hello, returned his greeting. Kemudian mereka melakukan shalat dengan berjamaah. Then they prayed with the congregation. Sebagai seorang pendekar dan ahli sufi, semua sepak terjang dan tujuan dari Bapak Sera sudah diketahui oleh Hj. As an expert swordsman and Sufi, all lunge and objectives of Mr. Sera already known by Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Sekitar tiga bulan Bapak Sera melayani Hj. About three months Mr. Sera serve Hj. Cut Suriah, barulah dengan perjuangan yang ulet mulailah diajarkan ilmu silat oleh Hj. Cut Syria, then start with a tenacious struggle of the martial arts taught by Hj. Cut Suriah pada siang hari dan ilmu agama pada malam harinya. Cut Syria during the day and the science of religion in the evening. Setelah sekitar satu setengah tahun Bapak Sera berlatih, datanglah seorang pemuda yang terdampar, konon khabarnya dari tanah Sulawesi, bernama Lago dan menjadi adik seperguruan dari Bapak Sera. After about one and a half years of Mr. Sera practice, there came a young man who washed up, supposedly khabarnya of Sulawesi ground, and a younger brother named Lago seperguruan of Mr. Sera.
Kurang lebih 6 tahun berguru kepada Hj. About 6 years apprenticed to Hj. Cut Suriah, Bapak Sera baru mengetahui nama asli gurunya tersebut. Cut Syria, Mr. Sera new teachers know the real names. Nyai Panjate adalah julukan yang diberikan Bapak Sera, karena setiap menyusui anak perempuannya dengan terbungkus rapi selalu dikebelakangkan. Nyai Panjate is the nickname given Mr. Sera, because every feeding her daughter with dikebelakangkan always wrapped. Hj. Hj. Cut Suriah bersumpah bahwa putrinya itu tidak akan pernah dilatihilmu silat. Cut Syria vowed that her daughter would never dilatihilmu silat. Atasm anjuran Sang Guru, Bapak Sera dan Bapak Lagoa dianjurkan untuk kembali pulang ke tanah asalnya karena ilmu yang didapat telah dinilai cukup. Atasm the recommendation of the Master, Mr. Sera and Mr. Lagoa encouraged to return home to his native land because of the knowledge gained has been adequately assessed. Mereka kembali ke tanah Jawa, Bapak Sera ke Bogor dan Bapak Sera ke Tanjung Priuk, tepatnya daerah Lagoa sekarang, daerah itupun berasal dari nama beliau karena wafat dan dimakamkan disana. They returned to the land of Java, Mr. and Mr. Sera Sera to Bogor to Tanjung Priok, precisely now Lagoa region, the region rose from his name because of his death and was buried there.
Dalam pengembaraannya, Bapak Sera bertemu dengan dengan seorang pedagang kain dari Mongol yang bernama Yu Sak Liong, yang kemudian menjadi majikan Bapak Sera dalam berniaga. In his wanderings, Mr. Sera met with a cloth merchant of Sak Mongol named Yu Liong, who later became Mr. Sera employer in the trade. Bah Yu Sak Liong adalah seorang Muslim yang lebih dikenal dengan nama Bah Yusa. Bah Liong Yu Sak is a Muslim who is better known as Bah Yusa. Mereka berniaga berkeliling sampai ke tanah Aceh. They trade around the ground in Aceh. Awal perkenalan mereka dimulai ketika saat Bapak Sera sedang menurunkan bal gulungan kain, tiba-tiba, satu gulungan kain tersebut jatuh dan akan menimpa dirinya. Beginning of their acquaintance began when when Mr. Sera were unloading bales of cloth rolls, all of a sudden, one roll of fabric is falling and will happen to him. Namun dengan gerakan tangannya, Bapak Sera berhasil menagkis bal gulungan kain tersebut, hingga bal gulungan kain tersebut yang beratnya puluhan kilo tersebut mental terkena tangkisannya dan tak sengaja melayang menuju kea rah BahYusa. But with the movement of his hands, Mr. Sera had menagkis bales of cloth rolls, rolls up the cloth bales that weigh tens of kilos of the mental and accidentally hit tangkisannya drift toward toward BahYusa. Namun dengan gerakan kakinya, Bah Yusa menyambut bal gulungan kain tersebut dan menendangnya kearah tempatsemula. But with the movement of his foot, Bah Yusa welcome bales of cloth rolls and kicking towards tempatsemula. Bah Yusa sangat kagum menyaksikan gerakan Bapak Sera yang hanya dengan sedikit saja menggerakan tangan, dapat menyelamatkan diri, karena jika orang lain yang mengalaminya pasti sudah cedera berat. Bah Yusa was amazed to watch the movement of Mr. Sera that only a few moving hand, can save themselves, because if other people who experience it must have been serious injuries. Akhirnya mereka berkenalan dan sepakat untuk tukar pikiran dalam hal ilmu mereka masing-masing. Finally they agreed to meet and exchange ideas in terms of their science.
Bah Yu Sak Liong ahli dalam beladiri menggunakan kaki sesuai dengan negeri asalnya yakni Mongol, sedangkan Bapak Sera ahli dalam menggunakan tangan. Bah Sak Liong Yu-foot martial arts expert in the country of origin in accordance with the Mongols, while Mr. Sera expert in using the hands. Mereka mengadu ilmu kurang lebih tiga hari tiga malam, dengan istirahat untuk mengerjakan shalat. They complain about the science of three days and three nights, with a break for prayer. Tak ada yang unggul dalam adu ilmu tersebut, Bah Yu Sak Liong hangus kakinya, sedangkan Bapak Sera hangus pula tangannya. No one excels in the science contest, Bah Liong Yu Sak scorched his feet, while Mr. Sera also charred hands. Akhirnya mereka sepakat untuk mengabungkan ilmu mereka. Finally they agreed to assemble their knowledge. Sejak saat itu maka bertambahlah ilmu silat Bapak Sera dan Bah Yu Sak Liong. Since then it increaseth martial arts Sera and Mr. Bah Yu Liong Sak. Ilmu mereka kemudian dikenal dengan Aliran Sera, sesuai dengan nama penemunya yaitu Bapak Sera. They were then known to science stream Sera, according to the name of the inventor, Mr. Sera. Bah Yu Sak Liong kemudian kembali ke Mongol dan Bapk Sera meneruskan pengembaraannya. Bah Liong Yu Sak and then back to the Mongols and Bapk Sera continued his odyssey.
Suatu ketika Bapak Sera menyaksikan seorang pedagang kain keliling dari Cina Shantung sedang dikeroyok olehsekelompok penyamun yang bermaksud merampoknya, namun Cina tersebut dengan gesit dan lincah dapat mengalahkan para penyamun tersebut dengan hanya bersenjatakan meteran kainnya sebagai senjata toya. Once when Mr. Sera witnessed an itinerant trader from China's Shantung fabric being beaten olehsekelompok robbers who intend to rob him, but China is a nimble and agile to defeat these bandits, armed with only a cloth tape measure as a weapon of Toya. Permainan toyanya sangat mengagumkan, sampai-sampai bapak sera tidak beranjak dari tempatnya menyaksikan permainannya. Toyanya game was amazing, to the extent that the father of sera did not move from place to watch the game. Namun naas bagi Cina tersebut, ketika sedang bertarung, kakinya dipatuk seekor ular berbisa. But unlucky for China, when it is fighting, pecked his feet a viper. Dia pinsan dan ditolong dan diobati oleh Bapak Sera hingga sembuh. He pinsan and helped and treated by Mr. Sera until cured. Sebagaitanda terima kasih, Cina tersebut meberikan seluruh kain dagangannya kepada Bapak Sera, namun ditolak, meskipun demikian Bapak Sera tidak dapat menyembunyikan keinginannya untuk belajar ilmu toyanya. Sebagaitanda thank you, the Chinese gave the whole fabric wares to Mr. Sera, but was refused, though Mr. Sera could not hide his desire to study science toyanya.
Maka dengan senang hati Cina Shantung tersebut mengajarkan ilmu toyanya kepada Bapak Sera dan dalam waktu singkat telah dapat dapat menguasai ilmu toya tersebut. So happy to China Shantung toyanya teaches science to Mr. Sera and in no time been able to master the science of Toya. Malah sebelum Cina Shantung tersebut kembali ke negeri asalnya, dia berkenan menurunkan seluruh ilmunya kepada Bapak Sera dan mereka berdua mengangkat saudara. Even before China's Shantung returned to his native country, he was pleased to lose all his knowledge to Mr. Sera and together they raised you. Bapak Sera mengembangkan ilmunya sesuai dengan keadaan waktu itu, konon khabarnya beliau bermukim hingga wafat dimakamkan di Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor. Mr. Sera develop their knowledge in accordance with the circumstances at the time, said he lived until his death khabarnya buried in Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor.
Salah seorang murid Bapak Sera yang paling menonjol adalah Bapak Mursyid atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bah Ocid yang berasal dari Kebonmanggis. Sera father of a student is the most prominent was Mr. Murshid or better known as Bah Ocid from Kebonmanggis. Beliau inilah yangmengembangkan Aliran Sera pada abad ke XVIII di daerah Bogor dan sekitarnya. He is yangmengembangkan Sera flow to the XVIII century in Bogor and its surrounding area. Ciri-ciri fisik Bah Ocid, tinggi sekitar 157 cm, rambut panjang sebahu, kuku tangan dan kaki sekitar 7 cm, sehingga kalau berjalan, aka nada bekas kuku kakinya menggores jalan yang dilaluinya. Physical characteristics Ocid Bah, about 157 cm height, shoulder length hair, fingernails and feet about 7 cm, so that when walking, aka the former tone toenails scraping the road in its path. Tak banyak hal ikhwal Bah Ocid, untuk lembih komplitnya kami masih berusaha mencari datanya dari berbagai sumber. Not much to matters Ocid Bah, for the complete lembih we are still trying to find its data from various sources. Konon Bah Ocid ini selain menguasai Silat Sera, juga mempelajari ilmu istijrad. It is said that in addition to mastering this Ocid Bah Silat Sera, also studied istijrad. Kuku tangan dan kakinya dibiarkan panjang karena tak bias dipotong, begitu pula rambutnya, mandi hanya dapat dilakukan setahun sekali yakni pada Bulan Maulud, hal ini disebabkan ilmu istijradnya tersebut yang menyebabkannya. Left hand and foot nails long because there is bias cut, as did her hair, bathe only once a year to do that on the Moon Maulud, this is due to the istijradnya science that caused it. Pantangan ini kalau dilanggar akan menyebabkan badan Bah Ocid menjadi hitam dan gatal-gatal. This prohibition if violated will lead to a black body Ocid Bah and itching. Jika Bah Ocid sedang tidur, tak seorangpun berani membangunkannya, sebab dapat berakibat fatal, karena refleknya yang sudah menyatu, walaupun sedang tidur, Bah Ocid dapat membuat orang yang membangunkannya jatuh tunggang langgang. If Bah Ocid was sleeping, no one dared to wake him up, because it can be fatal, because refleknya already united, even when sleeping, Bah Ocid can make people who wake him fall headlong. Kalau terpaksa orang yang membangunkannya harus memakai galah atau tongkat panjang, itupun bisa patah-patah karena refleknya. If forced to wake people should wear long pole or stick, that too can be broken because refleknya.
Sepengetahuan Bapak Sera bahwa Hj. Sera that the knowledge of Mr. Hj. Cut Suriah tidak pernah mengajarkan ilmu hitam, adapun ilmu-ilmu hitam yang dipunyai oleh Guru-guru Sera adalah hasil pelajaran dari Guru-guru sebelumnya, karena berguru Silat Sera, fisik harus kuat dahulu, seperti Bah Ocid, sebelumnya sudah mempunyai ilmu kebal, kejayaan, Batara Karang dan lain sebagainya. Cut Syria never taught black magic, while the black magic that belongs to the teachers Sera is the result of the lessons of previous teachers, as studied Silat Sera, strong physical need first, such as Ocid Bah, had previously been immune to science, the triumph , Batara Reef and others.
Peristiwa Bapak Sera rupanya juga dialami oleh Bah Ocid, yakni pernah mengadu ilmu dengan seorang Cina seorang pedagang koyo bernama Babah Tong, yang juga mahir ilmu silat. Mr. Sera event apparently shared by Bah Ocid, which had pitted science with a Chinese trader named Babah patch Tong, who is also adept at martial arts. Merekamengadu ilmu di pinggir kali Cipakancilan di Jalan Paledang, di depan Asrama Tentara yang sekarang menjadi Kantor Dinas Pekerjaan Umum Propinsi. Merekamengadu science at the edge of time Cipakancilan Paledang Street, in front of the residence Army is now the Office of the Provincial Public Works Department. Babah Tong mengakui keunggulan Bah Ocid, setelah itu hubungan mereka tetap berjalan baik. Babah Tong recognizes excellence Ocid Bah, after which their relationship is still running well. Babah Tong menganggap Bah Ocid sebagai kakak sperguruannya. Babah Tong regard as a brother sperguruannya Ocid Bah. Kata Pabaton sekarang adalah berasal dari nama beliau, karena tinggal disana. Pabaton now says his name is coming from, because they live there. Bah Ocid banyak mempunyai murid, tetapi jarang yang sampai kepada ajaran terakhirnya yaitu yang disebut Sera Geni, Gerak Rasa Sera, Rasa Diri Sera dan Sera Manjak Pamungkas, yang merupakan filsafat Silat Sera. Bah Ocid many students have, but rarely up to his final Geni is called Sera, Sera Motion Sense, Sense of Self and Sera Sera Manjak Pamungkas, which is the philosophy of Silat Sera. Kebanyakan hanya sampai pada Langkah Opat Lipet, Kombinasi dan Tilu Eusi (Tiga Isi) beserta fungsinya atau istilah Ajaran Sera disebut Rusiah (Rahasia). Most only up to Step Lipet Opat, Combination and tilu Eusi (Fill Three) and their functions or the terms Doctrine Sera called Rusiah (Secret).
Dalam hal ini hanya Bapak H. In this case only Mr. H. Ali Yoenoes Bin Kartadiredja, yang sampai kepada Langkah Pamungkas. Kartadiredja Yoenoes Bin Ali, who comes to Step Pamungkas. Beliau sebelum menjadi murid Silat Sera dari Bah Ocid terlebih dahulu banyak belajar dari guru-guru silat terkenal di seluruh Tanah Jawa, diepkirakan tidak kurang dari 11 (sebelas) orang gurunya. Before he became a student of Silat Sera Bah Ocid first learned of the famous martial arts teachers throughout the land of Java, diepkirakan not less than 11 (eleven) of his teacher. Dengan bermodalkan silat-silat itulah baru dapat berguru kepada Bah Ocid, konon khabarnya, setiap beradu fisik dengan Bah Ocid, kalau tidak berilmu tentulah anggota badan yang terkena benturan akan menjadi hitam legam (tampak hangus). To capitalize a new martial-arts that can be studied to Ocid Bah, said khabarnya, each exchanging blows with Ocid Bah, if not knowledgeable certainly impact the affected limb will be jet black (looks scorched). Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes berasal dari Jombang, Jawa Timur, beliau malang melintang di dunia persilatan sejak abad ke XVII dan XIX, karena beliau panjang umurnya sampai mencapai usia 103 tahun. Ali Yoenoes from Jombang, East Java, he was poor across the world of martial since the XVII and XIX century, because of his age until it reaches a length of 103 years of age. Beliau pernah dicoba oleh para pendekar berbagai daerah, namun Alhamdulillah belum pernah kalah. He had been tried by the warriors variety of areas, but Alhamdulillah have never lost. Dahulu Pemerintah Kolonial Belanda sengaja mengadu domba para pendekar silat. Formerly the Dutch colonial government deliberately pitting the warriors martial arts. Mereka diharuskan bertarung sampai mati, dengan perjanjian tidak ada tuntutan apapun dari pihak keluarga korban, dibawah panggung sudah disediakan keranda mayat. They are required to fight to the death, with no agreement of any demands from the families of the victims, under the stage has been provided coffins, corpses. Belanda sengaja mengadakan hal tersebut dengan maksud agar para pendekar silat tersebut tumpas dengan sendirinya, hingga tidak ada yang ditakuti lagi oleh pihak Belanda. Netherlands accidentally entered it with the intention that the martial arts warriors annihilated by itself, until no longer feared by the Dutch. Acara tersebut diadakan setiap tahun bertempat di dalam Istana Kebun Raya Bogor, dalam memperingati Ulang Tahun Ratu Belanda, Ratu Wilhemina. The event is held each year held at the Istana Bogor Botanical Gardens, in commemorating the Dutch Queen's Birthday, Queen Wilhemina.
Pada awal mulanya Bapak H. In the beginning Mr. H. Ali Yoenoes tidak menyadari siasat licik dari pihak Belanda tersebut, maka pada setiap bertanding beliau pasti membunuh lawannya, tak kurang, 19 orang mati ditangannya. Ali Yoenoes unaware of the devious tactics of the Dutch, then in every match he would kill his opponent, no less, 19 people die in his hands. Tetapi akhirnya beliau menyadari akan hal ini, maka setiap kali bertarung, beliau tidak sampai membunuh lawannya yang kalah, namun cukup hanya dilukai saja dan kemudian menyuruh lawannya tersebut untuk melarikan diri. But eventually he realized this, then every time you fight, not to kill his opponent he defeated, but enough to hurt it and then asked his opponent to escape. Tindakan ini lama kelamaan tercium juga oleh pihak Belanda dan akhirnya Bapak H. This action also wafted over time by the Dutch and finally Mr. H. Ali Yoenoes untuk selanjutnya tidak diperkenankan ikut pertandingan lagi, malahan beliau ditahan selamapertandingan berlangsung. Ali Yoenoes henceforth not be allowed to play the game again, instead he was detained last selamapertandingan. Para pendekar yang beliau selamatkan pada pertandingan tersebut, setiap Hari Idhul Fitri dan Bulan Maulud selalu berkumpul dan bersilaturahmi di rumah Bapak H. The warrior that he saved the match, every day and the Moon Maulud Idhul Fitri always get together and stay in touch at home Mr. H. Ali Yoenoes di Gang Selot Paledang, sebagai rasa syukur dan tanda terima kasih telah diselamatkan nyawanya. Ali Yoenoes in Gang Paledang latch, as a sign of gratitude and thanks have saved his life. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes belajar silat pada Bah Ocid sekitar 9 tahun dan beliau melatih selama 21 tahun. Ali Yoenoes Bah Ocid learn martial arts at about 9 years and he trained for 21 years.
Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes menunaikan ibadah haji pada tahun 1969. Ali Yoenoes perform the pilgrimage in 1969. Salah seorang putra beliau yang turut mengembangkan Silat Sera adalah Bapak Abdulrachman, atau lebih dikenal dengan sebutan Pak Komang dan di dunia persilatan dijuluki Si Girimis, karena kecepatan tangan beliau yang kalau mencecar lawan seperti hujan gerimis, putra lainnya adalah H. One of his sons who helped develop the Silat Sera were Mr. Rachman, or better known as Pak Komang martial world and nicknamed The Girimis, because the speed of his hands which if drilled opponents like drizzling rain, the other son is H. Rachmat atau lebih dikenal dengan nama Pak Memet. Rachmat or better known as Pak Memet. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes bin Kartadiredja meninggal pada tahun 1971 dalam usia 103 tahun, yang kemudian disusul oleh putranya yakni Bapak Abdulrachman pada tahun 1983 dalam usia 64 tahun. Kartadiredja Yoenoes bin Ali died in 1971 at the age of 103 years, which was followed by his son that Mr Rachman in 1983 at the age of 64 years.
Salah satu murid yang dilatih oleh Bapak H. One of the students who were trained by Mr. H. Ali Yoenoes dan Pak Komang adalah Bapak H. Yoenoes Ali and Mr. Komal is Mr. H. Cucu Sutarya, SH Bin Tubagus Baban Sidik Ismaya. Sutarya grandchildren, SH Bin Tubagus Sidik Ismaya Baban. Beliau mulai berlatih pada Bapak H. He started practicing on Mr. H. Ali Yoenoes sejak tahun 1957 hingga tahun 1968 dan mengembangkannya hingga sekarang. Ali Yoenoes since 1957 until 1968 and developed it until now. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun 1998, sekitar bulan Maret-April (Tahun 1418 Hijriah). Sutarya grandchildren, SH pilgrimage to the Hajj season of 1998, around the month of March-April (Year 1418 Hijri). Beliau pernah pula menimba ilmu dari berbagai sumber lain seperti karate (Dan II Internasional) yudo, tinju (pernah juara tinju kelas bantam pada PON di Surabaya), kuntau, yuyitszu, dan silat dari perguruan lain seperti Aliran Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. He had also gain knowledge from other sources such as karate (And II International) judo, boxing (bantamweight boxing champion ever at the PON in Surabaya), Kuntau, yuyitszu, and the arts from other universities such as flow Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. Hal ini dilakukan atas anjuran dari Bapak H. This is done at the instigation of Mr. H. Ali Yoenoes sebagai bahan pembanding dan sebagai ilmu tambahan saja, tetapi loyalitas tetaplah terpusat pada Silat Sera yang kemudian beliau kembangkan menjadi Perguruan Pencak Silat PANCASSERA (Lima Silat Sera, yaitu Sera Banyu, Sera Ringkus, Sera Bayu, Sera Putih dan Sera Geni). Ali Yoenoes as a benchmark and as an additional science course, but loyalty is still centered on Silat Sera which he later developed into university Pencak Silat PANCASSERA (Five Silat Sera, Sera is Banyu, Ringkus Sera, Sera Bayu, White and Sera Sera Geni). Khusus untuk para Pelatih diajarkan Gerak Rasa dan Rasa Diri sebagai Langkah (Jurus Panjang) terakhir dari Aliran Silat Sera. Especially for the coach taught Motion Sense and Sense of Self as a step (stance length) Last of the flow of Silat Sera. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH mendapat kepercayaan langsung dari Bapak H. Sutarya grandchildren, SH won the trust directly from Mr. H. Ali Yoenoes untuk meneruskan perguruan. Ali Yoenoes to continue college. Beliau resmi mulai melatih sejak tahun 1968 di Bandung dan di Garut, kemudian di Bogor sampai sekarang. He officially began training in 1968 at Bandung and in Garut, then in Bogor up to now. Hanya kepada beliaulah Bapak H. He was the only to Mr. H. Ali Yoenoes menurunkan seluruh ilmunya hingga tuntas untuk dikembangkan dan diteruskan. Ali Yoenoes lose all his knowledge to its conclusion to be developed and forwarded. Dengan demikian pewaris dan penerus satu-satunya adalah Bapak H. Thus the heirs and successors only is Mr. H. Cucu Sutarya, SH. Sutarya grandchildren, SH.

Guru-guru lain dari Bapak H. Other teachers from Mr. H. Cucu Sutarya, SH adalah : Sutarya grandchildren, SH is:
1. A. H. H. Adra'I Cianjur Selatan (Pengurutan dan Patah Tulang) Adra'I South Cianjur (Ordering and Broken Bones)
2. 2. Kyai H. Kyai H. Baing Bakri Pasarean Cianjur (Cikalong) Bakri Baing Pasarean Cianjur (Cikalong)
3. 3. Bah Rumanta Garut (Syahbandar) Bah Rumanta Main Page (Syahbandar)
4. 4. Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan) Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan)
5. 5. Bah Maun Dreded Bondongan (Sera Pamacan) Bah Maun Dreded swarms (Sera Pamacan)
6. 6. Bah Enuh Tarogong Garut (Ajrak) Bah Enuh Tarogong Main Page (Ajrak)
7. 7. Liem Sen Thong Bogor (Kuntau dan Akunktur) Liem Mon Thong Bogor (Kuntau and Akunktur)
8. 8. Meneer Ong Bogor (Yudo dan Yuyitszu) Ong Meneer Bogor (Judo and Yuyitszu)
9. 9. Mr. Mr. Matsunaga Osaka Jepang (Karate) Matsunaga Osaka Japan (Karate)
10. 10. Endang Ukaedi Bogor (Tinju) Endang Ukaedi Bogor (Boxing)

Perguruan Silat Pancassera menjadi anggota IPSI pada tahun 1976. Silat college Pancassera a member IPSI in 1976. Sampai saat ini perguruan telah banyak berkembang, bahkan sampai keluar Pulau Jawa yakni di Kalimantan dan Maros, Sulawesi Selatan. Until recently many universities have grown, even to exit the island of Borneo and Java, which is in Maros, South Sulawesi. Di Jawa sendiri Silat Sera tersebar luas, mulai dari Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta dan di mancanegara di Amerika Serikat, Norwegia dan khusus di Belanda ada murid Bapak H. In Java alone Silat Sera is widespread, ranging from Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta and abroad in the United States, Norway and the Netherlands there are students in Mr. H. Ali Yoenoes yaitu Keluarga Van de Vries. Ali Yoenoes the Family Van de Vries.
Pada perguruan Silat Pancassera khusus diajarkan : On special education Pancassera Silat taught:
• Ilmu beladiri Sera tangan kosong • Martial Arts Sera bare hands
• Ilmu beladiri senjata : golok tunggal, golok ganda, gobang (sejenis pedang), gada, toya panjang, toya pendek, ruyung pendek, ruyung panjang, toya pendek, toya panjang, trisula, tongkat rantai dua, rantai tiga (double stick, triple stick), pisau terbang, cambuk, cemeti, clurit dan kombinasi senjata-senjata tersebut) • Martial Arts weapons: a single dagger, double dagger, gobang (a type of sword), mace, long toya, toya short, short ruyung, ruyung long, short toya, toya long, trident, sticks two chains, three chains (stick double, triple stick), flying knives, whips, whip, sickles and a combination of these weapons)
• Pengurutan keseleo, patah tulang. • Ordering sprains, broken bones.
• Tusuk jari, tusuk jarum (akupunktur. • Plugs finger, acupuncture (akupunktur.
• Peramuan obat-obatan tradisional. • Peramuan traditional medicines.
• Seni pernapasan. • Art of breathing.

Kami menghimbau kepada para pengembang Aliran Silat Sera untuk dapat bersilaturahmi dengan Perguruan-perguruan Silat Sera lainnya dimana saja berada, apapun nama perguruannya dengan Perguruan Pencak Silat PANCASSERA yang sumbernya sama. We urge the developers to stream Silat Sera can stay in touch with the university-college Silat Sera others wherever they are, whatever the name of the university Pencak Silat perguruannya PANCASSERA the same source. Dimana khas Silat Sera yaitu jurus-jurusnya banyak dikenal dengan jurus dari huruf Arab dan Cina, seperti : Alif, Ba, Lam Alif (dari huruf Arab), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, dari Bahasa Cina) dan lain sebagainya. Where the typical Silat Sera-jurusnya stance known by the Arabic alphabet and the stance of China, such as: Alif, Ba, Alif Lam (from Arabic), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, from Chinese) and so forth.
Demikian Sejarah singkat Aliran Silat Sera yang kini bernama PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA, wallahu alam (Hanya Allah Yang Maha Tahu), akan segala kejelasan serta kebenarannya. Similarly, a brief history of Silat Sera stream now called EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA, natural wallahu (Only Allah Almighty knows best), going all the clarity and truth.

SUSUNAN PENGURUS MANAGEMENT STRUCTURE
PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA

PEMBINA/PELATIH UTAMA : H. Patrons / COACH HIGHLIGHTS: H. CUCU SUTARYA, SH SUTARYA grandchildren, SH
PELINDUNG : Mayor Jenderal (Purn) H. PROTECTIVE: Major General (Ret.) H. AMIR TOHAR AMIR TOHAR
KETUA UMUM : H. GENERAL CHAIRMAN: H. SUPARNI Suparni
SEKRETARIS JENDERAL : R. SECRETARY GENERAL: R. SOEPRAPTO DJOJOPOESPITO Soeprapto Djojopoespito
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL : MUHAMMAD SIDIK DEPUTY SECRETARY GENERAL: MUHAMMAD SIDIK
BENDAHARA I : H. Treasurer I: H. SUPARDI Supardi
BENDAHARA II : EENG SUHERMAN Treasurer II: EENG Suherman
KEPALA BIDANG ADMINISTRASI : Drs. HEAD OF ADMINISTRATION: Drs. MACHMUD DJAKSAN Machmud DJAKSAN
KEPALA BIDANG TEKHNIK : Drs. HEAD OF Engineering: Drs. ADEH DJAJADI ADEH Djajadi

Ditetapkan pada tanggal 27 Nopember 2005, bertempat di Gedung Pertemuan Balai Besar Industri Agro, Jalan Ir. Enacted on November 27, 2005, located in Building Conference Center of Agro, Jalan Ir. H. H. Juanda Bogor. Juanda Bogor.

Ditulis kembali oleh : Rewritten by:
Muhammad Sidik, Sabuk Hitam Tingkat II, Cabang Gas Alam Cimanggis Depok. Muhammad Sidik, Black Belt Level II, Natural Gas Branch Cimanggis Depok.
Komplek Departemen Penerangan/Harapan Baru Taman Bunga Blok G.08 RT.004 RW.010 Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kotamadya Depok 16954 Complex of the Ministry of Information / New Hope Flower Garden Block G.08 RT.004 RW.010 Harjamukti Village, District Cimanggis, Depok Municipality 16 954

sumber: facebook bang Santanu Muliawidi source: facebook bang Santanu Muliawidi




Tags: , , Tags: , ,


Artikel Sejarah Singkat Aliran Silat Sera yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of the article A Brief History of Silat Sera that 'might' be linked at other sites:

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia ... A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia ... Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik ... Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/ Sources: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/

    prajuritpenjagatiangutaraclub.blogspot.com prajuritpenjagatiangutaraclub.blogspot.com

    ... ... margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; ">Sejarah Singkat Aliran Silat Sera ... margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "> A Brief History of Flow Silat Sera. ..
    Sumber: http://prajuritpenjagatiangutaraclub.blogspot.com/feeds/posts/default?orderby=updated Sources: http://prajuritpenjagatiangutaraclub.blogspot.com/feeds/posts/default?orderby=updated

    Silat Indonesia » ‹jakarta timur› Silat Indonesia »<jakarta timur>

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera March 1st, 2010 ... A Brief History of Flow Silat Sera March 1st, 2010 ... Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera.
    Sumber: http://silatindonesia.com/page/2/?s=jakarta+timur Sources: http://silatindonesia.com/page/2/?s=jakarta+timur

    Prajurit Penjaga Tiang Utara Club: Perguruan Pencak Silat Naga Mas Soldiers guard the North Pole Club: University Pencak Silat Naga Mas

    Perguruan silat yang merupakan salah satu silat aliran Palembang asli ... Arts college that is one of the original Kilkenny arts stream ... Sejarah Singkat Aliran Silat Sera; PORSIGAL; MAKNA LAMBANG PORSIGAL; Ichibi si ekor 1 A Brief History of Flow Silat Sera; PORSIGAL; SYMBOL MEANING PORSIGAL; Ichibi the tail 1

    Silatcimande's Blog | Just another WordPress.com site Silatcimande's Blog | Just another WordPress.com site

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera (Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) Sumber : H. A Brief History of Silat Sera Flow (Developing a College Pencak Silat Pancassera) Source: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / President of Trustees).
    Sumber: http://silatcimande.wordpress.com/ Sources: http://silatcimande.wordpress.com/


- Powered by BING [2012-03-09 01:25] - Powered by BING [2012-03-09 01:25]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera. A Brief History of Flow Silat Sera.

[ in English ] [ in English ]

Mar 1st, 2010 | By | Category: Aliran Silat Visited 1873 times, 5 today [ in English ] March 1st, 2010 | By | Category: Flow Silat Visited 1873 times, 5 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera. Seperti pula telah dipublikasikan dalam Forum sahabatsilat.com As well as been published in the Forum sahabatsilat.com

Bismillahirrahmanirrahim "Bismillahirrahmanirrahim"

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera A Brief History of Flow Silat Sera
(Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) (Developing a College Pencak Silat Pancassera)
Sumber : H. Sources: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / President of Trustees).
Bermula dari kabilah-kabilah Gujarat Persia yang pada abad ke XVI dating ke daerah aceh, selain berniaga mereka juga membawa dan menyebarkan agama serta kebudayaan Islam. Starting from the tribes in Gujarat Persian dating to the sixteenth century Aceh region, in addition to trade they also carry and spread the Islamic religion and culture. Pada abad ini agama Islam mulai masuk ke tanah Aceh. In this century the religion of Islam began to enter the land of Aceh. Saudagar-saudagar tersebut mendapat pengetahuan agama dan kebudayaan dari Syekh Sayyidina Ali ra Beliau adalah sahabat dan sekaligus menantu Rasulullah Muhammad SAW. Merchants will then have the knowledge of religion and culture of Sayyidina Shaykh Ali ra He was a friend and once-law of Prophet Muhammad SAW. Beliau dikenal sebagai seorang ahli dalam strategi perang, terampil dalam mengolah raga, terutama dalam permainan pedangnya yang selalu membuat ciut nyali lawan-lawannya, terutama musuh Islam pada saat itu. He is known as an expert in war strategy, skilled in processing bodies, especially the sword in the game that always makes his opponents were afraid, especially the enemies of Islam at that time. Tak heran jika kemudian beliau dijuluki dengan julukan Syaifullah ( Si Pedang Allah). No wonder then if he was dubbed with the nickname Syaifullah (The Sword of Allah).
Saudagar-saudagar inilah yang membawa pengetahuan agama dan kebudayaan itu hingga sampai ke tanah Aceh. These merchants who carry the knowledge of religion and culture to get to the ground in Aceh. Hubungan mereka dengan penduduk asli terjalin dengan baik, terbukti kemudian dengan munculnya seorang tokoh sufi setempat yang dikenal dengan sebutan Nyai Panjate. Their relations with the natives are good, as evidenced later by the emergence of a local Sufi saint known as Nyai Panjate. Nama asli Nyai Panjate adalah Hajja Cut Suriah binti Teuku Syamannur. The original name is Hajja Cut Nyai Panjate bint Teuku Syamannur Syria. Suaminya bernama H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Her husband called H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Kedua suami istri tersebut mempelajari ilmu agama dan kebudayaan (ilmu silat) dari Kabilah Gujarat Persia. Both husband and wife are studying the science of religion and culture (martial arts) from Gujarat Persian tribes. Salah seorang guru mereka adalah murid dari keturunan murid Syekh Sayyidina Ali ra (Wallahu alam). One of them was a student teacher from the descendants of Sayyidina Ali ra students Sheikh (Wallahu nature).
Ketika tentara colonial Belanda (VOC) masuk ke tanah Aceh pada tahun 1752 M, kedua suami istri tersebut bekerjasama dengan para pendekar silat lainnya mengadakan perlawanan bersama rakyat untuk mengusir tentara belanda dari bumi Aceh. When the Dutch colonial army (VOC) into the ground in Aceh in 1752 AD, both husband and wife are working together with other martial arts warriors held a joint resistance of the people to expel the Dutch troops from Aceh's earth. Pada mulanya mereka berhasil memukul mundur pasukan Belanda, namun dengan siasat licik dengan cara mengadu domba diantara rakyat Aceh, maka tentara Belanda dapat mengetahui kelemahan suami Cut Suriah tersebut. At first they succeeded in repelling the Dutch troops, but with a cunning ploy by pitting among the people of Aceh, the Dutch troops can know the weaknesses of her husband Cut Syria. Akhirnya pada saat yang naas bagi Teuku Kaharuddin Solehuddin, Belanda dapat menembak roboh beliau dengan peluru emas, maka gugurlah beliau sebagai seorang syuhada. Finally, at the ill-fated for Teuku Kaharuddin Solehuddin, the Netherlands can shoot, he collapsed with a gold bullet, then gugurlah him as a martyr.
Setelah suaminya gugur, Hj. After her husband died, Hj. Cut Suriah hijrah ke dalam hutan + 35 km ke pedalaman daerah Bireun. Syria's move to cut the woods + 35 km inland areas Bireun. Beliau mengasingkan diri sebagai seorang sufi. He exiled himself as a Sufi. Pada waktu sedang hamil muda + 2 bulan. At the time of a young pregnant + 2 months. Dalam kehidupan sebagai seorang sufi kebutuhan hidup beliau bergantung kepada alam di sekitarnya. In life as a Sufi needs depend on the nature of his life around. Sesekali beliau berburu dengan alat sedanya, beliau sering menolong orang-orang yang sedang mencari kayu atau hasil hutan lainnya, yang sering digangggu binatang buas seperti harimau, ular, buaya dan lain sebagainya. Occasionally he was hunting with tools sedanya, he often helped people who are looking for wood or other forest products, which often digangggu wild animals such as tigers, snakes, crocodiles and others. Sudah sering beliau menyelamatkan orang-orang yang diganggu binatang buas, kemudian lenyap tanpa meningggalkan jejak. He had often saved the people who bothered to wild animals, then vanished without a trace abandon. Dari mulut ke mulut orang-orang yang pernah ditolongnya mengatakan bahwa adanya wanita berkerudung rapi dengan ilmu silatnya yang tinggi sanggup melumpuhkan binatang buas yang menyerang para pencari hasil hutan, hanya dengan beberapa gerakan saja. Word of mouth of people who had ditolongnya said that the neatly veiled women with high silatnya science can paralyze the beast that attacked seekers forest, alone with just a few movements. Yang karena keahliannya yang sangat mengagumkan sehingga terkenal sebagai seorang wanita berkerudung yang misterius sering menolong tanpa pamrih, kemudian pergi tanpa diketahui identitasnya. That because of his skills are amazing, so well known as a mysterious veiled women often help with no strings attached, then go without to be identified. Sifat pendekarnya membuat dicari orang untuk berguru, tetapi karena yang masih buas sehingga banyak yang menjadi korban sebelum sampai ke tujuan. Pendekarnya nature makes people look to sit, but because that is still wild, so many victims before reaching the destination.
Sekitar abad ke XVII, datanglah seorang laki-laki bernama Bapak Sera, beliau adalah seorang yang gemar sekali bertualang. Around the seventeenth century, there came a man named Mr. Sera, he was an avid adventure. Dalam petualangannyabeliau banyak sekali menimba ilmu agama dan silat dari berbagai daerah, disamping berniaga sebagai mata pencariannya. In petualangannyabeliau lot of studying religion and the arts from different regions, in addition to trade as a trade. Beliau selalu merasa bahwa ilmunya masih saja kurang. He always felt that their knowledge is still lacking. Ketika beliau sedang berada di daerah Riau, beliau mendengar berita yang tersiar akan keperkasaan wanita meisterius itu yang membuat Bapak Sera bertekad untuk mencarinya ke tanah Aceh. When he was in the Riau area, he heard the news will spread meisterius woman's courage that makes Mr. Sera were determined to look to the ground in Aceh. Untuk mencapai tujuannya, tentu saja harus melalui perjuangan yang amat berat, harus bertarung dengan harimau, ular, babi hutan, begitu juga harus berhadapan dengan buaya setiap menyeberangi sungai. To achieve the goal, of course, must go through a very hard struggle, had to fight with tigers, snakes, wild boar, so also have to deal with any alligator cross the river. Jarak yang hanya sekitar 30 km itu harus dicapai selama 3 bulan. The distance is only about 30 km must be achieved for 3 months. Seandainya tidak berbekal ilmu silat, mustahil dapat mencapai tujuan. If not armed with martial arts, it is impossible to achieve the goal.
Rupanya segala sepak terjang Bapak Sera sudah diketahui oleh Ibu Hj. Apparently all lunge Mr. Sera had known Mrs. Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Ketika Bapak Sera sedang tertidur lelap terdengar suara takbir adzan dari Hj. When Mr. Sera were sound asleep Takbir prayer of Hj. Cut Suriah yang dikeraskan, tanda waktu shalat Shubuh telah tiba. Syria cut a hardened, mark Shubuh prayer time has come. Dari atas pohon besar Bapak Sera melihat seorang berkerudung kuning dengan menggendong anak dipunggungnya turun, untuk melaksanakan Shalat Shubuh. From the top of the tree Mr. Sera saw a hooded yellow with carrying a child on his back down, to perform the morning prayer. Kemudian Bapak Sera pun turun daripohon dan mengucap salam, dibalas salamnya. Then Mr. Sera were down daripohon and say hello, returned his greeting. Kemudian mereka melakukan shalat dengan berjamaah. Then they prayed with the congregation. Sebagai seorang pendekar dan ahli sufi, semua sepak terjang dan tujuan dari Bapak Sera sudah diketahui oleh Hj. As an expert swordsman and Sufi, all lunge and objectives of Mr. Sera already known by Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Sekitar tiga bulan Bapak Sera melayani Hj. About three months Mr. Sera serve Hj. Cut Suriah, barulah dengan perjuangan yang ulet mulailah diajarkan ilmu silat oleh Hj. Cut Syria, then start with a tenacious struggle of the martial arts taught by Hj. Cut Suriah pada siang hari dan ilmu agama pada malam harinya. Cut Syria during the day and the science of religion in the evening. Setelah sekitar satu setengah tahun Bapak Sera berlatih, datanglah seorang pemuda yang terdampar, konon khabarnya dari tanah Sulawesi, bernama Lago dan menjadi adik seperguruan dari Bapak Sera. After about one and a half years of Mr. Sera practice, there came a young man who washed up, supposedly khabarnya of Sulawesi ground, and a younger brother named Lago seperguruan of Mr. Sera.
Kurang lebih 6 tahun berguru kepada Hj. About 6 years apprenticed to Hj. Cut Suriah, Bapak Sera baru mengetahui nama asli gurunya tersebut. Cut Syria, Mr. Sera new teachers know the real names. Nyai Panjate adalah julukan yang diberikan Bapak Sera, karena setiap menyusui anak perempuannya dengan terbungkus rapi selalu dikebelakangkan. Nyai Panjate is the nickname given Mr. Sera, because every feeding her daughter with dikebelakangkan always wrapped. Hj. Hj. Cut Suriah bersumpah bahwa putrinya itu tidak akan pernah dilatihilmu silat. Cut Syria vowed that her daughter would never dilatihilmu silat. Atasm anjuran Sang Guru, Bapak Sera dan Bapak Lagoa dianjurkan untuk kembali pulang ke tanah asalnya karena ilmu yang didapat telah dinilai cukup. Atasm the recommendation of the Master, Mr. Sera and Mr. Lagoa encouraged to return home to his native land because of the knowledge gained has been adequately assessed. Mereka kembali ke tanah Jawa, Bapak Sera ke Bogor dan Bapak Sera ke Tanjung Priuk, tepatnya daerah Lagoa sekarang, daerah itupun berasal dari nama beliau karena wafat dan dimakamkan disana. They returned to the land of Java, Mr. and Mr. Sera Sera to Bogor to Tanjung Priok, precisely now Lagoa region, the region rose from his name because of his death and was buried there.
Dalam pengembaraannya, Bapak Sera bertemu dengan dengan seorang pedagang kain dari Mongol yang bernama Yu Sak Liong, yang kemudian menjadi majikan Bapak Sera dalam berniaga. In his wanderings, Mr. Sera met with a cloth merchant of Sak Mongol named Yu Liong, who later became Mr. Sera employer in the trade. Bah Yu Sak Liong adalah seorang Muslim yang lebih dikenal dengan nama Bah Yusa. Bah Liong Yu Sak is a Muslim who is better known as Bah Yusa. Mereka berniaga berkeliling sampai ke tanah Aceh. They trade around the ground in Aceh. Awal perkenalan mereka dimulai ketika saat Bapak Sera sedang menurunkan bal gulungan kain, tiba-tiba, satu gulungan kain tersebut jatuh dan akan menimpa dirinya. Beginning of their acquaintance began when when Mr. Sera were unloading bales of cloth rolls, all of a sudden, one roll of fabric is falling and will happen to him. Namun dengan gerakan tangannya, Bapak Sera berhasil menagkis bal gulungan kain tersebut, hingga bal gulungan kain tersebut yang beratnya puluhan kilo tersebut mental terkena tangkisannya dan tak sengaja melayang menuju kea rah BahYusa. But with the movement of his hands, Mr. Sera had menagkis bales of cloth rolls, rolls up the cloth bales that weigh tens of kilos of the mental and accidentally hit tangkisannya drift toward toward BahYusa. Namun dengan gerakan kakinya, Bah Yusa menyambut bal gulungan kain tersebut dan menendangnya kearah tempatsemula. But with the movement of his foot, Bah Yusa welcome bales of cloth rolls and kicking towards tempatsemula. Bah Yusa sangat kagum menyaksikan gerakan Bapak Sera yang hanya dengan sedikit saja menggerakan tangan, dapat menyelamatkan diri, karena jika orang lain yang mengalaminya pasti sudah cedera berat. Bah Yusa was amazed to watch the movement of Mr. Sera that only a few moving hand, can save themselves, because if other people who experience it must have been serious injuries. Akhirnya mereka berkenalan dan sepakat untuk tukar pikiran dalam hal ilmu mereka masing-masing. Finally they agreed to meet and exchange ideas in terms of their science.
Bah Yu Sak Liong ahli dalam beladiri menggunakan kaki sesuai dengan negeri asalnya yakni Mongol, sedangkan Bapak Sera ahli dalam menggunakan tangan. Bah Sak Liong Yu-foot martial arts expert in the country of origin in accordance with the Mongols, while Mr. Sera expert in using the hands. Mereka mengadu ilmu kurang lebih tiga hari tiga malam, dengan istirahat untuk mengerjakan shalat. They complain about the science of three days and three nights, with a break for prayer. Tak ada yang unggul dalam adu ilmu tersebut, Bah Yu Sak Liong hangus kakinya, sedangkan Bapak Sera hangus pula tangannya. No one excels in the science contest, Bah Liong Yu Sak scorched his feet, while Mr. Sera also charred hands. Akhirnya mereka sepakat untuk mengabungkan ilmu mereka. Finally they agreed to assemble their knowledge. Sejak saat itu maka bertambahlah ilmu silat Bapak Sera dan Bah Yu Sak Liong. Since then it increaseth martial arts Sera and Mr. Bah Yu Liong Sak. Ilmu mereka kemudian dikenal dengan Aliran Sera, sesuai dengan nama penemunya yaitu Bapak Sera. They were then known to science stream Sera, according to the name of the inventor, Mr. Sera. Bah Yu Sak Liong kemudian kembali ke Mongol dan Bapk Sera meneruskan pengembaraannya. Bah Liong Yu Sak and then back to the Mongols and Bapk Sera continued his odyssey.
Suatu ketika Bapak Sera menyaksikan seorang pedagang kain keliling dari Cina Shantung sedang dikeroyok olehsekelompok penyamun yang bermaksud merampoknya, namun Cina tersebut dengan gesit dan lincah dapat mengalahkan para penyamun tersebut dengan hanya bersenjatakan meteran kainnya sebagai senjata toya. Once when Mr. Sera witnessed an itinerant trader from China's Shantung fabric being beaten olehsekelompok robbers who intend to rob him, but China is a nimble and agile to defeat these bandits, armed with only a cloth tape measure as a weapon of Toya. Permainan toyanya sangat mengagumkan, sampai-sampai bapak sera tidak beranjak dari tempatnya menyaksikan permainannya. Toyanya game was amazing, to the extent that the father of sera did not move from place to watch the game. Namun naas bagi Cina tersebut, ketika sedang bertarung, kakinya dipatuk seekor ular berbisa. But unlucky for China, when it is fighting, pecked his feet a viper. Dia pinsan dan ditolong dan diobati oleh Bapak Sera hingga sembuh. He pinsan and helped and treated by Mr. Sera until cured. Sebagaitanda terima kasih, Cina tersebut meberikan seluruh kain dagangannya kepada Bapak Sera, namun ditolak, meskipun demikian Bapak Sera tidak dapat menyembunyikan keinginannya untuk belajar ilmu toyanya. Sebagaitanda thank you, the Chinese gave the whole fabric wares to Mr. Sera, but was refused, though Mr. Sera could not hide his desire to study science toyanya.
Maka dengan senang hati Cina Shantung tersebut mengajarkan ilmu toyanya kepada Bapak Sera dan dalam waktu singkat telah dapat dapat menguasai ilmu toya tersebut. So happy to China Shantung toyanya teaches science to Mr. Sera and in no time been able to master the science of Toya. Malah sebelum Cina Shantung tersebut kembali ke negeri asalnya, dia berkenan menurunkan seluruh ilmunya kepada Bapak Sera dan mereka berdua mengangkat saudara. Even before China's Shantung returned to his native country, he was pleased to lose all his knowledge to Mr. Sera and together they raised you. Bapak Sera mengembangkan ilmunya sesuai dengan keadaan waktu itu, konon khabarnya beliau bermukim hingga wafat dimakamkan di Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor. Mr. Sera develop their knowledge in accordance with the circumstances at the time, said he lived until his death khabarnya buried in Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor.
Salah seorang murid Bapak Sera yang paling menonjol adalah Bapak Mursyid atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bah Ocid yang berasal dari Kebonmanggis. Sera father of a student is the most prominent was Mr. Murshid or better known as Bah Ocid from Kebonmanggis. Beliau inilah yangmengembangkan Aliran Sera pada abad ke XVIII di daerah Bogor dan sekitarnya. He is yangmengembangkan Sera flow to the XVIII century in Bogor and its surrounding area. Ciri-ciri fisik Bah Ocid, tinggi sekitar 157 cm, rambut panjang sebahu, kuku tangan dan kaki sekitar 7 cm, sehingga kalau berjalan, aka nada bekas kuku kakinya menggores jalan yang dilaluinya. Physical characteristics Ocid Bah, about 157 cm height, shoulder length hair, fingernails and feet about 7 cm, so that when walking, aka the former tone toenails scraping the road in its path. Tak banyak hal ikhwal Bah Ocid, untuk lembih komplitnya kami masih berusaha mencari datanya dari berbagai sumber. Not much to matters Ocid Bah, for the complete lembih we are still trying to find its data from various sources. Konon Bah Ocid ini selain menguasai Silat Sera, juga mempelajari ilmu istijrad. It is said that in addition to mastering this Ocid Bah Silat Sera, also studied istijrad. Kuku tangan dan kakinya dibiarkan panjang karena tak bias dipotong, begitu pula rambutnya, mandi hanya dapat dilakukan setahun sekali yakni pada Bulan Maulud, hal ini disebabkan ilmu istijradnya tersebut yang menyebabkannya. Left hand and foot nails long because there is bias cut, as did her hair, bathe only once a year to do that on the Moon Maulud, this is due to the istijradnya science that caused it. Pantangan ini kalau dilanggar akan menyebabkan badan Bah Ocid menjadi hitam dan gatal-gatal. This prohibition if violated will lead to a black body Ocid Bah and itching. Jika Bah Ocid sedang tidur, tak seorangpun berani membangunkannya, sebab dapat berakibat fatal, karena refleknya yang sudah menyatu, walaupun sedang tidur, Bah Ocid dapat membuat orang yang membangunkannya jatuh tunggang langgang. If Bah Ocid was sleeping, no one dared to wake him up, because it can be fatal, because refleknya already united, even when sleeping, Bah Ocid can make people who wake him fall headlong. Kalau terpaksa orang yang membangunkannya harus memakai galah atau tongkat panjang, itupun bisa patah-patah karena refleknya. If forced to wake people should wear long pole or stick, that too can be broken because refleknya.
Sepengetahuan Bapak Sera bahwa Hj. Sera that the knowledge of Mr. Hj. Cut Suriah tidak pernah mengajarkan ilmu hitam, adapun ilmu-ilmu hitam yang dipunyai oleh Guru-guru Sera adalah hasil pelajaran dari Guru-guru sebelumnya, karena berguru Silat Sera, fisik harus kuat dahulu, seperti Bah Ocid, sebelumnya sudah mempunyai ilmu kebal, kejayaan, Batara Karang dan lain sebagainya. Cut Syria never taught black magic, while the black magic that belongs to the teachers Sera is the result of the lessons of previous teachers, as studied Silat Sera, strong physical need first, such as Ocid Bah, had previously been immune to science, the triumph , Batara Reef and others.
Peristiwa Bapak Sera rupanya juga dialami oleh Bah Ocid, yakni pernah mengadu ilmu dengan seorang Cina seorang pedagang koyo bernama Babah Tong, yang juga mahir ilmu silat. Mr. Sera event apparently shared by Bah Ocid, which had pitted science with a Chinese trader named Babah patch Tong, who is also adept at martial arts. Merekamengadu ilmu di pinggir kali Cipakancilan di Jalan Paledang, di depan Asrama Tentara yang sekarang menjadi Kantor Dinas Pekerjaan Umum Propinsi. Merekamengadu science at the edge of time Cipakancilan Paledang Street, in front of the residence Army is now the Office of the Provincial Public Works Department. Babah Tong mengakui keunggulan Bah Ocid, setelah itu hubungan mereka tetap berjalan baik. Babah Tong recognizes excellence Ocid Bah, after which their relationship is still running well. Babah Tong menganggap Bah Ocid sebagai kakak sperguruannya. Babah Tong regard as a brother sperguruannya Ocid Bah. Kata Pabaton sekarang adalah berasal dari nama beliau, karena tinggal disana. Pabaton now says his name is coming from, because they live there. Bah Ocid banyak mempunyai murid, tetapi jarang yang sampai kepada ajaran terakhirnya yaitu yang disebut Sera Geni, Gerak Rasa Sera, Rasa Diri Sera dan Sera Manjak Pamungkas, yang merupakan filsafat Silat Sera. Bah Ocid many students have, but rarely up to his final Geni is called Sera, Sera Motion Sense, Sense of Self and Sera Sera Manjak Pamungkas, which is the philosophy of Silat Sera. Kebanyakan hanya sampai pada Langkah Opat Lipet, Kombinasi dan Tilu Eusi (Tiga Isi) beserta fungsinya atau istilah Ajaran Sera disebut Rusiah (Rahasia). Most only up to Step Lipet Opat, Combination and tilu Eusi (Fill Three) and their functions or the terms Doctrine Sera called Rusiah (Secret).
Dalam hal ini hanya Bapak H. In this case only Mr. H. Ali Yoenoes Bin Kartadiredja, yang sampai kepada Langkah Pamungkas. Kartadiredja Yoenoes Bin Ali, who comes to Step Pamungkas. Beliau sebelum menjadi murid Silat Sera dari Bah Ocid terlebih dahulu banyak belajar dari guru-guru silat terkenal di seluruh Tanah Jawa, diepkirakan tidak kurang dari 11 (sebelas) orang gurunya. Before he became a student of Silat Sera Bah Ocid first learned of the famous martial arts teachers throughout the land of Java, diepkirakan not less than 11 (eleven) of his teacher. Dengan bermodalkan silat-silat itulah baru dapat berguru kepada Bah Ocid, konon khabarnya, setiap beradu fisik dengan Bah Ocid, kalau tidak berilmu tentulah anggota badan yang terkena benturan akan menjadi hitam legam (tampak hangus). To capitalize a new martial-arts that can be studied to Ocid Bah, said khabarnya, each exchanging blows with Ocid Bah, if not knowledgeable certainly impact the affected limb will be jet black (looks scorched). Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes berasal dari Jombang, Jawa Timur, beliau malang melintang di dunia persilatan sejak abad ke XVII dan XIX, karena beliau panjang umurnya sampai mencapai usia 103 tahun. Ali Yoenoes from Jombang, East Java, he was poor across the world of martial since the XVII and XIX century, because of his age until it reaches a length of 103 years of age. Beliau pernah dicoba oleh para pendekar berbagai daerah, namun Alhamdulillah belum pernah kalah. He had been tried by the warriors variety of areas, but Alhamdulillah have never lost. Dahulu Pemerintah Kolonial Belanda sengaja mengadu domba para pendekar silat. Formerly the Dutch colonial government deliberately pitting the warriors martial arts. Mereka diharuskan bertarung sampai mati, dengan perjanjian tidak ada tuntutan apapun dari pihak keluarga korban, dibawah panggung sudah disediakan keranda mayat. They are required to fight to the death, with no agreement of any demands from the families of the victims, under the stage has been provided coffins, corpses. Belanda sengaja mengadakan hal tersebut dengan maksud agar para pendekar silat tersebut tumpas dengan sendirinya, hingga tidak ada yang ditakuti lagi oleh pihak Belanda. Netherlands accidentally entered it with the intention that the martial arts warriors annihilated by itself, until no longer feared by the Dutch. Acara tersebut diadakan setiap tahun bertempat di dalam Istana Kebun Raya Bogor, dalam memperingati Ulang Tahun Ratu Belanda, Ratu Wilhemina. The event is held each year held at the Istana Bogor Botanical Gardens, in commemorating the Dutch Queen's Birthday, Queen Wilhemina.
Pada awal mulanya Bapak H. In the beginning Mr. H. Ali Yoenoes tidak menyadari siasat licik dari pihak Belanda tersebut, maka pada setiap bertanding beliau pasti membunuh lawannya, tak kurang, 19 orang mati ditangannya. Ali Yoenoes unaware of the devious tactics of the Dutch, then in every match he would kill his opponent, no less, 19 people die in his hands. Tetapi akhirnya beliau menyadari akan hal ini, maka setiap kali bertarung, beliau tidak sampai membunuh lawannya yang kalah, namun cukup hanya dilukai saja dan kemudian menyuruh lawannya tersebut untuk melarikan diri. But eventually he realized this, then every time you fight, not to kill his opponent he defeated, but enough to hurt it and then asked his opponent to escape. Tindakan ini lama kelamaan tercium juga oleh pihak Belanda dan akhirnya Bapak H. This action also wafted over time by the Dutch and finally Mr. H. Ali Yoenoes untuk selanjutnya tidak diperkenankan ikut pertandingan lagi, malahan beliau ditahan selamapertandingan berlangsung. Ali Yoenoes henceforth not be allowed to play the game again, instead he was detained last selamapertandingan. Para pendekar yang beliau selamatkan pada pertandingan tersebut, setiap Hari Idhul Fitri dan Bulan Maulud selalu berkumpul dan bersilaturahmi di rumah Bapak H. The warrior that he saved the match, every day and the Moon Maulud Idhul Fitri always get together and stay in touch at home Mr. H. Ali Yoenoes di Gang Selot Paledang, sebagai rasa syukur dan tanda terima kasih telah diselamatkan nyawanya. Ali Yoenoes in Gang Paledang latch, as a sign of gratitude and thanks have saved his life. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes belajar silat pada Bah Ocid sekitar 9 tahun dan beliau melatih selama 21 tahun. Ali Yoenoes Bah Ocid learn martial arts at about 9 years and he trained for 21 years.
Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes menunaikan ibadah haji pada tahun 1969. Ali Yoenoes perform the pilgrimage in 1969. Salah seorang putra beliau yang turut mengembangkan Silat Sera adalah Bapak Abdulrachman, atau lebih dikenal dengan sebutan Pak Komang dan di dunia persilatan dijuluki Si Girimis, karena kecepatan tangan beliau yang kalau mencecar lawan seperti hujan gerimis, putra lainnya adalah H. One of his sons who helped develop the Silat Sera were Mr. Rachman, or better known as Pak Komang martial world and nicknamed The Girimis, because the speed of his hands which if drilled opponents like drizzling rain, the other son is H. Rachmat atau lebih dikenal dengan nama Pak Memet. Rachmat or better known as Pak Memet. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes bin Kartadiredja meninggal pada tahun 1971 dalam usia 103 tahun, yang kemudian disusul oleh putranya yakni Bapak Abdulrachman pada tahun 1983 dalam usia 64 tahun. Kartadiredja Yoenoes bin Ali died in 1971 at the age of 103 years, which was followed by his son that Mr Rachman in 1983 at the age of 64 years.
Salah satu murid yang dilatih oleh Bapak H. One of the students who were trained by Mr. H. Ali Yoenoes dan Pak Komang adalah Bapak H. Yoenoes Ali and Mr. Komal is Mr. H. Cucu Sutarya, SH Bin Tubagus Baban Sidik Ismaya. Sutarya grandchildren, SH Bin Tubagus Sidik Ismaya Baban. Beliau mulai berlatih pada Bapak H. He started practicing on Mr. H. Ali Yoenoes sejak tahun 1957 hingga tahun 1968 dan mengembangkannya hingga sekarang. Ali Yoenoes since 1957 until 1968 and developed it until now. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun 1998, sekitar bulan Maret-April (Tahun 1418 Hijriah). Sutarya grandchildren, SH pilgrimage to the Hajj season of 1998, around the month of March-April (Year 1418 Hijri). Beliau pernah pula menimba ilmu dari berbagai sumber lain seperti karate (Dan II Internasional) yudo, tinju (pernah juara tinju kelas bantam pada PON di Surabaya), kuntau, yuyitszu, dan silat dari perguruan lain seperti Aliran Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. He had also gain knowledge from other sources such as karate (And II International) judo, boxing (bantamweight boxing champion ever at the PON in Surabaya), Kuntau, yuyitszu, and the arts from other universities such as flow Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. Hal ini dilakukan atas anjuran dari Bapak H. This is done at the instigation of Mr. H. Ali Yoenoes sebagai bahan pembanding dan sebagai ilmu tambahan saja, tetapi loyalitas tetaplah terpusat pada Silat Sera yang kemudian beliau kembangkan menjadi Perguruan Pencak Silat PANCASSERA (Lima Silat Sera, yaitu Sera Banyu, Sera Ringkus, Sera Bayu, Sera Putih dan Sera Geni). Ali Yoenoes as a benchmark and as an additional science course, but loyalty is still centered on Silat Sera which he later developed into university Pencak Silat PANCASSERA (Five Silat Sera, Sera is Banyu, Ringkus Sera, Sera Bayu, White and Sera Sera Geni). Khusus untuk para Pelatih diajarkan Gerak Rasa dan Rasa Diri sebagai Langkah (Jurus Panjang) terakhir dari Aliran Silat Sera. Especially for the coach taught Motion Sense and Sense of Self as a step (stance length) Last of the flow of Silat Sera. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH mendapat kepercayaan langsung dari Bapak H. Sutarya grandchildren, SH won the trust directly from Mr. H. Ali Yoenoes untuk meneruskan perguruan. Ali Yoenoes to continue college. Beliau resmi mulai melatih sejak tahun 1968 di Bandung dan di Garut, kemudian di Bogor sampai sekarang. He officially began training in 1968 at Bandung and in Garut, then in Bogor up to now. Hanya kepada beliaulah Bapak H. He was the only to Mr. H. Ali Yoenoes menurunkan seluruh ilmunya hingga tuntas untuk dikembangkan dan diteruskan. Ali Yoenoes lose all his knowledge to its conclusion to be developed and forwarded. Dengan demikian pewaris dan penerus satu-satunya adalah Bapak H. Thus the heirs and successors only is Mr. H. Cucu Sutarya, SH. Sutarya grandchildren, SH.

Guru-guru lain dari Bapak H. Other teachers from Mr. H. Cucu Sutarya, SH adalah : Sutarya grandchildren, SH is:
1. A. H. H. Adra'I Cianjur Selatan (Pengurutan dan Patah Tulang) Adra'I South Cianjur (Ordering and Broken Bones)
2. 2. Kyai H. Kyai H. Baing Bakri Pasarean Cianjur (Cikalong) Bakri Baing Pasarean Cianjur (Cikalong)
3. 3. Bah Rumanta Garut (Syahbandar) Bah Rumanta Main Page (Syahbandar)
4. 4. Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan) Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan)
5. 5. Bah Maun Dreded Bondongan (Sera Pamacan) Bah Maun Dreded swarms (Sera Pamacan)
6. 6. Bah Enuh Tarogong Garut (Ajrak) Bah Enuh Tarogong Main Page (Ajrak)
7. 7. Liem Sen Thong Bogor (Kuntau dan Akunktur) Liem Mon Thong Bogor (Kuntau and Akunktur)
8. 8. Meneer Ong Bogor (Yudo dan Yuyitszu) Ong Meneer Bogor (Judo and Yuyitszu)
9. 9. Mr. Mr. Matsunaga Osaka Jepang (Karate) Matsunaga Osaka Japan (Karate)
10. 10. Endang Ukaedi Bogor (Tinju) Endang Ukaedi Bogor (Boxing)

Perguruan Silat Pancassera menjadi anggota IPSI pada tahun 1976. Silat college Pancassera a member IPSI in 1976. Sampai saat ini perguruan telah banyak berkembang, bahkan sampai keluar Pulau Jawa yakni di Kalimantan dan Maros, Sulawesi Selatan. Until recently many universities have grown, even to exit the island of Borneo and Java, which is in Maros, South Sulawesi. Di Jawa sendiri Silat Sera tersebar luas, mulai dari Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta dan di mancanegara di Amerika Serikat, Norwegia dan khusus di Belanda ada murid Bapak H. In Java alone Silat Sera is widespread, ranging from Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta and abroad in the United States, Norway and the Netherlands there are students in Mr. H. Ali Yoenoes yaitu Keluarga Van de Vries. Ali Yoenoes the Family Van de Vries.
Pada perguruan Silat Pancassera khusus diajarkan : On special education Pancassera Silat taught:
• Ilmu beladiri Sera tangan kosong • Martial Arts Sera bare hands
• Ilmu beladiri senjata : golok tunggal, golok ganda, gobang (sejenis pedang), gada, toya panjang, toya pendek, ruyung pendek, ruyung panjang, toya pendek, toya panjang, trisula, tongkat rantai dua, rantai tiga (double stick, triple stick), pisau terbang, cambuk, cemeti, clurit dan kombinasi senjata-senjata tersebut) • Martial Arts weapons: a single dagger, double dagger, gobang (a type of sword), mace, long toya, toya short, short ruyung, ruyung long, short toya, toya long, trident, sticks two chains, three chains (stick double, triple stick), flying knives, whips, whip, sickles and a combination of these weapons)
• Pengurutan keseleo, patah tulang. • Ordering sprains, broken bones.
• Tusuk jari, tusuk jarum (akupunktur. • Plugs finger, acupuncture (akupunktur.
• Peramuan obat-obatan tradisional. • Peramuan traditional medicines.
• Seni pernapasan. • Art of breathing.

Kami menghimbau kepada para pengembang Aliran Silat Sera untuk dapat bersilaturahmi dengan Perguruan-perguruan Silat Sera lainnya dimana saja berada, apapun nama perguruannya dengan Perguruan Pencak Silat PANCASSERA yang sumbernya sama. We urge the developers to stream Silat Sera can stay in touch with the university-college Silat Sera others wherever they are, whatever the name of the university Pencak Silat perguruannya PANCASSERA the same source. Dimana khas Silat Sera yaitu jurus-jurusnya banyak dikenal dengan jurus dari huruf Arab dan Cina, seperti : Alif, Ba, Lam Alif (dari huruf Arab), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, dari Bahasa Cina) dan lain sebagainya. Where the typical Silat Sera-jurusnya stance known by the Arabic alphabet and the stance of China, such as: Alif, Ba, Alif Lam (from Arabic), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, from Chinese) and so forth.
Demikian Sejarah singkat Aliran Silat Sera yang kini bernama PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA, wallahu alam (Hanya Allah Yang Maha Tahu), akan segala kejelasan serta kebenarannya. Similarly, a brief history of Silat Sera stream now called EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA, natural wallahu (Only Allah Almighty knows best), going all the clarity and truth.

SUSUNAN PENGURUS MANAGEMENT STRUCTURE
PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA

PEMBINA/PELATIH UTAMA : H. Patrons / COACH HIGHLIGHTS: H. CUCU SUTARYA, SH SUTARYA grandchildren, SH
PELINDUNG : Mayor Jenderal (Purn) H. PROTECTIVE: Major General (Ret.) H. AMIR TOHAR AMIR TOHAR
KETUA UMUM : H. GENERAL CHAIRMAN: H. SUPARNI Suparni
SEKRETARIS JENDERAL : R. SECRETARY GENERAL: R. SOEPRAPTO DJOJOPOESPITO Soeprapto Djojopoespito
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL : MUHAMMAD SIDIK DEPUTY SECRETARY GENERAL: MUHAMMAD SIDIK
BENDAHARA I : H. Treasurer I: H. SUPARDI Supardi
BENDAHARA II : EENG SUHERMAN Treasurer II: EENG Suherman
KEPALA BIDANG ADMINISTRASI : Drs. HEAD OF ADMINISTRATION: Drs. MACHMUD DJAKSAN Machmud DJAKSAN
KEPALA BIDANG TEKHNIK : Drs. HEAD OF Engineering: Drs. ADEH DJAJADI ADEH Djajadi

Ditetapkan pada tanggal 27 Nopember 2005, bertempat di Gedung Pertemuan Balai Besar Industri Agro, Jalan Ir. Enacted on November 27, 2005, located in Building Conference Center of Agro, Jalan Ir. H. H. Juanda Bogor. Juanda Bogor.

Ditulis kembali oleh : Rewritten by:
Muhammad Sidik, Sabuk Hitam Tingkat II, Cabang Gas Alam Cimanggis Depok. Muhammad Sidik, Black Belt Level II, Natural Gas Branch Cimanggis Depok.
Komplek Departemen Penerangan/Harapan Baru Taman Bunga Blok G.08 RT.004 RW.010 Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kotamadya Depok 16954 Complex of the Ministry of Information / New Hope Flower Garden Block G.08 RT.004 RW.010 Harjamukti Village, District Cimanggis, Depok Municipality 16 954

sumber: facebook bang Santanu Muliawidi source: facebook bang Santanu Muliawidi




Tags: , , Tags: , ,


Artikel Sejarah Singkat Aliran Silat Sera yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of the article A Brief History of Silat Sera that 'might' be linked at other sites:

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia ... A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia ... Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik ... Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/ Sources: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/

    prajuritpenjagatiangutaraclub.blogspot.com prajuritpenjagatiangutaraclub.blogspot.com

    ... ... margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; ">Sejarah Singkat Aliran Silat Sera ... margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "> A Brief History of Flow Silat Sera. ..
    Sumber: http://prajuritpenjagatiangutaraclub.blogspot.com/feeds/posts/default?orderby=updated Sources: http://prajuritpenjagatiangutaraclub.blogspot.com/feeds/posts/default?orderby=updated

    Silat Indonesia » ‹jakarta timur› Silat Indonesia »<jakarta timur>

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera March 1st, 2010 ... A Brief History of Flow Silat Sera March 1st, 2010 ... Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera.
    Sumber: http://silatindonesia.com/page/2/?s=jakarta+timur Sources: http://silatindonesia.com/page/2/?s=jakarta+timur

    Prajurit Penjaga Tiang Utara Club: Perguruan Pencak Silat Naga Mas Soldiers guard the North Pole Club: University Pencak Silat Naga Mas

    Perguruan silat yang merupakan salah satu silat aliran Palembang asli ... Arts college that is one of the original Kilkenny arts stream ... Sejarah Singkat Aliran Silat Sera; PORSIGAL; MAKNA LAMBANG PORSIGAL; Ichibi si ekor 1 A Brief History of Flow Silat Sera; PORSIGAL; SYMBOL MEANING PORSIGAL; Ichibi the tail 1

    Silatcimande's Blog | Just another WordPress.com site Silatcimande's Blog | Just another WordPress.com site

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera (Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) Sumber : H. A Brief History of Silat Sera Flow (Developing a College Pencak Silat Pancassera) Source: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / President of Trustees).
    Sumber: http://silatcimande.wordpress.com/ Sources: http://silatcimande.wordpress.com/


- Powered by BING [2012-03-13 08:48] - Powered by BING [2012-03-13 08:48]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera. A Brief History of Flow Silat Sera.

[ in English ] [ in English ]

Mar 1st, 2010 | By | Category: Aliran Silat Visited 1902 times, 10 today [ in English ] March 1st, 2010 | By | Category: Flow Silat Visited 1902 times, 10 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera. Seperti pula telah dipublikasikan dalam Forum sahabatsilat.com As well as been published in the Forum sahabatsilat.com

Bismillahirrahmanirrahim "Bismillahirrahmanirrahim"

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera A Brief History of Flow Silat Sera
(Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) (Developing a College Pencak Silat Pancassera)
Sumber : H. Sources: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / President of Trustees).
Bermula dari kabilah-kabilah Gujarat Persia yang pada abad ke XVI dating ke daerah aceh, selain berniaga mereka juga membawa dan menyebarkan agama serta kebudayaan Islam. Starting from the tribes in Gujarat Persian dating to the sixteenth century Aceh region, in addition to trade they also carry and spread the Islamic religion and culture. Pada abad ini agama Islam mulai masuk ke tanah Aceh. In this century the religion of Islam began to enter the land of Aceh. Saudagar-saudagar tersebut mendapat pengetahuan agama dan kebudayaan dari Syekh Sayyidina Ali ra Beliau adalah sahabat dan sekaligus menantu Rasulullah Muhammad SAW. Merchants will then have the knowledge of religion and culture of Sayyidina Shaykh Ali ra He was a friend and once-law of Prophet Muhammad SAW. Beliau dikenal sebagai seorang ahli dalam strategi perang, terampil dalam mengolah raga, terutama dalam permainan pedangnya yang selalu membuat ciut nyali lawan-lawannya, terutama musuh Islam pada saat itu. He is known as an expert in war strategy, skilled in processing bodies, especially the sword in the game that always makes his opponents were afraid, especially the enemies of Islam at that time. Tak heran jika kemudian beliau dijuluki dengan julukan Syaifullah ( Si Pedang Allah). No wonder then if he was dubbed with the nickname Syaifullah (The Sword of Allah).
Saudagar-saudagar inilah yang membawa pengetahuan agama dan kebudayaan itu hingga sampai ke tanah Aceh. These merchants who carry the knowledge of religion and culture to get to the ground in Aceh. Hubungan mereka dengan penduduk asli terjalin dengan baik, terbukti kemudian dengan munculnya seorang tokoh sufi setempat yang dikenal dengan sebutan Nyai Panjate. Their relations with the natives are good, as evidenced later by the emergence of a local Sufi saint known as Nyai Panjate. Nama asli Nyai Panjate adalah Hajja Cut Suriah binti Teuku Syamannur. The original name is Hajja Cut Nyai Panjate bint Teuku Syamannur Syria. Suaminya bernama H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Her husband called H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Kedua suami istri tersebut mempelajari ilmu agama dan kebudayaan (ilmu silat) dari Kabilah Gujarat Persia. Both husband and wife are studying the science of religion and culture (martial arts) from Gujarat Persian tribes. Salah seorang guru mereka adalah murid dari keturunan murid Syekh Sayyidina Ali ra (Wallahu alam). One of them was a student teacher from the descendants of Sayyidina Ali ra students Sheikh (Wallahu nature).
Ketika tentara colonial Belanda (VOC) masuk ke tanah Aceh pada tahun 1752 M, kedua suami istri tersebut bekerjasama dengan para pendekar silat lainnya mengadakan perlawanan bersama rakyat untuk mengusir tentara belanda dari bumi Aceh. When the Dutch colonial army (VOC) into the ground in Aceh in 1752 AD, both husband and wife are working together with other martial arts warriors held a joint resistance of the people to expel the Dutch troops from Aceh's earth. Pada mulanya mereka berhasil memukul mundur pasukan Belanda, namun dengan siasat licik dengan cara mengadu domba diantara rakyat Aceh, maka tentara Belanda dapat mengetahui kelemahan suami Cut Suriah tersebut. At first they succeeded in repelling the Dutch troops, but with a cunning ploy by pitting among the people of Aceh, the Dutch troops can know the weaknesses of her husband Cut Syria. Akhirnya pada saat yang naas bagi Teuku Kaharuddin Solehuddin, Belanda dapat menembak roboh beliau dengan peluru emas, maka gugurlah beliau sebagai seorang syuhada. Finally, at the ill-fated for Teuku Kaharuddin Solehuddin, the Netherlands can shoot, he collapsed with a gold bullet, then gugurlah him as a martyr.
Setelah suaminya gugur, Hj. After her husband died, Hj. Cut Suriah hijrah ke dalam hutan + 35 km ke pedalaman daerah Bireun. Syria's move to cut the woods + 35 km inland areas Bireun. Beliau mengasingkan diri sebagai seorang sufi. He exiled himself as a Sufi. Pada waktu sedang hamil muda + 2 bulan. At the time of a young pregnant + 2 months. Dalam kehidupan sebagai seorang sufi kebutuhan hidup beliau bergantung kepada alam di sekitarnya. In life as a Sufi needs depend on the nature of his life around. Sesekali beliau berburu dengan alat sedanya, beliau sering menolong orang-orang yang sedang mencari kayu atau hasil hutan lainnya, yang sering digangggu binatang buas seperti harimau, ular, buaya dan lain sebagainya. Occasionally he was hunting with tools sedanya, he often helped people who are looking for wood or other forest products, which often digangggu wild animals such as tigers, snakes, crocodiles and others. Sudah sering beliau menyelamatkan orang-orang yang diganggu binatang buas, kemudian lenyap tanpa meningggalkan jejak. He had often saved the people who bothered to wild animals, then vanished without a trace abandon. Dari mulut ke mulut orang-orang yang pernah ditolongnya mengatakan bahwa adanya wanita berkerudung rapi dengan ilmu silatnya yang tinggi sanggup melumpuhkan binatang buas yang menyerang para pencari hasil hutan, hanya dengan beberapa gerakan saja. Word of mouth of people who had ditolongnya said that the neatly veiled women with high silatnya science can paralyze the beast that attacked seekers forest, alone with just a few movements. Yang karena keahliannya yang sangat mengagumkan sehingga terkenal sebagai seorang wanita berkerudung yang misterius sering menolong tanpa pamrih, kemudian pergi tanpa diketahui identitasnya. That because of his skills are amazing, so well known as a mysterious veiled women often help with no strings attached, then go without to be identified. Sifat pendekarnya membuat dicari orang untuk berguru, tetapi karena yang masih buas sehingga banyak yang menjadi korban sebelum sampai ke tujuan. Pendekarnya nature makes people look to sit, but because that is still wild, so many victims before reaching the destination.
Sekitar abad ke XVII, datanglah seorang laki-laki bernama Bapak Sera, beliau adalah seorang yang gemar sekali bertualang. Around the seventeenth century, there came a man named Mr. Sera, he was an avid adventure. Dalam petualangannyabeliau banyak sekali menimba ilmu agama dan silat dari berbagai daerah, disamping berniaga sebagai mata pencariannya. In petualangannyabeliau lot of studying religion and the arts from different regions, in addition to trade as a trade. Beliau selalu merasa bahwa ilmunya masih saja kurang. He always felt that their knowledge is still lacking. Ketika beliau sedang berada di daerah Riau, beliau mendengar berita yang tersiar akan keperkasaan wanita meisterius itu yang membuat Bapak Sera bertekad untuk mencarinya ke tanah Aceh. When he was in the Riau area, he heard the news will spread meisterius woman's courage that makes Mr. Sera were determined to look to the ground in Aceh. Untuk mencapai tujuannya, tentu saja harus melalui perjuangan yang amat berat, harus bertarung dengan harimau, ular, babi hutan, begitu juga harus berhadapan dengan buaya setiap menyeberangi sungai. To achieve the goal, of course, must go through a very hard struggle, had to fight with tigers, snakes, wild boar, so also have to deal with any alligator cross the river. Jarak yang hanya sekitar 30 km itu harus dicapai selama 3 bulan. The distance is only about 30 km must be achieved for 3 months. Seandainya tidak berbekal ilmu silat, mustahil dapat mencapai tujuan. If not armed with martial arts, it is impossible to achieve the goal.
Rupanya segala sepak terjang Bapak Sera sudah diketahui oleh Ibu Hj. Apparently all lunge Mr. Sera had known Mrs. Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Ketika Bapak Sera sedang tertidur lelap terdengar suara takbir adzan dari Hj. When Mr. Sera were sound asleep Takbir prayer of Hj. Cut Suriah yang dikeraskan, tanda waktu shalat Shubuh telah tiba. Syria cut a hardened, mark Shubuh prayer time has come. Dari atas pohon besar Bapak Sera melihat seorang berkerudung kuning dengan menggendong anak dipunggungnya turun, untuk melaksanakan Shalat Shubuh. From the top of the tree Mr. Sera saw a hooded yellow with carrying a child on his back down, to perform the morning prayer. Kemudian Bapak Sera pun turun daripohon dan mengucap salam, dibalas salamnya. Then Mr. Sera were down daripohon and say hello, returned his greeting. Kemudian mereka melakukan shalat dengan berjamaah. Then they prayed with the congregation. Sebagai seorang pendekar dan ahli sufi, semua sepak terjang dan tujuan dari Bapak Sera sudah diketahui oleh Hj. As an expert swordsman and Sufi, all lunge and objectives of Mr. Sera already known by Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Sekitar tiga bulan Bapak Sera melayani Hj. About three months Mr. Sera serve Hj. Cut Suriah, barulah dengan perjuangan yang ulet mulailah diajarkan ilmu silat oleh Hj. Cut Syria, then start with a tenacious struggle of the martial arts taught by Hj. Cut Suriah pada siang hari dan ilmu agama pada malam harinya. Cut Syria during the day and the science of religion in the evening. Setelah sekitar satu setengah tahun Bapak Sera berlatih, datanglah seorang pemuda yang terdampar, konon khabarnya dari tanah Sulawesi, bernama Lago dan menjadi adik seperguruan dari Bapak Sera. After about one and a half years of Mr. Sera practice, there came a young man who washed up, supposedly khabarnya of Sulawesi ground, and a younger brother named Lago seperguruan of Mr. Sera.
Kurang lebih 6 tahun berguru kepada Hj. About 6 years apprenticed to Hj. Cut Suriah, Bapak Sera baru mengetahui nama asli gurunya tersebut. Cut Syria, Mr. Sera new teachers know the real names. Nyai Panjate adalah julukan yang diberikan Bapak Sera, karena setiap menyusui anak perempuannya dengan terbungkus rapi selalu dikebelakangkan. Nyai Panjate is the nickname given Mr. Sera, because every feeding her daughter with dikebelakangkan always wrapped. Hj. Hj. Cut Suriah bersumpah bahwa putrinya itu tidak akan pernah dilatihilmu silat. Cut Syria vowed that her daughter would never dilatihilmu silat. Atasm anjuran Sang Guru, Bapak Sera dan Bapak Lagoa dianjurkan untuk kembali pulang ke tanah asalnya karena ilmu yang didapat telah dinilai cukup. Atasm the recommendation of the Master, Mr. Sera and Mr. Lagoa encouraged to return home to his native land because of the knowledge gained has been adequately assessed. Mereka kembali ke tanah Jawa, Bapak Sera ke Bogor dan Bapak Sera ke Tanjung Priuk, tepatnya daerah Lagoa sekarang, daerah itupun berasal dari nama beliau karena wafat dan dimakamkan disana. They returned to the land of Java, Mr. and Mr. Sera Sera to Bogor to Tanjung Priok, precisely now Lagoa region, the region rose from his name because of his death and was buried there.
Dalam pengembaraannya, Bapak Sera bertemu dengan dengan seorang pedagang kain dari Mongol yang bernama Yu Sak Liong, yang kemudian menjadi majikan Bapak Sera dalam berniaga. In his wanderings, Mr. Sera met with a cloth merchant of Sak Mongol named Yu Liong, who later became Mr. Sera employer in the trade. Bah Yu Sak Liong adalah seorang Muslim yang lebih dikenal dengan nama Bah Yusa. Bah Liong Yu Sak is a Muslim who is better known as Bah Yusa. Mereka berniaga berkeliling sampai ke tanah Aceh. They trade around the ground in Aceh. Awal perkenalan mereka dimulai ketika saat Bapak Sera sedang menurunkan bal gulungan kain, tiba-tiba, satu gulungan kain tersebut jatuh dan akan menimpa dirinya. Beginning of their acquaintance began when when Mr. Sera were unloading bales of cloth rolls, all of a sudden, one roll of fabric is falling and will happen to him. Namun dengan gerakan tangannya, Bapak Sera berhasil menagkis bal gulungan kain tersebut, hingga bal gulungan kain tersebut yang beratnya puluhan kilo tersebut mental terkena tangkisannya dan tak sengaja melayang menuju kea rah BahYusa. But with the movement of his hands, Mr. Sera had menagkis bales of cloth rolls, rolls up the cloth bales that weigh tens of kilos of the mental and accidentally hit tangkisannya drift toward toward BahYusa. Namun dengan gerakan kakinya, Bah Yusa menyambut bal gulungan kain tersebut dan menendangnya kearah tempatsemula. But with the movement of his foot, Bah Yusa welcome bales of cloth rolls and kicking towards tempatsemula. Bah Yusa sangat kagum menyaksikan gerakan Bapak Sera yang hanya dengan sedikit saja menggerakan tangan, dapat menyelamatkan diri, karena jika orang lain yang mengalaminya pasti sudah cedera berat. Bah Yusa was amazed to watch the movement of Mr. Sera that only a few moving hand, can save themselves, because if other people who experience it must have been serious injuries. Akhirnya mereka berkenalan dan sepakat untuk tukar pikiran dalam hal ilmu mereka masing-masing. Finally they agreed to meet and exchange ideas in terms of their science.
Bah Yu Sak Liong ahli dalam beladiri menggunakan kaki sesuai dengan negeri asalnya yakni Mongol, sedangkan Bapak Sera ahli dalam menggunakan tangan. Bah Sak Liong Yu-foot martial arts expert in the country of origin in accordance with the Mongols, while Mr. Sera expert in using the hands. Mereka mengadu ilmu kurang lebih tiga hari tiga malam, dengan istirahat untuk mengerjakan shalat. They complain about the science of three days and three nights, with a break for prayer. Tak ada yang unggul dalam adu ilmu tersebut, Bah Yu Sak Liong hangus kakinya, sedangkan Bapak Sera hangus pula tangannya. No one excels in the science contest, Bah Liong Yu Sak scorched his feet, while Mr. Sera also charred hands. Akhirnya mereka sepakat untuk mengabungkan ilmu mereka. Finally they agreed to assemble their knowledge. Sejak saat itu maka bertambahlah ilmu silat Bapak Sera dan Bah Yu Sak Liong. Since then it increaseth martial arts Sera and Mr. Bah Yu Liong Sak. Ilmu mereka kemudian dikenal dengan Aliran Sera, sesuai dengan nama penemunya yaitu Bapak Sera. They were then known to science stream Sera, according to the name of the inventor, Mr. Sera. Bah Yu Sak Liong kemudian kembali ke Mongol dan Bapk Sera meneruskan pengembaraannya. Bah Liong Yu Sak and then back to the Mongols and Bapk Sera continued his odyssey.
Suatu ketika Bapak Sera menyaksikan seorang pedagang kain keliling dari Cina Shantung sedang dikeroyok olehsekelompok penyamun yang bermaksud merampoknya, namun Cina tersebut dengan gesit dan lincah dapat mengalahkan para penyamun tersebut dengan hanya bersenjatakan meteran kainnya sebagai senjata toya. Once when Mr. Sera witnessed an itinerant trader from China's Shantung fabric being beaten olehsekelompok robbers who intend to rob him, but China is a nimble and agile to defeat these bandits, armed with only a cloth tape measure as a weapon of Toya. Permainan toyanya sangat mengagumkan, sampai-sampai bapak sera tidak beranjak dari tempatnya menyaksikan permainannya. Toyanya game was amazing, to the extent that the father of sera did not move from place to watch the game. Namun naas bagi Cina tersebut, ketika sedang bertarung, kakinya dipatuk seekor ular berbisa. But unlucky for China, when it is fighting, pecked his feet a viper. Dia pinsan dan ditolong dan diobati oleh Bapak Sera hingga sembuh. He pinsan and helped and treated by Mr. Sera until cured. Sebagaitanda terima kasih, Cina tersebut meberikan seluruh kain dagangannya kepada Bapak Sera, namun ditolak, meskipun demikian Bapak Sera tidak dapat menyembunyikan keinginannya untuk belajar ilmu toyanya. Sebagaitanda thank you, the Chinese gave the whole fabric wares to Mr. Sera, but was refused, though Mr. Sera could not hide his desire to study science toyanya.
Maka dengan senang hati Cina Shantung tersebut mengajarkan ilmu toyanya kepada Bapak Sera dan dalam waktu singkat telah dapat dapat menguasai ilmu toya tersebut. So happy to China Shantung toyanya teaches science to Mr. Sera and in no time been able to master the science of Toya. Malah sebelum Cina Shantung tersebut kembali ke negeri asalnya, dia berkenan menurunkan seluruh ilmunya kepada Bapak Sera dan mereka berdua mengangkat saudara. Even before China's Shantung returned to his native country, he was pleased to lose all his knowledge to Mr. Sera and together they raised you. Bapak Sera mengembangkan ilmunya sesuai dengan keadaan waktu itu, konon khabarnya beliau bermukim hingga wafat dimakamkan di Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor. Mr. Sera develop their knowledge in accordance with the circumstances at the time, said he lived until his death khabarnya buried in Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor.
Salah seorang murid Bapak Sera yang paling menonjol adalah Bapak Mursyid atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bah Ocid yang berasal dari Kebonmanggis. Sera father of a student is the most prominent was Mr. Murshid or better known as Bah Ocid from Kebonmanggis. Beliau inilah yangmengembangkan Aliran Sera pada abad ke XVIII di daerah Bogor dan sekitarnya. He is yangmengembangkan Sera flow to the XVIII century in Bogor and its surrounding area. Ciri-ciri fisik Bah Ocid, tinggi sekitar 157 cm, rambut panjang sebahu, kuku tangan dan kaki sekitar 7 cm, sehingga kalau berjalan, aka nada bekas kuku kakinya menggores jalan yang dilaluinya. Physical characteristics Ocid Bah, about 157 cm height, shoulder length hair, fingernails and feet about 7 cm, so that when walking, aka the former tone toenails scraping the road in its path. Tak banyak hal ikhwal Bah Ocid, untuk lembih komplitnya kami masih berusaha mencari datanya dari berbagai sumber. Not much to matters Ocid Bah, for the complete lembih we are still trying to find its data from various sources. Konon Bah Ocid ini selain menguasai Silat Sera, juga mempelajari ilmu istijrad. It is said that in addition to mastering this Ocid Bah Silat Sera, also studied istijrad. Kuku tangan dan kakinya dibiarkan panjang karena tak bias dipotong, begitu pula rambutnya, mandi hanya dapat dilakukan setahun sekali yakni pada Bulan Maulud, hal ini disebabkan ilmu istijradnya tersebut yang menyebabkannya. Left hand and foot nails long because there is bias cut, as did her hair, bathe only once a year to do that on the Moon Maulud, this is due to the istijradnya science that caused it. Pantangan ini kalau dilanggar akan menyebabkan badan Bah Ocid menjadi hitam dan gatal-gatal. This prohibition if violated will lead to a black body Ocid Bah and itching. Jika Bah Ocid sedang tidur, tak seorangpun berani membangunkannya, sebab dapat berakibat fatal, karena refleknya yang sudah menyatu, walaupun sedang tidur, Bah Ocid dapat membuat orang yang membangunkannya jatuh tunggang langgang. If Bah Ocid was sleeping, no one dared to wake him up, because it can be fatal, because refleknya already united, even when sleeping, Bah Ocid can make people who wake him fall headlong. Kalau terpaksa orang yang membangunkannya harus memakai galah atau tongkat panjang, itupun bisa patah-patah karena refleknya. If forced to wake people should wear long pole or stick, that too can be broken because refleknya.
Sepengetahuan Bapak Sera bahwa Hj. Sera that the knowledge of Mr. Hj. Cut Suriah tidak pernah mengajarkan ilmu hitam, adapun ilmu-ilmu hitam yang dipunyai oleh Guru-guru Sera adalah hasil pelajaran dari Guru-guru sebelumnya, karena berguru Silat Sera, fisik harus kuat dahulu, seperti Bah Ocid, sebelumnya sudah mempunyai ilmu kebal, kejayaan, Batara Karang dan lain sebagainya. Cut Syria never taught black magic, while the black magic that belongs to the teachers Sera is the result of the lessons of previous teachers, as studied Silat Sera, strong physical need first, such as Ocid Bah, had previously been immune to science, the triumph , Batara Reef and others.
Peristiwa Bapak Sera rupanya juga dialami oleh Bah Ocid, yakni pernah mengadu ilmu dengan seorang Cina seorang pedagang koyo bernama Babah Tong, yang juga mahir ilmu silat. Mr. Sera event apparently shared by Bah Ocid, which had pitted science with a Chinese trader named Babah patch Tong, who is also adept at martial arts. Merekamengadu ilmu di pinggir kali Cipakancilan di Jalan Paledang, di depan Asrama Tentara yang sekarang menjadi Kantor Dinas Pekerjaan Umum Propinsi. Merekamengadu science at the edge of time Cipakancilan Paledang Street, in front of the residence Army is now the Office of the Provincial Public Works Department. Babah Tong mengakui keunggulan Bah Ocid, setelah itu hubungan mereka tetap berjalan baik. Babah Tong recognizes excellence Ocid Bah, after which their relationship is still running well. Babah Tong menganggap Bah Ocid sebagai kakak sperguruannya. Babah Tong regard as a brother sperguruannya Ocid Bah. Kata Pabaton sekarang adalah berasal dari nama beliau, karena tinggal disana. Pabaton now says his name is coming from, because they live there. Bah Ocid banyak mempunyai murid, tetapi jarang yang sampai kepada ajaran terakhirnya yaitu yang disebut Sera Geni, Gerak Rasa Sera, Rasa Diri Sera dan Sera Manjak Pamungkas, yang merupakan filsafat Silat Sera. Bah Ocid many students have, but rarely up to his final Geni is called Sera, Sera Motion Sense, Sense of Self and Sera Sera Manjak Pamungkas, which is the philosophy of Silat Sera. Kebanyakan hanya sampai pada Langkah Opat Lipet, Kombinasi dan Tilu Eusi (Tiga Isi) beserta fungsinya atau istilah Ajaran Sera disebut Rusiah (Rahasia). Most only up to Step Lipet Opat, Combination and tilu Eusi (Fill Three) and their functions or the terms Doctrine Sera called Rusiah (Secret).
Dalam hal ini hanya Bapak H. In this case only Mr. H. Ali Yoenoes Bin Kartadiredja, yang sampai kepada Langkah Pamungkas. Kartadiredja Yoenoes Bin Ali, who comes to Step Pamungkas. Beliau sebelum menjadi murid Silat Sera dari Bah Ocid terlebih dahulu banyak belajar dari guru-guru silat terkenal di seluruh Tanah Jawa, diepkirakan tidak kurang dari 11 (sebelas) orang gurunya. Before he became a student of Silat Sera Bah Ocid first learned of the famous martial arts teachers throughout the land of Java, diepkirakan not less than 11 (eleven) of his teacher. Dengan bermodalkan silat-silat itulah baru dapat berguru kepada Bah Ocid, konon khabarnya, setiap beradu fisik dengan Bah Ocid, kalau tidak berilmu tentulah anggota badan yang terkena benturan akan menjadi hitam legam (tampak hangus). To capitalize a new martial-arts that can be studied to Ocid Bah, said khabarnya, each exchanging blows with Ocid Bah, if not knowledgeable certainly impact the affected limb will be jet black (looks scorched). Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes berasal dari Jombang, Jawa Timur, beliau malang melintang di dunia persilatan sejak abad ke XVII dan XIX, karena beliau panjang umurnya sampai mencapai usia 103 tahun. Ali Yoenoes from Jombang, East Java, he was poor across the world of martial since the XVII and XIX century, because of his age until it reaches a length of 103 years of age. Beliau pernah dicoba oleh para pendekar berbagai daerah, namun Alhamdulillah belum pernah kalah. He had been tried by the warriors variety of areas, but Alhamdulillah have never lost. Dahulu Pemerintah Kolonial Belanda sengaja mengadu domba para pendekar silat. Formerly the Dutch colonial government deliberately pitting the warriors martial arts. Mereka diharuskan bertarung sampai mati, dengan perjanjian tidak ada tuntutan apapun dari pihak keluarga korban, dibawah panggung sudah disediakan keranda mayat. They are required to fight to the death, with no agreement of any demands from the families of the victims, under the stage has been provided coffins, corpses. Belanda sengaja mengadakan hal tersebut dengan maksud agar para pendekar silat tersebut tumpas dengan sendirinya, hingga tidak ada yang ditakuti lagi oleh pihak Belanda. Netherlands accidentally entered it with the intention that the martial arts warriors annihilated by itself, until no longer feared by the Dutch. Acara tersebut diadakan setiap tahun bertempat di dalam Istana Kebun Raya Bogor, dalam memperingati Ulang Tahun Ratu Belanda, Ratu Wilhemina. The event is held each year held at the Istana Bogor Botanical Gardens, in commemorating the Dutch Queen's Birthday, Queen Wilhemina.
Pada awal mulanya Bapak H. In the beginning Mr. H. Ali Yoenoes tidak menyadari siasat licik dari pihak Belanda tersebut, maka pada setiap bertanding beliau pasti membunuh lawannya, tak kurang, 19 orang mati ditangannya. Ali Yoenoes unaware of the devious tactics of the Dutch, then in every match he would kill his opponent, no less, 19 people die in his hands. Tetapi akhirnya beliau menyadari akan hal ini, maka setiap kali bertarung, beliau tidak sampai membunuh lawannya yang kalah, namun cukup hanya dilukai saja dan kemudian menyuruh lawannya tersebut untuk melarikan diri. But eventually he realized this, then every time you fight, not to kill his opponent he defeated, but enough to hurt it and then asked his opponent to escape. Tindakan ini lama kelamaan tercium juga oleh pihak Belanda dan akhirnya Bapak H. This action also wafted over time by the Dutch and finally Mr. H. Ali Yoenoes untuk selanjutnya tidak diperkenankan ikut pertandingan lagi, malahan beliau ditahan selamapertandingan berlangsung. Ali Yoenoes henceforth not be allowed to play the game again, instead he was detained last selamapertandingan. Para pendekar yang beliau selamatkan pada pertandingan tersebut, setiap Hari Idhul Fitri dan Bulan Maulud selalu berkumpul dan bersilaturahmi di rumah Bapak H. The warrior that he saved the match, every day and the Moon Maulud Idhul Fitri always get together and stay in touch at home Mr. H. Ali Yoenoes di Gang Selot Paledang, sebagai rasa syukur dan tanda terima kasih telah diselamatkan nyawanya. Ali Yoenoes in Gang Paledang latch, as a sign of gratitude and thanks have saved his life. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes belajar silat pada Bah Ocid sekitar 9 tahun dan beliau melatih selama 21 tahun. Ali Yoenoes Bah Ocid learn martial arts at about 9 years and he trained for 21 years.
Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes menunaikan ibadah haji pada tahun 1969. Ali Yoenoes perform the pilgrimage in 1969. Salah seorang putra beliau yang turut mengembangkan Silat Sera adalah Bapak Abdulrachman, atau lebih dikenal dengan sebutan Pak Komang dan di dunia persilatan dijuluki Si Girimis, karena kecepatan tangan beliau yang kalau mencecar lawan seperti hujan gerimis, putra lainnya adalah H. One of his sons who helped develop the Silat Sera were Mr. Rachman, or better known as Pak Komang martial world and nicknamed The Girimis, because the speed of his hands which if drilled opponents like drizzling rain, the other son is H. Rachmat atau lebih dikenal dengan nama Pak Memet. Rachmat or better known as Pak Memet. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes bin Kartadiredja meninggal pada tahun 1971 dalam usia 103 tahun, yang kemudian disusul oleh putranya yakni Bapak Abdulrachman pada tahun 1983 dalam usia 64 tahun. Kartadiredja Yoenoes bin Ali died in 1971 at the age of 103 years, which was followed by his son that Mr Rachman in 1983 at the age of 64 years.
Salah satu murid yang dilatih oleh Bapak H. One of the students who were trained by Mr. H. Ali Yoenoes dan Pak Komang adalah Bapak H. Yoenoes Ali and Mr. Komal is Mr. H. Cucu Sutarya, SH Bin Tubagus Baban Sidik Ismaya. Sutarya grandchildren, SH Bin Tubagus Sidik Ismaya Baban. Beliau mulai berlatih pada Bapak H. He started practicing on Mr. H. Ali Yoenoes sejak tahun 1957 hingga tahun 1968 dan mengembangkannya hingga sekarang. Ali Yoenoes since 1957 until 1968 and developed it until now. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun 1998, sekitar bulan Maret-April (Tahun 1418 Hijriah). Sutarya grandchildren, SH pilgrimage to the Hajj season of 1998, around the month of March-April (Year 1418 Hijri). Beliau pernah pula menimba ilmu dari berbagai sumber lain seperti karate (Dan II Internasional) yudo, tinju (pernah juara tinju kelas bantam pada PON di Surabaya), kuntau, yuyitszu, dan silat dari perguruan lain seperti Aliran Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. He had also gain knowledge from other sources such as karate (And II International) judo, boxing (bantamweight boxing champion ever at the PON in Surabaya), Kuntau, yuyitszu, and the arts from other universities such as flow Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. Hal ini dilakukan atas anjuran dari Bapak H. This is done at the instigation of Mr. H. Ali Yoenoes sebagai bahan pembanding dan sebagai ilmu tambahan saja, tetapi loyalitas tetaplah terpusat pada Silat Sera yang kemudian beliau kembangkan menjadi Perguruan Pencak Silat PANCASSERA (Lima Silat Sera, yaitu Sera Banyu, Sera Ringkus, Sera Bayu, Sera Putih dan Sera Geni). Ali Yoenoes as a benchmark and as an additional science course, but loyalty is still centered on Silat Sera which he later developed into university Pencak Silat PANCASSERA (Five Silat Sera, Sera is Banyu, Ringkus Sera, Sera Bayu, White and Sera Sera Geni). Khusus untuk para Pelatih diajarkan Gerak Rasa dan Rasa Diri sebagai Langkah (Jurus Panjang) terakhir dari Aliran Silat Sera. Especially for the coach taught Motion Sense and Sense of Self as a step (stance length) Last of the flow of Silat Sera. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH mendapat kepercayaan langsung dari Bapak H. Sutarya grandchildren, SH won the trust directly from Mr. H. Ali Yoenoes untuk meneruskan perguruan. Ali Yoenoes to continue college. Beliau resmi mulai melatih sejak tahun 1968 di Bandung dan di Garut, kemudian di Bogor sampai sekarang. He officially began training in 1968 at Bandung and in Garut, then in Bogor up to now. Hanya kepada beliaulah Bapak H. He was the only to Mr. H. Ali Yoenoes menurunkan seluruh ilmunya hingga tuntas untuk dikembangkan dan diteruskan. Ali Yoenoes lose all his knowledge to its conclusion to be developed and forwarded. Dengan demikian pewaris dan penerus satu-satunya adalah Bapak H. Thus the heirs and successors only is Mr. H. Cucu Sutarya, SH. Sutarya grandchildren, SH.

Guru-guru lain dari Bapak H. Other teachers from Mr. H. Cucu Sutarya, SH adalah : Sutarya grandchildren, SH is:
1. A. H. H. Adra'I Cianjur Selatan (Pengurutan dan Patah Tulang) Adra'I South Cianjur (Ordering and Broken Bones)
2. 2. Kyai H. Kyai H. Baing Bakri Pasarean Cianjur (Cikalong) Bakri Baing Pasarean Cianjur (Cikalong)
3. 3. Bah Rumanta Garut (Syahbandar) Bah Rumanta Main Page (Syahbandar)
4. 4. Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan) Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan)
5. 5. Bah Maun Dreded Bondongan (Sera Pamacan) Bah Maun Dreded swarms (Sera Pamacan)
6. 6. Bah Enuh Tarogong Garut (Ajrak) Bah Enuh Tarogong Main Page (Ajrak)
7. 7. Liem Sen Thong Bogor (Kuntau dan Akunktur) Liem Mon Thong Bogor (Kuntau and Akunktur)
8. 8. Meneer Ong Bogor (Yudo dan Yuyitszu) Ong Meneer Bogor (Judo and Yuyitszu)
9. 9. Mr. Mr. Matsunaga Osaka Jepang (Karate) Matsunaga Osaka Japan (Karate)
10. 10. Endang Ukaedi Bogor (Tinju) Endang Ukaedi Bogor (Boxing)

Perguruan Silat Pancassera menjadi anggota IPSI pada tahun 1976. Silat college Pancassera a member IPSI in 1976. Sampai saat ini perguruan telah banyak berkembang, bahkan sampai keluar Pulau Jawa yakni di Kalimantan dan Maros, Sulawesi Selatan. Until recently many universities have grown, even to exit the island of Borneo and Java, which is in Maros, South Sulawesi. Di Jawa sendiri Silat Sera tersebar luas, mulai dari Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta dan di mancanegara di Amerika Serikat, Norwegia dan khusus di Belanda ada murid Bapak H. In Java alone Silat Sera is widespread, ranging from Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta and abroad in the United States, Norway and the Netherlands there are students in Mr. H. Ali Yoenoes yaitu Keluarga Van de Vries. Ali Yoenoes the Family Van de Vries.
Pada perguruan Silat Pancassera khusus diajarkan : On special education Pancassera Silat taught:
• Ilmu beladiri Sera tangan kosong • Martial Arts Sera bare hands
• Ilmu beladiri senjata : golok tunggal, golok ganda, gobang (sejenis pedang), gada, toya panjang, toya pendek, ruyung pendek, ruyung panjang, toya pendek, toya panjang, trisula, tongkat rantai dua, rantai tiga (double stick, triple stick), pisau terbang, cambuk, cemeti, clurit dan kombinasi senjata-senjata tersebut) • Martial Arts weapons: a single dagger, double dagger, gobang (a type of sword), mace, long toya, toya short, short ruyung, ruyung long, short toya, toya long, trident, sticks two chains, three chains (stick double, triple stick), flying knives, whips, whip, sickles and a combination of these weapons)
• Pengurutan keseleo, patah tulang. • Ordering sprains, broken bones.
• Tusuk jari, tusuk jarum (akupunktur. • Plugs finger, acupuncture (akupunktur.
• Peramuan obat-obatan tradisional. • Peramuan traditional medicines.
• Seni pernapasan. • Art of breathing.

Kami menghimbau kepada para pengembang Aliran Silat Sera untuk dapat bersilaturahmi dengan Perguruan-perguruan Silat Sera lainnya dimana saja berada, apapun nama perguruannya dengan Perguruan Pencak Silat PANCASSERA yang sumbernya sama. We urge the developers to stream Silat Sera can stay in touch with the university-college Silat Sera others wherever they are, whatever the name of the university Pencak Silat perguruannya PANCASSERA the same source. Dimana khas Silat Sera yaitu jurus-jurusnya banyak dikenal dengan jurus dari huruf Arab dan Cina, seperti : Alif, Ba, Lam Alif (dari huruf Arab), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, dari Bahasa Cina) dan lain sebagainya. Where the typical Silat Sera-jurusnya stance known by the Arabic alphabet and the stance of China, such as: Alif, Ba, Alif Lam (from Arabic), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, from Chinese) and so forth.
Demikian Sejarah singkat Aliran Silat Sera yang kini bernama PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA, wallahu alam (Hanya Allah Yang Maha Tahu), akan segala kejelasan serta kebenarannya. Similarly, a brief history of Silat Sera stream now called EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA, natural wallahu (Only Allah Almighty knows best), going all the clarity and truth.

SUSUNAN PENGURUS MANAGEMENT STRUCTURE
PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA

PEMBINA/PELATIH UTAMA : H. Patrons / COACH HIGHLIGHTS: H. CUCU SUTARYA, SH SUTARYA grandchildren, SH
PELINDUNG : Mayor Jenderal (Purn) H. PROTECTIVE: Major General (Ret.) H. AMIR TOHAR AMIR TOHAR
KETUA UMUM : H. GENERAL CHAIRMAN: H. SUPARNI Suparni
SEKRETARIS JENDERAL : R. SECRETARY GENERAL: R. SOEPRAPTO DJOJOPOESPITO Soeprapto Djojopoespito
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL : MUHAMMAD SIDIK DEPUTY SECRETARY GENERAL: MUHAMMAD SIDIK
BENDAHARA I : H. Treasurer I: H. SUPARDI Supardi
BENDAHARA II : EENG SUHERMAN Treasurer II: EENG Suherman
KEPALA BIDANG ADMINISTRASI : Drs. HEAD OF ADMINISTRATION: Drs. MACHMUD DJAKSAN Machmud DJAKSAN
KEPALA BIDANG TEKHNIK : Drs. HEAD OF Engineering: Drs. ADEH DJAJADI ADEH Djajadi

Ditetapkan pada tanggal 27 Nopember 2005, bertempat di Gedung Pertemuan Balai Besar Industri Agro, Jalan Ir. Enacted on November 27, 2005, located in Building Conference Center of Agro, Jalan Ir. H. H. Juanda Bogor. Juanda Bogor.

Ditulis kembali oleh : Rewritten by:
Muhammad Sidik, Sabuk Hitam Tingkat II, Cabang Gas Alam Cimanggis Depok. Muhammad Sidik, Black Belt Level II, Natural Gas Branch Cimanggis Depok.
Komplek Departemen Penerangan/Harapan Baru Taman Bunga Blok G.08 RT.004 RW.010 Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kotamadya Depok 16954 Complex of the Ministry of Information / New Hope Flower Garden Block G.08 RT.004 RW.010 Harjamukti Village, District Cimanggis, Depok Municipality 16 954

sumber: facebook bang Santanu Muliawidi source: facebook bang Santanu Muliawidi




Tags: , , Tags: , ,


Artikel Sejarah Singkat Aliran Silat Sera yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of the article A Brief History of Silat Sera that 'might' be linked at other sites:

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia ... A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia ... Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik ... Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/ Sources: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/

    Silat Indonesia » ‹jakarta timur› Silat Indonesia »<jakarta timur>

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera March 1st, 2010 ... A Brief History of Flow Silat Sera March 1st, 2010 ... Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera.
    Sumber: http://silatindonesia.com/page/2/?s=jakarta+timur Sources: http://silatindonesia.com/page/2/?s=jakarta+timur

    Prajurit Penjaga Tiang Utara Club: Perguruan Pencak Silat Naga Mas Soldiers guard the North Pole Club: University Pencak Silat Naga Mas

    Perguruan silat yang merupakan salah satu silat aliran Palembang asli ... Arts college that is one of the original Kilkenny arts stream ... Sejarah Singkat Aliran Silat Sera; PORSIGAL; MAKNA LAMBANG PORSIGAL; Ichibi si ekor 1 A Brief History of Flow Silat Sera; PORSIGAL; SYMBOL MEANING PORSIGAL; Ichibi the tail 1

    Silatcimande's Blog | Just another WordPress.com site Silatcimande's Blog | Just another WordPress.com site

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera (Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) Sumber : H. A Brief History of Silat Sera Flow (Developing a College Pencak Silat Pancassera) Source: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / President of Trustees).
    Sumber: http://silatcimande.wordpress.com/ Sources: http://silatcimande.wordpress.com/

    Prajurit Penjaga Tiang Utara Club: Sejarah Pecahnya sh terate ... Soldiers guard the North Pole Club: Historical Rupture Terate sh ...

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera; PORSIGAL; MAKNA LAMBANG PORSIGAL; Ichibi si ekor 1; Nibi si ekor 2; Sanbi si ekor 3; Yonbi si ekor 4; gobi si ekor 5; Rokubi si ekor 6 A Brief History of Flow Silat Sera; PORSIGAL; SYMBOL MEANING PORSIGAL; Ichibi the tail 1; Nibi the tail 2; Sanbi the tail 3; Yonbi the tail 4; gobi the tail 5; Rokubi the tail 6


- Powered by BING [2012-03-17 03:41] - Powered by BING [2012-03-17 03:41]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera. A Brief History of Flow Silat Sera.

[ in English ] [ in English ]

Mar 1st, 2010 | By | Category: Aliran Silat Visited 1924 times, 3 today [ in English ] March 1st, 2010 | By | Category: Flow Silat Visited 1924 times, 3 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera. Seperti pula telah dipublikasikan dalam Forum sahabatsilat.com As well as been published in the Forum sahabatsilat.com

Bismillahirrahmanirrahim "Bismillahirrahmanirrahim"

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera A Brief History of Flow Silat Sera
(Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) (Developing a College Pencak Silat Pancassera)
Sumber : H. Sources: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / President of Trustees).
Bermula dari kabilah-kabilah Gujarat Persia yang pada abad ke XVI dating ke daerah aceh, selain berniaga mereka juga membawa dan menyebarkan agama serta kebudayaan Islam. Starting from the tribes in Gujarat Persian dating to the sixteenth century Aceh region, in addition to trade they also carry and spread the Islamic religion and culture. Pada abad ini agama Islam mulai masuk ke tanah Aceh. In this century the religion of Islam began to enter the land of Aceh. Saudagar-saudagar tersebut mendapat pengetahuan agama dan kebudayaan dari Syekh Sayyidina Ali ra Beliau adalah sahabat dan sekaligus menantu Rasulullah Muhammad SAW. Merchants will then have the knowledge of religion and culture of Sayyidina Shaykh Ali ra He was a friend and once-law of Prophet Muhammad SAW. Beliau dikenal sebagai seorang ahli dalam strategi perang, terampil dalam mengolah raga, terutama dalam permainan pedangnya yang selalu membuat ciut nyali lawan-lawannya, terutama musuh Islam pada saat itu. He is known as an expert in war strategy, skilled in processing bodies, especially the sword in the game that always makes his opponents were afraid, especially the enemies of Islam at that time. Tak heran jika kemudian beliau dijuluki dengan julukan Syaifullah ( Si Pedang Allah). No wonder then if he was dubbed with the nickname Syaifullah (The Sword of Allah).
Saudagar-saudagar inilah yang membawa pengetahuan agama dan kebudayaan itu hingga sampai ke tanah Aceh. These merchants who carry the knowledge of religion and culture to get to the ground in Aceh. Hubungan mereka dengan penduduk asli terjalin dengan baik, terbukti kemudian dengan munculnya seorang tokoh sufi setempat yang dikenal dengan sebutan Nyai Panjate. Their relations with the natives are good, as evidenced later by the emergence of a local Sufi saint known as Nyai Panjate. Nama asli Nyai Panjate adalah Hajja Cut Suriah binti Teuku Syamannur. The original name is Hajja Cut Nyai Panjate bint Teuku Syamannur Syria. Suaminya bernama H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Her husband called H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Kedua suami istri tersebut mempelajari ilmu agama dan kebudayaan (ilmu silat) dari Kabilah Gujarat Persia. Both husband and wife are studying the science of religion and culture (martial arts) from Gujarat Persian tribes. Salah seorang guru mereka adalah murid dari keturunan murid Syekh Sayyidina Ali ra (Wallahu alam). One of them was a student teacher from the descendants of Sayyidina Ali ra students Sheikh (Wallahu nature).
Ketika tentara colonial Belanda (VOC) masuk ke tanah Aceh pada tahun 1752 M, kedua suami istri tersebut bekerjasama dengan para pendekar silat lainnya mengadakan perlawanan bersama rakyat untuk mengusir tentara belanda dari bumi Aceh. When the Dutch colonial army (VOC) into the ground in Aceh in 1752 AD, both husband and wife are working together with other martial arts warriors held a joint resistance of the people to expel the Dutch troops from Aceh's earth. Pada mulanya mereka berhasil memukul mundur pasukan Belanda, namun dengan siasat licik dengan cara mengadu domba diantara rakyat Aceh, maka tentara Belanda dapat mengetahui kelemahan suami Cut Suriah tersebut. At first they succeeded in repelling the Dutch troops, but with a cunning ploy by pitting among the people of Aceh, the Dutch troops can know the weaknesses of her husband Cut Syria. Akhirnya pada saat yang naas bagi Teuku Kaharuddin Solehuddin, Belanda dapat menembak roboh beliau dengan peluru emas, maka gugurlah beliau sebagai seorang syuhada. Finally, at the ill-fated for Teuku Kaharuddin Solehuddin, the Netherlands can shoot, he collapsed with a gold bullet, then gugurlah him as a martyr.
Setelah suaminya gugur, Hj. After her husband died, Hj. Cut Suriah hijrah ke dalam hutan + 35 km ke pedalaman daerah Bireun. Syria's move to cut the woods + 35 km inland areas Bireun. Beliau mengasingkan diri sebagai seorang sufi. He exiled himself as a Sufi. Pada waktu sedang hamil muda + 2 bulan. At the time of a young pregnant + 2 months. Dalam kehidupan sebagai seorang sufi kebutuhan hidup beliau bergantung kepada alam di sekitarnya. In life as a Sufi needs depend on the nature of his life around. Sesekali beliau berburu dengan alat sedanya, beliau sering menolong orang-orang yang sedang mencari kayu atau hasil hutan lainnya, yang sering digangggu binatang buas seperti harimau, ular, buaya dan lain sebagainya. Occasionally he was hunting with tools sedanya, he often helped people who are looking for wood or other forest products, which often digangggu wild animals such as tigers, snakes, crocodiles and others. Sudah sering beliau menyelamatkan orang-orang yang diganggu binatang buas, kemudian lenyap tanpa meningggalkan jejak. He had often saved the people who bothered to wild animals, then vanished without a trace abandon. Dari mulut ke mulut orang-orang yang pernah ditolongnya mengatakan bahwa adanya wanita berkerudung rapi dengan ilmu silatnya yang tinggi sanggup melumpuhkan binatang buas yang menyerang para pencari hasil hutan, hanya dengan beberapa gerakan saja. Word of mouth of people who had ditolongnya said that the neatly veiled women with high silatnya science can paralyze the beast that attacked seekers forest, alone with just a few movements. Yang karena keahliannya yang sangat mengagumkan sehingga terkenal sebagai seorang wanita berkerudung yang misterius sering menolong tanpa pamrih, kemudian pergi tanpa diketahui identitasnya. That because of his skills are amazing, so well known as a mysterious veiled women often help with no strings attached, then go without to be identified. Sifat pendekarnya membuat dicari orang untuk berguru, tetapi karena yang masih buas sehingga banyak yang menjadi korban sebelum sampai ke tujuan. Pendekarnya nature makes people look to sit, but because that is still wild, so many victims before reaching the destination.
Sekitar abad ke XVII, datanglah seorang laki-laki bernama Bapak Sera, beliau adalah seorang yang gemar sekali bertualang. Around the seventeenth century, there came a man named Mr. Sera, he was an avid adventure. Dalam petualangannyabeliau banyak sekali menimba ilmu agama dan silat dari berbagai daerah, disamping berniaga sebagai mata pencariannya. In petualangannyabeliau lot of studying religion and the arts from different regions, in addition to trade as a trade. Beliau selalu merasa bahwa ilmunya masih saja kurang. He always felt that their knowledge is still lacking. Ketika beliau sedang berada di daerah Riau, beliau mendengar berita yang tersiar akan keperkasaan wanita meisterius itu yang membuat Bapak Sera bertekad untuk mencarinya ke tanah Aceh. When he was in the Riau area, he heard the news will spread meisterius woman's courage that makes Mr. Sera were determined to look to the ground in Aceh. Untuk mencapai tujuannya, tentu saja harus melalui perjuangan yang amat berat, harus bertarung dengan harimau, ular, babi hutan, begitu juga harus berhadapan dengan buaya setiap menyeberangi sungai. To achieve the goal, of course, must go through a very hard struggle, had to fight with tigers, snakes, wild boar, so also have to deal with any alligator cross the river. Jarak yang hanya sekitar 30 km itu harus dicapai selama 3 bulan. The distance is only about 30 km must be achieved for 3 months. Seandainya tidak berbekal ilmu silat, mustahil dapat mencapai tujuan. If not armed with martial arts, it is impossible to achieve the goal.
Rupanya segala sepak terjang Bapak Sera sudah diketahui oleh Ibu Hj. Apparently all lunge Mr. Sera had known Mrs. Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Ketika Bapak Sera sedang tertidur lelap terdengar suara takbir adzan dari Hj. When Mr. Sera were sound asleep Takbir prayer of Hj. Cut Suriah yang dikeraskan, tanda waktu shalat Shubuh telah tiba. Syria cut a hardened, mark Shubuh prayer time has come. Dari atas pohon besar Bapak Sera melihat seorang berkerudung kuning dengan menggendong anak dipunggungnya turun, untuk melaksanakan Shalat Shubuh. From the top of the tree Mr. Sera saw a hooded yellow with carrying a child on his back down, to perform the morning prayer. Kemudian Bapak Sera pun turun daripohon dan mengucap salam, dibalas salamnya. Then Mr. Sera were down daripohon and say hello, returned his greeting. Kemudian mereka melakukan shalat dengan berjamaah. Then they prayed with the congregation. Sebagai seorang pendekar dan ahli sufi, semua sepak terjang dan tujuan dari Bapak Sera sudah diketahui oleh Hj. As an expert swordsman and Sufi, all lunge and objectives of Mr. Sera already known by Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Sekitar tiga bulan Bapak Sera melayani Hj. About three months Mr. Sera serve Hj. Cut Suriah, barulah dengan perjuangan yang ulet mulailah diajarkan ilmu silat oleh Hj. Cut Syria, then start with a tenacious struggle of the martial arts taught by Hj. Cut Suriah pada siang hari dan ilmu agama pada malam harinya. Cut Syria during the day and the science of religion in the evening. Setelah sekitar satu setengah tahun Bapak Sera berlatih, datanglah seorang pemuda yang terdampar, konon khabarnya dari tanah Sulawesi, bernama Lago dan menjadi adik seperguruan dari Bapak Sera. After about one and a half years of Mr. Sera practice, there came a young man who washed up, supposedly khabarnya of Sulawesi ground, and a younger brother named Lago seperguruan of Mr. Sera.
Kurang lebih 6 tahun berguru kepada Hj. About 6 years apprenticed to Hj. Cut Suriah, Bapak Sera baru mengetahui nama asli gurunya tersebut. Cut Syria, Mr. Sera new teachers know the real names. Nyai Panjate adalah julukan yang diberikan Bapak Sera, karena setiap menyusui anak perempuannya dengan terbungkus rapi selalu dikebelakangkan. Nyai Panjate is the nickname given Mr. Sera, because every feeding her daughter with dikebelakangkan always wrapped. Hj. Hj. Cut Suriah bersumpah bahwa putrinya itu tidak akan pernah dilatihilmu silat. Cut Syria vowed that her daughter would never dilatihilmu silat. Atasm anjuran Sang Guru, Bapak Sera dan Bapak Lagoa dianjurkan untuk kembali pulang ke tanah asalnya karena ilmu yang didapat telah dinilai cukup. Atasm the recommendation of the Master, Mr. Sera and Mr. Lagoa encouraged to return home to his native land because of the knowledge gained has been adequately assessed. Mereka kembali ke tanah Jawa, Bapak Sera ke Bogor dan Bapak Sera ke Tanjung Priuk, tepatnya daerah Lagoa sekarang, daerah itupun berasal dari nama beliau karena wafat dan dimakamkan disana. They returned to the land of Java, Mr. and Mr. Sera Sera to Bogor to Tanjung Priok, precisely now Lagoa region, the region rose from his name because of his death and was buried there.
Dalam pengembaraannya, Bapak Sera bertemu dengan dengan seorang pedagang kain dari Mongol yang bernama Yu Sak Liong, yang kemudian menjadi majikan Bapak Sera dalam berniaga. In his wanderings, Mr. Sera met with a cloth merchant of Sak Mongol named Yu Liong, who later became Mr. Sera employer in the trade. Bah Yu Sak Liong adalah seorang Muslim yang lebih dikenal dengan nama Bah Yusa. Bah Liong Yu Sak is a Muslim who is better known as Bah Yusa. Mereka berniaga berkeliling sampai ke tanah Aceh. They trade around the ground in Aceh. Awal perkenalan mereka dimulai ketika saat Bapak Sera sedang menurunkan bal gulungan kain, tiba-tiba, satu gulungan kain tersebut jatuh dan akan menimpa dirinya. Beginning of their acquaintance began when when Mr. Sera were unloading bales of cloth rolls, all of a sudden, one roll of fabric is falling and will happen to him. Namun dengan gerakan tangannya, Bapak Sera berhasil menagkis bal gulungan kain tersebut, hingga bal gulungan kain tersebut yang beratnya puluhan kilo tersebut mental terkena tangkisannya dan tak sengaja melayang menuju kea rah BahYusa. But with the movement of his hands, Mr. Sera had menagkis bales of cloth rolls, rolls up the cloth bales that weigh tens of kilos of the mental and accidentally hit tangkisannya drift toward toward BahYusa. Namun dengan gerakan kakinya, Bah Yusa menyambut bal gulungan kain tersebut dan menendangnya kearah tempatsemula. But with the movement of his foot, Bah Yusa welcome bales of cloth rolls and kicking towards tempatsemula. Bah Yusa sangat kagum menyaksikan gerakan Bapak Sera yang hanya dengan sedikit saja menggerakan tangan, dapat menyelamatkan diri, karena jika orang lain yang mengalaminya pasti sudah cedera berat. Bah Yusa was amazed to watch the movement of Mr. Sera that only a few moving hand, can save themselves, because if other people who experience it must have been serious injuries. Akhirnya mereka berkenalan dan sepakat untuk tukar pikiran dalam hal ilmu mereka masing-masing. Finally they agreed to meet and exchange ideas in terms of their science.
Bah Yu Sak Liong ahli dalam beladiri menggunakan kaki sesuai dengan negeri asalnya yakni Mongol, sedangkan Bapak Sera ahli dalam menggunakan tangan. Bah Sak Liong Yu-foot martial arts expert in the country of origin in accordance with the Mongols, while Mr. Sera expert in using the hands. Mereka mengadu ilmu kurang lebih tiga hari tiga malam, dengan istirahat untuk mengerjakan shalat. They complain about the science of three days and three nights, with a break for prayer. Tak ada yang unggul dalam adu ilmu tersebut, Bah Yu Sak Liong hangus kakinya, sedangkan Bapak Sera hangus pula tangannya. No one excels in the science contest, Bah Liong Yu Sak scorched his feet, while Mr. Sera also charred hands. Akhirnya mereka sepakat untuk mengabungkan ilmu mereka. Finally they agreed to assemble their knowledge. Sejak saat itu maka bertambahlah ilmu silat Bapak Sera dan Bah Yu Sak Liong. Since then it increaseth martial arts Sera and Mr. Bah Yu Liong Sak. Ilmu mereka kemudian dikenal dengan Aliran Sera, sesuai dengan nama penemunya yaitu Bapak Sera. They were then known to science stream Sera, according to the name of the inventor, Mr. Sera. Bah Yu Sak Liong kemudian kembali ke Mongol dan Bapk Sera meneruskan pengembaraannya. Bah Liong Yu Sak and then back to the Mongols and Bapk Sera continued his odyssey.
Suatu ketika Bapak Sera menyaksikan seorang pedagang kain keliling dari Cina Shantung sedang dikeroyok olehsekelompok penyamun yang bermaksud merampoknya, namun Cina tersebut dengan gesit dan lincah dapat mengalahkan para penyamun tersebut dengan hanya bersenjatakan meteran kainnya sebagai senjata toya. Once when Mr. Sera witnessed an itinerant trader from China's Shantung fabric being beaten olehsekelompok robbers who intend to rob him, but China is a nimble and agile to defeat these bandits, armed with only a cloth tape measure as a weapon of Toya. Permainan toyanya sangat mengagumkan, sampai-sampai bapak sera tidak beranjak dari tempatnya menyaksikan permainannya. Toyanya game was amazing, to the extent that the father of sera did not move from place to watch the game. Namun naas bagi Cina tersebut, ketika sedang bertarung, kakinya dipatuk seekor ular berbisa. But unlucky for China, when it is fighting, pecked his feet a viper. Dia pinsan dan ditolong dan diobati oleh Bapak Sera hingga sembuh. He pinsan and helped and treated by Mr. Sera until cured. Sebagaitanda terima kasih, Cina tersebut meberikan seluruh kain dagangannya kepada Bapak Sera, namun ditolak, meskipun demikian Bapak Sera tidak dapat menyembunyikan keinginannya untuk belajar ilmu toyanya. Sebagaitanda thank you, the Chinese gave the whole fabric wares to Mr. Sera, but was refused, though Mr. Sera could not hide his desire to study science toyanya.
Maka dengan senang hati Cina Shantung tersebut mengajarkan ilmu toyanya kepada Bapak Sera dan dalam waktu singkat telah dapat dapat menguasai ilmu toya tersebut. So happy to China Shantung toyanya teaches science to Mr. Sera and in no time been able to master the science of Toya. Malah sebelum Cina Shantung tersebut kembali ke negeri asalnya, dia berkenan menurunkan seluruh ilmunya kepada Bapak Sera dan mereka berdua mengangkat saudara. Even before China's Shantung returned to his native country, he was pleased to lose all his knowledge to Mr. Sera and together they raised you. Bapak Sera mengembangkan ilmunya sesuai dengan keadaan waktu itu, konon khabarnya beliau bermukim hingga wafat dimakamkan di Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor. Mr. Sera develop their knowledge in accordance with the circumstances at the time, said he lived until his death khabarnya buried in Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor.
Salah seorang murid Bapak Sera yang paling menonjol adalah Bapak Mursyid atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bah Ocid yang berasal dari Kebonmanggis. Sera father of a student is the most prominent was Mr. Murshid or better known as Bah Ocid from Kebonmanggis. Beliau inilah yangmengembangkan Aliran Sera pada abad ke XVIII di daerah Bogor dan sekitarnya. He is yangmengembangkan Sera flow to the XVIII century in Bogor and its surrounding area. Ciri-ciri fisik Bah Ocid, tinggi sekitar 157 cm, rambut panjang sebahu, kuku tangan dan kaki sekitar 7 cm, sehingga kalau berjalan, aka nada bekas kuku kakinya menggores jalan yang dilaluinya. Physical characteristics Ocid Bah, about 157 cm height, shoulder length hair, fingernails and feet about 7 cm, so that when walking, aka the former tone toenails scraping the road in its path. Tak banyak hal ikhwal Bah Ocid, untuk lembih komplitnya kami masih berusaha mencari datanya dari berbagai sumber. Not much to matters Ocid Bah, for the complete lembih we are still trying to find its data from various sources. Konon Bah Ocid ini selain menguasai Silat Sera, juga mempelajari ilmu istijrad. It is said that in addition to mastering this Ocid Bah Silat Sera, also studied istijrad. Kuku tangan dan kakinya dibiarkan panjang karena tak bias dipotong, begitu pula rambutnya, mandi hanya dapat dilakukan setahun sekali yakni pada Bulan Maulud, hal ini disebabkan ilmu istijradnya tersebut yang menyebabkannya. Left hand and foot nails long because there is bias cut, as did her hair, bathe only once a year to do that on the Moon Maulud, this is due to the istijradnya science that caused it. Pantangan ini kalau dilanggar akan menyebabkan badan Bah Ocid menjadi hitam dan gatal-gatal. This prohibition if violated will lead to a black body Ocid Bah and itching. Jika Bah Ocid sedang tidur, tak seorangpun berani membangunkannya, sebab dapat berakibat fatal, karena refleknya yang sudah menyatu, walaupun sedang tidur, Bah Ocid dapat membuat orang yang membangunkannya jatuh tunggang langgang. If Bah Ocid was sleeping, no one dared to wake him up, because it can be fatal, because refleknya already united, even when sleeping, Bah Ocid can make people who wake him fall headlong. Kalau terpaksa orang yang membangunkannya harus memakai galah atau tongkat panjang, itupun bisa patah-patah karena refleknya. If forced to wake people should wear long pole or stick, that too can be broken because refleknya.
Sepengetahuan Bapak Sera bahwa Hj. Sera that the knowledge of Mr. Hj. Cut Suriah tidak pernah mengajarkan ilmu hitam, adapun ilmu-ilmu hitam yang dipunyai oleh Guru-guru Sera adalah hasil pelajaran dari Guru-guru sebelumnya, karena berguru Silat Sera, fisik harus kuat dahulu, seperti Bah Ocid, sebelumnya sudah mempunyai ilmu kebal, kejayaan, Batara Karang dan lain sebagainya. Cut Syria never taught black magic, while the black magic that belongs to the teachers Sera is the result of the lessons of previous teachers, as studied Silat Sera, strong physical need first, such as Ocid Bah, had previously been immune to science, the triumph , Batara Reef and others.
Peristiwa Bapak Sera rupanya juga dialami oleh Bah Ocid, yakni pernah mengadu ilmu dengan seorang Cina seorang pedagang koyo bernama Babah Tong, yang juga mahir ilmu silat. Mr. Sera event apparently shared by Bah Ocid, which had pitted science with a Chinese trader named Babah patch Tong, who is also adept at martial arts. Merekamengadu ilmu di pinggir kali Cipakancilan di Jalan Paledang, di depan Asrama Tentara yang sekarang menjadi Kantor Dinas Pekerjaan Umum Propinsi. Merekamengadu science at the edge of time Cipakancilan Paledang Street, in front of the residence Army is now the Office of the Provincial Public Works Department. Babah Tong mengakui keunggulan Bah Ocid, setelah itu hubungan mereka tetap berjalan baik. Babah Tong recognizes excellence Ocid Bah, after which their relationship is still running well. Babah Tong menganggap Bah Ocid sebagai kakak sperguruannya. Babah Tong regard as a brother sperguruannya Ocid Bah. Kata Pabaton sekarang adalah berasal dari nama beliau, karena tinggal disana. Pabaton now says his name is coming from, because they live there. Bah Ocid banyak mempunyai murid, tetapi jarang yang sampai kepada ajaran terakhirnya yaitu yang disebut Sera Geni, Gerak Rasa Sera, Rasa Diri Sera dan Sera Manjak Pamungkas, yang merupakan filsafat Silat Sera. Bah Ocid many students have, but rarely up to his final Geni is called Sera, Sera Motion Sense, Sense of Self and Sera Sera Manjak Pamungkas, which is the philosophy of Silat Sera. Kebanyakan hanya sampai pada Langkah Opat Lipet, Kombinasi dan Tilu Eusi (Tiga Isi) beserta fungsinya atau istilah Ajaran Sera disebut Rusiah (Rahasia). Most only up to Step Lipet Opat, Combination and tilu Eusi (Fill Three) and their functions or the terms Doctrine Sera called Rusiah (Secret).
Dalam hal ini hanya Bapak H. In this case only Mr. H. Ali Yoenoes Bin Kartadiredja, yang sampai kepada Langkah Pamungkas. Kartadiredja Yoenoes Bin Ali, who comes to Step Pamungkas. Beliau sebelum menjadi murid Silat Sera dari Bah Ocid terlebih dahulu banyak belajar dari guru-guru silat terkenal di seluruh Tanah Jawa, diepkirakan tidak kurang dari 11 (sebelas) orang gurunya. Before he became a student of Silat Sera Bah Ocid first learned of the famous martial arts teachers throughout the land of Java, diepkirakan not less than 11 (eleven) of his teacher. Dengan bermodalkan silat-silat itulah baru dapat berguru kepada Bah Ocid, konon khabarnya, setiap beradu fisik dengan Bah Ocid, kalau tidak berilmu tentulah anggota badan yang terkena benturan akan menjadi hitam legam (tampak hangus). To capitalize a new martial-arts that can be studied to Ocid Bah, said khabarnya, each exchanging blows with Ocid Bah, if not knowledgeable certainly impact the affected limb will be jet black (looks scorched). Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes berasal dari Jombang, Jawa Timur, beliau malang melintang di dunia persilatan sejak abad ke XVII dan XIX, karena beliau panjang umurnya sampai mencapai usia 103 tahun. Ali Yoenoes from Jombang, East Java, he was poor across the world of martial since the XVII and XIX century, because of his age until it reaches a length of 103 years of age. Beliau pernah dicoba oleh para pendekar berbagai daerah, namun Alhamdulillah belum pernah kalah. He had been tried by the warriors variety of areas, but Alhamdulillah have never lost. Dahulu Pemerintah Kolonial Belanda sengaja mengadu domba para pendekar silat. Formerly the Dutch colonial government deliberately pitting the warriors martial arts. Mereka diharuskan bertarung sampai mati, dengan perjanjian tidak ada tuntutan apapun dari pihak keluarga korban, dibawah panggung sudah disediakan keranda mayat. They are required to fight to the death, with no agreement of any demands from the families of the victims, under the stage has been provided coffins, corpses. Belanda sengaja mengadakan hal tersebut dengan maksud agar para pendekar silat tersebut tumpas dengan sendirinya, hingga tidak ada yang ditakuti lagi oleh pihak Belanda. Netherlands accidentally entered it with the intention that the martial arts warriors annihilated by itself, until no longer feared by the Dutch. Acara tersebut diadakan setiap tahun bertempat di dalam Istana Kebun Raya Bogor, dalam memperingati Ulang Tahun Ratu Belanda, Ratu Wilhemina. The event is held each year held at the Istana Bogor Botanical Gardens, in commemorating the Dutch Queen's Birthday, Queen Wilhemina.
Pada awal mulanya Bapak H. In the beginning Mr. H. Ali Yoenoes tidak menyadari siasat licik dari pihak Belanda tersebut, maka pada setiap bertanding beliau pasti membunuh lawannya, tak kurang, 19 orang mati ditangannya. Ali Yoenoes unaware of the devious tactics of the Dutch, then in every match he would kill his opponent, no less, 19 people die in his hands. Tetapi akhirnya beliau menyadari akan hal ini, maka setiap kali bertarung, beliau tidak sampai membunuh lawannya yang kalah, namun cukup hanya dilukai saja dan kemudian menyuruh lawannya tersebut untuk melarikan diri. But eventually he realized this, then every time you fight, not to kill his opponent he defeated, but enough to hurt it and then asked his opponent to escape. Tindakan ini lama kelamaan tercium juga oleh pihak Belanda dan akhirnya Bapak H. This action also wafted over time by the Dutch and finally Mr. H. Ali Yoenoes untuk selanjutnya tidak diperkenankan ikut pertandingan lagi, malahan beliau ditahan selamapertandingan berlangsung. Ali Yoenoes henceforth not be allowed to play the game again, instead he was detained last selamapertandingan. Para pendekar yang beliau selamatkan pada pertandingan tersebut, setiap Hari Idhul Fitri dan Bulan Maulud selalu berkumpul dan bersilaturahmi di rumah Bapak H. The warrior that he saved the match, every day and the Moon Maulud Idhul Fitri always get together and stay in touch at home Mr. H. Ali Yoenoes di Gang Selot Paledang, sebagai rasa syukur dan tanda terima kasih telah diselamatkan nyawanya. Ali Yoenoes in Gang Paledang latch, as a sign of gratitude and thanks have saved his life. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes belajar silat pada Bah Ocid sekitar 9 tahun dan beliau melatih selama 21 tahun. Ali Yoenoes Bah Ocid learn martial arts at about 9 years and he trained for 21 years.
Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes menunaikan ibadah haji pada tahun 1969. Ali Yoenoes perform the pilgrimage in 1969. Salah seorang putra beliau yang turut mengembangkan Silat Sera adalah Bapak Abdulrachman, atau lebih dikenal dengan sebutan Pak Komang dan di dunia persilatan dijuluki Si Girimis, karena kecepatan tangan beliau yang kalau mencecar lawan seperti hujan gerimis, putra lainnya adalah H. One of his sons who helped develop the Silat Sera were Mr. Rachman, or better known as Pak Komang martial world and nicknamed The Girimis, because the speed of his hands which if drilled opponents like drizzling rain, the other son is H. Rachmat atau lebih dikenal dengan nama Pak Memet. Rachmat or better known as Pak Memet. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes bin Kartadiredja meninggal pada tahun 1971 dalam usia 103 tahun, yang kemudian disusul oleh putranya yakni Bapak Abdulrachman pada tahun 1983 dalam usia 64 tahun. Kartadiredja Yoenoes bin Ali died in 1971 at the age of 103 years, which was followed by his son that Mr Rachman in 1983 at the age of 64 years.
Salah satu murid yang dilatih oleh Bapak H. One of the students who were trained by Mr. H. Ali Yoenoes dan Pak Komang adalah Bapak H. Yoenoes Ali and Mr. Komal is Mr. H. Cucu Sutarya, SH Bin Tubagus Baban Sidik Ismaya. Sutarya grandchildren, SH Bin Tubagus Sidik Ismaya Baban. Beliau mulai berlatih pada Bapak H. He started practicing on Mr. H. Ali Yoenoes sejak tahun 1957 hingga tahun 1968 dan mengembangkannya hingga sekarang. Ali Yoenoes since 1957 until 1968 and developed it until now. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun 1998, sekitar bulan Maret-April (Tahun 1418 Hijriah). Sutarya grandchildren, SH pilgrimage to the Hajj season of 1998, around the month of March-April (Year 1418 Hijri). Beliau pernah pula menimba ilmu dari berbagai sumber lain seperti karate (Dan II Internasional) yudo, tinju (pernah juara tinju kelas bantam pada PON di Surabaya), kuntau, yuyitszu, dan silat dari perguruan lain seperti Aliran Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. He had also gain knowledge from other sources such as karate (And II International) judo, boxing (bantamweight boxing champion ever at the PON in Surabaya), Kuntau, yuyitszu, and the arts from other universities such as flow Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. Hal ini dilakukan atas anjuran dari Bapak H. This is done at the instigation of Mr. H. Ali Yoenoes sebagai bahan pembanding dan sebagai ilmu tambahan saja, tetapi loyalitas tetaplah terpusat pada Silat Sera yang kemudian beliau kembangkan menjadi Perguruan Pencak Silat PANCASSERA (Lima Silat Sera, yaitu Sera Banyu, Sera Ringkus, Sera Bayu, Sera Putih dan Sera Geni). Ali Yoenoes as a benchmark and as an additional science course, but loyalty is still centered on Silat Sera which he later developed into university Pencak Silat PANCASSERA (Five Silat Sera, Sera is Banyu, Ringkus Sera, Sera Bayu, White and Sera Sera Geni). Khusus untuk para Pelatih diajarkan Gerak Rasa dan Rasa Diri sebagai Langkah (Jurus Panjang) terakhir dari Aliran Silat Sera. Especially for the coach taught Motion Sense and Sense of Self as a step (stance length) Last of the flow of Silat Sera. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH mendapat kepercayaan langsung dari Bapak H. Sutarya grandchildren, SH won the trust directly from Mr. H. Ali Yoenoes untuk meneruskan perguruan. Ali Yoenoes to continue college. Beliau resmi mulai melatih sejak tahun 1968 di Bandung dan di Garut, kemudian di Bogor sampai sekarang. He officially began training in 1968 at Bandung and in Garut, then in Bogor up to now. Hanya kepada beliaulah Bapak H. He was the only to Mr. H. Ali Yoenoes menurunkan seluruh ilmunya hingga tuntas untuk dikembangkan dan diteruskan. Ali Yoenoes lose all his knowledge to its conclusion to be developed and forwarded. Dengan demikian pewaris dan penerus satu-satunya adalah Bapak H. Thus the heirs and successors only is Mr. H. Cucu Sutarya, SH. Sutarya grandchildren, SH.

Guru-guru lain dari Bapak H. Other teachers from Mr. H. Cucu Sutarya, SH adalah : Sutarya grandchildren, SH is:
1. A. H. H. Adra'I Cianjur Selatan (Pengurutan dan Patah Tulang) Adra'I South Cianjur (Ordering and Broken Bones)
2. 2. Kyai H. Kyai H. Baing Bakri Pasarean Cianjur (Cikalong) Bakri Baing Pasarean Cianjur (Cikalong)
3. 3. Bah Rumanta Garut (Syahbandar) Bah Rumanta Main Page (Syahbandar)
4. 4. Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan) Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan)
5. 5. Bah Maun Dreded Bondongan (Sera Pamacan) Bah Maun Dreded swarms (Sera Pamacan)
6. 6. Bah Enuh Tarogong Garut (Ajrak) Bah Enuh Tarogong Main Page (Ajrak)
7. 7. Liem Sen Thong Bogor (Kuntau dan Akunktur) Liem Mon Thong Bogor (Kuntau and Akunktur)
8. 8. Meneer Ong Bogor (Yudo dan Yuyitszu) Ong Meneer Bogor (Judo and Yuyitszu)
9. 9. Mr. Mr. Matsunaga Osaka Jepang (Karate) Matsunaga Osaka Japan (Karate)
10. 10. Endang Ukaedi Bogor (Tinju) Endang Ukaedi Bogor (Boxing)

Perguruan Silat Pancassera menjadi anggota IPSI pada tahun 1976. Silat college Pancassera a member IPSI in 1976. Sampai saat ini perguruan telah banyak berkembang, bahkan sampai keluar Pulau Jawa yakni di Kalimantan dan Maros, Sulawesi Selatan. Until recently many universities have grown, even to exit the island of Borneo and Java, which is in Maros, South Sulawesi. Di Jawa sendiri Silat Sera tersebar luas, mulai dari Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta dan di mancanegara di Amerika Serikat, Norwegia dan khusus di Belanda ada murid Bapak H. In Java alone Silat Sera is widespread, ranging from Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta and abroad in the United States, Norway and the Netherlands there are students in Mr. H. Ali Yoenoes yaitu Keluarga Van de Vries. Ali Yoenoes the Family Van de Vries.
Pada perguruan Silat Pancassera khusus diajarkan : On special education Pancassera Silat taught:
• Ilmu beladiri Sera tangan kosong • Martial Arts Sera bare hands
• Ilmu beladiri senjata : golok tunggal, golok ganda, gobang (sejenis pedang), gada, toya panjang, toya pendek, ruyung pendek, ruyung panjang, toya pendek, toya panjang, trisula, tongkat rantai dua, rantai tiga (double stick, triple stick), pisau terbang, cambuk, cemeti, clurit dan kombinasi senjata-senjata tersebut) • Martial Arts weapons: a single dagger, double dagger, gobang (a type of sword), mace, long toya, toya short, short ruyung, ruyung long, short toya, toya long, trident, sticks two chains, three chains (stick double, triple stick), flying knives, whips, whip, sickles and a combination of these weapons)
• Pengurutan keseleo, patah tulang. • Ordering sprains, broken bones.
• Tusuk jari, tusuk jarum (akupunktur. • Plugs finger, acupuncture (akupunktur.
• Peramuan obat-obatan tradisional. • Peramuan traditional medicines.
• Seni pernapasan. • Art of breathing.

Kami menghimbau kepada para pengembang Aliran Silat Sera untuk dapat bersilaturahmi dengan Perguruan-perguruan Silat Sera lainnya dimana saja berada, apapun nama perguruannya dengan Perguruan Pencak Silat PANCASSERA yang sumbernya sama. We urge the developers to stream Silat Sera can stay in touch with the university-college Silat Sera others wherever they are, whatever the name of the university Pencak Silat perguruannya PANCASSERA the same source. Dimana khas Silat Sera yaitu jurus-jurusnya banyak dikenal dengan jurus dari huruf Arab dan Cina, seperti : Alif, Ba, Lam Alif (dari huruf Arab), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, dari Bahasa Cina) dan lain sebagainya. Where the typical Silat Sera-jurusnya stance known by the Arabic alphabet and the stance of China, such as: Alif, Ba, Alif Lam (from Arabic), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, from Chinese) and so forth.
Demikian Sejarah singkat Aliran Silat Sera yang kini bernama PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA, wallahu alam (Hanya Allah Yang Maha Tahu), akan segala kejelasan serta kebenarannya. Similarly, a brief history of Silat Sera stream now called EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA, natural wallahu (Only Allah Almighty knows best), going all the clarity and truth.

SUSUNAN PENGURUS MANAGEMENT STRUCTURE
PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA

PEMBINA/PELATIH UTAMA : H. Patrons / COACH HIGHLIGHTS: H. CUCU SUTARYA, SH SUTARYA grandchildren, SH
PELINDUNG : Mayor Jenderal (Purn) H. PROTECTIVE: Major General (Ret.) H. AMIR TOHAR AMIR TOHAR
KETUA UMUM : H. GENERAL CHAIRMAN: H. SUPARNI Suparni
SEKRETARIS JENDERAL : R. SECRETARY GENERAL: R. SOEPRAPTO DJOJOPOESPITO Soeprapto Djojopoespito
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL : MUHAMMAD SIDIK DEPUTY SECRETARY GENERAL: MUHAMMAD SIDIK
BENDAHARA I : H. Treasurer I: H. SUPARDI Supardi
BENDAHARA II : EENG SUHERMAN Treasurer II: EENG Suherman
KEPALA BIDANG ADMINISTRASI : Drs. HEAD OF ADMINISTRATION: Drs. MACHMUD DJAKSAN Machmud DJAKSAN
KEPALA BIDANG TEKHNIK : Drs. HEAD OF Engineering: Drs. ADEH DJAJADI ADEH Djajadi

Ditetapkan pada tanggal 27 Nopember 2005, bertempat di Gedung Pertemuan Balai Besar Industri Agro, Jalan Ir. Enacted on November 27, 2005, located in Building Conference Center of Agro, Jalan Ir. H. H. Juanda Bogor. Juanda Bogor.

Ditulis kembali oleh : Rewritten by:
Muhammad Sidik, Sabuk Hitam Tingkat II, Cabang Gas Alam Cimanggis Depok. Muhammad Sidik, Black Belt Level II, Natural Gas Branch Cimanggis Depok.
Komplek Departemen Penerangan/Harapan Baru Taman Bunga Blok G.08 RT.004 RW.010 Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kotamadya Depok 16954 Complex of the Ministry of Information / New Hope Flower Garden Block G.08 RT.004 RW.010 Harjamukti Village, District Cimanggis, Depok Municipality 16 954

sumber: facebook bang Santanu Muliawidi source: facebook bang Santanu Muliawidi




Tags: , , Tags: , ,


Artikel Sejarah Singkat Aliran Silat Sera yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of the article A Brief History of Silat Sera that 'might' be linked at other sites:

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia ... A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia ... Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik ... Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/ Sources: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/

    Silat Indonesia » ‹jakarta timur› Silat Indonesia »<jakarta timur>

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera March 1st, 2010 ... A Brief History of Flow Silat Sera March 1st, 2010 ... Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera.
    Sumber: http://silatindonesia.com/page/2/?s=jakarta+timur Sources: http://silatindonesia.com/page/2/?s=jakarta+timur

    Prajurit Penjaga Tiang Utara Club: Perguruan Pencak Silat Naga Mas Soldiers guard the North Pole Club: University Pencak Silat Naga Mas

    Perguruan silat yang merupakan salah satu silat aliran Palembang asli ... Arts college that is one of the original Kilkenny arts stream ... Sejarah Singkat Aliran Silat Sera; PORSIGAL; MAKNA LAMBANG PORSIGAL; Ichibi si ekor 1 A Brief History of Flow Silat Sera; PORSIGAL; SYMBOL MEANING PORSIGAL; Ichibi the tail 1

    Prajurit Penjaga Tiang Utara Club: Sejarah Pecahnya sh terate ... Soldiers guard the North Pole Club: Historical Rupture Terate sh ...

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera; PORSIGAL; MAKNA LAMBANG PORSIGAL; Ichibi si ekor 1; Nibi si ekor 2; Sanbi si ekor 3; Yonbi si ekor 4; gobi si ekor 5; Rokubi si ekor 6 A Brief History of Flow Silat Sera; PORSIGAL; SYMBOL MEANING PORSIGAL; Ichibi the tail 1; Nibi the tail 2; Sanbi the tail 3; Yonbi the tail 4; gobi the tail 5; Rokubi the tail 6

    Silatcimande's Blog | Just another WordPress.com site Silatcimande's Blog | Just another WordPress.com site

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera (Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) Sumber : H. A Brief History of Silat Sera Flow (Developing a College Pencak Silat Pancassera) Source: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / President of Trustees).
    Sumber: http://silatcimande.wordpress.com/ Sources: http://silatcimande.wordpress.com/


- Powered by BING [2012-03-21 00:58] - Powered by BING [2012-03-21 00:58]

Leave Comment Leave Comment

You must be logged in to post a comment. You must be logged in to post a comment.

A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera. A Brief History of Flow Silat Sera.

[ in English ] [ in English ]

Mar 1st, 2010 | By | Category: Aliran Silat Visited 1946 times, 3 today [ in English ] March 1st, 2010 | By | Category: Flow Silat Visited 1946 times, 3 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera. Seperti pula telah dipublikasikan dalam Forum sahabatsilat.com As well as been published in the Forum sahabatsilat.com

Bismillahirrahmanirrahim "Bismillahirrahmanirrahim"

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera A Brief History of Flow Silat Sera
(Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) (Developing a College Pencak Silat Pancassera)
Sumber : H. Sources: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / President of Trustees).
Bermula dari kabilah-kabilah Gujarat Persia yang pada abad ke XVI dating ke daerah aceh, selain berniaga mereka juga membawa dan menyebarkan agama serta kebudayaan Islam. Starting from the tribes in Gujarat Persian dating to the sixteenth century Aceh region, in addition to trade they also carry and spread the Islamic religion and culture. Pada abad ini agama Islam mulai masuk ke tanah Aceh. In this century the religion of Islam began to enter the land of Aceh. Saudagar-saudagar tersebut mendapat pengetahuan agama dan kebudayaan dari Syekh Sayyidina Ali ra Beliau adalah sahabat dan sekaligus menantu Rasulullah Muhammad SAW. Merchants will then have the knowledge of religion and culture of Sayyidina Shaykh Ali ra He was a friend and once-law of Prophet Muhammad SAW. Beliau dikenal sebagai seorang ahli dalam strategi perang, terampil dalam mengolah raga, terutama dalam permainan pedangnya yang selalu membuat ciut nyali lawan-lawannya, terutama musuh Islam pada saat itu. He is known as an expert in war strategy, skilled in processing bodies, especially the sword in the game that always makes his opponents were afraid, especially the enemies of Islam at that time. Tak heran jika kemudian beliau dijuluki dengan julukan Syaifullah ( Si Pedang Allah). No wonder then if he was dubbed with the nickname Syaifullah (The Sword of Allah).
Saudagar-saudagar inilah yang membawa pengetahuan agama dan kebudayaan itu hingga sampai ke tanah Aceh. These merchants who carry the knowledge of religion and culture to get to the ground in Aceh. Hubungan mereka dengan penduduk asli terjalin dengan baik, terbukti kemudian dengan munculnya seorang tokoh sufi setempat yang dikenal dengan sebutan Nyai Panjate. Their relations with the natives are good, as evidenced later by the emergence of a local Sufi saint known as Nyai Panjate. Nama asli Nyai Panjate adalah Hajja Cut Suriah binti Teuku Syamannur. The original name is Hajja Cut Nyai Panjate bint Teuku Syamannur Syria. Suaminya bernama H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Her husband called H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Kedua suami istri tersebut mempelajari ilmu agama dan kebudayaan (ilmu silat) dari Kabilah Gujarat Persia. Both husband and wife are studying the science of religion and culture (martial arts) from Gujarat Persian tribes. Salah seorang guru mereka adalah murid dari keturunan murid Syekh Sayyidina Ali ra (Wallahu alam). One of them was a student teacher from the descendants of Sayyidina Ali ra students Sheikh (Wallahu nature).
Ketika tentara colonial Belanda (VOC) masuk ke tanah Aceh pada tahun 1752 M, kedua suami istri tersebut bekerjasama dengan para pendekar silat lainnya mengadakan perlawanan bersama rakyat untuk mengusir tentara belanda dari bumi Aceh. When the Dutch colonial army (VOC) into the ground in Aceh in 1752 AD, both husband and wife are working together with other martial arts warriors held a joint resistance of the people to expel the Dutch troops from Aceh's earth. Pada mulanya mereka berhasil memukul mundur pasukan Belanda, namun dengan siasat licik dengan cara mengadu domba diantara rakyat Aceh, maka tentara Belanda dapat mengetahui kelemahan suami Cut Suriah tersebut. At first they succeeded in repelling the Dutch troops, but with a cunning ploy by pitting among the people of Aceh, the Dutch troops can know the weaknesses of her husband Cut Syria. Akhirnya pada saat yang naas bagi Teuku Kaharuddin Solehuddin, Belanda dapat menembak roboh beliau dengan peluru emas, maka gugurlah beliau sebagai seorang syuhada. Finally, at the ill-fated for Teuku Kaharuddin Solehuddin, the Netherlands can shoot, he collapsed with a gold bullet, then gugurlah him as a martyr.
Setelah suaminya gugur, Hj. After her husband died, Hj. Cut Suriah hijrah ke dalam hutan + 35 km ke pedalaman daerah Bireun. Syria's move to cut the woods + 35 km inland areas Bireun. Beliau mengasingkan diri sebagai seorang sufi. He exiled himself as a Sufi. Pada waktu sedang hamil muda + 2 bulan. At the time of a young pregnant + 2 months. Dalam kehidupan sebagai seorang sufi kebutuhan hidup beliau bergantung kepada alam di sekitarnya. In life as a Sufi needs depend on the nature of his life around. Sesekali beliau berburu dengan alat sedanya, beliau sering menolong orang-orang yang sedang mencari kayu atau hasil hutan lainnya, yang sering digangggu binatang buas seperti harimau, ular, buaya dan lain sebagainya. Occasionally he was hunting with tools sedanya, he often helped people who are looking for wood or other forest products, which often digangggu wild animals such as tigers, snakes, crocodiles and others. Sudah sering beliau menyelamatkan orang-orang yang diganggu binatang buas, kemudian lenyap tanpa meningggalkan jejak. He had often saved the people who bothered to wild animals, then vanished without a trace abandon. Dari mulut ke mulut orang-orang yang pernah ditolongnya mengatakan bahwa adanya wanita berkerudung rapi dengan ilmu silatnya yang tinggi sanggup melumpuhkan binatang buas yang menyerang para pencari hasil hutan, hanya dengan beberapa gerakan saja. Word of mouth of people who had ditolongnya said that the neatly veiled women with high silatnya science can paralyze the beast that attacked seekers forest, alone with just a few movements. Yang karena keahliannya yang sangat mengagumkan sehingga terkenal sebagai seorang wanita berkerudung yang misterius sering menolong tanpa pamrih, kemudian pergi tanpa diketahui identitasnya. That because of his skills are amazing, so well known as a mysterious veiled women often help with no strings attached, then go without to be identified. Sifat pendekarnya membuat dicari orang untuk berguru, tetapi karena yang masih buas sehingga banyak yang menjadi korban sebelum sampai ke tujuan. Pendekarnya nature makes people look to sit, but because that is still wild, so many victims before reaching the destination.
Sekitar abad ke XVII, datanglah seorang laki-laki bernama Bapak Sera, beliau adalah seorang yang gemar sekali bertualang. Around the seventeenth century, there came a man named Mr. Sera, he was an avid adventure. Dalam petualangannyabeliau banyak sekali menimba ilmu agama dan silat dari berbagai daerah, disamping berniaga sebagai mata pencariannya. In petualangannyabeliau lot of studying religion and the arts from different regions, in addition to trade as a trade. Beliau selalu merasa bahwa ilmunya masih saja kurang. He always felt that their knowledge is still lacking. Ketika beliau sedang berada di daerah Riau, beliau mendengar berita yang tersiar akan keperkasaan wanita meisterius itu yang membuat Bapak Sera bertekad untuk mencarinya ke tanah Aceh. When he was in the Riau area, he heard the news will spread meisterius woman's courage that makes Mr. Sera were determined to look to the ground in Aceh. Untuk mencapai tujuannya, tentu saja harus melalui perjuangan yang amat berat, harus bertarung dengan harimau, ular, babi hutan, begitu juga harus berhadapan dengan buaya setiap menyeberangi sungai. To achieve the goal, of course, must go through a very hard struggle, had to fight with tigers, snakes, wild boar, so also have to deal with any alligator cross the river. Jarak yang hanya sekitar 30 km itu harus dicapai selama 3 bulan. The distance is only about 30 km must be achieved for 3 months. Seandainya tidak berbekal ilmu silat, mustahil dapat mencapai tujuan. If not armed with martial arts, it is impossible to achieve the goal.
Rupanya segala sepak terjang Bapak Sera sudah diketahui oleh Ibu Hj. Apparently all lunge Mr. Sera had known Mrs. Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Ketika Bapak Sera sedang tertidur lelap terdengar suara takbir adzan dari Hj. When Mr. Sera were sound asleep Takbir prayer of Hj. Cut Suriah yang dikeraskan, tanda waktu shalat Shubuh telah tiba. Syria cut a hardened, mark Shubuh prayer time has come. Dari atas pohon besar Bapak Sera melihat seorang berkerudung kuning dengan menggendong anak dipunggungnya turun, untuk melaksanakan Shalat Shubuh. From the top of the tree Mr. Sera saw a hooded yellow with carrying a child on his back down, to perform the morning prayer. Kemudian Bapak Sera pun turun daripohon dan mengucap salam, dibalas salamnya. Then Mr. Sera were down daripohon and say hello, returned his greeting. Kemudian mereka melakukan shalat dengan berjamaah. Then they prayed with the congregation. Sebagai seorang pendekar dan ahli sufi, semua sepak terjang dan tujuan dari Bapak Sera sudah diketahui oleh Hj. As an expert swordsman and Sufi, all lunge and objectives of Mr. Sera already known by Hj. Cut Suriah. Cut Syria. Sekitar tiga bulan Bapak Sera melayani Hj. About three months Mr. Sera serve Hj. Cut Suriah, barulah dengan perjuangan yang ulet mulailah diajarkan ilmu silat oleh Hj. Cut Syria, then start with a tenacious struggle of the martial arts taught by Hj. Cut Suriah pada siang hari dan ilmu agama pada malam harinya. Cut Syria during the day and the science of religion in the evening. Setelah sekitar satu setengah tahun Bapak Sera berlatih, datanglah seorang pemuda yang terdampar, konon khabarnya dari tanah Sulawesi, bernama Lago dan menjadi adik seperguruan dari Bapak Sera. After about one and a half years of Mr. Sera practice, there came a young man who washed up, supposedly khabarnya of Sulawesi ground, and a younger brother named Lago seperguruan of Mr. Sera.
Kurang lebih 6 tahun berguru kepada Hj. About 6 years apprenticed to Hj. Cut Suriah, Bapak Sera baru mengetahui nama asli gurunya tersebut. Cut Syria, Mr. Sera new teachers know the real names. Nyai Panjate adalah julukan yang diberikan Bapak Sera, karena setiap menyusui anak perempuannya dengan terbungkus rapi selalu dikebelakangkan. Nyai Panjate is the nickname given Mr. Sera, because every feeding her daughter with dikebelakangkan always wrapped. Hj. Hj. Cut Suriah bersumpah bahwa putrinya itu tidak akan pernah dilatihilmu silat. Cut Syria vowed that her daughter would never dilatihilmu silat. Atasm anjuran Sang Guru, Bapak Sera dan Bapak Lagoa dianjurkan untuk kembali pulang ke tanah asalnya karena ilmu yang didapat telah dinilai cukup. Atasm the recommendation of the Master, Mr. Sera and Mr. Lagoa encouraged to return home to his native land because of the knowledge gained has been adequately assessed. Mereka kembali ke tanah Jawa, Bapak Sera ke Bogor dan Bapak Sera ke Tanjung Priuk, tepatnya daerah Lagoa sekarang, daerah itupun berasal dari nama beliau karena wafat dan dimakamkan disana. They returned to the land of Java, Mr. and Mr. Sera Sera to Bogor to Tanjung Priok, precisely now Lagoa region, the region rose from his name because of his death and was buried there.
Dalam pengembaraannya, Bapak Sera bertemu dengan dengan seorang pedagang kain dari Mongol yang bernama Yu Sak Liong, yang kemudian menjadi majikan Bapak Sera dalam berniaga. In his wanderings, Mr. Sera met with a cloth merchant of Sak Mongol named Yu Liong, who later became Mr. Sera employer in the trade. Bah Yu Sak Liong adalah seorang Muslim yang lebih dikenal dengan nama Bah Yusa. Bah Liong Yu Sak is a Muslim who is better known as Bah Yusa. Mereka berniaga berkeliling sampai ke tanah Aceh. They trade around the ground in Aceh. Awal perkenalan mereka dimulai ketika saat Bapak Sera sedang menurunkan bal gulungan kain, tiba-tiba, satu gulungan kain tersebut jatuh dan akan menimpa dirinya. Beginning of their acquaintance began when when Mr. Sera were unloading bales of cloth rolls, all of a sudden, one roll of fabric is falling and will happen to him. Namun dengan gerakan tangannya, Bapak Sera berhasil menagkis bal gulungan kain tersebut, hingga bal gulungan kain tersebut yang beratnya puluhan kilo tersebut mental terkena tangkisannya dan tak sengaja melayang menuju kea rah BahYusa. But with the movement of his hands, Mr. Sera had menagkis bales of cloth rolls, rolls up the cloth bales that weigh tens of kilos of the mental and accidentally hit tangkisannya drift toward toward BahYusa. Namun dengan gerakan kakinya, Bah Yusa menyambut bal gulungan kain tersebut dan menendangnya kearah tempatsemula. But with the movement of his foot, Bah Yusa welcome bales of cloth rolls and kicking towards tempatsemula. Bah Yusa sangat kagum menyaksikan gerakan Bapak Sera yang hanya dengan sedikit saja menggerakan tangan, dapat menyelamatkan diri, karena jika orang lain yang mengalaminya pasti sudah cedera berat. Bah Yusa was amazed to watch the movement of Mr. Sera that only a few moving hand, can save themselves, because if other people who experience it must have been serious injuries. Akhirnya mereka berkenalan dan sepakat untuk tukar pikiran dalam hal ilmu mereka masing-masing. Finally they agreed to meet and exchange ideas in terms of their science.
Bah Yu Sak Liong ahli dalam beladiri menggunakan kaki sesuai dengan negeri asalnya yakni Mongol, sedangkan Bapak Sera ahli dalam menggunakan tangan. Bah Sak Liong Yu-foot martial arts expert in the country of origin in accordance with the Mongols, while Mr. Sera expert in using the hands. Mereka mengadu ilmu kurang lebih tiga hari tiga malam, dengan istirahat untuk mengerjakan shalat. They complain about the science of three days and three nights, with a break for prayer. Tak ada yang unggul dalam adu ilmu tersebut, Bah Yu Sak Liong hangus kakinya, sedangkan Bapak Sera hangus pula tangannya. No one excels in the science contest, Bah Liong Yu Sak scorched his feet, while Mr. Sera also charred hands. Akhirnya mereka sepakat untuk mengabungkan ilmu mereka. Finally they agreed to assemble their knowledge. Sejak saat itu maka bertambahlah ilmu silat Bapak Sera dan Bah Yu Sak Liong. Since then it increaseth martial arts Sera and Mr. Bah Yu Liong Sak. Ilmu mereka kemudian dikenal dengan Aliran Sera, sesuai dengan nama penemunya yaitu Bapak Sera. They were then known to science stream Sera, according to the name of the inventor, Mr. Sera. Bah Yu Sak Liong kemudian kembali ke Mongol dan Bapk Sera meneruskan pengembaraannya. Bah Liong Yu Sak and then back to the Mongols and Bapk Sera continued his odyssey.
Suatu ketika Bapak Sera menyaksikan seorang pedagang kain keliling dari Cina Shantung sedang dikeroyok olehsekelompok penyamun yang bermaksud merampoknya, namun Cina tersebut dengan gesit dan lincah dapat mengalahkan para penyamun tersebut dengan hanya bersenjatakan meteran kainnya sebagai senjata toya. Once when Mr. Sera witnessed an itinerant trader from China's Shantung fabric being beaten olehsekelompok robbers who intend to rob him, but China is a nimble and agile to defeat these bandits, armed with only a cloth tape measure as a weapon of Toya. Permainan toyanya sangat mengagumkan, sampai-sampai bapak sera tidak beranjak dari tempatnya menyaksikan permainannya. Toyanya game was amazing, to the extent that the father of sera did not move from place to watch the game. Namun naas bagi Cina tersebut, ketika sedang bertarung, kakinya dipatuk seekor ular berbisa. But unlucky for China, when it is fighting, pecked his feet a viper. Dia pinsan dan ditolong dan diobati oleh Bapak Sera hingga sembuh. He pinsan and helped and treated by Mr. Sera until cured. Sebagaitanda terima kasih, Cina tersebut meberikan seluruh kain dagangannya kepada Bapak Sera, namun ditolak, meskipun demikian Bapak Sera tidak dapat menyembunyikan keinginannya untuk belajar ilmu toyanya. Sebagaitanda thank you, the Chinese gave the whole fabric wares to Mr. Sera, but was refused, though Mr. Sera could not hide his desire to study science toyanya.
Maka dengan senang hati Cina Shantung tersebut mengajarkan ilmu toyanya kepada Bapak Sera dan dalam waktu singkat telah dapat dapat menguasai ilmu toya tersebut. So happy to China Shantung toyanya teaches science to Mr. Sera and in no time been able to master the science of Toya. Malah sebelum Cina Shantung tersebut kembali ke negeri asalnya, dia berkenan menurunkan seluruh ilmunya kepada Bapak Sera dan mereka berdua mengangkat saudara. Even before China's Shantung returned to his native country, he was pleased to lose all his knowledge to Mr. Sera and together they raised you. Bapak Sera mengembangkan ilmunya sesuai dengan keadaan waktu itu, konon khabarnya beliau bermukim hingga wafat dimakamkan di Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor. Mr. Sera develop their knowledge in accordance with the circumstances at the time, said he lived until his death khabarnya buried in Tegal Harendong Rumpin Ciampea Bogor.
Salah seorang murid Bapak Sera yang paling menonjol adalah Bapak Mursyid atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bah Ocid yang berasal dari Kebonmanggis. Sera father of a student is the most prominent was Mr. Murshid or better known as Bah Ocid from Kebonmanggis. Beliau inilah yangmengembangkan Aliran Sera pada abad ke XVIII di daerah Bogor dan sekitarnya. He is yangmengembangkan Sera flow to the XVIII century in Bogor and its surrounding area. Ciri-ciri fisik Bah Ocid, tinggi sekitar 157 cm, rambut panjang sebahu, kuku tangan dan kaki sekitar 7 cm, sehingga kalau berjalan, aka nada bekas kuku kakinya menggores jalan yang dilaluinya. Physical characteristics Ocid Bah, about 157 cm height, shoulder length hair, fingernails and feet about 7 cm, so that when walking, aka the former tone toenails scraping the road in its path. Tak banyak hal ikhwal Bah Ocid, untuk lembih komplitnya kami masih berusaha mencari datanya dari berbagai sumber. Not much to matters Ocid Bah, for the complete lembih we are still trying to find its data from various sources. Konon Bah Ocid ini selain menguasai Silat Sera, juga mempelajari ilmu istijrad. It is said that in addition to mastering this Ocid Bah Silat Sera, also studied istijrad. Kuku tangan dan kakinya dibiarkan panjang karena tak bias dipotong, begitu pula rambutnya, mandi hanya dapat dilakukan setahun sekali yakni pada Bulan Maulud, hal ini disebabkan ilmu istijradnya tersebut yang menyebabkannya. Left hand and foot nails long because there is bias cut, as did her hair, bathe only once a year to do that on the Moon Maulud, this is due to the istijradnya science that caused it. Pantangan ini kalau dilanggar akan menyebabkan badan Bah Ocid menjadi hitam dan gatal-gatal. This prohibition if violated will lead to a black body Ocid Bah and itching. Jika Bah Ocid sedang tidur, tak seorangpun berani membangunkannya, sebab dapat berakibat fatal, karena refleknya yang sudah menyatu, walaupun sedang tidur, Bah Ocid dapat membuat orang yang membangunkannya jatuh tunggang langgang. If Bah Ocid was sleeping, no one dared to wake him up, because it can be fatal, because refleknya already united, even when sleeping, Bah Ocid can make people who wake him fall headlong. Kalau terpaksa orang yang membangunkannya harus memakai galah atau tongkat panjang, itupun bisa patah-patah karena refleknya. If forced to wake people should wear long pole or stick, that too can be broken because refleknya.
Sepengetahuan Bapak Sera bahwa Hj. Sera that the knowledge of Mr. Hj. Cut Suriah tidak pernah mengajarkan ilmu hitam, adapun ilmu-ilmu hitam yang dipunyai oleh Guru-guru Sera adalah hasil pelajaran dari Guru-guru sebelumnya, karena berguru Silat Sera, fisik harus kuat dahulu, seperti Bah Ocid, sebelumnya sudah mempunyai ilmu kebal, kejayaan, Batara Karang dan lain sebagainya. Cut Syria never taught black magic, while the black magic that belongs to the teachers Sera is the result of the lessons of previous teachers, as studied Silat Sera, strong physical need first, such as Ocid Bah, had previously been immune to science, the triumph , Batara Reef and others.
Peristiwa Bapak Sera rupanya juga dialami oleh Bah Ocid, yakni pernah mengadu ilmu dengan seorang Cina seorang pedagang koyo bernama Babah Tong, yang juga mahir ilmu silat. Mr. Sera event apparently shared by Bah Ocid, which had pitted science with a Chinese trader named Babah patch Tong, who is also adept at martial arts. Merekamengadu ilmu di pinggir kali Cipakancilan di Jalan Paledang, di depan Asrama Tentara yang sekarang menjadi Kantor Dinas Pekerjaan Umum Propinsi. Merekamengadu science at the edge of time Cipakancilan Paledang Street, in front of the residence Army is now the Office of the Provincial Public Works Department. Babah Tong mengakui keunggulan Bah Ocid, setelah itu hubungan mereka tetap berjalan baik. Babah Tong recognizes excellence Ocid Bah, after which their relationship is still running well. Babah Tong menganggap Bah Ocid sebagai kakak sperguruannya. Babah Tong regard as a brother sperguruannya Ocid Bah. Kata Pabaton sekarang adalah berasal dari nama beliau, karena tinggal disana. Pabaton now says his name is coming from, because they live there. Bah Ocid banyak mempunyai murid, tetapi jarang yang sampai kepada ajaran terakhirnya yaitu yang disebut Sera Geni, Gerak Rasa Sera, Rasa Diri Sera dan Sera Manjak Pamungkas, yang merupakan filsafat Silat Sera. Bah Ocid many students have, but rarely up to his final Geni is called Sera, Sera Motion Sense, Sense of Self and Sera Sera Manjak Pamungkas, which is the philosophy of Silat Sera. Kebanyakan hanya sampai pada Langkah Opat Lipet, Kombinasi dan Tilu Eusi (Tiga Isi) beserta fungsinya atau istilah Ajaran Sera disebut Rusiah (Rahasia). Most only up to Step Lipet Opat, Combination and tilu Eusi (Fill Three) and their functions or the terms Doctrine Sera called Rusiah (Secret).
Dalam hal ini hanya Bapak H. In this case only Mr. H. Ali Yoenoes Bin Kartadiredja, yang sampai kepada Langkah Pamungkas. Kartadiredja Yoenoes Bin Ali, who comes to Step Pamungkas. Beliau sebelum menjadi murid Silat Sera dari Bah Ocid terlebih dahulu banyak belajar dari guru-guru silat terkenal di seluruh Tanah Jawa, diepkirakan tidak kurang dari 11 (sebelas) orang gurunya. Before he became a student of Silat Sera Bah Ocid first learned of the famous martial arts teachers throughout the land of Java, diepkirakan not less than 11 (eleven) of his teacher. Dengan bermodalkan silat-silat itulah baru dapat berguru kepada Bah Ocid, konon khabarnya, setiap beradu fisik dengan Bah Ocid, kalau tidak berilmu tentulah anggota badan yang terkena benturan akan menjadi hitam legam (tampak hangus). To capitalize a new martial-arts that can be studied to Ocid Bah, said khabarnya, each exchanging blows with Ocid Bah, if not knowledgeable certainly impact the affected limb will be jet black (looks scorched). Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes berasal dari Jombang, Jawa Timur, beliau malang melintang di dunia persilatan sejak abad ke XVII dan XIX, karena beliau panjang umurnya sampai mencapai usia 103 tahun. Ali Yoenoes from Jombang, East Java, he was poor across the world of martial since the XVII and XIX century, because of his age until it reaches a length of 103 years of age. Beliau pernah dicoba oleh para pendekar berbagai daerah, namun Alhamdulillah belum pernah kalah. He had been tried by the warriors variety of areas, but Alhamdulillah have never lost. Dahulu Pemerintah Kolonial Belanda sengaja mengadu domba para pendekar silat. Formerly the Dutch colonial government deliberately pitting the warriors martial arts. Mereka diharuskan bertarung sampai mati, dengan perjanjian tidak ada tuntutan apapun dari pihak keluarga korban, dibawah panggung sudah disediakan keranda mayat. They are required to fight to the death, with no agreement of any demands from the families of the victims, under the stage has been provided coffins, corpses. Belanda sengaja mengadakan hal tersebut dengan maksud agar para pendekar silat tersebut tumpas dengan sendirinya, hingga tidak ada yang ditakuti lagi oleh pihak Belanda. Netherlands accidentally entered it with the intention that the martial arts warriors annihilated by itself, until no longer feared by the Dutch. Acara tersebut diadakan setiap tahun bertempat di dalam Istana Kebun Raya Bogor, dalam memperingati Ulang Tahun Ratu Belanda, Ratu Wilhemina. The event is held each year held at the Istana Bogor Botanical Gardens, in commemorating the Dutch Queen's Birthday, Queen Wilhemina.
Pada awal mulanya Bapak H. In the beginning Mr. H. Ali Yoenoes tidak menyadari siasat licik dari pihak Belanda tersebut, maka pada setiap bertanding beliau pasti membunuh lawannya, tak kurang, 19 orang mati ditangannya. Ali Yoenoes unaware of the devious tactics of the Dutch, then in every match he would kill his opponent, no less, 19 people die in his hands. Tetapi akhirnya beliau menyadari akan hal ini, maka setiap kali bertarung, beliau tidak sampai membunuh lawannya yang kalah, namun cukup hanya dilukai saja dan kemudian menyuruh lawannya tersebut untuk melarikan diri. But eventually he realized this, then every time you fight, not to kill his opponent he defeated, but enough to hurt it and then asked his opponent to escape. Tindakan ini lama kelamaan tercium juga oleh pihak Belanda dan akhirnya Bapak H. This action also wafted over time by the Dutch and finally Mr. H. Ali Yoenoes untuk selanjutnya tidak diperkenankan ikut pertandingan lagi, malahan beliau ditahan selamapertandingan berlangsung. Ali Yoenoes henceforth not be allowed to play the game again, instead he was detained last selamapertandingan. Para pendekar yang beliau selamatkan pada pertandingan tersebut, setiap Hari Idhul Fitri dan Bulan Maulud selalu berkumpul dan bersilaturahmi di rumah Bapak H. The warrior that he saved the match, every day and the Moon Maulud Idhul Fitri always get together and stay in touch at home Mr. H. Ali Yoenoes di Gang Selot Paledang, sebagai rasa syukur dan tanda terima kasih telah diselamatkan nyawanya. Ali Yoenoes in Gang Paledang latch, as a sign of gratitude and thanks have saved his life. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes belajar silat pada Bah Ocid sekitar 9 tahun dan beliau melatih selama 21 tahun. Ali Yoenoes Bah Ocid learn martial arts at about 9 years and he trained for 21 years.
Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes menunaikan ibadah haji pada tahun 1969. Ali Yoenoes perform the pilgrimage in 1969. Salah seorang putra beliau yang turut mengembangkan Silat Sera adalah Bapak Abdulrachman, atau lebih dikenal dengan sebutan Pak Komang dan di dunia persilatan dijuluki Si Girimis, karena kecepatan tangan beliau yang kalau mencecar lawan seperti hujan gerimis, putra lainnya adalah H. One of his sons who helped develop the Silat Sera were Mr. Rachman, or better known as Pak Komang martial world and nicknamed The Girimis, because the speed of his hands which if drilled opponents like drizzling rain, the other son is H. Rachmat atau lebih dikenal dengan nama Pak Memet. Rachmat or better known as Pak Memet. Bapak H. Mr. H. Ali Yoenoes bin Kartadiredja meninggal pada tahun 1971 dalam usia 103 tahun, yang kemudian disusul oleh putranya yakni Bapak Abdulrachman pada tahun 1983 dalam usia 64 tahun. Kartadiredja Yoenoes bin Ali died in 1971 at the age of 103 years, which was followed by his son that Mr Rachman in 1983 at the age of 64 years.
Salah satu murid yang dilatih oleh Bapak H. One of the students who were trained by Mr. H. Ali Yoenoes dan Pak Komang adalah Bapak H. Yoenoes Ali and Mr. Komal is Mr. H. Cucu Sutarya, SH Bin Tubagus Baban Sidik Ismaya. Sutarya grandchildren, SH Bin Tubagus Sidik Ismaya Baban. Beliau mulai berlatih pada Bapak H. He started practicing on Mr. H. Ali Yoenoes sejak tahun 1957 hingga tahun 1968 dan mengembangkannya hingga sekarang. Ali Yoenoes since 1957 until 1968 and developed it until now. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun 1998, sekitar bulan Maret-April (Tahun 1418 Hijriah). Sutarya grandchildren, SH pilgrimage to the Hajj season of 1998, around the month of March-April (Year 1418 Hijri). Beliau pernah pula menimba ilmu dari berbagai sumber lain seperti karate (Dan II Internasional) yudo, tinju (pernah juara tinju kelas bantam pada PON di Surabaya), kuntau, yuyitszu, dan silat dari perguruan lain seperti Aliran Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. He had also gain knowledge from other sources such as karate (And II International) judo, boxing (bantamweight boxing champion ever at the PON in Surabaya), Kuntau, yuyitszu, and the arts from other universities such as flow Cikalong, Syahbandar, Pamacan, Cimande, Ajrak. Hal ini dilakukan atas anjuran dari Bapak H. This is done at the instigation of Mr. H. Ali Yoenoes sebagai bahan pembanding dan sebagai ilmu tambahan saja, tetapi loyalitas tetaplah terpusat pada Silat Sera yang kemudian beliau kembangkan menjadi Perguruan Pencak Silat PANCASSERA (Lima Silat Sera, yaitu Sera Banyu, Sera Ringkus, Sera Bayu, Sera Putih dan Sera Geni). Ali Yoenoes as a benchmark and as an additional science course, but loyalty is still centered on Silat Sera which he later developed into university Pencak Silat PANCASSERA (Five Silat Sera, Sera is Banyu, Ringkus Sera, Sera Bayu, White and Sera Sera Geni). Khusus untuk para Pelatih diajarkan Gerak Rasa dan Rasa Diri sebagai Langkah (Jurus Panjang) terakhir dari Aliran Silat Sera. Especially for the coach taught Motion Sense and Sense of Self as a step (stance length) Last of the flow of Silat Sera. Bapak H. Mr. H. Cucu Sutarya, SH mendapat kepercayaan langsung dari Bapak H. Sutarya grandchildren, SH won the trust directly from Mr. H. Ali Yoenoes untuk meneruskan perguruan. Ali Yoenoes to continue college. Beliau resmi mulai melatih sejak tahun 1968 di Bandung dan di Garut, kemudian di Bogor sampai sekarang. He officially began training in 1968 at Bandung and in Garut, then in Bogor up to now. Hanya kepada beliaulah Bapak H. He was the only to Mr. H. Ali Yoenoes menurunkan seluruh ilmunya hingga tuntas untuk dikembangkan dan diteruskan. Ali Yoenoes lose all his knowledge to its conclusion to be developed and forwarded. Dengan demikian pewaris dan penerus satu-satunya adalah Bapak H. Thus the heirs and successors only is Mr. H. Cucu Sutarya, SH. Sutarya grandchildren, SH.

Guru-guru lain dari Bapak H. Other teachers from Mr. H. Cucu Sutarya, SH adalah : Sutarya grandchildren, SH is:
1. A. H. H. Adra'I Cianjur Selatan (Pengurutan dan Patah Tulang) Adra'I South Cianjur (Ordering and Broken Bones)
2. 2. Kyai H. Kyai H. Baing Bakri Pasarean Cianjur (Cikalong) Bakri Baing Pasarean Cianjur (Cikalong)
3. 3. Bah Rumanta Garut (Syahbandar) Bah Rumanta Main Page (Syahbandar)
4. 4. Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan) Bah Djadja Gunungbatu Bogor (Pamacan)
5. 5. Bah Maun Dreded Bondongan (Sera Pamacan) Bah Maun Dreded swarms (Sera Pamacan)
6. 6. Bah Enuh Tarogong Garut (Ajrak) Bah Enuh Tarogong Main Page (Ajrak)
7. 7. Liem Sen Thong Bogor (Kuntau dan Akunktur) Liem Mon Thong Bogor (Kuntau and Akunktur)
8. 8. Meneer Ong Bogor (Yudo dan Yuyitszu) Ong Meneer Bogor (Judo and Yuyitszu)
9. 9. Mr. Mr. Matsunaga Osaka Jepang (Karate) Matsunaga Osaka Japan (Karate)
10. 10. Endang Ukaedi Bogor (Tinju) Endang Ukaedi Bogor (Boxing)

Perguruan Silat Pancassera menjadi anggota IPSI pada tahun 1976. Silat college Pancassera a member IPSI in 1976. Sampai saat ini perguruan telah banyak berkembang, bahkan sampai keluar Pulau Jawa yakni di Kalimantan dan Maros, Sulawesi Selatan. Until recently many universities have grown, even to exit the island of Borneo and Java, which is in Maros, South Sulawesi. Di Jawa sendiri Silat Sera tersebar luas, mulai dari Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta dan di mancanegara di Amerika Serikat, Norwegia dan khusus di Belanda ada murid Bapak H. In Java alone Silat Sera is widespread, ranging from Garut, Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok, Jakarta and abroad in the United States, Norway and the Netherlands there are students in Mr. H. Ali Yoenoes yaitu Keluarga Van de Vries. Ali Yoenoes the Family Van de Vries.
Pada perguruan Silat Pancassera khusus diajarkan : On special education Pancassera Silat taught:
• Ilmu beladiri Sera tangan kosong • Martial Arts Sera bare hands
• Ilmu beladiri senjata : golok tunggal, golok ganda, gobang (sejenis pedang), gada, toya panjang, toya pendek, ruyung pendek, ruyung panjang, toya pendek, toya panjang, trisula, tongkat rantai dua, rantai tiga (double stick, triple stick), pisau terbang, cambuk, cemeti, clurit dan kombinasi senjata-senjata tersebut) • Martial Arts weapons: a single dagger, double dagger, gobang (a type of sword), mace, long toya, toya short, short ruyung, ruyung long, short toya, toya long, trident, sticks two chains, three chains (stick double, triple stick), flying knives, whips, whip, sickles and a combination of these weapons)
• Pengurutan keseleo, patah tulang. • Ordering sprains, broken bones.
• Tusuk jari, tusuk jarum (akupunktur. • Plugs finger, acupuncture (akupunktur.
• Peramuan obat-obatan tradisional. • Peramuan traditional medicines.
• Seni pernapasan. • Art of breathing.

Kami menghimbau kepada para pengembang Aliran Silat Sera untuk dapat bersilaturahmi dengan Perguruan-perguruan Silat Sera lainnya dimana saja berada, apapun nama perguruannya dengan Perguruan Pencak Silat PANCASSERA yang sumbernya sama. We urge the developers to stream Silat Sera can stay in touch with the university-college Silat Sera others wherever they are, whatever the name of the university Pencak Silat perguruannya PANCASSERA the same source. Dimana khas Silat Sera yaitu jurus-jurusnya banyak dikenal dengan jurus dari huruf Arab dan Cina, seperti : Alif, Ba, Lam Alif (dari huruf Arab), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, dari Bahasa Cina) dan lain sebagainya. Where the typical Silat Sera-jurusnya stance known by the Arabic alphabet and the stance of China, such as: Alif, Ba, Alif Lam (from Arabic), Bekuih, Lokbeh (Loh Beh), Wa Lung Wang (Balungbang, from Chinese) and so forth.
Demikian Sejarah singkat Aliran Silat Sera yang kini bernama PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA, wallahu alam (Hanya Allah Yang Maha Tahu), akan segala kejelasan serta kebenarannya. Similarly, a brief history of Silat Sera stream now called EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA, natural wallahu (Only Allah Almighty knows best), going all the clarity and truth.

SUSUNAN PENGURUS MANAGEMENT STRUCTURE
PERGURUAN PENCAK SILAT PANCASSERA EDUCATION PENCAK SILAT PANCASSERA

PEMBINA/PELATIH UTAMA : H. Patrons / COACH HIGHLIGHTS: H. CUCU SUTARYA, SH SUTARYA grandchildren, SH
PELINDUNG : Mayor Jenderal (Purn) H. PROTECTIVE: Major General (Ret.) H. AMIR TOHAR AMIR TOHAR
KETUA UMUM : H. GENERAL CHAIRMAN: H. SUPARNI Suparni
SEKRETARIS JENDERAL : R. SECRETARY GENERAL: R. SOEPRAPTO DJOJOPOESPITO Soeprapto Djojopoespito
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL : MUHAMMAD SIDIK DEPUTY SECRETARY GENERAL: MUHAMMAD SIDIK
BENDAHARA I : H. Treasurer I: H. SUPARDI Supardi
BENDAHARA II : EENG SUHERMAN Treasurer II: EENG Suherman
KEPALA BIDANG ADMINISTRASI : Drs. HEAD OF ADMINISTRATION: Drs. MACHMUD DJAKSAN Machmud DJAKSAN
KEPALA BIDANG TEKHNIK : Drs. HEAD OF Engineering: Drs. ADEH DJAJADI ADEH Djajadi

Ditetapkan pada tanggal 27 Nopember 2005, bertempat di Gedung Pertemuan Balai Besar Industri Agro, Jalan Ir. Enacted on November 27, 2005, located in Building Conference Center of Agro, Jalan Ir. H. H. Juanda Bogor. Juanda Bogor.

Ditulis kembali oleh : Rewritten by:
Muhammad Sidik, Sabuk Hitam Tingkat II, Cabang Gas Alam Cimanggis Depok. Muhammad Sidik, Black Belt Level II, Natural Gas Branch Cimanggis Depok.
Komplek Departemen Penerangan/Harapan Baru Taman Bunga Blok G.08 RT.004 RW.010 Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kotamadya Depok 16954 Complex of the Ministry of Information / New Hope Flower Garden Block G.08 RT.004 RW.010 Harjamukti Village, District Cimanggis, Depok Municipality 16 954

sumber: facebook bang Santanu Muliawidi source: facebook bang Santanu Muliawidi




Tags: , , , , , Tags: , , , , ,


Artikel Sejarah Singkat Aliran Silat Sera yang 'mungkin' berkaitan di situs lain: The flow of the article A Brief History of Silat Sera that 'might' be linked at other sites:

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera - Silat Indonesia ... A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia ... Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik ... Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik ...
    Sumber: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/ Sources: http://silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera/

    A. A. SEJARAH BEBERAPA ALIRAN SILAT - Scribd SOME HISTORY OF SILAT - Scribd

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera (Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) Sumber : H. A Brief History of Silat Sera Flow (Developing a College Pencak Silat Pancassera) Source: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / President of Trustees).
    Sumber: http://www.scribd.com/doc/38622788/10/A-SEJARAH-BEBERAPA-ALIRAN-SILAT Sources: http://www.scribd.com/doc/38622788/10/A-SEJARAH-BEBERAPA-ALIRAN-SILAT

    Prajurit Penjaga Tiang Utara Club: Perguruan Pencak Silat Naga Mas Soldiers guard the North Pole Club: University Pencak Silat Naga Mas

    Perguruan silat yang merupakan salah satu silat aliran Palembang asli ... Arts college that is one of the original Kilkenny arts stream ... Sejarah Singkat Aliran Silat Sera; PORSIGAL; MAKNA LAMBANG PORSIGAL; Ichibi si ekor 1 A Brief History of Flow Silat Sera; PORSIGAL; SYMBOL MEANING PORSIGAL; Ichibi the tail 1

    Silatcimande's Blog | Just another WordPress.com site Silatcimande's Blog | Just another WordPress.com site

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera (Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) Sumber : H. A Brief History of Silat Sera Flow (Developing a College Pencak Silat Pancassera) Source: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / President of Trustees).
    Sumber: http://silatcimande.wordpress.com/ Sources: http://silatcimande.wordpress.com/

    Silat Indonesia » ‹jakarta timur› Silat Indonesia »<jakarta timur>

    Sejarah Singkat Aliran Silat Sera March 1st, 2010 ... A Brief History of Flow Silat Sera March 1st, 2010 ... Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera.
    Sumber: http://silatindonesia.com/page/2/?s=jakarta+timur Sources: http://silatindonesia.com/page/2/?s=jakarta+timur


- Powered by BING [2012-03-25 02:54] - Powered by BING [2012-03-25 02:54]

Comments are closed. Comments are closed.

A Brief History of Flow Silat Sera - Silat Indonesia
Silat Indonesia - Auto Translate by Google Translate - Original URL

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera. A Brief History of Flow Silat Sera.

[ in English ] [ in English ]

Mar 1st, 2010 | By | Category: Aliran Silat Visited 1965 times, 4 today [ in English ] March 1st, 2010 | By | Category: Flow Silat Visited 1965 times, 4 today [ in English ]
Social Buttons by Linksku Social Buttons by Linksku

Menghaturkan salam hormat kepada Para Guru Pancaserra, khususnya Guru Silat Sera saya, Bapak Muhammad Siddik, ijin untuk mempublikasikan tulisan Sejarah Singkat Silat Sera. Deliver to respectfully salute the Teachers Pancaserra, especially my Guru Silat Sera, Mr. Muhammad Siddik, for permission to publish the article A Brief History of Silat Sera. Seperti pula telah dipublikasikan dalam Forum sahabatsilat.com As well as been published in the Forum sahabatsilat.com

Bismillahirrahmanirrahim "Bismillahirrahmanirrahim"

Sejarah Singkat Aliran Silat Sera A Brief History of Flow Silat Sera
(Berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera) (Developing a College Pencak Silat Pancassera)
Sumber : H. Sources: H. Cucu Sutarya, SH (Guru Besar/Pembina Utama). Sutarya grandchildren, SH (Professor / President of Trustees).
Bermula dari kabilah-kabilah Gujarat Persia yang pada abad ke XVI dating ke daerah aceh, selain berniaga mereka juga membawa dan menyebarkan agama serta kebudayaan Islam. Starting from the tribes in Gujarat Persian dating to the sixteenth century Aceh region, in addition to trade they also carry and spread the Islamic religion and culture. Pada abad ini agama Islam mulai masuk ke tanah Aceh. In this century the religion of Islam began to enter the land of Aceh. Saudagar-saudagar tersebut mendapat pengetahuan agama dan kebudayaan dari Syekh Sayyidina Ali ra Beliau adalah sahabat dan sekaligus menantu Rasulullah Muhammad SAW. Merchants will then have the knowledge of religion and culture of Sayyidina Shaykh Ali ra He was a friend and once-law of Prophet Muhammad SAW. Beliau dikenal sebagai seorang ahli dalam strategi perang, terampil dalam mengolah raga, terutama dalam permainan pedangnya yang selalu membuat ciut nyali lawan-lawannya, terutama musuh Islam pada saat itu. He is known as an expert in war strategy, skilled in processing bodies, especially the sword in the game that always makes his opponents were afraid, especially the enemies of Islam at that time. Tak heran jika kemudian beliau dijuluki dengan julukan Syaifullah ( Si Pedang Allah). No wonder then if he was dubbed with the nickname Syaifullah (The Sword of Allah).
Saudagar-saudagar inilah yang membawa pengetahuan agama dan kebudayaan itu hingga sampai ke tanah Aceh. These merchants who carry the knowledge of religion and culture to get to the ground in Aceh. Hubungan mereka dengan penduduk asli terjalin dengan baik, terbukti kemudian dengan munculnya seorang tokoh sufi setempat yang dikenal dengan sebutan Nyai Panjate. Their relations with the natives are good, as evidenced later by the emergence of a local Sufi saint known as Nyai Panjate. Nama asli Nyai Panjate adalah Hajja Cut Suriah binti Teuku Syamannur. The original name is Hajja Cut Nyai Panjate bint Teuku Syamannur Syria. Suaminya bernama H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Her husband called H.Teuku Kaharuddin Solehuddin. Kedua suami istri tersebut mempelajari ilmu agama dan kebudayaan (ilmu silat) dari Kabilah Gujarat Persia. Both husband and wife are studying the science of religion and culture (martial arts) from Gujarat Persian tribes. Salah seorang guru mereka adalah murid