Seni Silat Jaman Pangeran Diponegoro. Ages art Silat Diponegoro.
[ in English ] [ in Bahasa ]Jul 24th, 2010 | By repo | Category: Aliran Silat , Artikel Silat Visited 397 times, 1 today [ in English ] July 24th, 2010 | By repo | Category: Flow Silat , Silat article Visited 397 times, 1 today [ in Bahasa ]
Secara historis dalam arti tertulis kemungkinan besar keilmuan Krida Yudha Sinalika (Krida Yudha = Seni perang, Sinalika = Naluri) dapat ditelusuri dari jaman Pangeran Wiryowilogo Niti Yudha yang hidup pada jaman Pangeran Diponegoro. Historically most likely written in the sense of scholarly Krida Yudha Sinalika (Krida Yudha = Art of war, Sinalika = instinct) can be traced from the time of Prince Wiryowilogo Niti Yudha who lived at the time Diponegoro.
Keilmuan Krida Yudha Sinalika dahulunya merupakan “Ilmu Polah Emoh” artinya “Tidak Mau Disakiti Lahir Batin dan Tidak Mau Menyakiti. Scientific Krida Yudha Sinalika was once a "Science doings unwilling 'means' No hurt Birth Mind and Will not Hurt. Ilmu Polah Emoh yang diturunkan secara lisan (melalui sabda) dari leluhur Sinalika sampai kepada Mpu R. Science doings unwilling derived orally (through words) from the ancestral Sinalika until the MPU R. Samiadji Niti Yudha Negara. Niti Samiadji Yudha State.
Ilmu ini tercipta dari pengalaman menghadapi rona hidup di mana pada jaman dahulu hutan masih sangat lebat. Science is created from the experience of dealing with the hue of life where ancient forests are still very dense. Dengan lebatnya hutan berarti juga banyak binatang buas yang berkeliaran dan masih sulit dihadapi dan dilawan karena senjata juga masih sangat tradisional. With the forest cover is also a lot of wild animals that roam and still hard to deal with and fight because guns are still very traditional.
Maka diciptakanlah seni bela diri untuk dapat mempertahankan diri dan melestarikan anak cucu dari mara bahaya ganasnya hutan rimba, peperangan, sakit penyakit dan untuk menghadapi hidup ini yang hanya sekali saja sesuai dengan fitrahnya. Thus were created the martial art to be able to defend itself and preserve offspring from danger fierce jungle, war, sickness and to face the life that once only in accordance with nature.
Beratnya medan hidup yang harus dihadapi pada jaman itu membuat leluhur Krida Yudha Sinalika merancang keilmuan “Pola Emoh” agar anak cucu mampu dan secara tegas menghadapinya. The rough terrain of life that must be faced in that era ancestors with Krida Yudha Sinalika designing scientific "Pattern unwilling" to children and grandchildren be able to explicitly deal with it.
Ilmu Sinalika saat itu masih diwariskan turun temurun khusus untuk keluarga keraton secara lisan dan dapat ditelusuri dimulai dari Pangeran Wiryowilogo (Niti Yudha) yang di makamkan di Pagerluhur, beliau adalah Adipati Ngayoeda Mataram, beliau mempunyai putra Pangeran Wiryohatmaja yang berputrakan Raden Mas Niti Widjoyo yang berputrakan Raden Mas Niti Hadiwijoyo yang berputrakan Mpu Raden Samiadji Niti Yudha Negara, saat ini adalah sebagai Pewaris Tunggal, Guru Besar, dan pendiri PPS KRIDA YUDHA SINALIKA. Science Sinalika was then handed down specifically to the family court orally and can be traced starting from the Prince Wiryowilogo (Niti Yudha) who was buried in Pagerluhur, he was the Duke of Ngayoeda Mataram, he has a son who berputrakan Wiryohatmaja Prince Raden Mas Niti Widjoyo the berputrakan Raden Mas Niti berputrakan Hadiwijoyo the MPU Raden Samiadji Niti Yudha State, now is as Sole Heir, Great Teacher, and founder of PPS Krida YUDHA SINALIKA.
Semenjak tahun 1974 secara resmi Mpu R Samiadji mendirikan perguruan pencak silat SINALIKA yang dibuka untuk umum di Pacrabaan Lamuk Putih Dusun Pagerluhur, Desa Pagerejo, Kec. Since the year 1974 was officially established MPU R Samiadji SINALIKA martial arts college that opened to the public at the White Lamuk Pacrabaan Pagerluhur Hamlet, Village Pagerejo, district. Kertek, Kab. Kertek, Kab. Wonosobo, Jawa Tengah (lereng Gunung Sindoro). Wonosobo, Central Java (the slopes of Mount Sindoro).
Dan pada tahun 1986 Mpu R Samiadji membuka dan mengembangkan lagi di Jakarta dengan Nama Krida Yudha Sinalika. And in 1986 MPU R Samiadji open and develop again in Jakarta with the name Krida Yudha Sinalika. ( Sumber kutipan PPS Krida Yudha Sinalika ) (Source of quote Krida Yudha Sinalika PPS)
sumber: kasakusuk.com source: kasakusuk.com






