Gus Mus seorang Kiyai dan Pendekar. Gus Mus a Kiyai and Swordsman.
[ in English ] [ in Bahasa ]Jun 21st, 2010 | By alam | Category: Cover Story , Figure Pesilat Visited 796 times, 3 today [ in English ] June 21st, 2010 | By nature | Category: Cover Story , Figure fighters Visited 796 times, 3 today [ in Bahasa ]
Nama beliau, Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), beliau kini pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin, Rembang. His name, Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), he now nanny Raudlatuth Thalibin Boarding Schools, Apex. Mantan Rais PBNU ini dilahirkan di Rembang, 10 Agustus 1944. Former NU Rais was born in Apex, August 10, 1944. Nyantri di berbagai pesantren seperti Pesantren Lirboyo Kediri di bawah asuhan KH Marzuqi dan KH Mahrus Ali; Al Munawwar Krapyak Yogyakarta di bawah asuhan KH Ali Ma'shum dan KH Abdul Qadir; dan Universitas Al Azhar Cairo di samping di pesantren milik ayahnya sendiri, KH Bisri Mustofa, Raudlatuth Thalibin Rembang. Nyantri at various boarding schools such as boarding school under the tutelage of Kediri Lirboyo Marzuqi KH and KH Mahrus Ali; Al Munawwar Krapyak Yogyakarta under the tutelage of Ali Ma'shum KH and KH Abdul Qadir; and Al Azhar University in Cairo in addition to his own father's pesantren, KH Bisri Mustafa, Raudlatuth Thalibin Apex.
Menikah dengan St. Married to St.. Fatma, dikaruniai 6 (enam) orang anak perempuan : Ienas Tsuroiya, Kutsar Uzmut, Raudloh Quds, Rabiatul Bisriyah, Nada dan Almas serta seorang anak laki-laki: Muhammad Bisri Mustofa. Fatma, blessed with 6 (six) daughters: Ienas Tsuroiya, Kutsar Uzmut, Raudloh Quds, Rabiatul Bisriyah, tone and Almas and a son: Muhammad Mustofa Bisri. Kini beliau telah memiliki 5 (lima) orang menantu: Ulil Abshar Abdalla, Reza Shafi Habibi, Ahmad Sampton, Wahyu Salvana, dan Fadel Irawan serta 7 (tujuh) orang cucu: Ektada Bennabi Muhammad; Ektada Bilhadi Muhammad; Muhammad Ravi Hamadah, Muhammad Raqie Haidarah Habibi; Muhammad Najie Ukasyah, Ahmad Naqie Usamah; dan Samih Wahyu Maulana. Now he has to have 5 (five) people in law: Ulil Abshar Abdalla, Shafi Reza Habibi, Ahmad Sampton, Revelation Salvana, and Fadel Irawan and 7 (seven) grandchildren: Ektada Bennabi Muhammad; Ektada Bilhadi Muhammad; Ravi Hamadah Muhammad, Muhammad Raqie Haidarah Habibi; Najie Ukasyah Muhammad, Ahmad Osama Naqie; and Samih Maulana Revelation.
Selain sebagai ulama dan Rais Syuriah PBNU, Gus Mus juga dikenal sebagai budayawan,Pelukis, Pujangga dan penulis produktif. Aside from being a scholar and Rais Syuriah NU, Gus Mus is also known as a humanist, painter, poet and prolific writer.
Tapi adakah yang tahu bahwa beliau adalah seorang Pendekar yang mencintai silat sebagai khasanah budayanya sendiri? But is there who knows that he is a warrior who loves martial arts as a repertoire of its own culture?
Ini kisah lucu tentang beliau (Gus Mus) dan kakaknya, Gus Kholil yang ditulis oleh Gus Yahya Cholil Staquf dalam notesnya : It's a funny story about him (Gus Mus) and his brother, Gus Gus Kholil written by John Cholil Staquf in his notebook:
Sebelum mondok di Krapyak, Yogya, Gus Mus dan Gus Kholil muda sempat mondok di Lirboyo, Kediri. Before lodgings in Krapyak, Yogya, Gus Gus Mus and young Kholil had lodgings in Lirboyo, Kediri. Pada waktu itu Lirboyo terkenal gudangnya ilmu hikmah dan kanuragan. At that time the famous warehouse Lirboyo kanuragan knowledge and wisdom. Maka dua santri kakak-beradik ini pun tak ketinggalan, getol mesu diri , tirakat, menekuni gemblengan untuk mempelajari berbagai ilmu kejadugan. Then the two students the siblings did not miss, industrious self mesu, penance, poring gemblengan to study various sciences kejadugan.
Sampailah akhirnya kesempatan pulang kampung di waktu liburan. Opportunity finally came back home at holiday time. Sebagai orang-orang “dhugdheng alu gembreng” , dua bersaudara ini pulang ke Rembang dengan bersengaja mengenakan pakaian dan perhiasan yang menegaskan kejadugan mereka: As the people "dhugdheng pestle gembreng", the two brothers returned to Apex with bersengaja wearing clothing and jewelry that confirms their kejadugan:
- Rambut gondrong sampai ke punggung pertanda tak mempan dicukur Hair long to shaved back of a sign not working
- Baju kutung dan celana komprang sebatas dengkul, semua serba hitam, khas pendekar Shirt and pants komprang limited amputated knee, all in black, the typical warrior
- Ikat kepala batik dan terompah kayu yang tebalnya hampir sehasta yang mungkin mereka kira mirip kepunyaan Sunan Kalijaga; dan lain-lain. Batik headbands and wooden sandals almost a cubit thick that they probably belonged to Sunan Kalijaga might be similar, and others.
Sepanjang perjalanan, mereka benar-benar bergaya super-pendekar yang membuat jerih siapa pun disekitarnya. Along the way, they are really stylish super-weary swordsman who makes anyone around him. Memandang langsung kepada mereka pun orang tak berani, takut dikira nantang. Looking directly to the people they did not dare, afraid of challenging thought.
Tak dinyana, begitu sampai di rumah, Mbah Bisri, ayahanda mereka marah besar! No warning, when I got home, Mbah Bisri, their father was furious!
Segala pakaian dan perhiasan kependekaran mereka dilucuti dan dibakar. All clothing and jewelry kependekaran they stripped and burned. Karena tak ada yang mampu mencukur rambut mereka —benar-benar jadug rupanya, Mbah Bisri sendiri yang turun tangan membabat habis rambut mereka. Because no one is able to shave their hair-really jadug apparently, Mbah Bisri own hands down clear-cutting their hair. Pendek kata mereka divonis harus berhenti main jadug-jadugan! In short they were convicted had to stop playing jadug-jadugan!

Kenapa Mbah Bisri melakukan semua itu Why do all that Mbah Bisri
“AKU SAJA CUMA KIYAI KOK KALIAN MAU JADI WALI!” "I JUST WANT YOU JUST SO Kiyai KOK GUARDIAN!"
Kakak-beradik itu akhirnya dipindahkan mondoknya ke Krapyak, Yogya. The brothers were finally transferred to the Krapyak mondoknya, Yogya.
-sumber : GusMusdotNet, Gus Yahya Cholil Staquf -Source: GusMusdotNet, Gus Yahya Cholil Staquf






