Menabur Benih Pendekar Muda (r). Sowing Seeds Young Swordsman (r).
[ in English ] [ in Bahasa ]May 27th, 2010 | By luri | Category: Artikel Silat Visited 663 times, 1 today [ in English ] May 27th, 2010 | By instinct | Category: Articles Silat Visited 663 times, 1 today [ in Bahasa ]
Sejumlah ilmu beladiri, seperti karate, judo, taekwondo, sudah menjadi kegiatan ekstrakulikuler baik di SD, SMP dan SMU di Jakarta. A number of martial arts, like karate, judo, taekwondo, already a good extracurricular activities in elementary, junior high and high school in Jakarta. Pencak silat yang merupakan kebudayaan bangsa sendiri, juga ikut menjadi kegiatan eskul. Pencak silat which is the nation's own culture, are also coming into eskul activities. Namun rupanya, tidak semua jenis pencak silat mantap bertahan. But apparently, not all types of martial arts hold steady. Silat Betawi seperti Beksi, rupanya agak terseok-seok untuk maju. Silat Betawi like Beksi, apparently somewhat struggled to get ahead.
“Hambatan pencak silat, seperti Beksi (pencak silat khas Jakarta) ini, kurangnya manajemen organisasi dengan baik, belum lagi soal dana,” kata Ketua Umum Perguruan Pencak Silat (PPS) Beksi H Hasbullah, Haji Basyir, dalam obrolannya bersama detikcom di kediaman dan padepokannya di Jl KPBD, Kampung Baru, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (25/5/2010). "Barriers to martial arts, such as Beksi (martial arts typical of Jakarta), the lack of organization with good management, not to mention the matter of funding," said Chairman of the Education Pencak Silat (PPS) Beksi Hasbullah H, Haji Bashir, in a conversation with AFP in the residence and padepokannya on Jl KPBD, Kampung Baru, Kebayoran Lama, South Jakarta, Tuesday (25/05/2010).
Pencak silat Beksi, lanjut Basyir, saat ini baru diajarkan di tiga sekolah, yaitu di Putra Satria, Maambaul Ulum dan SMUN 90 Petukangan, Jakarta Selatan. Pencak silat Beksi, continued Bashir, currently only taught in three schools, namely the Putra Satria, Maambaul Ulum and SMUN 90 Petukangan, South Jakarta. Beksi diharapkan bisa memasuki semua sekolah di DKI Jakarta, karena merupakan bagian dari kebudayaan Betawi. Beksi expected to enter all the schools in Jakarta, because it is part of the Betawi culture.
“Tidak tertutup kemungkinan kita bisa mengajak Dinas Pendidikan agar ini dijadikan kurikulum. "There is a possibility we could ask for this to be a Department of Education curriculum. Tapi kita harus berbentuk lembaga hukum, seperti yayasan. But we shall take the form of legal institutions, such as a foundation. Ini sedang kita rintis,” terangnya. This is our path, "he explained.
Basyir mengakui anak muda memang kurang berminat mempelajari silat Beksi. Bashir acknowledges young people are less interested in studying martial arts Beksi. Apalagi di Jakarta, banyak ilmu beladiri luar negeri yang baru masuk dan dianggap lebih modern misalnya saja Capoeira dari Brazil. Especially in Jakarta, many martial arts new foreign entry and is considered more modern example, only Capoeira from Brazil. Para guru silat Beksi pun melakukan sejumlah modifikasi dengan membuat formasi jurus, agar silat Beksi lebih mudah dipelajari. Beksi silat teachers did a number of modifications to make the formation stance, so that is easier to learn martial arts Beksi.
“Kalau orang sudah tahu kegunaan atau makna jurus itu, akan lebih tertarik. "If people already know the purpose or meaning of that moment, would be more interested. Orang Swedia saja ada yang belajar, karena tekniknya tidak kalah dengan Aikido dan Jujitsu. Swedish people there are learning, because the techniques are not inferior to Aikido and Jujitsu. Jurus kunciannya mematikan juga,” tegasnya. Kunciannya Kick off too, "he said.
Silat Beksi adalah hasil akulturasi budaya Betawi dan China. Silat is a result of acculturation Beksi Betawi culture and China. Dahulu, penciptanya adalah Lie Cheng Oek, warga keturunan China dari Kampung Dadap, Tangerang Banten. Formerly, its creator is a Lie Cheng wnnh, people of Chinese descent from Kampung Dadap, Tangerang, Banten. Silat Beksi kini sudah diajarkan sekitar empat generasi, termasuk salah satu cabangnya, silat Beksi Haji Hasbullah yang merupakan murid Lie Cheng Oek. Beksi Silat is now taught around four generations, including one branch, silat Beksi Hasbullah Haji who was a disciple of Cheng Lie wnnh. Para murid silat Beksi mencoba membangun komunikasi terutama dengan generasi tua, namun itu bukan perkara gampang. The disciples tried to establish communication arts Beksi especially with the older generation, but it's not easy matter.
“Orang Betawi kan adatnya, siapa elu mau ajak-ajak gue?” kata Basyir. "The Betawi's ancestral lands, who would invite elu-invite me?" Said Bashir.
Basyir mengakui, orang mulai tertarik belajar silat Beksi karena ketokohan guru besar PPS Beksi H Hasbullah yang menampilkan silat Beksi dalam film 'Darah Muda' yang dibintangi Rhoma Irama. Bashir acknowledged, people became interested in studying martial arts since persona Beksi professor of PPS Beksi H Hasbullah Beksi featuring martial arts in the film 'Young Blood', starring Rhoma Irama. “Belum lagi adanya film Si Pitung, termasuk sinetronya di televisi, itu ada pengaruhnya juga,” kata Basyir yang saat ini berprofesi sebagai pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat itu. "Not to mention the existence of Si film Pitung, including sinetronya on television, it is no effect as well," said Bashir who currently works as a market trader in Tanah Abang, Central Jakarta that.
Sementara, Koordinator Pelatih PPS Beksi H Hasbullah, Endang (42) juga menambahkan, saat ini pihaknya tengah mengajukan sejumlah proposal kepada seluruh sekolah yang ada di DKI Jakarta. Meanwhile, Coach Coordinator PPS Beksi H Hasbullah, Endang (42) also added that currently it is filing a number of proposals to all the schools in Jakarta. Isinya antara lain, mengajukan agar silat Beksi bisa mendapatkan tempat sebagai pelajaran tambahan. It contained, among others, propose that silat Beksi can get a spot as an extra lesson.
“Beksi, atau silat lainnya sebenarnya bisa menjadi media dakwah, pembinaan mental. "Beksi, or any other martial art can actually be a media propaganda, mental coaching. Bukan berarti belajar silat, itu siswa diajarkan berantem, tawuran. Not that learning martial arts, the students are taught a fight, brawl. Justru sebaliknya, bagaimana mengendalikan emosi dan mental. On the contrary, how to control emotions and mental. Silat itu olahraga dan seni juga,” terangnya. Silat is sports and the arts as well, "he explained.






